Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 02


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


" hoammm....!!! " tamara menguap dengan cantiknya, dia baru saja bangun dari tidurnya, matanya masih enggan dibuka, dia berusaha untuk tidur kembali, namun, baru satu detik tamara memejamkan matanya, tiba-tiba dia membelalakan matanya, ah... hampir saja dia lupa kalau dia ada janji dengan seseorang hari ini, seseorang yang sangat spesial dalam hidupnya, uh... tamara jadi bersemangat, terasa begitu indahnya hari ini, inilah hari yang selama ini dinantikannya, karena hari ini vandra akan mengajaknya kencan, hhmm... pipi tamara jadi memerah dibuatnya, membayangkan ke romantisan mereka nanti.


KIVANDRA GUNADHYA, pria tampan yang menjadi tambatan hati tamara selama ini, dia juga seorang pengusaha muda yang cukup sukses, meskipun perusahaan keluarganya tidak sebesar perusahaan milik keluarga akhilendra, namun begitu, keberadaannya cukup diperhitungkan dikalangan pebisnis lainnya.


tamara bergegas menuju kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, dia mandi sambil bersenandung dengan riang, heh...hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggunya, setelah hari-harinya yang dipenuhi dengan kepenatan, kini saatnya tamara untuk merilekskan dirinya sendiri, ooppss...!!! salah deh, bukan sendiri, tapi berdua, bersama kekasih tercintanya, vandra.


tamara memakai gaun berwarna salem, dia terlihat manis dengan menjepit sebelah rambut panjangnya, bibirnya yang mungil, dipolesnya dengan lipstik berwana peach, wajahnya berhiaskan make up yang sangat flawless, dan itu menjadi ciri khasnya tamara, dia tidak suka dandan yang berlebihan.


bip..bip..bip...


hp tamara berdering, diapun langsung mengambil hp nya yang ada diatas kasur, dilihatnya sekilas layar ponselnya, ternyata itu adalah chat dari vandra.


" sayang, apa kamu udah siap ? " tanya vandra, tamara jadi senyum-senyum sendiri setelah membaca isi chat itu.


" sebentar lagi, tunggu ya ? " balas tamara


" ok my queen, aku akan selalu menunggumu, aku sudah ada dibawah " lanjut vandra.


tamara langsung bergegas menuju ke balkon apartemennya, kebetulan tempat tinggalnya tamara berada dilantai empat, jadi tidak terlalu tinggi sehingga dia bisa melihat jelas kekasihnya itu yang tengah melambaikan tangannya di bawah sambil tersenyum dengan manis.


tamara pun membalas lambaian tangan kekasihnya itu dengan senyum yang tak kalah manisnya, kebahagiaan kini melingkupi dirinya, lalu kemudian dia masuk kembali ke apartemennya dan menyelesaikan kegiatan bersoleknya.


apartemen milik tamara memang tidak terlalu luas, meskipun begitu, sebisa mungkin tamara menambahkan beberapa ornamen untuk mempercantik tempat tinggalnya, agar siapapun bisa betah tinggal didalamnya, tamara memilih beberapa ornamen yang tidak terlalu memakan banyak tempat, sehingga apartemennya itu tetap terlihat luas.


tamara langsung memasukan semua barang yang akan dibawanya ke dalam tas mungilnya, kemudian dia turun menggunakan lift.


tak lama lift itu pun sampai dilantai bawah, tamara pun keluar dengan tergesa-gesa, karena saking semangatnya ingin menemui kekasihnya itu, dia berlari kecil untuk menyambut vandra yang sudah menunggunya dilobby, dan tanpa disadarinya, hampir saja tamara terjatuh karena permukaan lantai yang licin, maklum habis di pel barusan oleh petugas kebersihan, namun sepertinya dia lupa untuk memberi tanda bahwa lantai itu masih licin, untung saja vandra sigap menangkapnya.


" ah... !!! " pekik tamara


" awas sayang... " ucap vandra yang cukup panik melihat kekasihnya yang hampir terjatuh itu.


" hati-hati " lanjut vandra sambil melepaskan tamara dari dekapannya dengan hati-hati, terlambat sedikit, sudah dipastikan tamara pasti akan langsung terjengkang di lantai.


" maaf " celoteh tamara dengan memasang wajah kekanak-kanakannya

__ADS_1


vandra hanya bisa menghela napas melihat tingkah tamara yang menggemaskan itu, ya...hanya kepada vandra lah, tamara bisa mengekspresikan perasaannya, dia begitu bahagia bila sedang bersama vandra, dan vandra tidak bisa marah bila kekasihnya itu sudah memasang wajah menggemaskannya itu, dengan kerlingan nakalnya membuat vandra luluh seketika.


