
Angin sepoi-sepoi yang kala itu mereka rasakan berdua, persis seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Tetapi tidak seperti kalian bayangkan.
đđđ
Rara perlahan menceritakan tentang dirinya kepada Firda, bagaimana sebuah perasaan yang dia rasakan selama ini.
âBagaimana dengan kamu Ra?â Tanya Firda memperbaiki posisi duduknya menghadap ke arah Rara.
âAku sebenarnya menyukai seseorang Fir, tapi hanya bisa aku pendam tanpa bisa ku ungkapkanâ Jawab Rara menunduk kebawah melihat jari-jarinya.
âSiapa yang sudah mencuri hatimu Ra? biar aku tangkap dan kubawah ke hadapanmuâ Kata Firda dengan nada yang sangat percaya diri.
Rara yang awalnya sedikit sedih menceritakan tentang seseorang yang disukainya, menjadi tertawa kecil membayangkan yang Firda katakan baru saja.
âAda-ada aja kamu Fir, kamu nggak bisa nangkap diaâ Kata Rara dengan senyum tipis dan sedikit terpaksa.
âKenapa?â Tanya Firda.
âDia sangat jauh Fir, kami udah beda kotaâ Kata Rara dengan nada sedikit sedih mengingatnya.
âCuma beda kota kan, bukan beda alam. Santailah kalian masih bisa berjumpa lewat ponsel. Ya kan?â Kata Firda seperti seseorang yang berpengalaman saja menyampaikan nasehatnya. Padahal nasibnya sendiri tidak seberuntung itu.
âKamu percaya diri banget Firdaâ Batinnya.
âKami sudah tak sedekat itu lagi, kami udah sangat jauh bangetâ Kata Rara dengan ekspresi wajah yang sedih.
âMasalahnya kenapa coba?â Tanyanya lagi.
Belum sempat Rara menjawab tiba-tiba ponsel Fida dan Rara berdering ada video call.
âSiapa ya, kok ponsel kita berdua berdering?â Rara menanyakan kepada Fida.
âLihat aja dulu Raâ Jawab Firda memegang ponselnya itu, lalu melihat nama yang tertera di layar.
âZanah?â Tanya mereka kompak.
âNgapain dia video call kita?â Tanya Firda yang belum menjawab Video call WhatsApp dari Zanah.
âMakanya angkat biar tahuâ Jawab Rara dengan santainya.
âAssalamualaikumâ Salam Zanah.
__ADS_1
âWalaikumsalamâ Jawab keduanya.
âKalian di mana?â Tanya Zanah yang sedang membolak-balik halaman buku yang dia pegang.
âDi hutan kota, ada apa Zan, tumben nih video call siang gini?â Tanya Rara lalu mematikan panggilan Zanah. Rara pun mendekatkan dirinya pada Firda.
âHai Zanâ Rara melambaikan tangannya kepada Zanah.
âKok, kalian bisa bareng?â Tanya Zanah bingung.
âSih Rara, ngikutin aku mulu kayak ekorâ Kata Firda menaikan alisnya kepada Zanah.
âEnak aja, nggak-nggak. Aku tuh tadi numpang sama tukang ojek ini Zanâ Kata Rara protes.
âLu ngatain gue, tukang ojek?â Tanya Firda kini menghadap ke arah Rara.
âEmang siapa lagi, kumat lagi deh" Kata Rara dengan senyum lebar tanpa dosa.
âAstagfirullah, kalian ini ya, aku malah dicuekinâ Kata Zanah dengan nada kesal.
âYaelah, jangan ngambek gitu Zanâ Kata Rara dan Firda kompak.
âKalian lupa ya?â Tanya Zanah yang kini fokus kepada keduanya.
âLupa, emang kami lupa apa ya?â Tanya Firda tidak kalah bingung.
âKalian belum tua, udah pikunnya bukan mainâ Kata Zanah menepuk jidatnya.
âBiasalah Zan, kami ini manusia yang tempatnya salah dan dosaâ Kata Firda.
âWuih, mama Dedeh ceramahâ Kata Rara dengan tertawa kecil.
âHaha, kalian ini ya, udah-udah jangan bercanda muluâ Kata Zanah menasehati mereka berdua.
âEmang ada apa sih Zan, kami benar-benar lupa. Kami keasikan berdua nih, ngobrol-ngobrol masa lalu yang teramat banyak kenangan yang terlewati dengan rasa yang hanya bisa dipedam tanpa diungkapkan, rasanya nyesek bangetâ Kata Rara malah curhat.
âMalah curhat sih Raraâ Kata Zanah.
âHehe, nggak apa-apa kalian doangâ Kata Rara dengan senyum lebar sekali.
âItu bibir bisa nggak, jangan lebar gitu. Nanti nggak bisa kembali lagiâ Kata Firda melihat Rara dengan alis dikerutkan.
__ADS_1
âBagus tuh Fir, biar orang lihat aku senyum terus, supaya nggak di bilang sombongâ Kata Rara malah mengiyakan kata Firda.
âYa udah, kalian lanjutkan. Aku pamit duluâ Kata Zanah.
âYa kok gitu, kamu belum jawab kami lupa apa?â Tanya Rara sudah fokus ke Zanah.
âYa Zan, jangan ngambek gitulah. Maaf nyuekin kamuâ Kata Firda sudah fokus ke Zanah juga.
âHaha, apasih kalian, nggak gitu. Aku cuma bercanda, kalian lihat ini!â Kata Zanah menunjukkan buku pelajaran bahasa Inggris kepada mereka.
Keduanya langsung terkejut melihat buku pelajaran bahasa Inggris itu, lantaran besok ada pertunjukan drama perkelompok menggunakan bahasa Inggris.
âYa ampunâ Kata Rara dan Firda bersamaan.
âUdah ingat kan?â Tanya Zanah dengan tertawa melihat ekspresi mereka.
âHaduh, aku belum hapal dialognya lagiâ Kata Firda mulai panik.
âAku belum siapâ Kata Rara memegang kepalanya seperti ekspresi seseorang yang depresi.
âMakanya hapal dong, udah cepat kesini biar aku ajarinâ Kata Zanah dengan tertawa kecil.
âOkay Zan, aku on the wayâ Kata Firda dengan semangat.
âAku hubungi mama aku dulu ya, nanti dia nyariin aku lagiâ Kata Rara memegang ponselnya lalu menelpon mamanya.
âGimana, mama kamu bilang apa?â Tanya Firda sudah menggunakan helmnya.
âUdah sip, kita berangkatâ Kata Rara dengan tertawa.
Mereka pun bergegas berangkat ke rumah Zanah dengan kecepatan sedang, cerita masa lalu Rara harus tertunda lantaran Zanah menghubungi mereka.
Tunggu cerita selanjutnya.
.
.
.
.
__ADS_1
âTo be continuedâ
~Melani Putria~