
Hari yang dinantikan pun tiba, Zain beserta keluarga besarnya telah tiba didepan rumah Merisa. Keluarga Merisa pun menyambut hangat kedatangan mereka dan mempersilahkan masuk ke dalam rumah.
Zanah dan Fikry yang baru masuk langsung berdebat.
"Wah dekorasinya cantik banget" Kata Zanah kepada Fikry.
"Biasa aja tuh.." Kata Fikry.
"Ih.. kak Fikry gitu amat, bilang aja iya wah cantik banget ya kenapa sih, biar aku senang gitu" Kata Zanah kepada Fikry dengan sedikit kesal.
"Aku kan bilang jujur, emang salah ya?" Tanya Fikry membuat Zanah tambah kesal.
"Auh ah" Jawab Zanah sedikit jutek.
"Jangan marah gitulah. Iya dekorasinya cantik banget" Kata Fikry membujuk Zanah.
"Telat, udah ah aku mau lihat kak Merisa aja, bye" Kata Zanah.
"Ikut dong" Kata Fikry.
"Kak Fikry kan cowok" Kata Zanah.
"Emang Kenapa?" Tanya Fikry.
"Nggak bolehlah" Jawab Zanah.
"Ya udah deh" Kata Fikry.
Zanah tak menghiraukan Fikry dan langsung menghampiri kamar Merisa saat itu juga.
"Assalamu'alaikum kak Merisa, Kak Merisa cantik banget" Kata Zanah yang melihat Merisa dengan riasan make up.
"Walaikumsalam Zanah, apa kabar adik cantikku, udah lama nggak ketemu kamu!" Kata Merisa.
"Aku baik-baik saja kak, kak Zain eh om Zain nggak mau ngajakin aku ketemuan kak Merisa lagi sih" Kata Zanah.
"Hehehe gitu ya?" Tanya Merisa.
__ADS_1
"Iya kak, tapi ya udahlah lupain aja, hehe aku mau selfie bareng sama kak Merisa boleh?" Tanya Zanah.
"Boleh dong" Jawab Merisa.
Mereka berdua pun berselfie bersama.
Acara yang ditunggu-tunggu pun akan dimulai, ibu Juni menghampiri Merisa di dalam kamarnya dan mengatakan bahwa acaranya akan segera dimulai.
"Merisa acaranya akan segera dimulai sayang, kita keluar sekarang" Kata ibu Juni.
"Baik Tante" Kata Merisa.
Merisa, ibu Juni dan beberapa orang lainnya yang berada di kamar pun ikut keluar.
***
*Proses acara lamaran*
Acaranya akan segera dimulai dengan Pembukaan acara oleh pembawa acara (MC) yang tak lain sepupu dari Merisa namanya Aan, Aan mempersilahkan seluruh tamu yang hadir untuk duduk. Aan mengucapkan selamat datang serta terima kasih kepada semua tamu yang hadir. Aan menanyakan maksud dan tujuan kedatangan calon mempelai pria (Zain) kepada calon mempelai wanita (Merisa).
Perwakilan calon mempelai wanita menanggapi maksud dan tujuan calon mempelai pria. Prosesi lamaran akan dilanjutkan dengan jawaban yang akan diberikan oleh pihak perwakilan keluarga calon mempelai wanita. Kemudian Aan (MC) memanggil calon mempelai wanita (Merisa) dan sang ayah dari calon mempelai wanita menanyakan kesediaan anaknya untuk dilamar. Setelah calon mempelai wanita (Merisa) memberikan jawaban dan Merisa menerima lamaran itu, maka kedua calon mempelai memberikan tali kasih dalam bentuk cincin dan seserahan.
Ibu Juni mewakili memasangkan cincin ke jari manis Merisa dan Ibu Mina memasangkan cincin ke jari manis Zain.
Setelahnya perkenalan masing-masing keluarga untuk mempererat hubungan antara dua keluarga, pihak dari keluarga Zain memperkenalkan setiap anggota keluarga yang hadir, diikuti dengan perkenalan dari pihak anggota keluarga Merisa. Perkenalkan keluarga antara keduanya diiringi dengan canda dan tawa untuk mencairkan suasana.
Pembacaan doa yang dipimpin oleh perwakilan keluarga atau pemuka agama, dengan harapan agar seluruh perencanaan pernikahan berjalan dengan lancar.
Sebelum mengakhiri acara lamaran, keluarga Zain berpamitan kepada keluarga besar Merisa.
Penyampaian ucapan terima kasih dari Merisa setelah Zain berpamitan, Merisa mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan niat baik dari Zain.
Pemberian seserahan balik dari Merisa, sesuai kesepakatan sebelumnya, Merisa memberikan seserahan balasan kepada Zain yang berisi makanan dan keperluan sehari-hari untuk Zain.
Selanjutnya keluarga besar dari Zain dan Merisa makan siang bersama sebagai wujud perayaan berakhirnya proses lamaran, kedua keluarga besar itu menikmati santapan siang dengan suka cita dan sebagai bentuk untuk saling mengenal.
Terakhir, sesi foto bersama seluruh keluarga sebelum Zain serta keluarganya meninggalkan rumah Merisa.
__ADS_1
Semua proses acara lamaran berjalan dengan lancar dan sudah resmi bertunangan. Tinggal menghitung hari lagi untuk acara pernikahan dilangsungkan atau kurang lebih 1 bulan lagi.
----------
Merisa duduk di depan meja riasnya sedang melakukan perawatan wajah. Tiba-tiba Ian berlari mendekatinya.
"Mimi aku kangen" Kata Ian dengan polosnya.
"Ian kenapa kangen sayang kan Mimi setiap hari ada dirumah?" Tanya Merisa kepada Ian yang digendongnya.
"Aku kangen main sama Mimi, udah beberapa hari nggk main sama Mimi lagi" Kata Ian.
"Aduh maaf ya Ian sayang, Mimi sibuk jadi nggak bisa main sama Ian lagi. Tapi Mimi akan temani main sekarang kalau Ian mau?" Tanya Merisa.
"Hore itu yang aku mau Mimi" Jawab Ian langsung memeluk Merisa.
Setelah melakukan perawatan diwajahnya Merisa menemani Ian bermain di kamarnya dan menemani tidur untuk menghilangkan rasa sepi dihati Ian. Merisa yakin kalau Ian sebenarnya merindukan sosok Uminya, tetapi Ian terlalu kecil untuk merasa kesepian seperti itu, sebisa mungkin Merisa akan berusaha bahwa Ian tidak akan merasa kesepian. Sejujurnya Merisa ingin Abinya juga menikah kembali agar Abi Malik tidak kesepian seperti yang dirasakan oleh Ian. Tetapi lagi-lagi Abi Malik menolak lantaran ia belum siap wanita lain menggantikan umi Merisa di hatinya (Umi Merisa bernama umi Kartini).
Merisa berbaring diatas ranjang bersama dengan Ian yang sudah tidur nyenyak di sampingnya, di pandanginya langit-langit kamar tidur Ian yang berwarna biru kehitaman itu.
Tidak terasa senyuman indah menghiasi wajahnya mengingat bahwa tidak lama lagi ia akan menjalani kehidupan baru.
.
.
.
.
"To be continued"
***Jangan lupa like, komentar, vote, rate, saran, kritik dan jadikan Favorit.
#LoveyouAll♥️🤗***
~Melani Putria~
__ADS_1