
Sesampainya di rumah, Fikry ingin segera turun dari mobil.
"Ma, aku masuk dulu ya.." Kata Fikry kepada Zarah mamanya.
"Iya nak, jangan lupa ganti seragam sekolah kamu." Kata Zarah kepada Fikry.
"Iya mama..." Kata Fikry langsung turun dari mobil.
"Kak Fikry kok buru-buru gitu, nggak aja aku." Kata Fiza sambil muka cemberut di dekat Zarah, Zarah hanya tersenyum melihat Fiza.
Zanah masih bingung dengan perubahan sikap Fikry tersebut, dia masih bertanya-tanya dalam hatinya, ada apa dengan Fikry.
Zarah yang menyadari perubahan sikap Fikry tersebut, lalu dia menanyakan kepada Zanah ada apa dengan Fikry.
"Nak Zanah, ada apa kok Fikry nggak seperti biasanya?" Tanya Zarah kepada Zanah.
"Aku juga nggak tau tante, Kak Fikry kenapa bisa seperti itu." Jawab Zanah menunjukkan muka sedih.
"Nanti Tante tanya Fikry langsung ya." Kata Zarah untuk membujuk Zanah agar Zanah tidak bersedih.
"Iya tante...ohiya tante aku mau ganti baju dulu di rumah aku ya tante." Kata Zanah Sembari turun dari mobil.
"Iya baiklah kalau begitu, tapi kamu ke rumah Tante kan?" Tanya Zarah kepada Zanah.
"Iya tante, aku akan kerumah Tante kok." Kata Zanah dengan senyum terpaksa, Karena saat ini perasaan Zanah masih sedih dan bingung terhadap Fikry.
----------
Dirumah Fikry,,
Zarah melihat Fikry duduk diam dimeja makan. Zarah pun menghampirinya.
"Fikry sayang, kamu kenapa kok nggak seperti biasanya?? Kenapa kamu nggak ajak Zanah ngobrol tadi? Kenapa kamu lebih banyak diam?" Tanya Zarah bertubi-tubi kepada Fikry.
__ADS_1
Fikry saat ini hanya menatap Zarah dengan raut muka tak bisa diartikan.
"Sayang, bilang sama mama, ada apa?" Tanya Zarah lagi.
Fikry masih diam tertunduk, dia masih memikirkan bagaimana cara memberitahu Zarah yang sebenarnya.
"Fikry, lihat mama (Memegang dagu Fikry, Fikry pun melihat Zarah) apa pun masalah yang kamu hadapi sekarang atau pun nanti, masalah besar atau pun kecil. Ceritakan semua kepada mama ya sayang, mama akan selalu mendengarkan setiap masalah kamu dan memberikan solusi setiap masalah kamu okay." Kata Zarah menyakinkan Fikry dan menatapnya.
"Mama apa aku salah ya? Kalau aku nggak mau Zanah berteman dengan teman yang lain? aku nggak mau Zanah berubah jika sudah punya teman baru dan nggak mau bermain maupun ngobrol dengan aku mama." Kata Fikry kepada Zarah dengan menatapnya.
Zarah yang mendengar penjelasan Fikry pun mengerti sekarang.
"Fikry.. sayang, dengarkan mama ya. Kamu memang nggak salah nak, Karena Zanah itu sepupu sekaligus teman kecil dan Teman bermain kamu, Wajar jika kamu nggak mau Zanah punya teman baru, dan kamu takut Zanah lebih ingin bermain dengan teman barunya lalu melupakan kamu. Tapi Fikry kamu nggak boleh egois sayang, Walaupun Zanah sepupu dan teman bermain kamu, tapi Zanah juga bebas berteman dengan siapa saja. Karena dia juga berhak memilih siapa saja yang boleh berteman dengannya. Kamu harus bersikap seperti kakak untuk Zanah, kamu harus bisa menerima siapa saja boleh berteman dan bermain dengannya, ingatlah sayang, jika ada yang menggangu dan menyusahkannya, cegahlah orang itu dengan menegurnya nggak boleh pakai kekerasan, jika dia sudah kamu tegur, lalu masih melakukannya maka lapor ke guru kamu ya, kalau perlu lapor ke mama okay." Penjelasan Zarah dengan panjang kali lebar kepada Fikry.
