Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 19


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


" vi, ada yang ingin aku bicarakan, ini serius " ujar kyle, dokter pribadi garvi


" ada apa kyle ?, maaf aku tidak punya banyak waktu, aku harus menyelesaikan beberapa rapat penting lagi disini, jadi tolong cepat sedikit " sahut garvi


" ini soal tamara " jelas kyle


" tamara ? " garvi bingung


" iya tamara, cewek yang ada di rumahmu itu " tegas kyle


" bikin masalah apa lagi dia ?, baru ditinggal sehari saja sudah bikin masalah, dasar tukang onar " omel garvi


" ini soal penyakitnya " jelas kyle


" sakit, dia sakit apa memangnya ? " tanya garvi mulai serius, dia menghentikan sejenak kegiatannya, yang tengah memeriksa beberapa dokumen rapat.


" tadi pagi tamara pingsan lagi, seperti waktu itu, dan aku sudah bilang kan kepadamu, kalau tamara menderita amnesia, dan sepertinya ingatan masa lalunya mulai kembali " timpal kyle, garvi hanya menyimak


" dan pagi ini, hal itu terulang kembali, aku tadi di telpon oleh nanna, katanya tamara pingsan, setelah aku periksa ternyata pingsannya diakibatkan oleh ingatan dimasa lalunya yang perlahan mulai diingatnya, dan setiap kali ingatannya mulai mengisi memori yang hilang di otaknya, dia akan merasakan sakit dikepalanya, dan karena tak tahan menahan rasa sakitnya, akhirnya dia pingsan " tutur kyle


" ya, aku ingat, seberapa parah kali ini ? " garvi agak khawatir, dia sedikit terkejut mendengar kabar ini, bagaimanapun tamara adalah pegawainya, dan selama ini gadis itu sudah mengurus keperluannya dengan baik, jadi nggak apa-apa kan kalau garvi mengkhawatirkannya, biarpun cuma sedikit.


" cukup serius, jika dia terus terusan begini, aku khawatir jika otaknya kembali mengalami pendarahan, akan terjadi komplikasi, dan itu akan membahayakan dirinya, memang ini kasus yang cukup langka, tapi itu bisa saja terjadi, tapi aku harus memeriksanya lebih lanjut " lanjut kyle


" baiklah, aku mengerti, sorry kyle, aku harus pergi sekarang, nanti kita bahas lagi masalah ini " ujar garvi

__ADS_1


" ok, nanti jika kamu balik ke venice, jangan lupa mampir ke tempat praktekku, kita bahas lagi masalah ini, ini penting vi "


sahut kyle


garvi segera menutup telponnya, dia memejamkan sejenak matanya yang terasa lelah, kepalanya juga sedikit sakit, namun apalah daya, masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikannya di paris, dia belum bisa istirahat sekarang.


garvi beranjak dari duduknya, dia mengenakan kembali jasnya, karena dia akan mengahadiri rapat untuk kesekian kalinya, namun ponselnya berdering, dilihatnya nama si penelepon, ternyata dari nanna, garvi langsung mengangkatnya.


" ada apa nanna ? " tanya garvi


" maaf tuan, saya mau melaporkan sesuatu " jawab nanna


" apa ada masalah ? " tanya garvi khawatir


" tadi pak vandra datang kemari " timpal nanna


garvi menggeram, tangannya mengepal, tiap kali dia mendengar nama pria itu, jiwanya selalu bergemuruh, ingin sekali dia melenyapkan pria itu dari muka bumi, namun saat ini, dia tidak bisa melakukannya, belum waktunya.


" apa yang dilakukannya ?, kemana memangnya para penjaga ?, mengapa mereka tidak bisa menghalanginya ?, dia kan hanya sendirian ?, masa mereka tidak bisa menghadangnya ?, buat apa aku mempekerjakan mereka ?, kalau mengurus masalah kecil begini saja tidak becus, kurang ajar, akan kupecat mereka semua " hardik garvi


" maaf tuan garvi, mereka tidak bersalah, tadinya mereka akan mengeluarkan pak vandra dari rumah, tapi saya melarangnya " jelas nanna


" tuan boleh memarahi saya nanti, tapi menurut saya, mereka memang perlu bicara, ini penting untuk non tamara " ujar nanna, garvi diam , dia tidak bisa berkomentar apapun.


nanna sudah seperti neneknya sendiri, tentu dia sangat menghormatinya, dia tidak sampai hati marah padanya, karena dia sangat menyayangi wanita paruh baya itu, jadinya garvi hanya menghela napas panjang, untuk meredam emosinya yang hampir saja meluap.


" tapi, bukankah tamara sedang tidak sehat ? " tanya garvi


" tuan tau dari mana ? " nanna balik bertanya


" kyle yang mengatakannya " jawab garvi


" oh, itulah mengapa saya bilang bahwa non tamara perlu untuk berbicara dengan pak vandra, ini semua untuk kebaikannya, tuan jangan hanya memikirkan ego tuan saja, tapi berpikirlah bagaimana jika tuan yang ada diposisi non tamara " nasehat nanna


" baiklah, aku mengerti " sahutnya kemudian.


