
🤗🤗🤗🤗🤗
.
.
.
.
.
tamara bengong sendirian di atas balkon apartemennya, dia masih memikirkan perkataan security tadi pagi, dia bingung, ketika dirinya disuruh pulang begitu saja, apa itu tandanya dia dipecat atau giman ya ?, duh tamara jadi galau begini, harusnya waktu itu dia tanya dulu ke garvi, tapi karena saking keselnya, dia malah main pulang aja, jadi aja sekarang berabe urusannya.
apa dia tanya langsung saja ya sama garvi, dia kan punya nomer ponselnya, tapi nanti kalau tidak diangkat gimana?, kan malu, mau ditaruh mana coba nanti muka cantiknya, kok jadi ribet gini ya , tamara jadi mondar mandir tak karuan karena gelisah memikirkan nasibnya diperusahaan Akhilendra.
malam terlihat sangat indah, ditemani rembulan dan bintang-bintangnya, tapi itu tidak selaras dengan apa yang di rasakan tamara saat ini, dia bahkan tidak bisa menikmati keindahan alam dimalam ini.
gadis itu begitu resah memikirkan hari esok, apa yang harus dilakukannya, apakah dia berangkat kerja atau berdiam diri dirumah saja, atau bagaimana ,tapi pada siapa dia harus bertanya, ini kan semua keputusannya garvi, jadi percuma juga kalau nanya sama yang lainnya, mereka pasti tidak tau juga, sama seperti dirinya.
" lil, besok aku nggak masuk kerja " adu tamara
" loh kenapa ?, kamu nggak lagi sakit kan ra ? " tanya kalila khawatir
" kan kamu denger sendiri, tadi pagi security bilang aku nggak dibolehin masuk ke dalem " jelas tamara
" tapi kan kamu nggak dipecat ra " ujar kalila
" kata siapa ?, memangnya pak garvi bilang gitu ke kamu? " tanya tamara
" ya.. enggak sih, tapi kan tidak ada pemberitahuan juga kalau kamu dipecat " ralat kalila
" tapi aku nggak dibolehin masuk ke perusahaan lil, berarti apa dong maksudnya ? " tekan tamara
kalila terdiam sejenak, berpikir
" gini aja deh, gimana kalau besok aku tanyain dulu ke pak garvi, biar jelas gitu " saran kalila
" nggak usah lah lil, biarin aja, kan dia sendiri yang ngelarang aku masuk kerja, jadi kalau dia butuh aku, dia pasti akan dateng sendiri nemuin aku, bukan salahku kan kalau aku bolos kerja " kekeh tamara
__ADS_1
" ampun dah nih anak, susah banget dibilanginnya " omel kalila
" biarinlah lil, biar si pak garvi yang belagu itu tau rasa " sahut tamara
" gimana kalau pak garvi nggak peduli, terus dia beneran mecat kamu, gara-gara kamu nggak masuk kerja, hayo ? " tantang kalila
" y ya, terpaksa aku nyari kerjaan lain " gagap tamara
kalila henya menanggapinya dengan gelengan kepala, meski tamara sendiri tidak akan bisa melihatnya, karena memang mereka berbicara melalui sambungan telpon.
pagipun menyapa melalui keindahaan mentari yang mulai menghangatkan jiwa dan raga, seperti biasa, orang-orang pun mulai sibuk beraktifitas rutin setiap harinya.
garvi memasuki perusahaan keluarganya, dia berjalan dengan tegap, khasnya seorang CEO muda yang penuh dengan semangat membara, semua para karyawanpun berdiri, menyapa bos muda mereka, garvi hanya menganggukan kepala dan terus melangkah maju.
garvi mengayunkan kakinya menuju ke ruangannya, hari ini sepertinya akan sibuk sekali buat garvi, karena padatnya jadwal meeting yang harus dihadirinya hari ini.
tibalah garvi di meja kerja sekretarisnya itu, meski dia tidak menoleh secara langsung, tapi dia tau bahwa sekreatisnya yang satu lagi tidak ada ditempatnya, gadis yang sangat mengganggu penglihatannya, diakui atau tidak, nyatanya dia adalah pegawainya yang paling ngeyel tapi juga yang paling bisa diandalkannya, tamara hazeena, dia ternyata serius dengan ucapannya kepada kalila, bahwa dia tidak akan masuk kerja hari ini.
lisa sontak berdiri, dia cukup kaget melihat garvi yang sudah datang pagi sekali, biasanya dia akan datang siangan dikit, tapi memang, semenjak garvi membebaskan tamara dari tugas rutinnya di kediamannya, maka sejak itu pula, pria itu selalu datang pagi-pagi ke kantor, membuat karyawan lain tidak bisa santai kayak dulu, kini merekapun harus datang lebih awal karena takut keduluan bosya.
