Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 01


__ADS_3

πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


hai...hai...guyss


ini cerita pertama aku


mohon dukungannya ya


para pemain






πŸ€—


πŸ€—


πŸ€—


" aaahhh....!!! " tamara berteriak kesal, dia menumpahkan amarahnya diatas gedung pencakar langit, di sebuah perusahaan besar milik keluarga akhilendra yang sangat tersohor disegala penjuru negeri, ya...perusahan bonafit yang tentunya menjadi incaran para pencari kerja, bukan hanya soal gajinya yang begitu menjanjikan tapi juga fasilitas yang diterima oleh para karyawannya membuat kita geleng-geleng kepala tiap kali melihat nominal yang tertera pada slip gaji karyawannya.


perusahaan akhilendra memang tidak bisa dipandang sebelah mata, kepopulerannya sampai menembus pasar internasional, banyak sekali perusahaan dari berbagai negara, berlomba-lomba ingin bekerja sama dengan perusahaan elit itu, ditambah ehem...katanya...!!! ini katanya loh ya...!!!... kata orang-orang CEO nya itu ganteng pake banget cuy...!!! membuat hati para wanita meleleh bak mentega yang kepanasan tiap kali bertatap muka dengannya, wajahnya yang handsome, ditunjang dengan body jangkung nan sexy, membuat orang-orang kepincut dibuatnya, dia memang sedikit pendiam, sesuai dengan kepribadiannya yang cool abis, bikin para cowok ketar ketir menjaga pasangannya biar nggak berpaling pada CEO kesayangan author ini, tau sendirilah ya...!!! cewek-cewek kan demen banget sama cowok yang cool, misterius gimana gitu...🀭.


GARVI AKHILENDRA adalah CEO muda yang kepemimpinannya sangat diakui didunia bisnis, dengan tangan dinginnya, dia berhasil membuat perusahaan keluarganya itu menggapai puncak kesuksesannya hingga sekarang, dia memang tidak terlalu sering berinteraksi dengan para karyawannya, meskipun begitu, dia selalu memperhatikan kesejahteraan karyawannya, ya...meskipun sifatnya sedikit angkuh, namun dia tidak pernah kasar kepada orang lain, kecuali orang itu yang memulai duluan untuk mengusik hidupnya, tapi memang seharusnya begitu kan⁉️ terkadang untuk menjadi seorang pemimpin diperlukan sifat angkuh dikitlah ya, biar keliatan berwibawa gitu.


dan hal ini berbanding terbalik dengan sikap Garvi kepada tamara, pria berusia 28 tahun itu, sepertinya senang sekali mempermainkan wanita malang itu, dimata tamara, garvi adalah seorang pria yang sangat menyebalkan, mood nya susah ditebak, terkadang dia sangat perhatian kepada tamara, tapi di lain waktu dia bisa berubah menjadi pria yang sangat dingin, bahkan terkadang pula dia bisa menjadi orang yang sangat tempramen, tanpa tamara ketahui sebabnya, kalau sudah begitu, tamara hanya bisa pasrah menerima semua perlakuan sang CEO nya itu, seperti orang yang mempunyai kepribadian ganda, itulah kata yang pantas di sematkan untuk menggambarkan karakter Garvi Akhilendra, karena sifatnya yang aneh itu, membuat dunia tamara jadi jungkir balik dibuatnya, karena begitu sulitnya memahami keinginan bos nya itu.


orang-orang selalu mengatakan bahwa dia sangat beruntung menjadi sekretaris sang CEO muda nan rupawan, setiap hari dia bisa bersama pria ganteng itu, belum lagi pasti gaji tamara yang sangat besar ditambah tunjangan yang lainnya, dan setiap kali CEO nya itu ada keperluan ke luar negeri, tamara pasti diajak ( enak kan dia bisa keliling dunia, gratis pula ) itulah yang selama ini dipikirkan orang-orang diluar sana, tapi tidak begitu kenyataannya, apa yang dibayangkan orang-orang tak seindah yang tamara rasakan, sepertinya sang CEO memang hobi menyiksa sekretaris cantik kita yang satu ini, kapanpun dan dimanapun pria itu selalu saja muncul dihidupnya, mengusik ketenangan jiawanya dan yang pasti merusak hari-harinya, ( oops.....!!! kok ceritanya mirip kayak drakor itu ya⁉️ tapi tenang guys, author jamin, cerita yang satu ini berbeda kok dengan drakor itu, makanya jangan sampe absen ya buat ngebaca terus kelanjutannya πŸ€— ).


tamara benar-benar tak bisa berkutik dihadapan pria itu, ada saja hal yang selalu membuat pria itu bisa menyengsarakannya, belum lagi dengan semua prilaku anehnya yang terkadang harus membuat tamara mengelus dadanya tiap hari, tamara memang seorang sekretaris, tapi bukan berarti dia harus mengerjakan semua hal yang berhubungan dengan garvi, tapi ini apa ? tamara benar-benar mengurus semua keperluan garvi, bahkan untuk hal terkecil sekalipun .


dia itukan sekretarisnya, harusnya apapun yang tamara kerjakan pasti berurusan dengan masalah kerja, tapi nyatanya tidak seperti itu, tamara justru mengurusi semua kebutuhan CEO nya itu, dari membuatkannya sarapan, memilihkan baju kerjanya, bahkan kemanapun garvi pergi, maka tamara wajib diikut sertakan, pernah waktu itu tamara menolaknya, tapi garvi tak memperdulikannya, tamara harus ikut, dia beralasan bahwa dia malas kalau nanti dia butuh apa-apa, dia harus menunggu tamara mendatangainya, kelamaan katanya, membuat tamara ingin sekali menjedotkan kepalanya ketembok, biar dia amnesia sekalian, dia sungguh bingung menghadapi bos mudanya itu, terkadang tamara berpikir, sebenarnya dia ini sekretaris apa asisten rumah tangganya sih ⁉️, ah tamara makin pusing aja memikirkannya.


" kenapa say ? " tiba-tiba kalila sudah nongol dibelakangnya


" biasalah...si garvi rese itu " sahut tamara sewot


" sstt...jangan ngomong gitu, gimana nanti kalo ada yang denger, tar dilaporin lagi ke dia " ujar kalila sambil mendekatkan telunjuknya ke bibirnya


" aku tuh bingung deh lil, perasaan kalo ke kalian, tuh si garvi biasa aja, paling kalo kalian bikin salah aja, tuh tanduknya keluar, tapi kenapa kalo sama aku kok beda banget, aku salah apa ya sama dia? sampe dia segitunya ke aku ? " tanya tamara dengan memasang wajahnya yang menyendu.

__ADS_1


" ah ra, kamu jangan berprasangka begitu,mungkin kamu memang bisa diandalkan, makanya dia segitu bergantungnya ke kamu " jawab kalila menenangkan.


" tapi nggak gitu juga kali lil, kamu tau sendiri kan ? pagi-pagi buta aku sudah harus ke rumahnya dan mengurusi dirinya, dari mulai memasak sampai memilihkannya baju untuk bekerja, padahalkan art nya ada, kenapa dia nggak menyuruh artnya itu aja yang mengerjakan semuanya " sewot tamara.


" salah sendiri makananmu enak, jadinya kan dia ketagihan " sambung kalila sambil mencubit hidung bangir tamara.


" sakit tau, tapi kamu ada benernya juga lil, kenapa waktu itu aku ijinin dia makan masakanku, coba kalau dia tidak tau aku bisa masak, mungkin nasibku nggak seburuk ini " celoteh tamara sambil mengingat-ingat kejadian waktu itu.


kejadian dimana saat itu, tamara hendak makan siang, kebetulan sekali waktu itu dia membawa masakan buatannya sendiri, dia sengaja nggak kekantin, karena waktu itu dia sangat sibuk, jadi dia makan dimejanya sambil mengerjakan tugasnya yang belum selesai, baru saja tamara menyuap makanannya dua sendok , eh tiba-tiba tuh CEO muncul mendadak, padahal katanya hari itu dia tidak masuk karena tidak enak badan, eh..siapa sangka dia dengan wajah tegasnya tau-tau sudah ada dihadapan tamara, untung saja jantung tamara tidak copot waktu itu saking kagetnya.


flashback on :


" siang pak... " sapa tamara yang sedikit gelagapan


" hemm " sahut sang CEO


" apa bapak ada perlu dengan saya ? " tanya tamara lagi.


" hemm... " jawab garvi singkat.


eh busyet dah.... tuh CEO lagi sariawan kali ya ? ditanya baik-baik, malah cuma dijawab hamm..hemm..hamm..hemm... aja, kalo males ngomong, ngapain coba dia dateng ke kantor, ngerusak mood orang aja.