" tuan, maaf jika saya lancang, tapi saya melakukan semua ini bukan karena saya membela pak vandra ataupun non tamara, tapi ini semua demi kebaikan tuan, percayalah, kebahagiaan tuan adalah segalanya bagi saya " ucap nanna tulus

__ADS_1


" aku percaya padamu nanna " timpal garvi


" baiklah, aku pergi dulu nanna, tolong jaga semua yang ada disana, aku sangat mengandalkanmu nanna " lanjut garvi


" baik tuan, saya akan menjalankannya sebaik mungkin, sesuai dengan apa yang tuan perintahkan " sahut nanna


hari ini, hari yang cukup berat buat garvi, ada dua berita buruk yang diterimanya dalam satu hari ini, belum lagi jadwal pertemuannya yang padat, membuatnya lelah jiwa dan raganya, dia memijit pelipisnya karena merasa sakit dikepalanya.


" ayo vi " ajak ghibran yang baru saja masuk keruangan garvi


" apa semua jadwal meeting bisa dimajukan ? " bukannya menyahut, garvi malah bertanya


" kenapa ? apa ada masalah di milan ? " ghibran balik bertanya


" hemm... " gumam garvi tidak jelas


" baiklah, akan aku usahakan " ujar ghibran mengerti


" tolong ya bran, perasaanku tidak enak, sepertinya akan terjadi sesuatu yang buruk " timpal garvi agak resah


ghibran mengerti, lalu akhirnya kedua pria itu pun pergi menghadiri pertemuan demi pertemuan untuk menyelesaikan semua urusan mereka sesegera mungkin.


🤗🤗🤗🤗🤗


vandra keluar mansion garvi dengan gontai, hatinya pilu mendapati gadisnya yang ternyata sedang sakit, ingin sekali vandra menjaga tamara saat ini, namun sepertinya gadis itu eggan didekati olehnya, jangankan didekati, melihat wajah vandra saja, dia tidak mau.


vandra mengerti dengan sikap tegas tamara, tapi ini semua juga menyakitkan baginya, dia sadar, kalau saat ini tamara tengah menunjukan harga dirinya dihadapan vandra, padahal, tanpa begitupun, dimata vandra, tamara adalah gadis terhormat, sejujurnya dia sangat mengagumi tamara dengan prinsipnya itu, tapi entah apa yang ada dipikirannya, dengan tanpa pertimbangan, dia langsung menghakimi tamara dengan semua tuduhannya yang tak beralasan, bahkan sebelum gadis itu sempat menjelaskan apapun kepadanya.


di tatapnya lagi mansion garvi, bukan karena dia mengagumi kemewahan kediaman garvi, tapi yang ada dimatanya hanyalah tamara, dia berharap tamara akan datang menyongsong dirinya, dan mau memaafkannya, serta memberinya kesempatan, tapi yang ada hanyalah semilir angin yang seakan membawakan pesan penderitaan dari tamara.


dengqn perasaan kecewa karena tak berhasil membujuk tamara, vandrapun meninggalkan rumah garvi dengan membawa separuh hidupnya, karena separuh hidupnya lagi ada didalam rumah itu, bersemayam didalam hati tamara.


tamara hanya memperhatikan vandra dari kaca jendela, sejujurnya diapun sakit melihat wajah vandra yang sedih begitu, dia tidak ingin melihat vandranya merana karena dirinya, tapi ini pun tidak mudah baginya, tidak semudah itu memaafkan seseorang yang telah menginjak harga dirinya, terlebih vandra yang melakukannya, meskipun dia memberikan kesempatan lagi kepada vandra, namun seumur hidupnya, dia tidak akan pernah bisa melupakan ini, dan itu bisa menggoyahkan perjalanan cintanya dengan vandra nanti, sebab dalam suatu hubungan, dibutuhkan kepercayaan, jika itu tidak ada, maka hubungan itu akan dengan mudah dipatahkan oleh sebuah keraguan.


butuh waktu dan butuh keberanian untuk melakukan itu, dan tamara belum ada di fase keduanya, dia bahkan masih terkungkung dalam kesendirian, sulit baginya untuk bisa tersenyum seperti dulu, hari-harinya dipenuhi oleh lara yang membelenggunya, membuatnya terbuai didalam sendu yang berkepanjangan.


tamara menyentuh kaca jendela yang mana disana ada sketsa mobil vandra yang melaju dengan perlahan, matanya masih dipenuhi cinta, tapi itu semua tidak cukup untuk membuatnya berlari ke dalam pelukan pemuda yang sudah bertahun-tahun menjalin kasih dengannya.

__ADS_1


dulu vandra adalah kebahagiaan bagi tamara, tapi kini, pria itu justru menjadi penyebab didalam setiap kesedihannya.


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2