Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 06


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


Garvi kini telah berada dipekarangan mansionnya, dia terlihat kesal melihat tamara yang masih saja seperti itu, dia tau gadis itu terpukul karena kejadian tadi, tapi justru karena hal itu juga yang membuat geram dirinya, karena kini dia harus mengurus tamara.


Garvi turun dari mobilnya dan menuju ke sebelah untuk membukakan pintu mobil disebelah tamara.


" ayo turun ! " ujarnya jengah


tapi lagi-lagi tamara tetap bersikap sama, dia hanya diam dengan menyisakan jejak air matanya yang mengering, sementara tubuhnya tak berhenti gemetar, rasa takutnya sudah menguasai dirinya.


dengan tidak sabaran, garvi menarik paksa tangan tamara dari hand grip mobilnya, dia sudah menyerah menghadapi tamara, lalu dengan kasarnya dia menyeret tamara keluar dari mobilnya, namun gadis itu memberontak, meski tidak ada suara dari mulut tamara, tapi tubuhnya menolak turun dari mobil garvi.


Garvi terus memaksa tamara agar turun dari mobilnya, tapi gadis itu pun tidak menyerah sama sekali, dia terus saja meronta dan berpegangan pada apa saja yang bisa digapainya, tapi apalah daya, tamara kalah tenaga oleh garvi, tanpa basa-basi garvi langsung membopong tamara di bahunya dan membawanya masuk ke dalam, meskipun gadis itu terus memukuli punggung garvi dengan kedua tangannya, melihat kejadian itu, semua anak buah garvi berusaha membantu majikannya itu, namun garvi melarang mereka mendekat.


setelah sampai didalam rumah, garvi langsung menurunkan tamara, gadis itu segera berlari ke sudut ruangan dan mulai menangis lagi, garvi begitu frustasi menghadapi situasi yang tak diduganya sama sekali, ada apa dengan wanita itu ❔, dia tau peristiwa tadi pasti akan membuat sipapun merasa ketakutan bila mengalaminya, tapi sepertinya reaksi tamara itu sangat berlebihan, garvi membanting pas bunya yang ada di atas meja tamu, dia begitu emosi, dia sudah kehabisan akal menghadapi tamara.


melihat itu tamara semakin menyembunyikan dirinya, dadanya semakin terasa sesak, matanya membelalak karena tak bisa menghirup udara, perasaan tertekannya begitu menghimpit paru-parunya, seakan-akan ada batu yang menyumbat aliran pernapasannya, dan itu membuatnya susah untuk menghisap oksigen, lalu tiba-tiba dia berteriak.


" aaahhh....‼️ " jeritnya kencang.


suara jeritannya sampai menggema didalam ruang tamu yang sangat mewah itu, tamara memegangi kepalanya, dia merasakan sakit yang luar biasa dikepalanya, seakan kepalanya tengah dipasangi pasak dan menembus hingga kebagian belakang kepalanya, tamara ambruk kelantai seketika, lalu kemudian semuanya menjadi hening.

__ADS_1


garvi yang melihat kejadian itu, cukup panik dibuatnya, dia langsung menghampiri tamara yang sudah terdiam, matanya memejam dengan tubuhnya yang sudah terbaring dilantai, karena saking paniknya garvi langsung membopong tamara ke kamarnya, dia bahkan tak sempat berpikir bahwa dia telah membawa gadis itu ke tempat pribadinya, tempat yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun kecuali dirinya dan nanna, nanna adalah kepala asisten rumah tangga garvi, dan art yang lain tidak diperkenankan untuk memasuki kamar garvi.


kamar itu begitu spesial bagi garvi, hanya orang yang akan dia jadikan istrinyalah yang berhak masuk kekamar itu, tapi nyatanya, diluar kesadarannya, garvi sendirilah yang membaringkan tamara diatas kasurnya yang empuk itu, entah mengapa dia melakukannya, sepertinya dia sudah linglung, sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa dia telah membiarkan tempat paling pribadinya di mansion itu dijamah oleh orang lain, dan itu bukan orang spesial dalam hatinya , apa lagi istrinya, melainkan hanya seorang pegawai biasa di perusahaannya.


" nanna... !!! " panggil garvi


" iya tuan " jawab seorang wanita paruh baya namun berbusana rapih


" panggil dokter kyle kemari, suruh dia periksa gadis ini, aku tidak tau mengapa dia pingsan seperti ini, tolong cepat sedikit ya nanna " ujar garvi sopan kepada kepala asisten rumah tangga kepercayaannya itu.


ya... nanna adalah panggilan sayang garvi kepada kepala art nya itu, kata nanna diambil dari bahasa malta yang artinya nenek, perempuan itu sudah lama mengabdi kepada keluarga garvi, bahkan dia juga yang mengasuh garvi dari bayi, garvi sangat menyayangi nanna nya ini, begitu juga dengan nanna nya, dan kemanapun garvi pergi, maka nannanya pasti akan mendampinginya, garvi tidak pernah menganggap nannanya itu sebagai art di mansionnya, dia juga bahkan melarang nanna nya itu memanggil dirinya tuan, namun karena wanita paruh baya itu tetap kekeh ingin memanggilnya " tuan ", pada akhirnya garvipun menyerah dan membiarkan nanna memanggilnya dengan sebutan tuan, meski dia tidak nyaman mendengarnya.


