Complicated Love Story

Complicated Love Story
Pertengkaran Kecil


__ADS_3

Keesokan harinya, jam menunjukkan pukul 04.55 pagi. Seperti biasa, rutinitas sehari-hari Zanah dengan keluarga. Shalat subuh berjamaah pekerjaan yang tidak pernah ditinggalkan oleh keluarganya.


Setelah Zanah dan orangtuanya Shalat Subuh, Zanah langsung bergegas mandi dan membersihkan tempat tidurnya. Sudah hal biasa Zanah melakukannya sendiri, karena orangtuanya mengajarkan bahwa Zanah harus menjadi anak yang mandiri.


Kini Zanah sudah rapi dengan pakaian seragam, saat ini dia sarapan bersama kedua orangtuanya.


"Bunda, nasi goreng pakai telur mata sapi kesukaan kaka' yah." Kata Zanah dengan senang.


"siap kaka', ini bunda sudah buatkan bekal untuk kamu, jangan lupa bagi sama kak Fikry mu yah." Kata Zunairah sambil merapikan dapur.


"Kalau itu, jangan dikasih tahu lagi bunda, kak Fikry selalu makan bekal kaka', nggak bilang-bilang huh...." Kata Zanah dengan nada kesal.


"ha.ha.ha.. jadi kaka' makan apa dong?" Tanya Zaidan ayah Zanah.


"Ya, makan bekal kak Fikry lah ayah, hehehe" Kata Zanah sambil tertawa.


Semuanya pun tertawa bersama, sudah biasa Fikry dengan Zanah selalu bersama-sama bahkan sekolah dan sekelas bersama. Fikry anak dari Tantenya Zanah yang tak lain adalah adik dari Zunairah namanya Zarah.


Walaupun umur Fikry cuma beda 5 bulan dari Zanah, Tetap Zanah memanggilnya Kakak, karena itu yang di ajarkan orangtua Zanah. Bahwa jika yang lebih tua harus di hormati dan yang muda harus di sayangi. Begitulah prinsip Zanah jadi Zanah bertekad jika ada yang lebih tua dari Zanah dia akan memanggilnya Kakak dan jika yang lebih muda dia akan memanggilnya adik.


Di teras rumah Zanah menunggu orangtuanya bersiap-siap. Zanah selalu berangkat bersama orangtuanya ke Taman kanak-kanak (TK), karena kantor tempat kedua orangtua Zanah bekerja searah dengan jalan menuju (TK) itu. Biasanya Zanah selalu berangkat bersama Fikry, dan saat orangtua Fikry yang jemput maka Zanah dan Fikry pulang bersama.


"Kak Fikry, PR yang di kasih ibu guru udah belum?" Tanya Zanah kepada Fikry yang sudah di atas mobil.


"Udah dong Zanah, Fikry gitu loh.." Jawab Fikry dengan menepuk dada dengan bangga pada dirinya sendiri.


"Tumben, biasanya kak Fikry paling malas kerja PR. Ada apa nih, apa jangan-jangan kak Fikry takut di hukum ibu guru Ani yah? hehehe terakhir kali kak Fikry nangis di hukum dan diomelin Bu Ani..hahaha" Kata Zanah dengan tertawa terbahak-bahak.


"Ih Zanah, jangan gitu lah, malu.. sama Tante Zunairah sama om Zaidan." Kata Fikry sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya, iya deh maaf, hahahaha.." Kata Zanah masih terus tertawa mengingat kejadian Fikry di hukum.


Sampailah mereka di TK Damai nama taman kanak-kanak mereka. Tak lupa Zanah dan Fikry berpamitan dan mencium tangan kedua orangtua itu.


"Kaka' sama kak Fikry pergi dulu ayah, bunda.. Assalamualaikum.." Kata Zanah.


"Walaikumsalam..Belajar yang Rajin Ya Kaka' nak Fikry" Kata Zunairah sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Iya Bunda..." Kata Zanah membalas lambaian Zunairah dari jauh.


"Iya Tante..." Kata Fikry dengan senyuman.


Suasana di dalam kelas sangat ramai dengan ribut canda tawa anak-anak TK itu. Membuat ibu guru sangat kewalahan mendiamkan mereka semua, sudah biasa anak-anak sekecil mereka membuat keributan seperti itu. Biasalah anak seusia dan sekecil mereka, masih banyak bermain dan kadang nakal.


