
Zain mengantar Merisa pulang ke rumahnya, dan ternyata rumah Merisa yang sekarang lumayan jauh dari rumah Zain.
Zain pulang dengan perasaan yang sangat bahagia, ia tidak menyangka bahwa ia akan kembali dipertemukan dengan Merisa. Bahkan saat sudah didalam rumah pun ia masih senyum-senyum sendiri. Sampai Ibu Mina dan Ayah Yusuf heran melihat Zain seperti itu.
Setelah Zain masuk dalam kamarnya ia langsung menunaikan kewajibannya untuk shalat isya.
Saat ingin tidur Zain teringat lagi dengan Merisa dan ia berniat mengirim chat lewat WhatsApp. Karena sebelum berpisah dengan Merisa ia meminta nomor WhatsAppnya.
Tiba-tiba Zain menerima WhatsApp chat dari Zunairah.
----------
"Assalamu'alaikum adik tampanku, hmm..lagi apa nih?" WhatsApp Chat dari Zunairah.
'Tumben ada apa ini dengan kak Zunairah, nggak biasanya dia menanyakan aku lagi ngapain' Dalam hati Zain.
Zain pun membalas WhatsApp Chat dari kakaknya itu.
"Walaikumsalam. Udah mau tidur nih, ada apa kak, tumben nanyain?" Balasan Zain kepada Zunairah.
"Merisa orangnya cantik ya? aku kagum padanya, dia seorang dokter, ramah, dan sopan gitu. Aku suka." Chat Zunairah kepada Zain.
"Iya Merisa memang seperti itu." Balasan Zain.
"Yaampun, jawabanmu hanya seperti itu?🤦 dia udah punya pasangan atau belum? Kalau belum kejar dia, orang seperti dia susah ditemukan. Aku lihat kamu menyukainya iya kan? dan aku lihat kalian sangat serasi." Chat Zunairah.
'Dasar kak Zunairah, feeling-nya selalu tepat, apakah setiap perempuan seperti kak Zunairah ya? Hmm.' Kata Zain dalam Hati.
"Merisa belum punya pasangan kak, dan ohiya kak Zunairah kepo banget sih..🤔" Balasan chat Zain dengan senyum.
"Dasar adik yang nggk peka. Nanti udah diambil orang lain baru nyesel deh." Chat Zunairah.
"Iya deh kak. Aku juga sementara lagi berjuang nih, doain ya kak. Semoga aku bisa bersatu dengan Merisa." Balasan Zain dengan perasaan senang.
"Ya gitu dong, kakak akan mendoakan kamu agar bisa bersatu dengan Merisa. Kakak akan mendukung kamu 1000% kalau dengan Merisa. *Dan kakak tunggu kabar baiknya ya, jangan lama-lama ngejomblo terus*." Chat Zunairah.
"Thank you very much. I love u my sister🤗 iya ini lagi diusahakan biar nggak jomblo lagi😐." Balasan Zain dengan senyuman lebar.
"You are welcome, adik dosenku🤗 Iya okay😂" Chat Zunairah.
Zain hanya tersenyum melihat chat Zunairah. Setelah beberapa saat Zain menerima Chat dari Zarah.
__ADS_1
'Kak Zarah tumben nih, WhatsApp aku? ada apa sih?' Kata Zain dalam hati.
"Assalamu'alaikum, Hmm.. Kayaknya Aku akan dapat adik ipar nih. Kenalin ke aku dong dosen." Chat Zarah kepada Zain.
"Walaikumsalam, apasih. Tiba-tiba chat langsung nanya gituan." Balasan Zain
"Wah..wah.. dasar ya, sama kak Zunairah aja dikenalin, giliran aku nggk mau." Chat Zarah.
"Itupun nggk segaja kok kak, lagian Kak Zarah juga belum pulang tuh tadi, perginya lama amat. Habis pacaran ya sama Kak Fikram?" Balasan Zain dengan senyuman diwajahnya.
"Jomblo mana tau urusan begituan, makanya jangan jomblo terus. Sana kejar adik ipar yang katanya seorang dokter itu, awas ya kalau gagal!" Chat Zarah dengan candaan.
"Iya.. aku lagi berjuang ini kak Zarah sayang, doain aku ya kak." Balasan Zain.
"Doaku selalu menyertaimu Dosenku sayang..." Chat Zarah.
