Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Bagaimana Dengan Hatiku?_


__ADS_3

Selama di perjalanan Firda hanya fokus mengendarai motornya, ia tidak menghiraukan apa yang di tanyakan Rara kepadanya.


Rara menjadi kesal di cuekin, akhirnya ia pun mendengarkan musik melalui earphonenya. Firda melirik sekilas di kaca spionnya melihat ekspresi Rara sangat mengesankan seperti anak kecil yang tidak diberi ice cream.


Firda terkekeh geli melihat ekspresi Rara itu, membuat yang ditertawai langsung heran melihat Firda.


“Kamu kenapa Fir?” Tanya Rara melepaskan earphone di telinganya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Firda.


“Nggak, jangan dekat-dekat Ra.” Kata Firda membuat Rara menjadi tidak percaya diri ia merasa Firda mencium bau badannya sehingga tidak ingin berdekatan dengannya.


“Kenapa sih, aku bau ketek ya?” Tanya Rara membuat Firda tertawa terbahak-bahak.


“Haha.. bukan gitu Ra, aku tuh geli tau dekat kayak gitu tadi.” Kata Firda masih dengan tawa.


Rara hanya tersenyum melihat Firda tertawa lebar seperti itu. Dan dia mengerjainya dengan memeluk pinggang rampingnya itu, membuat ia hampir saja menabrak kucing yang baru melintas.


“Astagfirullah,,,,,” Kata Firda yang sadar hampir saja menabrak kucing dan berhenti sejenak memarkirkan motornya.


“Kenapa Fir, kamu nggak apa-apa?” Tanya Rara merasa bersalah juga akibat ulah konyolnya itu.


“Untung aja aku nggak nabrak itu kucing, jantungku hampir copot” Kata Firda mengelus-elus dadanya.


“Haduh, maaf ya aku nggak bermaksud gitu” Kata Rara dengan ekspresi bersalah.


“Udahlah, Kita lanjut aja” Kata Firda.


Sekitar 10 menit lamanya, mereka pun sampai di depan rumah Zanah. Dan tidak berapa lama Nadya dan Delya tiba di rumah Zanah juga.


Zanah menghampiri para sahabatnya itu, mempersilahkan mereka masuk untuk duduk di ruang tamu, ia pun ke dapur membawakan cemilan dan jus buah untuk mereka.


“Guys, aku tuh hampir aja nabrak kucing” Kata Firda dan dianggukan oleh Rara yang sedang ngemil.


“Kucingnya nggak apa-apa?” Tanya Zanah.


“Nggak, tapi hatiku yang nggak baik-baik aja” Kata Firda dengan santainya meminum jus buah di gelasnya.


“Yaelah, malah baper” Kata Nadya menimpali.

__ADS_1


Selesai memakan cemilan dan meminum jus buah itu, mereka sudah siap menghafal dialog bahasa Inggris sesuai peran mereka masing-masing.


Delya merasa tidak nyaman dengan Nadya yang ada di sampingnya, lantaran Nadya menghafal dialognya dengan keras dan dengan suara cemprengnya yang membuat gendang telinga bisa pecah bila mendengarnya.


“Haduh, Nad kamu kalau mau teriak di hutan sana. Kamu tuh buat kita nggak konsentrasi tahu.” Kata Delya dengan sedikit kesal karena Nadya.


“Apasih Del, ganggu aja” Kata Nadya tidak kalah kesal.


Zanah menatap keduanya dengan tatapan mata yang di sipitkan, keduanya langsung fokus menghafal dialog mereka.


Setelah 30 menit lamanya mereka menghafalnya, mereka langsung berlatih bersama dengan memperlancar dialognya agar tidak terbata-bata.


“Akhirnya selesai yeah....” Kata Delya semangat dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


Mereka berempat hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Delya. Mereka langsung bergabung bersama-sama, dan menceritakan hal-hal konyol yang terjadi kepada mereka.


Zanah memulai ide untuk membicarakan tentang masalah pribadi atau lebih tepatnya tentang diri mereka masing-masing.


“Gimana kalau kalian bicarakan masalah kalian masing-masing?” Tanya Zanah dan yang lainnya saling pandang satu sama lain.


“Ya udah, Oke kita mulai dari Firda dulu” Kata Zanah dan dianggukan oleh yang lainnya.


Firda kaget karena dia harus jadi yang pertama menceritakan masalahnya. Tetapi tidak membuat dia mundur.


Awalnya ia ragu dan bimbang menceritakan masalah yang menimpanya tadi siang, tapi dengan menatap Rara yang menganggukan kepalanya setuju, akhirnya Firda pun menceritakannya. Dengan perlahan Ia pun memulai dari awal masalah yang menimpanya. Ketiganya kaget mendengar cerita Firda tidak dengan Rara lantaran ia sudah mengetahuinya dari awal.


“Ya ampun, bagaimana kalau dia muncul lagi Fir?” Tanya Zanah dan Nadya bersamaan.


“Kalian kompak banget” Kata Rara.


“Aku harap dia nggak muncul lagi, aku yakin dia pasti udah nyerah kejar aku” Kata Firda dengan percaya dirinya.


“Benarkah? aku nggak yakin Fir, aku takut dia nekat lagi gimana. Pokoknya kamu nggak boleh sendiri berpergian ya” Kata Zanah sangat khawatir dan ketiga sahabatnya juga khawatir.


“Aku yakin, dia nggak akan senekat itu” Kata Firda ingin menenangkan dirinya sendiri dan ketiga sahabatnya itu, agar dia tidak merasa takut walaupun sebenarnya dia sangat takut. Kalau Rio akan nekat lantaran kejadian siang tadi saja dia sampai nekat mau menciumnya.


“Ya udah kalau gitu, tapi ingat kamu harus hati-hati” Kata Rara memperingati Firda.

__ADS_1


“Siap Rara sayang” Kata Firda.


“Aku nggak nyangka, Rio bisa gitu" Kata Nadya.


“Ya, aku juga kaget” Kata Delya menimpali.


“Kalian berdoa saja, semoga kejadian kayak gitu nggak terulang lagi” Kata Zanah.


“Aamiin, sekarang Rara kamu ceritain dong tentang diri kamu yang tertunda tadi, ceritain dari awal ya” Kata Firda dan yang lainnya juga penasaran.


Rara sedikit gugup dan malu menceritakan masalah pribadinya, tetapi dia yakin keempat sahabatnya bisa menjaga rahasianya.


“Sebenernya aku menyukai seseorang tapi, dia itu udah jauh banget” Kata Rara.


“Dia kemana Ra?” Tanya Zanah.


“Dia keluar kota, terus sampai detik ini nggak ada kabar dia sama sekali. Aku sebenarnya rindu banget sama dia” Rara berkata sambil matanya berkaca-kaca.


“Sejauh manapun dia melangkah, selama apapun dia pergi, kalau dia memang jodohmu dia akan kembali kepadamu Rara” Kata Zanah dengan bijaknya.


“Wow, Zan-zan kita satu ini benar-benar luar biasa ya” Kata Firda dengan tepuk tangan.


“Biasa aja kali, itu hanya kata-kata yang aku pegang dengan keyakinan dalam hatiku” Kata Zanah dengan senyuman.


“Terus bagaimana dengan kamu Zan?” Tanya Nadya yang tidak sabar mendengarkan tentang diri Zanah.


Zanah terdiam sejenak memikirkan tentang dirinya, yang selama ini belum tahu bagaimana dengan hatinya selama ini.


.


.


.


.


“To be continued”

__ADS_1


__ADS_2