Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Zain dan Merisa (Part 2)_


__ADS_3

Didalam Mobil,,


Merisa dan Zain hanya sama-sama terdiam saat ini. Merisa dan Zain tidak duduk berdekatan, karena Merisa ingin duduk di belakang kemudi mobil saja. Merisa yang tidak nyaman dengan keadaan mereka saling diam tersebut, kemudian membuka topik pembicaraan untuk menghilangkan kecanggungan.


"Zain..Kak Zunairah orangnya baik dan ramah banget,, kalian berapa bersaudara?" Tanya Merisa di belakang kemudi mobil.


"Iya, kak Zunairah sifatnya memang seperti itu, aku juga kagum dengan dirinya. Aku masih punya satu kakak lagi namanya kak Zanah. Kak Zanah itu mamanya Fikry. " Kata Zain sambil melirik Merisa dari kaca spion mobil diatasnya.


"Mmm...iya, Kalau kamu sendiri bagaimana? apakah udah ada?" Tanya Merisa kepada Zain.


"Bagaimana? maksudnya apa ya?" Tanya Zain balik dengan pura-pura tidak mengerti.


"Kamu nggak punya seseorang yang spesial gitu?" Tanya Merisa penasaran.


"Aku masih belum menemukan seseorang yang tepat Merisa.." Jawab Zain dengan melirik Merisa dari kaca spion lagi. Tampak Wajah Merisa sedang gundah.


"Meris, apa boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Zain Kepada Merisa dengan serius.


"Iya boleh, katakan saja!" Jawab Merisa.


"Saat 7 tahun lalu, Setelah lulus sekolah (SMA), Kamu kemana? kenapa nggak memberitahu aku? dan kamu juga nggak ada kabar?" Tanya Zain kepada Merisa.


"Maaf Zain, aku nggak memberitahu kamu dan aku juga nggak kasih kabar." Jawab Merisa sedikit sedih.


"Tapi kenapa? alasannya?" Tanya Zain penasaran.


"Karena....." Jawab Merisa.


----------


Flashback 7 tahun lalu,,


Umi Merisa menghampiri Merisa didalam kamarnya. Dan membicarakan suatu hal penting.


"Merisa, kamu sekarang udah lulus sekolah. Dan kamu juga mau kuliah kan? Umi harap saat ini kamu harus fokus kuliah saja ya sayang, kamu nggak boleh pacaran atau dekat dengan laki-laki lain." Kata Umi Merisa dengan membelai rambut Merisa.

__ADS_1


"Tapi kenapa Umi?.." Tanya Merisa menatap wajah Uminya.


"Karena Umi sudah menjodohkan kamu dengan anak sahabat Umi Sayang, anaknya baik dan tampan." Kata Umi Merisa dengan senyum.


"Tapi Umi, aku menyukai seseorang. Aku sudah dekat dengan dia. Walaupun aku dengan dia hanya teman, tapi aku sangat menyukainya Umi. Orangnya baik banget Umi.." Kata Merisa dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang dengarkan Umi, saat ini perasaanmu padanya hanya sekedar suka sayang, jalanmu masih panjang, terkadang perasaan seperti itu hanya sesaat. Karena kalian selalu menghabiskan waktu bersama, mungkin itu hanya rasa nyaman saja." Kata Umi Merisa membujuk Merisa.


"Tapi Umi... bagaimana bisa? aku sudah menyukainya 3 tahun ini." Kata Merisa dengan sedih dan air matanya pun jatuh.


"Sayang, Umi mohon dengarkan apa yang Umi katakan. Ini juga untuk kebaikan kamu nak, Kamu harus kejar cita-cita kamu itu, setelah kamu mendapatkannya Umi akan segera menikahkan kamu dengan Rendi anak dari sahabat Umi." Kata Umi Merisa menegaskan.


"Tapi Umi... bagaimana dengan perasaan aku?" Tanya Merisa masih menangis.


"Sayang, lupakan perasaan kamu yang belum pasti itu, kalian masih sangat muda. Perasaan seperti itu kadang datang dan bisa hilang dengan berjalannya waktu." Jawab Umi Merisa menegaskan.


"Apakah Umi benar-benar akan menjodohkanku walaupun aku menentangnya?" Tanya Merisa tersedu-sedu.


"Kamu belum mengenal Rendi nak, dia orangnya baik, tampan dan sangat ramah. Kamu akan jatuh cinta dengan dia. Apalagi dia sangat menghormati kedua orangtuanya." Jawab Umi Merisa dengan menatap wajah sembab Merisa.


"Umi selalu memberikan kamu yang terbaik sayang. Umi sangat sayang sama kamu." Kata Umi Merisa dengan mengelus rambut Merisa yang masih tertunduk menangis.


