
'Deg...deg...deg.. kumohon jangan gini dong jantung' Batin Zain.
Merisa melihat Zanah, Fikry dan Zain yang penasaran, lalu Merisa menahan tawanya.
"Anak ini, anak... a.... Abiku, dia ini adik kandungku... hehehe" Kata Merisa dengan sedikit tawa.
Zain yang mendengar itu pun langsung tersenyum lebar, entah apa yang di rasakannya. Tapi hatinya benar-benar lega mendengar bahwa anak itu hanya adiknya.😂
"Oh.. hehe aku kira kak Merisa ibunya. Lagian mirip banget sama kak Merisa." Kata Fikry dengan senyuman.
"Kalian berpikir begitukah??" Tanya Merisa pada semuanya.
Zain, Zanah, dan Fikry saling menatap satu sama lain. Lalu menganggukkan kepalanya bersama. Merisa yang melihat mereka mengangguk pun tertawa terbahak-bahak.
"Kalian ada-ada aja, aku belum menikah kok." Kata Merisa dengan senyuman.
"Aku kira kak Merisa udah menikah, hehehe." Kata Fikry dengan sedikit tawa.
"Hehehe..belum ketemu jodohnya." Kata Merisa dengan tertawa.
"Kak Merisa kan cantik dan seorang dokter lagi, masa iya sih, nggk ada yang mau sama kakak... hehehe." Kata Zanah sedikit bercanda Kepada Merisa.
"Belum menemukan seseorang yang tepat saja...hehe.." Kata Merisa sedikit canggung.
"Apasih, dek Zanah kepo banget deh.. hehe.. udah habisin tuh makanannya, kan mubasir nanti." Kata Zain mengalihkan pembicaraan karena merasa canggung membahas jodoh.
"Iya kak, aduh jadi lupa deh. Kalau lagi makan nggak boleh ngomong hehe..." Kata Zanah dengan tertawa.
"Keasikan ngobrol sih.. hehehe" Kata Fikry dengan tertawa.
"Kalian habisin gih..." Kata Zain.
Mereka pun menghabiskan makanan mereka dengan lahap. Lalu mereka berencana untuk pulang bersama.
"Kak Zain, ini udah sore kak. Kita mau kemana lagi?" Tanya Fikry kepada Zain.
"Emang kamu mau kemana?" Tanya balik Zain.
"Kita pulang aja kak, aku belum selesai ngerjain tugas sekolah. Nanti aku nggk sempat kerja." Jawab Zanah kepada mereka.
"Ya udah deh, kalau gitu... Mm.. kalau kamu sendiri bagaimana Merisa?" Tanya Zain dengan senyum.
"Aku juga mau pulang aja." Jawab Merisa dengan senyum.
"Mimi...aku mau beli ice cream..ya." Kata Iyan dengan Manja.
"Iya nanti Mimi beliin..oke.." Kata Merisa mengelus rambut Iyan.
"Kok Iyan panggil nya Mimi kak?" Tanya Zanah kepada Merisa.
"Sebenarnya itu hanya panggilan untuk Umi saja dek Zanah, karena Umi aku udah meninggal dunia, jadi aku kasihan saja dengan adik kecilku ini. Aku nggak mau kalau dia merasa kehilangan Umi. Jadi aku menyuruh dia memanggil aku Mimi.." Jawab Merisa dengan sedih.
"Maaf ya kak, aku nggak bermaksud menyinggung perasaan kakak." Kata Zanah dengan raut muka bersalah.
"Nggak apa-apa kok dek Zanah, aku hanya teringat saja dengan Umi." Kata Merisa dengan senyum tipis.
Zain dan Fikry yang mendengar perkataan Merisa merasa Sedih dan kasihan. Dan Zain bermaksud mengubah topik pembicaraan itu.
"Ya udah, kalau begitu kalian udah nggk mau mampir ke mana lagi setelah ini?" Tanya Zain lagi dengan mengalihkan pembicaraan.
"Kita langsung pulang saja kak ya." Jawab Zanah
"Iya kak, kak Merisa setelah ini udah nggak mau mampir ke suatu tempat gitu atau langsung pulang saja?" Tanya Fikry kepada Merisa.
"Aku juga langsung pulang saja kok." Jawab Merisa.
__ADS_1
"Kalau gitu ayo kita pulang sama-sama saja. Kamu bawa mobil ya?" Tanya Zain kepada Merisa.
"Aku tadi naik Taxi, Nggk apa-apa nih aku numpang. Nanti ngerepotin?" Tanya Merisa kepada Zain.
"Nggk apa-apa kok, dan juga nggak ngerepotin sama sekali." Jawab Zain tersenyum manis.
Merisa yang melihat senyum Zain sontak membuat dia terpesona dan pipinya merona merah.
Zanah dan Fikry memperhatikan keduanya. Mereka sama-sama saling menatap satu sama lain langsung menahan senyum.
Setelah selesai makan dan membayar makanan, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang.
----------
Dirumah Zanah,,
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dengan kecepatan sedang. Mereka akhirnya telah tiba di rumah Zanah.
"Kak Merisa masuk ke dalam rumah aku dulu. ya kak.." Kata Zanah kepada Merisa dengan nada memohon.
"Iya.. baiklah dek. Kakak juga mau numpang untuk shalat, nanti keburu telat." Kata Merisa dengan senyuman.
"Iya kak, aku juga belum shalat. Mari masuk kak." Kata Zanah yang sudah turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Merisa yang sedang menggendong Iyan.
"Terima kasih dek Zanah..." Kata Merisa
sudah turun dari mobil.
"sama-sama kak Merisa." Kata Zanah dengan senyuman.
Mereka sudah sampai di depan pintu. Mereka pun mengucapkan salam di depan pintu.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.." Salam semua bersamaan.
