
🤗🤗🤗🤗🤗
.
.
.
.
.
semenjak kejadian itu, garvi mulai bersikap dingin kepada tamara, dia bahkan selalu berusaha menghindari tamara, jika ada urusan pekerjaan dengan tamara maka garvi akan mewakilkannya kepada lisa untuk memberitau tamara tentang pekerjaan yang harus dilakukannya, garvi sampai melarang tamara menginjakan kakinya di kediamannya, jadinya kini tamara sudah tidak lagi menyiapkan sarapan untuk garvi atau memilihkannya jas untuk dia pakai ke kantor, kini tamara benar-benar telah bebas, bebas dalam artian yang sebenarnya.
sampai-sampai lisa, yang memang sekretaris ke duanya garvi, agak bingung melihat peristiwa ini, soalnya ini adalah kejadian langka, karena yang dia tau, biasanya, apapun itu urusannya, garvi pasti selalu saja melibatkan tamara, tapi sekarang tidak lagi, jika dia ingin pergi meeting, garvi pasti meminta lisa yang menemaninya, meskipun bukan garvi langsung yang berbicara, melainkan orang suruhannya, dan mereka pun tidak pernah satu mobil, garvi pasti meminta lisa menggunakan mobil kantor untuk mengantarkannya ke tempat meeting, jika meeting itu dilakukan diluar kantor, beda sekali dengan perlakuannya ke tamara.
tamara sendiri juga bingung melihat kelakuan bos nya itu, dia malah merasa dicuekin sama garvi, padahal selama ini hal itulah yang selalu didambanya, tapi giliran itu menjadi kenyataan, dia malah jadi blingsatan sendiri dibuatnya.
setiap kali garvi lewat didepan meja kerjanya, garvi tidak pernah lagi basa basi dengannya, biasanya dia akan menanyakan banyak hal pada tamara, walaupun itu masalah kerjaan, atau menyuruh tamara melakukan hal-hal sepele untuknya, tapi kini garvi tidak lagi melakukannya, jangankan bertanya ini itu, bahkan menoleh saja tidak, sungguh ini membuat tamara tidak nyaman sama sekali.
tamara menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya, dari wajahnya sudah keliatan kalau dia sedang bad mood, meski tidak tau apa penyebabnya, tapi gadis itu seperti kehilangan semangatnya, dia jadi tidak bergairah.
namun tiba-tiba garvi keluar dari ruangannya dan menuju ke meja tamara dan lisa, tamara sedikit berharap, semoga kali ini pria itu akan menyuruhnya melakukan sesuatu, loh..loh... kok tamara jadi ngarep ya ‼️, ada apa nih ❔, jangan-jangan tamara udah kepincut sama bos gantengnya itu 🤔.
garvi berjalan agak ragu mendekati kedua sekretarisnya itu, dia menatap ke arah lisa, walaupun dari tepi matanya dia masih bisa melihat tamara yang tampak keliatan penuh harap.
" ada apa pak ? " tanya lisa yang melihat garvi agak kebingungan
" tidak, tidak apa-apa, oh ya lisa, mulai hari ini kamu yang handle semua jadwal saya " jawab garvi
tamara yang mendengar itu langsung dari mulut garvi, terlihat kecewa, dia kira garvi akan memintanya melakukan sesuatu, karena terlihat dari gesture tubuhnya barusan, namun entah mengapa, pria itu malah menyuruh lisa menggantikan semua pekerjaannya, tamara tidak habis pikir, mengapa garvi sampai harus melakukan itu, apa sebegitu menjijikannya ?, sampai garvi enggan berinteraksi apapun dengannya.
" maaf ya bu tamara " ujar lisa, setah garvi kembali ke ruangannya
__ADS_1
" tidak apa lisa, itu bukan salahmu " sahut tamara
walau pada kenyataannya, dia harus mengurut dada karena diperlakukan acuh oleh garvi, tapi dia tidak bisa protes sama sekali, apapun keputusan garvi, maka dia harus menerimanya.
dia duduk kembali sambil berusaha menyibukan dirinya, dia tidak ingin banyak pikiran, biarin sajalah lisa menggantikan semua pekerjaannya, kan enak, dia jadi bisa santai kayak gini, nggak perlu repot harus bangun pagi-pagi karena kudu ngurusin garvi dulu, dan nggak perlu capek bolak balik ke mansion garvi untuk bikinin dia sarapan trus baru berangkat ke kantor, bukankah ini maunya, bukankah ini yang selalu diharapkan, menjauh dari garvi, tapi kok aneh ya, mengapa dia malah merasa kehilangan pria itu.
waktu istirahatpun tiba, semua orang bergegas menuju ke kantin, karena perut mereka yang sudah keroncongan, tapi tidak dengan tamara, dia memilih berisitirahat diatas puncak gedung perusahaan Akhilendra, dia ingin menenangkan dirinya, karena memang suasana diatas sana membuatnya tenang, dia merasa begitu dekat dengan langit, dan itu mendamaikannya.