"Ih.. jangan robek buku aku dong Tin.." Kata Fikry kepada temannya namanya Tina.


"Siapa suruh coret-coret buku aku, rasain buku kamu sobek😛" Kata Tina dengan membalas dendam.


"Apa sih, TinTin.. cuma coret satu lembar aja kamu robet buku aku kayak gini, pokoknya kamu harus ganti dengan yang baru.😒 Titik" Kata Fikry dengan nada kesal


"Hello.. Krykry, nama gue itu Tina bukan TinTin, ih nyebelin banget sih, main ganti-ganti nama orang aja" Kata Tina tidak kalah ketus.


"Pokoknya kamu gantiin buku aku, kalau nggak, aku ngadu nih sama ibu guru," Kata Fikry


"Ya udah sana ngadu aja, aku nggak takut kok" Kata Tina dengan sombongnya


Sedangkan Zanah yang sudah kembali dari memeriksa PRnya dan ingin kembali ke tempat duduknya, melihat pertengkaran sepupunya itu dengan temannya Tina.


"Itu sih TinTin, robek buku aku, padahal aku cuma coret satu lembar aja bukunya, dia malah robek buku aku semua, sebel tau, walaupun mama bisa beliin lagi, kan mubasir masih bisa di pakai, Zanah" Jawab Fikry dengan kesel.


"Kak Fikry juga salah sih, kenapa harus gangu Tina, kamu Tina juga salah, kamu nggak boleh robek buku orang sembarangan, walaupun kak Fikry yang salah yang sudah gangu kamu dan kamu nggak suka, ngadu aja ke ibu guru, biar ibu guru yang hukum kak Fikry" Kata Zanah menasehati mereka berdua.


"Kak Fikry minta maaf sama Tina karena kak Fikry sudah gangu Tina" Sambung Zanah.


"Nggak mau ah, siapa suruh dia robek buku aku😏." Kata Fikry dengan ketus.


"Siapa juga yang mau maafin kamu😒" Kata Tina dengan wajah kesal.


"Kalian berdua ya, Astagfirullah nggak baik loh, kalian bertengkar seperti ini, kalian itu sama saja berteman dengan setan, karena setan itu suka sama orang suka bertengkar, apa kalian mau berteman dengan setan?" Tanya Zanah kepada keduanya.


"Nggak mau lah..." Jawab keduanya bersamaan.


'Baguslah mereka percaya' batin Zanah


"Ya udah, kalian saling minta maaf sekarang"

__ADS_1


Kata Zanah dengan sedikit senyum.


"Aku minta maaf TinTin, udah gangu dan coret buku kamu, dan aku udah maafin kamu kok sudah robek buku aku, walaupun kamu nggak minta maaf duluan" Kata Fikry minta maaf.


"Iya, aku maafin deh, lain kali jangan ulangi lagi ya, bisa nggak panggil aku dengan nama aku yang cantik TINA bukan sih TinTin, ih nyesebelin deh, dan aku juga minta maaf udah robek buku kamu, aku janji deh, aku ganti yang baru ok..?" Kata Tina sungguh-sungguh.


"iya deh, aku percaya TinTin eh, Tina" Kata Fikry sambil menutup mulutnya yang keceplosan tadi.


'Mereka lucu banget sih kalau bertengkar gini' batin Zanah


Waktu yang ditunggu pun telah tiba, apalagi kalau bukan waktu istirahat, Zanah dan Fikry pun makan bersama, dengan bekal masing-masing.


"Zanah, kok bawa telur mata sapi sih, sama itu.. itu.. (menunjukkan tomat) apa lagi ada tomat itu?" Tanya Fikry melihat bekal yang dibawa Zanah.


"Inikan makanan kesukaanku lah kak Fikry, selain enak, dan menyehatkan" Jawab Zanah antusias.


"Nggak mau ah, tomat rasanya nggak enak tau," Kata Fikry dengan cemberut.


"Ya udah, nggak apa-apa kok, Alhamdulillah aku bisa makan kenyang nih hehe.." Kata Zanah sambil menyuap makanan ke mulutnya.


Seperti itulah mereka, bahkan hal-hal yang kecil di perdebatkan, walau begitu mereka tetap saling menghargai dan membantu satu sama lainnya.


.


.


.


"To be continued"


Jangan lupa like👍 dan coment ya♥️


.


.


#Sarangheo♥️😂

__ADS_1


__ADS_2