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.." Jawab Zunairah sudah membukakan pintu.
"Eh kalian udah pulang toh, wah kakak cantik ini siapa? silahkan masuk dulu.." Kata Zunairah menyambut hangat kedatangan mereka terutama Merisa.
"Bunda, aku mau shalat dulu sama kak Merisa ini. Kami ke kamar dulu bunda." Kata Zanah kepada Zunairah.
"Aku masuk dulu kak.." Kata Merisa dengan senyum manisnya.
"Iya silahkan.. ini siapa ya? (melihat anak kecil digendongan Merisa)" Tanya Zunairah dengan senyuman.
"Ini adik aku kak, hehe... namanya Iyan." Jawab Merisa dengan senyuman.
"Kalian mau shalat kan, sini Iyan sama Kakak Saja ya. Biar dia bisa bermain bersama anak Kakak itu (menunjuk Zaki)." Kata Zunairah dengan hangat.
"Makasih ya kak, maaf udah merepotkan." Kata Merisa.
"Iya, Nggk apa-apa kok, kalian masuk gih shalat dulu ya..hehe nanti keburu telat." Kata Zunairah dengan senyuman.
Setelah Merisa dan Zanah masuk kedalam kamar, Zunairah langsung bertanya kepada Zain mengenai sosok Merisa.
"Zain, Wanita cantik itu siapa?" Tanya Zunairah penasaran.
"Dia temanku kak.." Jawab Zain singkat.
"Teman? atau Hmm...?" Tanya Zunairah menahan tawa.
"Apasih kak, dia hanya teman kok. Udah ya kak aku mau shalat juga, aku masuk kamar Zaki ya. Assalamu'alaikum.." Kata Zain bergegas pergi tidak ingin menjawab pertanyaan Zunairah tersebut karena merasa canggung.
"Om...Zain tunggu.." Kata Fikry mengejar Zain.
"Kok nggak panggil kakak lagi?" Tanya Zain di dekat Fikry.
__ADS_1
"Itu karena ada Tante Zunairah, dan lagian juga kak Merisa nggak ada tuh.. hehe." Kata Fikry meledek Zain.
"Apasih, hehehe mulai sekarang panggil aku kakak terus ya. Walaupun nggak sama cewek." Kata Zain dengan bercanda.
"Nggk mau, emang kenapa coba?" Tanya Fikry kepada Zain.
"Aku hanya bercanda kok😝, terserah kamu aja. Mau panggil aku apa.okay. hehehe.." Kata Zain mengacak-acak rambut Fikry.
"Iya deh terserah aku panggil apa ya.. udah dong rambut aku berantakan nih." Kata Fikry dengan merapikan rambutnya.
"Ayo buruan nanti telat lagi shalat nya." Kata Zain.
Mereka pun melaksanakan shalat masing-masing. Setelah shalat mereka berkumpul diruang keluarga.
"Kalau boleh tahu nama kamu siapa ya?" Tanya Zunairah kepada Merisa.
"Merisa kak, kalau kakak sendiri?" Tanya balik Merisa.
"Aku Zunairah, kamu dan Zain udah lama berteman?" Tanya Zunairah penasaran karena baru kali ini Zain mengajak Wanita kehadapannya.
"Iya kak waktu SMA (Sekolah Menengah Atas) kami berteman dan sekelas bareng." Jawab Merisa dengan senyum.
"Lalu sekarang kalian masih berteman?" Tanya Zunairah membuat Zain sedikit canggung.
"Kami hanya berteman kak, kami juga baru bertemu lagi. Setelah lulus sekolah kami tidak pernah ketemu lagi mungkin hampir 6 atau 7 tahun gitu kak." Jawab Merisa dengan senyum.
"Wah udah lama ya, hhm.. kamu sendiri kerja atau masih kuliah?" Tanya Zunairah makin penasaran.
"Alhamdulillah sekarang aku kerja sebagai dokter bedah kak." Jawab Zanah dengan senyuman.
"Wah Masya Allah. Luar biasa pekerjaan kamu." Kata Zunairah dengan takjub.
"Alhamdulillah, dengan izin Allah juga kak, saya bisa seperti ini." Kata Merisa dengan senyum manis.
Mereka pun berbincang-bincang seputar dunia pekerjaan, dunia wanita dan lain-lain. Lalu mereka makan malam bersama. Dan sampai akhirnya Merisa berpamitan untuk pulang.
"Kak kami pulang dulu ya.. dan untuk kalian jika ada waktu aku akan bawa kalian jalan-jalan lagi okay.. Assalamualaikum.." Kata Zain kepada Zunairah dan para keponakannya.
"Walaikumsalam, Hati-hati di jalan Kak Merisa.. Emhh.. untuk kak Zain jangan ngebut ya kak.hehehe.." Kata Zanah Meledek Zain.
"Iya.. tenang kok, Aku pergi ya Bye." Kata Zain sudah keluar.
"Aku pergi ya kak, Dek Zanah, Fikry dan Zaki. Assalamu'alaikum." Kata Merisa berpamitan kepada mereka.
"Walaikumsalam. Iya Kak hati-hati ya.." Kata Zanah dan Fikry.
"Kamu kalau ada waktu jalan-jalan kesini lagi ya. Okay!" Kata Zunairah.
"Insha Allah kak." Kata Merisa dengan senyuman.
Zain, Merisa, dan Iyan sudah berada di dalam mobil. Mereka pun langsung pergi. dan tak lupa Melambaikan tangannya kepada Zunairah, Zanah, Fikry, dan Zaki.
.
.
.
.
"To be continued"
***Jangan lupa like, Komentar, Vote, saran dan kritiknya.
#LoveyouAll♥️🤗***
__ADS_1