Merisa yang mendengar perkataan Uminya hanya terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, perasaannya campur aduk. Antara sedih, risau, khawatir dan perasaan gundah.


Merisa menjalankan apa perintah Uminya, saat kuliah ia hanya fokus belajar, belajar, dan belajar saja. Bahkan Senior maupun teman kampusnya, banyak yang tertarik kepadanya. Tetapi lagi-lagi ia menolak. Karena bukan ia sudah menerima perjodohan itu, melainkan ia akan membuktikan kepada Uminya, bahwa ia benar-benar sangat menyukai temannya itu. Dan ia ingin sekali lagi membujuk Uminya. Walaupun Merisa tidak lagi bertemu dengan temannya itu. Tetapi hatinya mengatakan bahwa temannya juga menunggunya.


Sampai pada akhirnya Merisa sudah selesai akan studinya, dan ia juga mendapatkan pekerjaan yang dia harapkan. Uminya memperkenalkan Merisa dengan Rendi setelahnya, tetapi harapan Umi Merisa tidak terkabulkan. Karena Merisa dan Rendi sama-sama menyukai seseorang dan mereka menentang perjodohan itu.


Setelah kejadian itu, Umi Merisa sangat sedih, dan sering sakit-sakitan. Pada akhirnya Umi Merisa meninggal dunia. Merisa sangat terpukul atas kepergian Uminya.


Seseorang yang disukai Merisa itu teman sekelas, teman belajar, dan teman akrabnya. Dia tak lain adalah Zain, Ia Zain Ibrahim.


Sampai saat ini pun, Merisa masih mempunyai perasaan kepada Zain. Saat ia bertemu dengan Zain, hatinya benar-benar bahagia dan sangat senang.


----------

__ADS_1


Kembali ke masa sekarang,,


Zain saat ini pun masih menatap Merisa dari kaca spion. Ia sudah sangat penasaran apa yang akan dikatakan Merisa. Karena saat ini Merisa hanya tertunduk dengan wajah yang sedikit sedih.


"Karena.. Aku hanya ingin fokus kuliah, dan saat itu aku benar-benar tidak ingin mengganggu kamu untuk menggapai impianmu. Maafkan aku Zain aku nggk bilang padamu saat aku pergi untuk kuliah diluar kota untuk menggapai cita-citaku" Jawab Merisa dengan perasaan bersalah.


"Kenapa Merisa? bukankah kita sudah saling mengenal satu sama lain? aku benar-benar nggak menyangka? kamu akan pergi tanpa mengatakan apa-apa? bukakah kita sudah lama berteman? apakah kamu nggk punya sedikit saja perasaan padaku?" pertanyaan bertubi-tubi Zain kepada Merisa Sampai tidak sadar pertanyaan terakhir ia ucapkan.


Merisa sontak terkejut dengan pertanyaan terakhir Zain.


"Perasaan?..." Tanya Merisa kepada Zain.


Mendengar pertanyaan Merisa sontak Zain langsung kaget dengan pertanyaannya sendiri.


"Mm..huh..(menghembus perlahan nafasnya) Iya Merisa aku menyukaimu saat 7 tahun Lalu, dan kamu tahu saat ini pun aku masih menyukaimu walaupun kamu tidak ada kabar sama sekali." Kata Zain dengan sungguh-sungguh.


"Benarkah itu Zain? apakah kamu sungguh-sungguh?" Tanya Merisa dengan senyuman lebar.


"Iya Merisa, aku sungguh-sungguh, maaf aku seharusnya mengatakannya dulu." Jawab Zain dengan perasaan lega.


"Aku juga menyukaimu dulu dan sampai saat ini, aku masih menyukaimu. Aku juga minta maaf pergi tanpa mengatakan apa-apa padamu. Maaf.. dan aku punya alasan mengapa aku tidak mengabarimu dan alasan itu juga membuatku sangat sedih.....(Akhirnya Merisa mengatakan semua kepada Zain yang sebenarnya)" Kata Merisa dengan perasaan lega.


Zain pun sudah mengerti apa yang telah terjadi, tetapi walaupun bisa dibilang terlambat tetapi Zain bersyukur bahwa yang selama ini ia sukai juga menyukainya. Perasaannya pun lega mendengar perkataan Merisa. Dan hatinya kini sangat bahagia, bahwa seseorang yang ingin ia perjuangkan dan pertahankan ada saat ini didekatnya.♥️


.


.


.


.


"To be continued"


***Jangan lupa like, Komentar, Vote, saran dan kritiknya.

__ADS_1


#LoveyouAll♥️🤗***


__ADS_2