mansion garvi sangat megah, sesuai dengan statusnya yang seorang CEO perusahaan ternama, dengan mansion yang sebesar itu, tentu saja garvi tidak bisa hanya mempekerjakan satu orang pegawai untuk mengurusinya, dia bahkan mempekerjakan banyak orang untuk membuat mansionnya tetap tertata bersih dan rapih, namun semua artnya itu tidak tinggal di dalam mansion garvi, tapi mereka dibuatkan rumah tepat disamping mansion garvi, itu semua garvi lakukan karena memang dia tidak suka terlalu banyak orang berada di sekitarnya, garvi juga mempekerjakan beberapa pangawal untuk menjaga mansionnya di luar, jadi nggak heran kan kalo mempekerjakan banyak orang di mansionnya.


garvi mondar mandir sambil menunggu kedatangan kyle, dokter pribadinya, entah apa yang membuat garvi begitu gusar, apakah dia gelisah karena menunggu kedatangan kyle ataukah kegelisahaannya itu berasal dari kekhawatirannya terhadap tamara, entahlah.


berkai-kali garvi membuka gorden kamarnya untuk melihat situasi di luar, untuk mengecek apakah kyle sudah datang apa belum, melihat garvi yang begitu gelisahnya, nanna langsung mendekatinya, dan menyentuh lembut bahu pria kekar garvi pun langsung menoleh ke arah nanna, nanna membimbing garvi untuk diduduk disofa yang tidak jauh dari tempat tidurnya, di genggamnya tangan garvi sambil berjongkok dihadapan garvi.


" tapi... " garvi menggantung kata-katanya


" nanna paham, tapi anda harus sabar tuan, mungkin saat ini belum saatnya, tapi percayalah, suati saat nanti, semua akan kembali seperti semula " lanjut nanna sambil mengelus punggung garvi


" apa semua hal yang berhubungan dengan hal itu sudah nanna simpan ? " tanya garvi yang terlihat sedikit kacau


" tenang saja tuan, semua nanna simpan dengan aman " jawab nanna


" baguslah, jangan sampai ada yang melihatnya, bisa gawat nanti " lanjut garvi


nanna hanya menggangguk sambil terus menenangkan garvi yang begitu tidak resah.


tak lama kyle pun datang, garvi langsung mempersilahkan kyle untuk memeriksa tamara.

__ADS_1


kyle dengan serius memeriksa tamara, tampak ada raut khawatir diwajah kyle, begitu tegang, dan ekspresi itu tertangkap jelas oleh mata garvi, sehingga CEO kita itu pun meremat sendiri jemarinya yang terasa dingin.


" ada apa kyle ? " tanya garvi penuh selidik


" justru aku malah mau nanya sama kamu, apa ada hal yang terjadi barusan ? " kyle malah balik bertanya


" iya, barusan ada orang yang mengejar kami, aku tau dia syok, karena terlihat sekali dari sikapnya, tapi aku bingung, ketika dia tiba-tiba histeris, lalu kemudian pingsan " jawab garvi


" begitu ya, sepertinya gadis ini pernah mengalamai trauma yang cukup berat dan mungkin peristiwa tadi mengingatkannya pada sesuatu yang membuatnya trauma " sahut kyle


" lalu sekarang bagaimana ? " tanya garvi lagi


" aku sudah memberikannya suntikan untuk menenangkannya, biarkan dia istirahat dulu, jika besok tidak ada perubahan, kamu bisa menghubungiku lagi " jawab kyle


" baiklah, terima kasih ya kyle " lanjut garvi


" sama-sama arvi, tidak usah sungkan begitu, kayak sama orang lain aja " ujar kyle sambil menepuk pundak garvi


garvi dan kyle memang sudah berteman cukup lama, dari sejak kuliah dulu hingga sekarang, pertemanan mereka sangat akrab, dan hubungan itu tetap terjalin baik sampai saat ini.


" aku pamit ya arvi " pamit kyle


garvi hanya menggangguk, lalu kyle meninggalkan kamar itu, garvi mengambil ponselnya disaku celana, dan segera dia menelpon seseorang.


" ghibran, aku punya tugas untukmu " ucap garvi kepada ghibran.


Ghibran adalah orang kepercayaan gharvi, bahkan semua hal yang terjadi dalam kehidupan garvi, dia mengetahuinya, dia juga adalah orang yang selalu disuruh garvi untuk menggantikannya jika ada wartawan yang ingin mewawancarainya, karena garvi yakin bahwa sahabatnya itu tidak akan pernah mengatakan hal yang tidak perlu, dia tau apa yang harus dikatakannya, dan ghibran tidak akan pernah mengecewakannya sampai kapanpun.


garvi memberikan tugas yang cukup sulit kepada ghibran, dia menyuruh ghibran untuk mencari tau siapa orang yang telah berani hampir mencelakakan dirinya, tidak ada petunjuk sama sekali, apa lagi tempat mereka dikejar tadi tidak ada CCTV sama sekali, jadi akan membutuhkan sedikit waktu untuk menemukan siapa pelakunya, namun dengan kecakapan yang dimiliki ghibran, garvi yakin tidak akan lama lagi ghibran pasti akan menemukan orang itu, dan ketika hal itu terjadi, siapapun orangnya, garvi tidak akan melepaskannya, orang itu telah salah memilih lawan, dia akan membayar mahal untuk perbuatannya ini, dan dia akan menyesal karena telah berurusan dengan seorang Garvi Akhilendra.


🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2