
*Kejadian kemarin*
Para sahabat Zanah berkumpul di meja Zanah saat jam istirahat sekolah, mereka berempat menyilangkan tangan mereka di depan perut mereka secara kompak. Mereka menyipitkan matanya melihat Zanah dengan sedikit raut wajah kesal.
“Ada dengan kalian?” tanya Zanah bersikap biasa saja.
“Hemm..” Mereka hanya berdehem.
“Kalian nggak jelas banget sih,” ucap Zanah lagi.
Mereka pun akhirnya pasrah dengan sikap Zanah yang berbeda saat ini. Tanpa basa basi lagi akhirnya mereka menanyakan apa yang ingin mereka ketahui.
“Zan, kamu kok beda banget kali ini, ada masalah apa sih? terus semalam tumben kamu nggak nimbrung di grup chat? kamu ada apa? terus kenapa balasan kamu singkat banget cuma 3 kata? nggak apa-apa?” tanya Rara dengan panjang lebar membuat keempat sahabatnya menatapnya dengan ekspresi kaget.
“Astaga lu kalau ngomong lancar amat kayak kereta nggak ada jedanya, terus pertanyaan lu itu banyak amat, satu-satu apa!” ucap Firda sedikit ngemes ingin mencubit pipi Rara.
“Ya ampun, Rara kalau nanya satu-satulah, aku kan bingung mau jawab yang mana dulu,” ucap Zanah menepuk jidatnya.
“Tahu tuh sih Rara, paling kepo sejagat raya.” ucap Delya.
“Gimana kalau kita ngobrol di kantin aja ngapa, lapar nih. Cacing di perut aku dari tadi berkelahi nih minta makan,” ucap Nadya langsung keempat sahabatnya tertawa.
__ADS_1
Akhirnya mereka pindah lokasi untuk mengobrol dan mengisi perut agar mereka kuat ghibah. Astagfirullah 😃
Mereka berlima mengambil bakso di mangkuk masing-masing yang sudah tersedia, karena di katin sekolah mereka itu tertulis "Kantin Kejujuran" jadi berapa pun mereka makan nanti setelah selesai makan baru mereka bayar di ibu kantin tersebut.
Selesai mengambil bakso di mangkuk mereka sesuai porsi masing-masing, mereka duduk berlima di meja kantin nomor 5 sesuai jumlah mereka. Zanah mulai membuka perbincangan karena dia tidak bisa makan sambil berbicara, makanya dia menunggu baksonya dingin barulah dia makan.
“Guys, karena baksonya masih panas. Aku mau menjawab pertanyaan yang Rara sebut tadi,” ucap Zanah kepada keempat sahabatnya itu.
Keempatnya hanya mengangguk tanda mereka setuju dengan dikatakan Zanah.
Zanah pun menceritakan kehadiran Liza, dan masalahnya tetapi bukan rahasia Liza yang hanya dia dan Liza tahu.
“Oh, seperti itu. Baiklah kalau semuanya baik-baik saja!” ucap Rara sudah memakan baksonya.
“Hahaha, karna baksonya udah dingin kita makan yuk!” Ajak Zanah dan mereka pun langsung semangat.
Selesai makan mereka pun kembali ke kelas masing-masing karena bel sudah berbunyi. Wali kelas masuk ke kelas di mana Zanah berada ada pengumuman penting yang akan disampaikan.
“Assalamu'alaikum, ibu akan menyampaikan informasi bahwa untuk tugas akhir semester ini, kita akan adakan study tour untuk semua kelas X. Untuk itu kita akan adakan di pantai pasir putih mengenal lingkungan. Nanti akan dijelaskan lebih detail di surat undangan orang tua, apa kalian setuju?” ucap wali kelas saat itu.
“Setuju banget ibu....” jawab seluruh siswa serentak.
__ADS_1
“Woah, study tour. Hemm.. asik kita bisa sekalian refreshing.” ucap Nadya langsung di tegur oleh Delya.
“Yaelah, nggak ada waktu kali, kita buat refreshing. Palingan kebanyakan buat tugas di sana. Tapi ya, gue sih berharap semoga kita bisa refreshing hehe..” ucap Delya malah di pelototin oleh Nadya.
“Wah, seru nih...” ucap Firda.
“Asik..” ucap Zanah.
“Aku paling suka kalau kita hanya jalan-jalan ke sana tanpa harus memikirkan tugas. Hadeuh.. tapi nggak apa-apa lah hehehe..” ucap Rara girang.
Semua siswa pun sudah menantikan hari study tour itu, ingin rasanya mereka pergi saat itu juga. Tetapi itu tidak mungkin.
.
.
.
.
“To be continued”
__ADS_1
😊😊