Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Terungkap_


__ADS_3

Tidak perlu waktu lama Fikry menemukan semua tentang riwayat hidup Dion, dengan bantuan teman sekelas Fikry yang sekaligus tetangga Dion.


Fikry menemukan tentang kelemahan Dion ia senang sekaligus terkejut bahwa kenyataannya Dion anak yang kurang mampu dan kurang didikan, sehingga ia bersikap seperti tidak mempunyai akhlak.


Keesokan harinya,,


Dion menerima hukuman di skorsing seminggu, ia tidak mungkin mengatakan kepada kedua orangtuanya tentang hal tersebut. Karena ia tidak ingin ditanyai tentang hal itu, dia pun berpura-pura memakai baju seragam sekolah dan lalu pergi keluyuran entah kemana.


Sepulang sekolah Fikry, Fikram dan Zaidan sudah berencana akan mengunjungi rumah kediaman Dion dan keluarganya. Bukan untuk bermaksud menuntut, tetapi Fikry membujuk papa dan pamannya agar dapat memberikan pelajaran untuk Dion yang berhati batu itu dan menyadari kesalahannya.


Sesampainya di rumah kedua orangtua Dion, Fikry sudah tidak sabaran ingin langsung mengatakan alasan mereka datang, tetapi sebelum itu Fikram memperingati Fikry untuk bersabar sehingga Fikry melakukan apa yang dikatakan Papanya.


Semua orang pun berkumpul di ruang tamu.


“Maaf sebelumnya pak, kedatangan kami mengganggu aktivitas anda” Kata Zaidan dengan lembut karena saat itu ayah Dion sedang memperbaiki ban motor di bengkelnya.


“Tidak apa-apa, kalian ini siapa?” Tanya Ayah Dion.


“Sebenarnya kami orangtua dari teman nak Dion pak, kedatangan kami kesini ingin mengatakan sesuatu tentang Dion” Kata Zaidan.


“Ada apa dengan anak kami pak?” Tanya Ibu Dion yang mulai merasa takut.


“Tenang dulu Bu, biarkan mereka menjelaskannya” Kata Ayah Dion kepada istrinya.


“Begini pak bu, kedatangan kami bukan sekedar berbicara tentang sikap anak bapak tetapi saya berharap anak bapak menyadari kesalahannya dan tidak melakukan kesalahan yang seperti itu kedua kalinya. Bukan saya ingin menuntut tetapi saya hanya ingin memperingati anak bapak bahwa yang dilakukannya itu perbuatan yang tidak baik” Kata Zaidan.


“Kesalahan? apa yang sudah anak itu lakukan sehingga kalian harus repot-repot datang kemari?” Tanya ayah Dion.


“Bukankah Dion hari ini tidak kesekolah pak, dia dimana? karena sebenarnya hari ini dia di skorsing selama seminggu” Kata Fikry mencari keberadaan Dion.


“Apa di skorsing? dasar anak kurang ajar bisa-bisanya dia bohongi kita bu” Kata Ayah Dion emosi.


“Sabarlah pak kita tanyakan nanti jika sudah pulang” Kata ibu Dion.


“Begini pak, anak bapak melakukan kesalahan kepada keponakan saya, dia mendorongnya dengan keras sehingga keponakan saya terbentur di ujung meja sehingga mengakibatkan ujung bibirnya terluka dan harus dijahit. Maaf pak kedatangan kami bukan untuk meminta ganti rugi atas kejadian yang terjadi kepada keponakan saya, kami hanya ingin anak bapak merasa bahwa perbuatannya itu adalah salah. Dan yang lebih kami sayangkan anak bapak hanya terdiam seperti batu dan tidak mengatakan apapun lalu pergi begitu saja saat melihat anak saya” Kata Fikram panjang kali lebar.


“Sebenarnya bukan hanya itu kesalahan Dion pak, tetapi lebih baik bapak tanyakan kepada Dion sendiri kesalahan apa yang telah dia lakukan” Sambung Fikry.

__ADS_1


“Kami harap bapak dapat mengambil keputusan yang bijak tentang sikap anak bapak” Kata Zaidan.


“Hanya itu yang ingin kami sampaikan pak bu dan maaf atas ketidak nyamanan yang kami berikan. Kami memohon maaf” Kata Zaidan.


“Terima kasih atas kunjungan kalian dan terima kasih juga telah memberi tahukan tentang kelakuan dan kesalahan anak kami pak” Kata ibu Dion lembut.