" kamu disini ra ? " suara kalila mengagetkan dirinya yang tengah terhanyut dalam lamunan
" iya " jawabnya lesu
" nih, aku bawain sandwich, kamu pasti belum makan kan " tebak kalila
tamara tak menyahut, dia hanya mendekati kalila yang duduk dibangku panjang, memang di atas puncak gedung perusahaan Akhilendra dibuatkan semacam taman, ada beberapa pohon yang ditanam disana, ada juga beberapa tanaman bunga yang menambah warna warni taman yang meski tidak begitu luas, tapi cukup untuk memanjakan mata.
" ada apa sih ra ?, kok lemes gitu ?" tanya kalila
" sebenarnya nggak ada apa-apa sih lil, cuma... " jeda tamara
" loh... kok kamu tau lil " tamara kaget
" itu sudah jadi omongan di kantor ra, kamu nya aja yang nggak tau, apa yang dilakukan pak garvi, rupanya menjadi perhatian karyawan yang lainnya " cerita kalila
" masa lil ? " tamara penasaran
" iya, kalo dipikir-pikir memang aneh juga melihat kalian diem-dieman gitu, kan biasanya kemana-mana selalu bareng, walaupun itu cuma urusan kerjaan, tapi ini memang aneh tapi nyata, bahkan disaat meeting dikantor sekalipun, pak garvi udah nggak ngajak kamu lagi, malah ngajakin lisa, kan itu aneh banget " jelas kalila
" gitu ya " timpal tamara
" ya emang gitu ra, berhubung aku ini sahabat kamu, jadi aku nggak heran kalo kalian begitu, karena aku tau alasannya, tapi bagi yang lain pasti itu jadi tanda tanya besar, aku jadi ampe diserbu sama yang lain tau, pake diinterogasi segala, udah kayak penjahat aja aku nya " sambung kalila
" sorry ya lil " sesal tamara
__ADS_1
" kenapa minta maaf ra, aku nggak masalah kok, kita ini kan sahabat, jadi udah sewajarnya saling bantu " sahut kalila santai
beep..beep..beep...
ditengah pembicaraan, tiba-tiba hp tamara bunyi, tapi dia malah mematikannya.
" kenapa dimatiin ra ?, dari vandra lagi ya ?, " tanya kalila sambil mengunyah sandwich nya, tamara hanya mengangguk.
" kamu masih berhubungan sama dia ?" tanya kalila lagi
" nggak tau lah lil " jawab tamara bimbang
" kok nggak yakin gitu sih jawabnya "
" ya emang gitu, aku sih udah bilang ma dia, kalau apa yang dia katakan waktu itu sulit buat aku maafin, tapi aku juga belum begitu menegaskan tentang hubungan kami " aku tamara
" kenapa ?, kamu masih cinta sama vandra ? " selidik kalila
" aku tau, kamu pasti bakal bilang kalau aku ini bodoh " sergah tamara
" emang kamu bodoh " ledek kalila
" ih... tega deh " rajuk tamara
" ra, kita ini kan udah bareng dari dulu, aku tau watak kamu, kamu itu tipe cewek setia, dan itu masalah terbesar kamu, saking setianya sampe kamu susah move on, tapi aku berharap, apapun keputusannya, itu semua bisa bikin kamu bahagia " harap kalila
" makasih ya lil, kamu emang baik banget " ucap tamara
" sama-sama ra " balas kalila
merekapun melanjutkan obrolan mereka, meski didalam hati tamara masih menyimpan keganjalan tentang sikap garvi, dia tau itu semua pasti karena perkataannya itu, tapi bukan kebebasan ini yang tamara maksud, tapi bagaimana dia bisa menjelaskan itu pada garvi, sementara pria itu telah menutup semua jalan komunikasi diantara mereka.
aneh juga nih si tamara, katanya pengen bebas, giliran dikasih kebebasan, malah gelisah dan merana, jadi apa sih maunya ❔, bikin author bingung, loh kok jadi ngelantur lagi, dah ah kita lanjut lagi di episode selanjutnya, ok ⁉️, jangan bosen-bosen buat ngikutin kelanjutannya ya ‼️.
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗🤗