Complicated Love Story

Complicated Love Story
_Sikap Yang Berbeda_


__ADS_3

Selesai mandi sore, Zanah menyempatkan waktu untuk ke rumah Fikry dengan alasan ingin meminjam bukunya. Tetapi alasan, utamanya ingin menjumpai Fikry.


“Hem,, tumben nih Kak Fikry nggak nongol sama sekali biasanya kan dia ke rumah walaupun cuma sebentar, nah ini kok nggk yah, apa dia sibuk?” Zanah bicara pada dirinya sendiri dan sedang membuka media sosial di ponsel genggamnya.


“What, apa ini, kok bisa sih?” kata Zanah terkejut.


Saat Zunairah melintas di depan Zanah ia pun bertanya.


“Ada apa Zan?” tanya bundanya.


“Hehe, nggak apa-apa kok bun,” Zanah menjadi malu di depan bundanya. Karena itu, masalah pribadi teman dekatnya.


“Oh iya, bun, aku mau ke rumah tante Zarah mau ketemu seseorang,” sambungnya lagi.


“Fikry,” jawab bundanya singkat.


“Bunda mah tau aja, hehe..” Zanah cengengesan.


Selesai berpamitan kepada Zunairah, ia pun berjalan dengan langkah yang perlahan dan kedua matanya hanya fokus ke ponsel genggamnya itu. Tiba-tiba tidak sengaja ia menabrak Fikry yang sedang memperhatikan gerak geriknya dari tadi di teras rumah dan segera berdiri di depan pintu.


“Aduh, hampir aja,” ucapannya dengan kanget.


“Kamu kalau jalan hati-hati dong,” ucap Fikry dengan sedikit cetus membuat Zanah lebih kaget.


“Kak Fikry kenapa?” tanya Zanah memperhatikan mimik wajah Fikry.

__ADS_1


“Nggak,” jawab Fikry.


“Nggak apa?” tanya Zanah bingung.


“Nggak,” jawabnya singkat.


“Nggak, apa sih? kak Fikry kok jadi gaje deh,” kata Zanah sudah mulai kesal.


“Nggak,” jawab Fikry.


“Nggak, nggak, nggak. Ya udah aku balik aja bye,” kata Zanah kesal dan pergi begitu saja.


Fikry sebenarnya tidak tahu kenapa dengan dirinya, ingin menyusul masih ragu, dan hatinya berkata lain.


“Aku kenapa sih?” tanya Fikry pada dirinya sendiri. Setelah itu, ia kembali masuk dalam rumah.


“Fik, Zanah kenapa pulang?” tanya Zarah.


“Mama lihat?” tanya balik Fikry kepada Zarah.


“Lihatlah dan bukan cuma lihat, mama juga dengar suaranya” jawab Zarah yang duduk tidak jauh dari tempat Fikry.


“Kalau mama udah tahu, kenapa nanya,” kata Fikry.


“Mama kepo dong, kamu bertengkar lagi kah?” tanya Zarah mendekati Fikry.

__ADS_1


“Nggaklah ma, biasa aja kok,” jawabnya.


Zarah tidak mau bertanya lebih jauh masalah Fikry dan Zanah, ia takut Fikry merasa tidak nyaman. Dengan perlahan dan lembutnya Zarah hanya memberikan sedikit wejangan kepada anak laki-lakinya itu.


“Fik, kamu itu udah besar yah, jadi mama tahu kamu sedang masa-masa puber. Masih mencari jati diri, masih labil dan sering ingin mencoba sesuatu hal baru. Tetapi mama ingin kamu selalu belajar hal-hal yang positif dan lebih bermanfaat buat kamu. Mama pun tahu ada saatnya kamu akan mempunyai perasaan kepada seorang perempuan, dan mama ingatkan jangan terlalu memperlihatkan perasaan kamu sebelum kamu benar-benar udah siap dan mapan.” Wejangan Zarah membuat Fikry tersentuh.


Mendengar penjelasan mamanya, Fikry hanya tersenyum dan memeluk lengan mamanya itu. Zarah pun membalas pelukan anak tampannya itu dengan rasa bahagia.


Tidak lama setelah itu, mereka bersiap-siap untuk melakukan kewajiban yang tidak bisa mereka tinggalkan. Apalagi kalau bukan shalat 5 waktu.


Selesai shalat berjamaah bersama keluarga kecilnya itu, dengan perasaan yang bingung menatap layar ponsel mengingat kejadian tadi sore. Fikry merasa bersalah sudah membuat Zanah kesal.


“Masa sih, cuma gara-gara Zanah ngomong dengan teman-teman mereka tentang aku. Aku jadi seperti ini sih, nggak aku nggak boleh gini, Zan itu cuma sepupu aku, kita nggak bisa punya hubungan lebih jauh dari sekedar persaudaraan. Iya nggak boleh.” ucapnya mantap.


Dengan perasaan yang sedikit lega, dia pun berpura-pura beralasan kepada mamanya untuk beli bakso yang menjadi kesukaan Zanah, tetapi setelah sampai di depan warung bakso itu. Fikry lupa kalau harus mengerjakan tugas yang belum ia selesaikan.


“Waduh, lupa ngerjain tugas dari guru killer, ya Allah,” katanya dengan nada sedikit cemas.


Fikry pun tidak jadi membeli bakso kesukaan Zanah, dengan sedikit terburu-buru ia hampir saja tersandung.


Tidak sengaja dengan perasaan yang aneh, ada pula sesosok wanita yang memperlihatkan dari kejauhan dengan senyum lebar dan bisa dibilang sedikit aneh.


.


.

__ADS_1


.


“To be continued”.


__ADS_2