
Hari ini sangat di nantikan bagi seluruh kelas X, karena hari ini untuk pertama kalinya bagi mereka bisa berkumpul dengan kelas lainnya. Yang biasanya hanya teman kelas itu saja yang mereka jumpai. Kini mereka berkumpul dengan teman kelas lainnya tanpa memandang siapa saja.
Bagi Zanah ini kesempatan yang sangat bagus, karena bisa lebih mengenal teman kelas lainnya yang jarang ia jumpai. Ada beberapa teman yang kadang Zanah jumpai, tetapi tidak ada kesempatan untuk mereka berbicara satu sama lain.
Pagi itu begitu cerah, secerah hati para siswa-siswi SMA negeri tersebut. Keberangkatan mereka akan dilakukan beberapa menit lagi. Sebelum itu, para guru mengumpulkan semua surat izin yang ditanda-tangani oleh orang tua masing-masing. Untuk membuktikan mereka diizinkan berangkat. Setelah semua dikumpulkan, para siswa-siswi naik ke bus yang sesuai nomor urut absen mereka dan guru yang lainnya akan naik di mobil lain jika semua bus para siswa-siswi sudah penuh.
Akhirnya mereka semua pun berangkat menuju tempat tujuan mereka, di perjalanan ada sedikit drama lantaran ada siswi yang mabuk perjalanan itu membuat yang lainnya merasa terganggu, kenapa tidak? karena yang paling merasa terganggu itu Fikry. Karena dia yang harus menanggung muntahan siswi tersebut di bagian bajunya. Dan siswi tersebut sangat malu akibat yang kena muntahannya itu idola sekolah. đź¤
“Aduh, maaf Fik... Fikry." ucap siswi yang tidak lainnya namanya Mini.
Semua orang yang berada disitu serentak memandang Fikry dengan penasaran apa yang akan dia katakan.
“Tidak apa-apa, santai saja. Aku bisa mengganti baju aku. Jangan merasa bersalah seperti itu, ini tidak sengaja kan?” tanya Fikry. Lalu Mini mengangguk cepat.
__ADS_1
“Kau sudah buat kesalahan Mini, ihh.. nggak nyangka kamu jorok gitu, sini aku bersihin baju kamu Fikry." ucap Kiran ketus.
“Nggak perlu, biar aku aja.” Kali ini Zanah turun tangan melihat keadaan dan tentu saja Fikry lebih memilih Zanah.
“Maaf Zan, harusnya aku saja, karena ini kesalahan ku. Dan aku nggak mau merepotkanmu.” Mini mengambil kesempatan dalam kesempitan.
“Tidak perlu, kamu harusnya membersihkan baju kamu itu dan lihat sepatu kamu juga.” ucap Zanah dingin, apa karena Fikry yang mendapat masalah karena ulah Mini.
Semua orang memandang dan menyetujui perkataan Zanah.
“Apa kak Fikry nggak marah?" tanya Zanah yang di sebelah Fikry untuk membersihkan muntahan tadi dengan sapu tangan Zanah.
Fikry hanya tersenyum mendengar pertanyaan Zanah, karena menurutnya itu lucu sekali.
__ADS_1
“Kenapa kok cuma tersenyum?" Zanah mengernyitkan keningnya melihat senyuman Fikry.
Tiba-tiba Fikry mendekat ke telinga Zanah, berbisik untuk menjawab pertanyaannya. “Sebenarnya, aku marah. Tapi aku lebih suka kamu yang langsung membersihkan ini, bukan orang lain.” bisikan Fikry membuat Zanah yang marah kepadanya.
“Oh jadi, kak Fikry senang kalau aku yang membersihkan ini semua?” tanya Zanah cemberut.
“Bukan begitu, aku suka karena bukan Kiran yang membersihkan atau pun Mini, walaupun aku tahu harusnya Mini yang bersihkan bukan kamu, tapi apa kamu keberatan?” Kali ini Fikry yang ingin mendapatkan penjelasan.
•
•
•
__ADS_1
~To be continued~