" jadi, sekarang kita akan kemana sayang ? " tanya vandra


" mmm...sepertinya, hari ini aku ingin ke kebun binatang " jawab tamara


vandra sedikit terkejut, ada gerangan apa gadisnya itu tiba-tiba ingin kekebun binatang.


" kamu yakin sayang ? " tanya vandra lagi


" kenapa? kamu tidak mau mengantarku? " tanya tamara lagi


" bukan begitu, tumben aja kamu tiba-tiba pengen pergi kesana " jawab vandra keheranan


" entahlah, tiba-tiba saja muncul dipikiranku, sepertinya... tempat itu memiliki kenangan tersendiri buat aku, tapi kamu mau kan mengantarkan aku kesana ? " tanya tamara sambil menatap wajah vandra


vandra tersenyum ke arah tamara, lalu membelai rambut panjang milik tamara.


" kemanapun, asalkan sama kamu " ujarnya, membuat hati tamara menghangat.


vandra langsung membukakan pintu mobilnya, tamarapun masuk kedalam dan segera memasang sabuk pengaman, lalu setelahnya vandrapun menyusulnya ke mobil, merekapun langsung meluncur ke kebun binatang.


sepanjang jalan vandra tidak pernah melepaskan pegangan tangannya dari genggaman tamara, ah...vandra sangat tergila-gila dengan gadis disampingnya ini.


wanita cantik dengan segudang pesona, bukan hanya wajahnya yang tak bosan dipandang tapi kepribadiannya yang juga luar biasa, hatinya yang baik selalu saja membuat siapapun yang berada disekitarnya merasa nyaman.


vandra mengenal tamara sekitar delapan tahun yang lalu, disebuah cafe, kala itu tamara terlihat seperti sedang kebingungan ketika hendak membayar makan dan minumannya, dia terlihat gelisah menunggu di meja kasir, tangannya tiada lelah memainkan jemarinya yang sedikit gemetar, ditambah wajahnya yang menyiratkan kekhawatiran, dan hal itu berhasil menarik perhatian vandra yang kala itu kebetulan sedang ada janji temu dengan vendor perusahaannya di tempat itu.


" apa ada masalah ? " tanya vandra menginterupsi perdebatan yang tengah terjadi antara tamara dan pelayan cafe itu.


saat itu vandra melihat tamara yang dengan wajah cemasnya berusaha sebisa mungkin untuk bernegosiasi dengan pelayan cafe, dia terlihat memohon berkali-kali kepada pelayan cafe itu, namun tak jelas apa yang mereka bicarakan, itulah mengapa, dengan rasa penasarannya vandra mencoba mendekati mereka untuk mengetahui apa yang terjadi.


" maaf, anda siapa memangnya ? " tanya pelayan cafe itu


" oh.. saya temannya, jadi, bolehkah saya tau ada masalah apa dengan teman saya ini ? " jawab vandra yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan lagi.


" begini tuan, teman anda ini tadi makan disini, namun dia tidak bisa bayar " ujar sang pelayan


" bukan tidak bisa bayar, tapi dompet dan hp aku kebawa tadi sama temenku, makanya aku ingin meminjam telpon disini untuk menelepon temen aku itu " jelas tamara


" maaf ya mba, kami ini udah terlalu sering menghadapi orang seperti mba ini, itu pasti cuma alasan mba nya aja kan, biar bisa kabur dari sini " ujar pelayan itu


" ya ampun dah ni orang nggak percayaan banget " sahut tamara yang mulai emosi


" oh begitu rupanya, begini saja, biar saya yang bayar, berapa semuanya ? " tanya vandra


" 365 000 " kata pelayan itu

__ADS_1


vandrapun mengeluarkan uang cash sebanyak 500 000


" kembaliannya ambil saja, dan saya harap urusan ini, cukup sampai disini saja, tidak usah diperpanjang " lanjut vandra


" baik tuan, terima kasih " ujar pelayan itu


" excuse me, anda siapa ya ? mengapa ikut campur dengan urusan saya ? saya bisa mengurus masalah saya sendiri, jadi anda tidak perlu ikut campur " kata tamara dengan menggunakan bahasa baku karena orang yang dia ajak bicara, tidak dikenalnya sama sekali, tapi berani-berani mencampuri urusannya, dan itu membuatnya kesal, itulah mengapa dia menggunakan bahasa resmi seperti itu karena tidak suka dengan sikap vandra yang sksd.


vandra tersenyum kepada tamara, lalu mengeluarkan kartu namanya.