"Dasar kakak-kakakku yang perhatian hehe.." Kata Zain hanya tersenyum melihat Chat Zarah.
Zain kini dikagetkan lagi dengan adanya grup chat yang baru saja dibuat oleh Zanah, yang beranggota 3 orang. Zain, Fikry dan Zanah
"Apalagi sih ini?" Tanya Zain dengan dirinya sendiri.
"Zanah: Assalamualaikum... Hello guys."
"Zain: Kalian Kenapa sih? buat grup chat segala?"
"Zanah: Hehe.. Om Zain Kapan-kapan ajak jalan lagi ya, bareng kak Merisa"
"Fikry: Iya Om... kami suka jalan-jalan sama kak Merisa."
"Zain: kalian ini ya hehe, kalian pergi tidur gih, udah jam 22.00 nanti kalian telat bangun. Iya Insha Allah nanti ajakin jalan deh kalau Kak Merisa nggk sibuk."
"Zanah: Yeah, okay deh pak dosen, Ohiya.. aku lihat pak dosen suka ya sama ibu dokter bedah itu? Hehe..."
"Fikry: Iya tuh, aku juga lihat ibu dokter bedah itu suka sama pak dosen juga. Hehehe."
"Zain: Yaampun, kalian ini ya, nggk boleh bahas yang seperti itu. Kalian itu masih bocah nggak boleh ngomong gitu."
"Zanah: Om Zain, kami itu udah mau masuk sekolah menengah pertama, kami itu bukan bocah lagi😐."
"Fikry: Iya Om.. kami bukan bocah lagi😑"
__ADS_1
"Zain: Hahahaha, kalian baru juga mau masuk sekolah menengah pertama, kalian itu masih unyu-unyu tau😝, kalian itu belum waktunya bahas kayak gituan, Kalian mau dewasa sebelum waktunya?🤣"
"Zanah: Apasih, Om Zain. Zaman sekarang itu udah berubah bahkan anak TK saja udah tau apa itu kata pacaran, walaupun mereka tidak mengerti arti pacaran seperti apa."
"Fikry: Bahkan sekarang anak seumuran kami udah ada yang pacaran. Hahaha"
"Zain: Kalian nggk boleh kayak gitu ya, nggk boleh pacaran. Awas ya kalau Om tau kalian pacaran. Lalu itu juga pengaruh teknologi yang semakin canggih. Dimana kita sudah bisa melihat dunia luar hanya dari benda kecil yang namanya Handphone. Segala macam pengetahuan sudah ada bahkan hanya dengan sekali ketik di internet. Kalian hanya harus pandai-pandai menggunakan Internet dengan baik dan benar. Bahkan yang seharusnya yang belum kalian lihat sudah bisa kalian lihat sebelum waktunya. Dan satu lagi gunakan YouTube untuk kalian belajar sebaik mungkin tentang pendidikan dan terutama kalian bisa belajar cara agar mudah berbicara bahasa Inggris, Ingat! gunakan dengan sebaik-baiknya."
"Zarah: Iya pak dosenku, aku akan melakukan apa yang pak dosen katakan.😊 terima kasih atas nasehatnya.😍"
"Fikry: Baiklah pak dosen, aku juga akan melakukan apa yang pak dosen katakan dan terimakasih juga."
"Zain: Ya gitu dong, kalian sana gih, tidur nanti telat bangun, kalian kan ke sekolah besok."
"Fikry: Baik pak dosen, see you again👋"
"Zanah: Iya pak dosen, good bye.."
"Zain: ... Bye Bye Fik&Zan...."
----------
Zain Sampai lupa mengirimkan pesan kepada Merisa. Dan ia hanya mengirim pesan untuk pengantar tidur saja.
"Assalamu'alaikum Meris, Good night and have a nice dream.."
Tidak ada balasan dari Merisa, akhirnya Zain pun langsung tertidur.
Zain merasa bersyukur memiliki kakak-kakak yang perhatian dan juga keponakan-keponakan seperti Zanah dan Fikry. Mereka sangat perduli dengan Zain dan serta merestui jika ia bersama dengan Merisa.
.
.
.
.
"To be continued"
***Jangan lupa like, Komentar, Vote, saran, kritiknya dan jadikan Favorit.
__ADS_1
#LoveyouAll♥️🤗***
~Melani Putria~