Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Persiapan_


__ADS_3

Pagi hari,,


Seperti hari-hari biasanya, Merisa membuatkan sarapan pagi untuk Abi dan Iyan, mereka bertiga sarapan bersama setiap pagi.


"Abi sebentar lagi tante Juni (saudara dari Umi Merisa) akan datang dengan yang lainnya, aku udah WhatsApp mereka, jadi mereka akan mempersiapkan yang diperlukan, aku akan ke rumah sakit sebentar ya Abi, ada yang perlu aku urus dan harus diselesaikan" Kata Merisa.


"Iya nak, nanti siang kamu udah pulang kan?" Tanya Abi Malik.


"Aku cuma sebentar kok Abi, setelahnya aku pulang" Jawab Merisa.


"Iya baiklah" Kata Abi Malik.


Selesai sarapan Merisa bergegas untuk bersiap-siap ke rumah sakit, setelah mengganti baju Merisa keluar dari kamarnya, ia melihat tante dan omnya sudah duduk bersama Abi Malik.


"Tante Juni? om? datangnya cepat banget? yang lain kemana kok sama om aja" Tanya Merisa kepada ibu Juni dengan girang lalu menyalim tangan Ibu Juni.


"Iya dong sayang, tante mau mempersiapkan semua keperluan kamu untuk acara lamaran nanti, tante nggak mau ada yang kurang" Jawab Ibu Juni.


"Tante kamu udah nggak sabar nak" Jawab suami Ibu Juni atau tak lain om Merisa namanya bapak Amran.


"Wah aku senang banget, tante memang yang terbaik" Kata Merisa sambil menaikkan dua jempolnya.


"Iya dong, kan ini untuk keponakanku yang cantik dan baik hati ini" Kata ibu Juni mencubit pipi Merisa.


"Tante ih, aku bukan anak kecil lagi, jangan cupit pipi aku" Kata Merisa dengan nada ngambek yang dibuat-buat.


"Dimata tante kamu itu masih kayak anak kecil tau" Kata ibu Juni dengan canda.


"Iya-iya, terserah tante hehe... oiya tante, bisa fotoin aku?" Tanya Merisa.


"Iya boleh dong, kenapa kamu minta difotoin?" Tanya ibu Juni.


"Buat post foto aja disosmed hehe.. nggak kok tante, cuman mau simpan jadi wallpaper aku bosan kalau foto lama melulu" Jawab Merisa dengan senyum lebar.


"Iya deh, mana handphonenya?" Tanya Ibu Juni.


"Ini tanteku sayang fotoin yang bagus ya" Kata Merisa memberikan handphonenya kepada ibu Juni.


"Tenang aja tante kan profesional kalau soal gituan" Kata Ibu Juni membuat Merisa tertawa.


"Hehe..yang benar?" Tanya Merisa sedikit tawa.


"Aku hitung ya 1..2..3..cekrekk" Kata Ibu Juni.


"Aku mau lihat hasilnya tante" Kata Merisa mengambil handphonenya dari ibu Juni.



"Wah hasilnya keren tan, aku suka hehe" Kata Merisa masih melihat hasil fotonya.

__ADS_1


"Bukan hasilnya yang keren" Kata ibu Juni.


"Terus apa tante?" Tanya Merisa.


"Dasarnya aja cantik sayang, mau bagaimana pun kamu tetap cantik, difoto dengan pose apapun kamu tetap cantik" Kata ibu Juni dengan memuji.


"Wah tante, aku jadi tersanjung hehe.. makasih tante, aku berangkat dulu biar urusan aku selesai agar cepat pulang. Assalamu'alaikum tan" Kata Merisa.


"Iya hati-hati di jalan" Kata ibu Juni.


"Assalamu'alaikum" Salam Merisa kepada semuanya.


"Walaikumsalam" Jawab semuanya.


----------


Ibu Mina sedang sibuk menyiapkan apa yang perlu dipersiapkan, lalu ia memanggil Zain ingin mengatakan sesuatu.


"Zain bisa jemput Merisa hari ini kita akan membeli cincin pernikahan untuk kalian?" Tanya ibu Mina.


"Baik Bu, aku hubungi dulu ya" kata Zain.


Zain menelepon Merisa saat itu juga.


"Assalamu'alaikum Zain" salam Merisa.


"Walaikumsalam aku mau jemput kamu, kita akan membeli cincin pernikahan yang sesuai keinginan kamu" Kata Zain.