" bisa masuk keruanganku sekarang " titah garvi kepada lisa, melalui sambungan telpon di meja kerjanya
" duduk " suruh garvi, lisa menurut
" ada yang bisa saya bantu pak ?" tanya lisa
" orang disebelahmu kemana ? " tanya garvi
" maksud pak garvi, ibu tamara ? " lisa memastikan
" memangnya ada yang lain, disampingmu, selain dia " tegas garvi
" maaf pak garvi, saya salah " sesal lisa
" ya sudah, jawab " desak garvi
" sepertinya beliau tidak masuk hari ini pak garvi " jawab lisa ragu karena memang dia sendiri tidak tau
" sepertinya ?, jadi kamu juga tidak tau keberadaannya ?, kamu itu sebagai rekan kerjanya harusnya mencari tau, kenapa rekanmu tidak masuk hari ini, kamu kan punya nomer ponselnya, kenapa tidak segera menghubungi dia " omel garvi
__ADS_1
" maaf pak garvi, tadinya saya mau menelpon bu tamara, tapi pak garvi keburu datang, jadi saya belum sempat melakukannya " sahut lusa
" jadi kamu menyalahkan saya ?, karena saya datng pagi, ini perusahaan saya, suka suka saya mau datang jam berapa " sentak garvi
" bukan begitu maksud saya pak, tolong maafkan saya pak, saya tidak bermaksud menyalahkan bapak " ujar lisa
" sudahlah, kalau begitu, kamu tidak usah menelpon dia, biarkan saja seperti itu, biar dia nanti saya yang urus sendiri, kamu kerjakan saja urusanmu, biar tamara aku yang akan menanganinya sendiri " perintah garvi
" sekarang pergilah, lanjutkan pekerjaanmu " sambung garvi
" baik pak garvi, saya permisi " pamit lisa, dia segera pergi meninggalkan ruangan garvi.
" dasar cewek labil, apa sebenarnya yang dia inginkan ?, begitulah kalau berurusan dengan makhluk aneh, ada saja kelakuannya yang di luar kemampuan akal manusia, aku ingin tau, sampai kapan dia mau berbuat seenaknya seperti itu " gumam garvi.
dan hari-hari selanjutnyapun ternyata sama saja, tamara tidak lagi menampakan wujudnya di perusahaan Akhilendra, membuat orang-orang yang ada disekitar lingkungan tempatnya bekerja jadi penasaran, mengapa sudah tiga hari ini gadis itu tidak bekerja, apakah dia sakit atau memang dia sudah dipecat dari sana, tapi jika memang dia pecat, tidak ada satu orangpun yang disuruh untuk membuat surat pemecatannya, atau jangan-jangan dia mengundurkan diri ?, tapi juga tidak ada yang menerima surat pengunduran diri darinya.
padahal yang mereka tau selama ini, garvi sangat ketergantungan dengan tamara, apapun itu, garvi selalu saja melibatkan tamara dalam semua urusan pekerjaannya.
semua orang pun mengakui kalau kinerja tamara dikantor sangat bagus, dan itu sudah dibuktikan olehnya selama setahun ini, dia bisa menghandle semua pekerjaannya dengan baik tanpa kesalahan sedikitpun.
" apa yang dilakukannya selama ini ? " tanya garvi kepada anak buahnya yang kini tengah berdiri menghadap dirinya
" tidak ada tuan, selama saya mengawasinya, dia tidak pernah pergi kemanapun, sepertinya dia mengurung dirinya diapartemennya " lapornya
" kamu yakin dia tidak pergi kemanapun ?, atau apakah ada seseorang yang menemuinya ? " tanya garvi lagi
" tidak ada tuan, tapi waktu itu, pak vandra sepertinya tengah menunggu dia di lobby, tapi bu tamara tidak menemuinya, akhirnya pak vandra pun pergi dengan ekspresi wajahnya yang marah " jawabnya
" kamu yakin itu vandra ? " selidik garvi
" yakin tuan, saya masih ingat wajahnya, sewaktu pak vandra datang ke rumah tuan waktu itu " yakinnya
" ok, terima kasih info nya dan kamu tidak usah mengintai tamara lagi, lanjutkan saja pekerjaanmu seperti biasanya " suruh garvi
" baik tuan " ucapnya seraya meninggalkan ruangan itu
garvi memutar kursinya kebelakang, dia memandangi seluruh kota venice sambil memikirkan sebuah rencana untuk tamara, lalu garvi pun tersenyum penuh makna, sepertinya dia sudah menemukan ide cemerlang untuk menangani sekretarisnya yang satu itu.
🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1