Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Hari Yang Ditunggu-tunggu_


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian,,


Kebahagiaan menghiasi hari-hari Merisa setelah kejadian beberapa hari yang lalu, ia sangat bahagia lantaran Rendi dan kedua orangtuanya datang menemuinya untuk membatalkan lamaran Merisa yang dimana Merisa menolaknya, tetapi tidak membuat kedua orangtua Rendi membenci Merisa karena itu sudah keputusannya, lain halnya dengan Rendi walaupun ia telah membatalkan lamaran itu, ia sedikit belum rela tetapi ia akan berusaha sedikit demi sedikit merelakannya, mungkin butuh waktu untuk mengikhlaskan perasaan yang selama ini ia pendam untuk orang lain apalagi untuk teman sekaligus sahabatnya.


Setelah kejadian itu Rendi dan Zain lebih banyak menghabiskan waktu bersama, walau hanya sekedar berbincang-bincang di sebuah cafe.


Semua perawat maupun dokter dirumah sakit tempat Merisa bekerja, sudah mengetahui kedekatan Zain dan Merisa, lantaran Zain selalu menyempatkan waktu sehabis pulang dari kampus ke rumah sakit tempat Merisa bekerja.


Merisa melihat Zain berjalan sambil melihat jam tangannya dari kejauhan, ia tersenyum manis melihat Zain yang begitu tampan.


(Foto Sebagai Hiburan Ya😄)



Merisa sangat bahagia karena Zain selalu menyempatkan waktu untuk datang menemuinya, walaupun Zain sedikit sibuk dengan pekerjaannya.


"Sih tampan datang dok, wah makin hari makin tampan aja" Kata Perawat yang dekat dengan Merisa namanya Gita.


"Jangan liatin kayak gitu, itu mata kayak mau copot aja hehe" Kata Merisa dengan canda.


"Biarin aja dok, aku liatin kayak gini nanti kan aku udah nggak bisa lihat puas-puas kalau Sih tampan udah jadi milik dokter Merisa hehe" Kata Gita sambil memegang dagunya dengan kedua tangannya sambil senyum lebar.


"Ya udahlah, tapi jangan kelamaan tahu, dosa kalau liatin yang bukan mahrammu, apalagi calon suami orang hehehe" Kata Merisa sedikit menggoda Gita.


"Dokter gitu amat deh, bilang aja dokter nggak mau aku liatin sih tampan kan?" Tanya Gita dengan canda.


"Siapa yang bilang? nggk kok aku cuma ingatin, makanya jangan jomblo Gita nggk baik untuk kesehatan dan takutnya nanti kamu malah hanya liatin jodoh orang hehe.." Kata Merisa dengan canda dan melihat Zain semakin dekat kepadanya.


"Iya dokter nanti dokter juga kaget, nanti kalau aku kenalin suami aku ke dokter huffft'" Kata Gita dengan canda.


"Jangan kebanyakan halu ya Gita, lebih baik itu buktiin ke aku okay" Kata Merisa masih menggoda Gita.


"Baiklah Ibu dokter Merisa yang cantik dan baik hati.." Kata Gita dengan tertawa kecil.


"Seru banget nih ngobrolnya!" Kata Zain sudah sampai didepan mereka.


"Iya nih pak dosen, aku lagi ngebully ibu dokter ini hehe.." Kata Gita dengan canda.


"Jangan dengerin nona perawat ini, dia kebanyakan ngehalu aja" Kata Merisa dengan canda.


"Hehehe kalian berdua kalau ketemu lucu banget sih, ohiya Ibu dokter punya waktu nggak? aku mau ngomong sesuatu?" Tanya Zain kepada Merisa.


"Mm.. Iya, kalau gitu aku pamit dulu ya nona Perawat, Assalamu'alaikum" Kata Merisa

__ADS_1


"Walaikumsalam" Jawab Gita dengan senyuman lebar.


----------


Kantin rumah sakit,,


Merisa dan Zain makan bersama dengan lahap, sesekali mereka berdua saling bercanda.


Setelah makan bersama mereka membicarakan tentang pernikahan mereka.


"Meris, ini udah 1 Minggu setelah kejadian waktu itu, bukannya udah waktunya aku datang bersama keluarga untuk melamar dan sekaligus membicarakan tanggal pernikahan kita?" Tanya Zain setelah menghabiskan makanannya.


"Iya aku rasa juga seperti itu, maaf ya aku harus menunda lamaran kamu, soalnya kita harus memberi waktu untuk menyelesaikan secara baik-baik antara kita dan Rendi dulu" Kata Merisa dengan senyuman.


"Aku setuju kok dengan pilihan kamu dan dengan itu kita bisa menyelesaikannya baik-baik" Kata Zain dengan senyum.