"Baiklah kalau kamu udah selesai, hubungi aku ya nanti aku jemput" Kata Zain.


"Kamu nggak perlu jemput aku, nanti kita ketemu di toko perhiasan aja" Kata Merisa.


"Kamu yakin?" Tanya Zain lagi.


"Iya Zain nanti kamu kerepotan lagi" Jawab Merisa.


"Baiklah kalau itu mau kamu" Kata Zain.


----------


Setelah menyelesaikan semua urusannya, Merisa lalu keparkiran mobilnya, sesampainya ia berdiri menyadarkan punggungnya di pintu mobil lalu memikirkan sesuatu dengan memandangi langit-langit yang cerah.


"Nggak lama lagi aku akan menikah, aku sangat bersyukur karena aku akan menikah dengan seorang laki-laki yang yang aku cintai, tetapi aku juga sangat sedih pernikahan yang aku impikan aku lalui tanpa didampingi oleh Umi, andai saja Umi masih hidup" Kata Merisa kepada dirinya sendiri dengan raut wajah sedih menahan air matanya.


"Astagfirullah, maafkan aku ya Allah sudah meragukan keputusan yang engkau buat untukku, mungkin ini sudah takdir aku" Kata Merisa kepada dirinya sendiri.


Setelah menenangkan dirinya Merisa teringat dengan Zain, ia pun langsung menghubunginya bahwa ia akan ke toko perhiasan.


Sesampainya Merisa melihat Zain sudah tiba secara bersamaan.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Tante, Zain" salam Merisa menghampiri calon mertua dan calon suaminya.


"Walaikumsalam" Jawab Ibu Mina dan Zain bersamaan.


"Kamu pasti capek ya sayang, dari rumah sakit langsung kesini?" Tanya ibu Mina.


"Nggak kok Tante hehe" Jawab Merisa.


"Kalau begitu ayo sayang kita masuk, Tante udah nggak sabar melihat cincin pernikahan kalian" Kata ibu Mina sudah tidak sabaran.


"Iya Tante aku juga hehe" Kata Merisa sedikit malu.


"Sekarang kamu nggak perlu panggil Tante ya, panggil aja ibu kan sebentar lagi kamu akan jadi istrinya Zain hehe" Kata ibu Mina merangkul tangan Merisa dan membuat Merisa senang.


"Iya Tante eh, iya ibu.." Jawab Merisa.


"Iya ibu cantikku, kita harus masuk lalu itu memilih cincin pernikahan, Merisa juga pasti sedang sibuk mengurus acara lamaran pernikahan kami, jadi kita harus memilih cincin pernikahannya cepat" Kata Zain dengan senyuman.


"Iya pak dosen bawel" Kata ibu Mina dengan nada kesal dibuat-buat.


"hehehe" Tawa kecil Merisa melihat kedua calon mertua dan calon suaminya.


Merisa maupun Zain sudah memilih cincin pernikahan yang dimana sepenuhnya pilihan Merisa, awalnya Merisa menolaknya tetapi Ibu Mina menyakinkan Merisa. Dengan begitu Merisa tidak punya pilihan lain.


Setelahnya Merisa berpamitan kepada ibu Mina dan Zain ia pulang lebih dahulu, lantaran Abi malik meneleponnya bahwa baju acara lamaran pernikahan akan ia coba terlebih dahulu.


Semua keperluan yang harus dipersiapkan di acara lamaran pernikahan Mereka, semua menjadi tanggungjawab Tante kesayangan Merisa tidak lain ibu Juni.


Hari itupun semua keluarga besar Merisa berkumpul dan mempersiapkan semuanya.


----------


Keesokan harinya,,


Semua yang diperlukan telah siap dari baju seragam, ibu Juni telah mempersiapkan tempat dekorasi, semua telah dipesan dari hidangan, camilan kering ataupun basah, pemberian kembali seserahan kepada calon mempelai pria. Dan acara lainnya sudah lengkap tinggal menunggu hari esok.


Merisa dan Zain sudah tak sabar menunggu hari esok, dimana hari bersejarah buat mereka.


.


.


.


.


"To be continued"


***Jangan lupa like, komentar, vote, rate, saran, kritik dan jadikan Favorit.

__ADS_1


#LoveyouAll♥️🤗***


~Melani Putria~


__ADS_2