“Maaf sudah membuat anak bapak terluka jika kami harus membayar ganti ruginya, kami akan memberikan uangnya” Kata ayah Dion yang sebenarnya uang mereka pas-pasan.


“Tidak masalah pak kami hanya ingin berkunjung, ingin menyelesaikan masalah antara anak saya dan anak bapak dan saya sama sekali tidak pernah menuntut apa pun” Kata Zaidan.


“Maafkan atas kesalahan yang telah diperbuat anak saya pak, sekali lagi kami mohon maaf” Kata ibu Dion.


“Jangan merasa tidak nyaman pak, bu. Itu kecelakaan yang tidak pernah kita inginkan, semua adalah ujian untuk kita berdua” Kata Zaidan


“Mulia sekali hati bapak” Kata ayah Dion.


“Saya tidak semulia itu pak, terima kasih dan maaf pak. Kami pamit pulang dulu” Kata Zaidan.


Mereka akhirnya saling maaf memaafkan dan saling menjabat tangan. Setelahnya orangtua Dion mengantarkan Zaidan, Fikry dan Fikram ke mobil.


***


Ayah Dion saat ini marah besar terhadap sikap yang dilakukan Dion. Dion yang baru saja masuk kedalam rumah langsung terdiam sejenak melihat ayahnya menatapnya dengan pandangan mematikan.


Dion akan menjadi anak yang penakut jika bertemu dengan ayahnya, jika dengan orang lain dia akan menjadi orang yang berbeda lebih tepatnya menjadi anak keras kepala, egois, dan tidak mempunyai akhlak.


“Kemana saja kamu?” Tanya Ayah Dion marah.


“Aku habis kerja kelompok bersama teman pak” Jawab Dion gugup.


“Jangan bohong anak kurang ajar” Kata Ayah Dion tambah emosi.


“Aku dari rumah teman pak” Jawab Dion jujur jika dia ketahuan berbohong dia akan dipukul habis-habisan.


“Dasar anak kurang ajar, kesalahan apa yang kamu lakukan sampai harus di skorsing?” Tanya ayah Dion emosi.


“Maaf pak" Kata Dion pelan.

__ADS_1


“Katakan apa yang sudah kamu lakukan?” Tanya ayah Dion kini mencengkeram tangan Dion keras.


“Ampun pak, aku sudah melakukan kesalahan” Kata Dion kesakitan.


“Katakan apa yang kamu lakukan Dion” Kata ayah Dion dengan amarah yang memuncak.


“Aku sudah mendorong dan melukai teman sekelasku pak, tapi aku tidak sepenuhnya salah dianya saja yang ikut campur urusan aku” Kata Dion tidak menyadari apa yang dikatakannya.


“Ikut campur?” Tanya Ayah Dion.


“Itu itu” Kata Dion gugup.


“Sebenarnya bukan dia yang akan aku dorong tetapi temannya, sebenarnya aku sudah mencuri sehingga aku melakukan seperti itu, temannya melihat aku” Kata Dion mengatakan yang sejujurnya karena ayahnya tidak akan memberinya ampun jika Dion tidak mengatakan yang sebenarnya.


“Dasar anak kurang ajar, aku tidak pernah mengajari seperti itu” Kata ayah Dion memukul keras lengan Dion.


“Terus apa pak, apa yang bapak ajarin sama aku? bapak cuma memukul aku setiap aku melakukan kesalahan. Bapak tidak pernah merangkulku, menasehati dengan lembut, hanya pukulan yang aku terima pak, aku muak dengan semua itu, aku pengen dirangkul dimanja seperti anak lain” Kata Dion dengan nada tinggi.


“Kenapa bapak melakukan itu? karena bapak sayang sama kamu, bapak ingin agar kamu dapat berubah dan bapak tidak mau kamu melakukan kesalahan” Kata ayah Dion mulai merendah.


“Tapi aku tidak mau pukulan itu pak, aku pengen bapak merangkulku dan menasehatiku lembut itu saja, jika bapak melakukannya aku akan bahagia pak” Kata Dion mulai menangis yang sebelumnya dia tidak pernah secengeng itu.


“Maafkan bapak nak, bapak yang salah” Kata ayah Dion memeluk anaknya itu.


Mereka berdua saling berpelukan dan meminta maaf, ibu Dion yang melihat mereka juga terharu melihat keduanya.


.


.


.


.


.


"To be continued"

__ADS_1


#LoveYouAll


~MELANI PUTRIA~


__ADS_2