" kalo begitu, apa yang pak garvi butuhkan, saya akan menyediakannya sekarang juga " ujar tamara sopan.


garvi hanya menatap sekilas ke arah tamara kemudian langsung berlalu begitu saja menuju ke ruangan kerjanya.


tamara duduk kembali dibangkunya sambil manyun karena melihat kelakuan bos nya barusan, padahal selama ini tamara selalu bersikap baik dan sopan padanya, tapi CEO sexy nya itu selalu saja bersikap ketus kepadanya.


tut..tut..tut... suara telpon dimeja tamara berbunyi, tamarapun langsung mengangkatnya.


" ya pak garvi " ujar tamara


" keruanganku sekarang " titah garvi.


tamara pun segera masuk kedalam ruangan garvi.


" ada apa pak garvi ? " tanya tamara


" aku belum makan siang " jawab garvi


" ok, saya akan pesankan makanan untuk anda segera " timpal tamara


" aku tidak suka makanan luar " sergah garvi


" lalu anda ingin makan apa pak ? " tanya tamara lagi

__ADS_1


" aku ingin makanan yang kamu makan tadi " jawab garvi singkat, tamara mengerutkan keningnya.


" apa ? saya tidak salah dengar kan pak ? " tanya tamara lagi


" telingamu masih berfungsi dengan baik kan ? " tanya garvi mulai naik pitam


" tapi makanan itu sudah saya makan sedikit pak, lebih baik saya pesankan makanan direstoran saja " sambung tamara


" tidak, aku ingin makan itu " lanjut garvi tanpa ekspresi


" tapi pak, makanan itu udah bekas saya makan pak, nggak mungkinlah saya memberikannya kepada bapak " ujar tamara, garvi menatap tamara sejenak dengan tatapan tajamnya, lalu dia berdiri dari kursinya dan mendekatkan wajahnya ke wajah tamara.


" kamu membantah saya, apa kamu ingin saya pecat sekarang hah ! " ujar garvi penuh dengan penekanan


" kamu tidak lupa kan dengan perjanjian kontrak kerja kita " ancam garvi kemudian, tamara pun hanya terdiam.


" baiklah " jawab tamara kesal, dia pun segera keluar dari ruangan itu dan mengambil bekal makan siangnya, lalu dia pun masuk kembali keruangan bos nya itu sambil ngedumel.


" ini " ujar tamara sambil menyodorkan bekalnya dengan sedikit kasar.


garvi mengambil bekal itu tanpa melepaskan tatapan tajamnya dari tamara.


" keluar kamu sekarang " titah garvi, tamara membalik badannya dengan menahan kekesalannya.


" tunggu " sergah garvi tanpa menampilkan ekspresi apapun dari wajahnya. tamara pun berhenti dan berbalik ke arah garvi.


" mulai hari ini, kamu yang akan memasak untuk saya " ucap garvi tanpa basa basi


" maaf, apa saya tidak salah dengar barusan " sahut tamara, garvi mendelik ke arah tamara


" kamu tidak tuli kan ? sudah dua kali kamu bertanya seperti ini ? saya bilang, mulai hari ini, kamu yang akan memasak untuk saya, mengerti ? dan saya tidak suka dibantah " tegas garvi.


tamara tak menyahut, dia hanya mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya yang hampir meledak melihat perilaku garvi barusan, dasar pria arogan, seenak jidatnya saja menyuruh-nyuruh orang, tapi tamara tak mampu berbuat banyak, kalau situsi sudah begini, tamara lebih memilih diam dan menuruti kemauan bosnya itu, dia tidak mau sampai CEO nya itu marah lagi kepadanya, dia takut tidak bisa menahan diri lagi.


" baik pak " jawab tamara seraya pergi meninggalkan ruangan garvi.


flashback off :


itulah awal mula kejadian dimana tamara akhirnya setiap hari harus memasak makanan untuk sang CEO garvi.


" kamu bener lil, ah sudahlah... tidak usah dibahas lagi, pusing aku, thanks ya lil buat pencerahannya !!! " ucap tamara


" sama-sama ra, yuk kita masuk aja ke dalam, kerjaanku masih numpuk " ajak kalila.


mereka berduapun akhirnya masuk kembali ke dalam dan menyelesaikan pekerjaannya agar bisa pulang sore.

__ADS_1


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2