" ini kartu nama saya, jika anda mau mengembalikan uang saya, anda bisa datang ke kantor saya, permisi " ujar vandra tanpa memperdulikan perkataan tamara, diapun langsung pergi begitu saja meninggalkan tamara yang masih memasang wajah penuh tanyanya.


" heh... tunggu ! " tamara berteriak mengejar vandra , namun vandra tak mendengarkannya, dia terus saja melangkah menuju ke mejanya kembali untuk meneruskan urusannya dengan vendor dari perusahaan Gunadhya, nama perusahaan milik keluarganya, belum juga vandra sampai dimejanya, tamara berhasil mencegatnya.


" maaf, saya tidak kenal anda, jadi tolong jangan ikut campur urusan saya, ini.. " tamara segera melepaskan kedua anting kesayangannya


" saya rasa ini cukup untuk mengganti uang anda tadi, saya tidak mau berhutang apapun, apalagi dengan orang yang saya tidak kenal " lanjut tamara.


tamara hendak beranjak pergi namun langkahnya terhenti karena kini vandra menahan sebelah tangannya, agar gadis itu menghentikan langkahnya.


tamara menoleh ke arah vandra, vandra pun langsung menaruh kembali anting tamara ke telapak tangannya.


" saya percaya kalo anda tidak suka merepotkan orang lain, tapi saat ini sepertinya anda sedang membutuhkan bantuan jadi saya sebagai manusia yang bermoral, berinisiatif untuk membantu sesama manusia, jadi tolong jangan tolak bantuan saya, apakah anda ingin menghalangi saya untuk berbuat kebaikan " ujar vandra, tamara tak membantah, dia hanya menatap vandra dengan sinis.


" ini, saya kembalikan anting anda, saya tidak memerlukannya, jika memang anda merasa tidak ingin berhutang budi pada saya, anda bisa mengembalikan uang saya ke kantor saya, dikartu nama saya, ada alamat lengkap kantor saya dan juga ada nomer telpon saya, anda bisa menghubungi saya kapan saja untuk membuat janji temu, saya permisi, karena saya masih ada urusan " lanjut vandra.


tamara hanya tertegun mendengar penuturan vandra, ya... memang untuk saat ini, tamara memang sedang membutuhkan bantuannya, jika dia bersikeras untuk menolak, maka bisa dipastikan dia akan terlambat untuk kembali ke kantor, dan jika hal itu terjadi, sudah dipastikan dia akan dikenakan SP karena telah melewati jam istirahat yang sudah ditentukan perusahaannya, jadilah tamara harus berbesar hati dan menurunkan egonya sedikit untuk menerima bantuan dari pria yang tidak dikenalnya itu.


🤗🤗🤗🤗🤗


tamara tiba-tiba tertawa sendiri tanpa sebab, membuat vandra yang ada disampingnya jadi penasaran.


" ada apa ? mengapa tiba-tiba kamu ketawa sendiri hah ? " tanya vandra sambil mencubit gemas pipi tamara


" sekilas aku teringat pertemuan pertama kita dulu " jawab tamara


" aa..itu, ya... aku ingat, dan harusnya, waktu itu aku berterima kasih kepada temanmu yang telah membawa dompet dan hp mu itu " sahut vandra


" maksudmu ? kamu seneng gitu kalo aku susah ? " tanya tamara memberengut


" bukan itu sayang, kalo dia tidak melakukannya, maka tidak akan ada hari ini, kebersamaan ini dan kebahagiaan ini, bukankah itu patut untuk disyukuri " jawab vandra


tamara tersenyum dan langsung mendaratkan kepalanya kebahu kekasih tampannya itu, vandrapun ikut tersenyum dengan terus fokus menatap jalanan didepannya.


" jadi kamu bahagia bersamaku ? " tanya tamara manja


" tentu saja aku bahagia, siapa coba yang tidak bahagia ? punya pacar yang cantik dan baik hati sepertimu " jawab vandra lembut

__ADS_1


hati tamara langsung berbunga-bunga mendengar jawaban vandra barusan, sepertinya hari ini, akan menjadi hari yang sangat menyenangkan dalam hidupnya, bersama pria yang dicintainya, dia akan menciptakan lagi satu cerita untuk kehidupannya, cerita tentang perjalanan cintanya dengan vandra, dan semoga sampai tiba saatnya, kebahagiaan akan menaungi dirinya dan vandra, semoga....!!!


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2