
Dirumah Fikry,,
Fikry sedang duduk sambil belajar di meja belajarnya. Entah apa yang di pikiran Fikry mengingat temannya yang bernama Arkan itu. Fikry Merasa bahwa Arkan akan selalu ingin bermain bersama Zanah. Tapi Fikry menguatkan pikirannya bahwa itu hanya hal biasa. Toh, dia dengan Zanah selalu bersama-sama bahkan Kesekolah sama-sama. Jadi, Fikry akan bersikap biasa saja jika Arkan benar-benar hanya ingin mengenal atau pun bermain bersama Zanah saja. Seperti itulah pikiran anak-anak. Fikry Merasa kadang dia tidak ingin jika teman kecil dan teman akrabnya, menjadi berubah jika sudah mempunyai teman baru. Mungkin itulah pikiran Fikry sekarang.
Dirumah Zanah,,
Zanah sedang berkumpul bersama dengan keluarga kecilnya.
"Ayah, Kaka' udah punya teman baru loh, namanya itu. Salsa, Reza dan Ar...kan.. iya Arkan. Kaka' baru akrab sama mereka aja, yang lain belum terlalu akrab, kan baru pertama sekolah juga." Kata Zanah sambil senyum.
"Wah, Bagus dong, Kan Kaka' kan anaknya gampang bergaul. Jadi, ayah yakin Kaka' akan punya banyak teman nantinya." Kata Zaidan ayah Zanah dengan senyuman.
"Hehehe... iya insha Allah.." Kata Zanah dengan sedikit tawa.
"Ayah, aku mau dong dibeliin sepeda gitu. Kaka' mau belajar naik sepeda yah." Kata Zanah menampakkan wajah sedikit imut.
"Iya, nanti ayah akan beliin. Tapi,..." Kata Zaidan tergantung.
"Tapi apa Ayah?" Tanya Zanah kepada ayahnya penasaran.
"Tapi Kaka', harus janji belajar yang rajin dan menjadi juara kelas nanti okay?" Kata Zaidan dengan senyum.
"Iya, insha Allah.. Kaka', akan berusaha belajar dengan giat." Kata Zanah antusias.
"Bunda bangga sama kamu Kaka'." Kata Zunairah menimpali.
"Makasih bunda, Kaka' juga sayang bunda dan ayah." Kata Zanah dengan memeluk kedua orangtuanya.
__ADS_1
Suasana hangat dan bahagia menyelimuti keluarga kecil tersebut.
----------
Di sekolah,,
Pukul 07.10 pagi, Zanah dan Fikry sudah sampai di sekolahnya.
Masih ada waktu 20 menit, untuk bersantai-santai sebentar, sebelum bel lonceng masuk berbunyi.
Zanah dan Fikry duduk di kursi panjang yang terletak di depan kelasnya. Sambil ngobrol tentang pelajaran yang kemarin mereka terima. Tiba-tiba Arkan menemui mereka dan ingin ikut ngobrol bersama mereka.
"Assalamualaikum, Zanah.. Fikry.." Salam Arkan kepada mereka.
"Iya, walaikumsalam Arkan..." Jawab keduanya bersamaan.
'Kenapa nggak duduk di samping aku aja sih, kan lebih luas tuh di samping aku. (Kesal Fikry)' Dalam hatinya.
Zanah yang melihat perubahan muka Fikry langsung tertawa melihatnya. Karena dengan spontan muka Fikry berubah matanya naik ke atas (kayak emoticon ini🙄)😂
"Iya, bolehlah..." Kata Zanah kepada Arkan.
"Makasih Zanah..." Kata Arkan dengan senyum manisnya.
"Zanah boleh ajarin aku, pelajaran yang kemarin. Aku masih kurang paham soal yang ini(menunjuk buku Zanah)" Sambung Arkan kepada Zanah.
"Oh..yang ini, iya boleh.. kalau soal ini maksudnya... blabla...(Menjelaskan kepada Arkan)" Fikry yang merasa dicuekin, memilih diam saja mendengar penjelasan dari Zanah. Dia hanya diam dan merasa kesal dicuekin.
__ADS_1
"Kamu udah mengerti?" Tanya Zanah kepada Arkan.
"Makasih Zanah, aku udah mengerti." Kata Arkan dengan senyuman.
Tiba-tiba bel lonceng masuk berbunyi. Mereka akhirnya masuk kedalam kelas mereka.
Zanah merasa heran dengan perubahan sikap Fikry, dia lebih banyak diam dari biasanya. Yang dulunya dia lebih banyak bertanya kepada Zanah tentang apapun. Kini Zanah merasa ada yang berbeda. Tapi Zanah masih berfikir mungkin Fikry sedang malas saja.
Saat pulang sekolah, Zarah sudah menjemput mereka. Fikry dan Zanah pun langsung masuk kedalam mobil. Di dalam mobil Fikry masih hanya diam dan tidak bicara apapun kepada Zanah. Sesekali Fikry hanya menjawab pertanyaan dari Zarah mamanya.
'Ada apa ya, dengan Kak Fikry? kok dia nggak kayak biasanya?🤔' Batin Zanah sesekali melirik Fikry.
.
.
.
.
.
"To be continued"
***Jangan lupa like, Komentar, dukungan, saran dan kritiknya.
#LoveyouAll♥️🤗***
__ADS_1