
Sudah 5 hari Zanah beristirahat di rumah, lukanya masih belum sembuh sepenuhnya. Tetapi kini dia sudah bisa berbicara sedikit cepat dari biasanya.
“Assalamualaikum tante Zunairah” salam Fikry.
“Walaikumsalam Fikry, kamu udah pulang ya” Jawab Zunairah.
“Iya tan, Zanah udah baikan?” Tanya Fikry.
“Ya Alhamdulillah, udah mendingan. Kamu mau cicipin kue buatan tante?” Tanya Zunairah
“Mau tan, tapi aku boleh nggak makannya bareng Zanah” Kata Fikry.
“Ya boleh dong” Jawab Zunairah.
Di depan pintu kamar Zanah, Fikry mengetuk pintu kamarnya dalam ketukan kedua Zanah masih belum membukakan pintu dan sampai ketukan ketiga tidak sengaja Fikry yang menunduk kebawah tidak melihat pintu sudah terbuka, hampir saja Fikry mengetuk wajah Zanah.
“Ya ampun Zan-zan kamu lagi ngapain lama amat buka pintunya?” Tanya Fikry melihat kamar Zanah berantakan.
“Aku lagi berberes, aku bosen nggak ngapa-ngapain” Jawab Zanah.
“Berberes katamu terus kenapa semua berantakan gitu?” Tanya Fikry heran.
“Aku mau mengubah semua posisi barang yang dulu ke posisi yang baru”Jawab Zanah.
“Ada-ada aja kamu Zan” Kata Fikry.
Sebelum merapikan semua barang yang Zanah berantakan, Fikry mengajaknya makan kue yang dibuat oleh Zunairah.
“Zan, Emang benar Dion sudah minta maaf sama kamu?” Tanya Fikry penasaran.
“Kak Fikry tahu darimana?” Tanya balik Zanah.
“Aku bertemu Karlina di katin tadi, katanya dia menerima WhatsApp chat Dion minta alamat kamu” Kata Fikry.
“Dia datang bersama kedua orangtuanya, tadi pagi mereka meminta maaf, dan aku sudah memaafkannya karena sebenarnya itu kecelakaan yang nggak di sengaja juga” Kata Zanah.
“Hemmm.. Baguslah kalau semua sudah membaik” Kata Fikry.
“Oh iya kak Fikry boleh minta tolong nggak?” Tanya Zanah.
“Apasih, bilang aja jangan sungkan gitu!” Jawab Fikry.
“Gini loh aku mau kak Fikry bantuin aku nulis, aku udah ketinggalan banyak pelajaran aku huhuhu” Kata Zanah memasang mode sedih.
“Kalau itu gampanglah, nanti aku bantuin" Kata Fikry.
__ADS_1
“Yeah. Okay kak Fikry”
***
Disisi lain, keromantisan pengantin baru yang sedang manis-manisnya. Zain dan Merisa sedang cuti bersama hari ini, mereka menghabiskan waktu berdua saja di rumah.
“Say, kamu lagi ngapain?” Tanya Zain yang berbaring di ranjang.
“Aku lagi lihat resep-resep masakan nih” Jawab Merisa tidak mengalihkan matanya dari laptop.
“Nanti aja, sini baring sama aku” Kata Zain menggoda Merisa.
“Apasih say” Kata Merisa.
Tiba-tiba Zain membuka baju kaos yang ia kenakan tadi.
“Kok tiba-tiba gerah banget ya?” Tanya Zain menggoda Merisa.
“Gerah gimana AC masih nyala tuh (Jari Merisa menunjuk ke atas)" Kata Merisa tahu apa keinginan Zain.
“Say jangan gitu dong” Kata Zain mulai tidak sabaran.
“Apasih say, kamu nggak jelas banget” Kata Merisa menahan tawanya.
“Say..” Kata Zain guling guling manja.
“Tahu ah” Kata Zain membelakangi Merisa.
‘Yah, dia ngambek padahal aku mau menggodanya sedikit’ Kata Merisa dalam hati sambil tersenyum
Merisa mendekati Zain dengan bibir yang masih tersenyum lalu berbaring dan memeluk Zain dari belakang.
“Ternyata begini ya, rasanya menikah kita bisa tahu kelakuan dan sifat pasangan masing-masing. Ada sifat manjanya hehe” Kata Merisa memeluk erat tubuh suaminya.
“Itulah indahnya menikah say, kita itu harus saling melengkapi kekurangan masing-masing pasangan kita, bukan menjadikan sebagai perbedaan dan disetiap hubungan pasti ada-ada saja masalah, aku harap kita bisa menyelesaikan dengan sabar ya say” Kata Zain mencium tangan Merisa.
“Tentu saja say, kita berdua harus melewatinya berdua” Kata Merisa.
“Say, apakah boleh?” Tanya Zain.
“Tadi pagi kan udah” Jawab Merisa santai.
“Itu bedalah say, sekarang kan udah siang” Kata Zain.
“Dasar suamiku ini mesum banget” Kata Merisa.
__ADS_1
“Mesum sama istri itu nggak apa-apa say” Kata Zain membalikkan badannya menghadap Merisa.
Zain menatap lekat wajah Merisa istri yang sangat dicintainya, tanpa waktu lama Zain mendekati wajah Merisa dan bibirnya bertemu dengan bibir Merisa, ciuman itu berlangsung lama sampai akhirnya yang kalian banyangkan terjadi.
***
Zanah dan Fikry telah selesai membereskan semua barang di kamar Zanah. Mereka berdua sedang duduk santai di meja belajar Zanah.
“Zan-zan makan lagi kuenya tuh, nanti mubasir” Kata Fikry.
“Kak Fikry bawel banget, aku makan nih!” Kata Merisa.
Fikry tersenyum melihat Merisa memakan kue itu sampai dia tidak sadar jika Merisa memperhatikannya.
“Kenapa sih kak Fikry, ada kotoran di wajahku ya?” Tanya Zanah.
“Nggak ada apa-apa kok, kamu imut” Kata Fikry tersenyum.
“Awas naksir loh” Kata Zanah.
“Biarin aja, kalau sama kamu aku mau kok” Kata Fikry santai.
“Emang nggak mau yang lain?” Tanya Zanah.
“Yang lain? Kalau ada kamu kenapa harus cari yang lain!” Kata Fikry jujur.
“Dasar kak Fikry udah pintar gombal aja” Kata Zanah.
“Aku nggak ngombal Zan-zan” Kata Fikry mencubit pipi Zanah.
“Auh, sakit kak Fikry” Kata Zanah mencubit tangan Fikry.
Mereka berdua tertawa dan bercanda bersama tanpa sadar ada yang memperhatikan mereka dari jauh, karena pintu kamar Zanah terbuka lebar sehingga seseorang bisa melihat apa yang mereka lakukan.
.
.
.
.
“To be continued"
#LoveYouAll🤗
__ADS_1
~Melani Putria~