Fikry yang menyimak semua perkataan Zarah pun sekarang mengerti, Fikry merasa bahwa yang dikatakan mamanya memang benar, dia tidak boleh egois seperti sekarang, lalu dia berencana memperbaiki kesalahannya.
"Maafkan aku mama, aku sudah melakukan kesalahan, seharusnya aku tidak boleh bersikap seperti ini, maafkan aku yang egois mama. Aku akan memperbaiki kesalahan aku mama." Kata Fikry dengan sungguh-sungguh.
"Kamu seharusnya minta maaf kepada Zanah sayang, dia sedih saat kamu hanya diam dan tidak mau mengobrol dengan dia. Pokoknya kamu harus minta maaf ya." Kata Zarah kepada Fikry.
"Iya sayang... mama juga sayang banget sama kamu." Kata Zarah dengan senyuman.
Zanah sudah selesai merapikan seragam sekolahnya, dan sudah membereskan tasnya.
Kini Zanah ingin kerumah Fikry, tetapi dalam hatinya dia masih memikirkan apakah Fikry akan mendiamkan dia terus atau tidak ingin bermain dengannya.
Zanah sudah didepan pintu rumah Fikry, Zanah masih dengan perasaan Sedih, tetapi dia berharap semua akan baik-baik saja seperti sebelumnya. Dan dia berniat akan bertanya kepada Fikry kenapa sikapnya berubah.
"Assalamualaikum..." Salam Zanah diluar rumah.
"Walaikumsalam.." Jawab Zarah sudah membukakan pintu.
"Masuk sayang, kamu belum makan kan, ayo makan bareng sama Fikry, dia sudah dimeja makan menunggu kamu" Kata Zarah kepada Zanah.
__ADS_1
"Iya tante, makasih, aku udah makan tadi dirumah, yang disediain oleh bunda sebelum berangkat tadi pagi (Sebenarnya Zanah sudah makan siang dirumahnya tadi, lantaran dia tidak ingin makan bersama Fikry yang sikapnya yang berubah itu)" Kata Zanah dengan senyum terpaksa.
"Padahal Fikry Sudah nungguin kamu dari tadi loh." Kata Zarah mempersilahkan Zanah masuk.
Benarkah Kak Fikry nungguin aku? Batin Zanah
Zanah pun langsung masuk kedalam rumah dan melihat Fikry duduk dimeja makan. Fikry yang melihat Zanah pun langsung berlari kepada Zanah dan memeluknya. Zanah pun kaget di buatnya.
"Zanah maafkan aku ya, sudah mendiamkan kamu, membuatmu sedih dan nggak ngajak ngobrol kamu." Kata Fikry sudah melepas pelukannya.
"Kak Fikry kok bisa berubah seperti itu ada apa?" Tanya Zanah dengan muka datar tapi dalam hatinya senang bahwa Fikry meminta maaf.
"Aku hanya nggak suka kamu bermain dan ngobrol sama Arkan saja, sehingga aku dicuekin dan lupakan" Jawab Fikry dengan muka bersalah.
"Hahaha Kak Fikry..kak Fikry, masa cuma masalah itu kak Fikry diamin aku, Hahaha.. tapi aku nggak cuekin kak Fikry kok, cuma Kak Fikry aja yang langsung diam saat aku ngobrol dengan Arkan." Kata Zanah dengan masih tertawa kecil.
"Iya, aku yang salah maafiin aku ya" Kata Fikry dengan senyuman.
"Aku udah maafin kak Fikry kok." Kata Zanah dengan senyuman.
Zanah dan Fikry pun bermain sambil belajar diruang keluarga, mereka juga mengajak Fiza untuk bermain. Mereka kembali ceria dan bercanda bersama.
'Akhirnya semua kembali membaik' Batin Zarah Melihat mereka bermain.
.
.
.
.
"To be continued"
__ADS_1
***Jangan lupa like, Komentar, Vote, saran dan kritiknya.
#LoveyouAll♥️🤗***