"Aku dan sekeluarga akan datang secepatnya kerumahmu dan membicarakan pernikahan kita" Sambung Zain dengan senyum.


"Aku akan selalu menunggu kedatanganmu, aku udah nggak sabar menantikan hari itu" Kata Merisa membalas senyum Zain.


"Bagaimana kalau kamu memberitahu keluarga besarmu bahwa 3 hari kedepan kita harus mempersiapkan lamaran pernikahan kita?" Tanya Merisa.


"Kalau itu mau kamu aku setuju saja, karena sesuatu yang baik harus dilaksanakan secepatnya" Jawab Zain dengan senyum.


"Baiklah semoga semua berjalan lancar!" Kata Zain.


"Aamiin.." Kata Merisa.


Semua orang yang melihat kedekatan Zain dengan Merisa walaupun mereka masih menjaga batasan dan menjaga jarak, membuat mereka takjub adapun yang iri melihat pemandangan seperti itu.


Setelahnya Merisa ingin mengantar Zain ketempat parkiran. Tetapi Zain lagi-lagi menolak bukan karena tidak ingin lantaran ia tidak mau menyusahkan Merisa.


"Yang benar? kamu nggak mau aku antar cuman di parkiran?" Tanya Merisa.


"Nggak usah melihat kamu aja aku udah senang kok" Kata Zain ingin sedikit menggoda Merisa.


"Wah mulai ngengombal nih!" Kata Merisa dengan senyuman.


"Hehehe.. kalau gitu aku pergi ya, Assalamu'alaikum" Salam Zain.


"Walaikumsalam.. Hati-hati ya!" Kata Merisa melambaikan tangan.


Dari sudut manapun Zain memang terlihat keren dan tampan, sampai banyak yang tergila-gila kepadanya apa lagi saat dia terburu-buru menuruni tangga.

__ADS_1



Memang orang tampan dilihat dari manapun tetap tampan.


----------


Malam harinya Zain memberitahukan keluarga besarnya bahwa ia akan melamar Merisa secepatnya, dan memberitahukan apa-apa saja yang perlu diserahkan kepada Merisa sesuai yang disukainya.


Zain dan sekeluarga akan menyiapkan semua keperluan lamaran pernikahan Zain dan Merisa besok. Lalu 2 hari setelahnya ia dan sekeluarga akan datang untuk hari lamaran yang selama ini Zain nantikan.


Tak lupa Zain memberitahu Merisa jika ia sudah memberitahu keluarga besarnya dan 2 hari setelahnya ia sekeluarga akan datang untuk lamaran pernikahan mereka.


Merisa sangat senang mendengar bahwa ia dan Zain akan mengadakan lamaran pernikahan dan akan bertunangan. Lalu besok ia akan mempersiapkan semua keperluan lamarannya.


"Abi 3 hari kedepan kita harus mempersiapkan untuk lamaran pernikahan aku dan Zain, jadi besok aku akan menghubungi kerabat terdekat kita, dan besok kita akan sibuk untuk mempersiapkan apa-apa saja yang akan dihidangkan" Kata Merisa.


"Baik nak, Abi akan memberitahu tetangga dan kerabat dari ibumu bahwa kamu akan segera tunangan, dan meminta bantuan mereka untuk mempersiapkan apa yang diperlukan" Kata Abi Malik


"Iya Abi.. Aku kekamar Iyan dulu" Kata Merisa.


"Baiklah.. sebentar lagi kamu akan menjadi istri orang lain, dan kamu juga akan menjadi tanggung jawab orang lain, Abi doakan semoga kamu selalu bahagia ya!" Kata Abi Malik dengan mata berkaca-kaca.


"Abi, Abi tahu Abi adalah Abi terbaik yang pernah ada, terima kasih ya Abi, aku sangat bersyukur sekali memiliki Abi dan Alm.Umi" Kata Merisa memeluk Abinya dan sudah meneteskan air matanya.


"Berbahagialah nak, maaf jika Abi selama ini tidak pernah memikirkan perasaanmu" Kata Abi Malik.


"Iya Abi tanpa Abi meminta maaf aku selalu memaafkan Abi" Kata Merisa dengan haru.


Seorang Ayah selalu menjadi cinta pertama untuk putrinya, dan ia juga seseorang yang takut jika putrinya telah jatuh cinta. Tetapi ayah adalah orang yang selalu memberikan yang terbaik untuk putrinya.


.


.


.


.


"To be continued"


***Jangan lupa like, Komentar, Vote, saran, kritiknya dan jadikan Favorit.


#LoveyouAll♥️🤗***

__ADS_1


~Melani Putria~


__ADS_2