Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Salah Paham_


__ADS_3

Dengan perlahan Fikry pun mulai melepaskan tangannya dari gadis itu, lantaran gadis itu mulai lengah. Dan Fikry memanfaatkan kesempatan itu. Entah, apa yang dipikirkan gadis gila itu, yang lebih halusnya bisa di bilang kurang waras. Ia sangat terlihat menderita.


Fikry melihat lekat wajah gadis itu, jika diperhatikan lagi. Gadis itu berparas cantik, hidung mancung, wajahnya terlihat sangat manis, dan kulit putih tetapi terlihat kotor karena tidak pernah dibersihkan.


“Masya Allah, indahnya ciptaanmu ya Allah, tapi kenapa dia sangat menderita dan harus mengalami semua itu?” Fikry bergumam sendiri masih menatap gadis gila itu.


“Astagfirullah, mata oh mata. Jaga pandanganmu,” ucap Fikry khilaf.


Fikry telah lepas dari genggaman tangan gadis itu, bukannya melarikan diri, Fikry malah enggan pergi saat gadis itu menjadi diam terduduk di jalanan.


Gadis itu menjadi sesosok gadis yang banyak diidamkan oleh orang lain. Bagaimana tidak tubuhnya sangat sempurna dibandingkan dengan gadis yang Fikry jumpai. Dan sedikit lebih sempurna dari Zanah.Tetapi semua wanita itu cantik karena bukankah Allah sang pencipta telah menciptakan hambanya sesuai dengan semestinya.


Ada ketertarikan pada diri Fikry terhadap gadis itu, bagaimana tidak, ada rasa aneh terbesit di benak Fikry melihat gadis itu. Bagaimana perasaan itu muncul begitu saja?


ia pun bingung!


Zanah melihat pemandangan yang langkah ia lihat, karena Fikry sama sekali tidak berkedip menatap gadis itu. Gadis itu memakai baju yang bagus tetapi sayang bajunya ada sobekan di bagian lengan panjangnya.


“Baru kali ini, aku melihatnya menatap perempuan seperti itu, hemm...” ucapnya terdiam memperhatikan mereka berdua.


Ada rasa aneh pula di hatinya melihat pemandangan yang sebelumnya tidak pernah ia lihat. Akankah perasaan itu rasa takut kehilangan?


Melihat itu Zanah mendekati mereka berdua, dengan masih perasaan yang tidak bisa diartikan. Zanah membuka suara dan itu membuat Fikry terkejut.


“Kak Fikry....” ucap Zanah sedikit berteriak.


“Zan Zan, kamu udah datang?” Fikry terkejut.


“Kenapa terkejut seperti itu?” Nada bicaranya terlihat aneh di telinga Fikry. Belum sempat Fikry bertanya Zanah mulai bertanya lagi.


“Apa yang kak Fikry maksud tadi, bantu melihat ini?” tanya Zanah ketus.


“Bukan, itu... tadi...” ucap Fikry gugup.

__ADS_1


Zanah merasa heran kenapa Fikry terlihat sangat gugup. Kalau pun, tidak berbuat salah kenapa harus gugup seperti itu menurutnya.


“Siapa dia?” tanya Zanah bingung karena baru kali ini melihat gadis itu.


“Aku pun tak tahu, kata kakek yang melintas di hadapanku tadi, dia gila. Ets, lebih halusnya kurang waras,” ucap Fikry.


Sebenarnya Zanah masih kesel dengan sikap Fikry tadi sore, tetapi karena Fikry meminta bantuannya ia pun dengan berat hati pergi menemuinya.


“Benarkah?” tanya Zanah.


“Lihat saja, dia tadi seperti orang kesurupan menangis dan ketawa. Tapi sekarang dia menjadi kalem seperti ini, aku juga tidak tahu. Dan anehnya dia mengira aku Bi, aku tidak tahu Bi yang dia maksud,” ucapnya.


Mendengar penjelasan tentang gadis yang dihadapannya, Zanah dengan lembut memapah gadis itu, duduk di tempat duduk yang terbuat dari batu yang tidak jauh dari tempat warung bakso itu.


“Ayo, pegang tanganku. Aku mau lebih dekat denganmu” ucap Zanah lembut.


Gadis itu menjadi penurut, melihat kebaikan Zanah.


“Mama......” panggil gadis itu dengan mata yang berkaca-kaca.


Gadis itu terdiam lagi, entah apa yang dipikirkannya.


“Bolehkah aku bertanya?” Zanah menatap lekat bola mata dihadapannya itu terlihat sangat indah. Zanah sebagai perempuan pun mengakui kecantikan dan keindahan itu.


‘Masya Allah, pantas saja kak Fikry tidak berhenti menatap gadis cantik ini!’ ucapnya dalam hati.


Zanah melihat wajah Fikry dan melihat wajah gadis itu lagi.


“Humm....” Gadis itu hanya mengangguk.


“Kenapa kamu mencari Bi?” tanya Zanah.


“Bi....hiks...hiks...hiks..., dia pacarku,” jawab gadis itu mulai sadar setelah bertemu dengan Zanah karena ia melihat Zanah orang yang tulus.

__ADS_1


“Terus dimana Bi sekarang?” tanya Zanah.


“Dia meninggalkan aku, di sini. Aku tidak tahu tempat ini.” jawabnya dengan lancar.


Zanah dan Fikry bersamaan saling menatap, tentu saja mereka heran dengan tingkah gadis itu. Karena sebelumnya gadis itu bertingkah seperti orang gila pada umumnya.


“Bolehkah kamu jawab pertanyaan aku lagi?” tanya Zanah mulai penasaran.


“Nama kamu siapa?” tanya Zanah lagi.


“Liza,” jawabnya singkat.


“Kamu masih mengingat nama tempat tinggalmu?” tanya Zanah.


“Ya, masih!” jawab gadis itu menunduk.


Gadis itu mengambil ponsel Zanah di tangannya. Lalu memperlihatkan tempat tinggal gadis itu.


“Aku tahu kamu nggak gila, jujur saja. Kami akan membantu kamu pulang ke rumahmu,” kata Zanah mulai curiga.


Gadis itu menunduk menutup wajahnya dan menangis.


“Maaf, aku.. sudah berbohong dan merepotkan kalian berdua,” ucapnya masih menutup wajahnya.


Zanah tidak mengatakan apa-apa ia hanya memeluk gadis itu, ia merasa gadis itu mengalami masalah yang sangat berat. Sampai dia seperti orang stress.


.


.


.


.

__ADS_1


“To be continued”


Menurut kalian lanjut?


__ADS_2