
Tidak seperti biasanya Zanah merasa ada yang menjanggal didalam hatinya, ada perasaan aneh tapi entah apa itu. Berulang kali ia beristighfar untuk menenangkan dirinya.
Karlina yang melihat Zanah seperti itu langsung menenangkannya dengan cara memeluk sahabatnya itu dan mengelus kepalanya dan membisikkan kata-kata yang membuat Merisa menjadi lebih tenang dan merasa nyaman.
“Hei tenanglah Zan tidak akan terjadi apapun ingat selalu akan Allah okey... insha Allah semuanya akan baik-baik saja” Kata Karlina mengusap jilbab putih Zanah.
“Terima kasih Kar, tapi aku nggak tahu kenapa perasaanku aneh seperti ini” Kata Zanah dengan raut wajah sedih.
“Zan jangan pikirin yang buruk, pikirkan yang baik-baik aja” Kata Karlina menenangkan Zanah.
“Iya Kar, maaf buat kamu jadi cemas gini” Kata Zanah.
“Santai ajalah Zan, nggak apa-apa kok katanya kita sahabat harus saling berbagi suka maupun duka bukan hanya saat bahagia saja” Kata Karlina.
“Aku senang memiliki sahabat seperti kamu” Kata Zanah tersenyum lebar.
“Aku juga” Kata Karlina dengan senyuman.
***
Apa hanya Firasatnya saja atau bagaimana tetapi perasaan seperti itu masih saja menjanggal di hati Zanah.
“Aduh udah sampai malam gini aku masih saja nggak tenang, ada apa sih? apakah ada yang terjadi sesuatu?” Tanya Zanah pada dirinya sendiri.
“Ah ya Allah astagfirullah,, lebih baik aku wudhu dulu dan baca beberapa surah untuk membuat tenang diriku” Kata Zanah lagi.
__ADS_1
Setelah membaca beberapa surah Zanah menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Kini ia telah tertidur dengan nyenyak.
Pagi hari setelah sarapan bersama kedua orangtuanya ia bergegas mengambil tasnya lalu Zanah, Fikry, dan Fiza di antar ke sekolah oleh Zaidan karena jalan menuju sekolah mereka searah.
Di perjalanan menuju sekolah mereka ada kejadian lucu yang membuat mereka tertawa, tidak sengaja Fiza yang sedari tadi cemberut akibat ulah dari Fikry kakaknya. Fikry terus saja menggodanya tanpa henti.
Pada awalnya semuanya baik-baik saja, semua berjalan seperti biasanya tidak ada masalah apapun.
Sampai bel istirahat berbunyi para siswa keluar untuk beristirahat untuk menjernihkan pikiran setelah mendapatkan pelajaran dari para guru.
Semua siswa yang berada di kelas bersama Zanah semuanya sudah keluar entah pergi ke kantin, perpustakaan atau lainnya.
Zanah berpamitan kepada Karlina untuk ketoilet sebentar dan meninggalkan Karlina sendiri di kelas.
Setelah beberapa saat Zanah kembali ke kelas menemui Karlina untuk mengajaknya ke kantin. Tiba-tiba ia dikejutkan melihat Karlina hampir di dorong oleh teman laki-laki sekelasnya. Tanpa berpikir panjang Zanah langsung menolong Karlina tetapi sebelum itu Zanah sudah terdorong keras kemeja dan ujung bibirnya terkena ujung meja sehingga membuatnya mengeluarkan darah.
Karlina langsung membangunkan Zanah dari tempat ia terjatuh dan Zanah yang merasa ada darah di ujung bibirnya langsung menutupinya dengan telapak tangan.
“Ya ampun Zan huhuhu...Zan maafkan aku huhuhu. Darahnya memenuhi bajumu, bagaimana ini?” Kata Karlina dengan segugukan.
“Kamu jangan menangis Kar, ini bukan salah kamu” Kata Zanah memegang bibirnya dengan telapak tangannya.
Dion teman laki-laki yang sekelas dengan Zanah dan Karlina itu melihat ujung bibir Zanah mengeluarkan banyak darah, Dion tidak bergeming sama sekali Dion hanya menatap Zanah dengan raut wajah yang tidak dapat diprediksi.
“Kamu itu batu ya? orang yang habis kamu dorong itu terluka tahu. Kamu malah hanya diam seperti patung” Kata Karlina dengan nada tinggi.
__ADS_1
Dion hanya mendengar perkataan dari Karlina ia hanya membisu.
Fikry yang sedari tadi dikantin biasanya mencari Zanah terlebih dahulu, untuk memastikan jika ia benar-benar makan, tetapi Fikry yang tidak melihat Zanah langsung bertanya kesalah satu teman kelas perempuannya.
“Permisi kamu lihat Zanah?” Tanya Fikry ke salah satu teman kelas Zanah.
“Aku melihat Zanah ke kelas tadi sebelum aku kesini, mungkin dia bersama dengan Karlina” Kata teman sekelas Zanah.
“Oh gitu ya makasih” Kata Fikry.
“Sama-sama” kata teman sekelas Zanah.
Fikry pun berpamitan dengan teman kelas yang bersamanya tadi bahwa ia ingin ke kelas Zanah. Sesampainya di depan kelas Zanah, Fikry terkejut melihat baju putih Zanah dipenuhi darah tanpa berpikir panjang langsung menghampirinya dan terjadi sesuatu.
.
.
.
.
"To be continued"
#LoveyouAll♥️🤗***
__ADS_1
~Melani Putria~