Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 34


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


ghibran menyandarkan tubuhnya disamping pohon yang ada tidak jauh dari rumah sakit, dia tidak sanggup berlama-lama didalam, pikirannya sumpek, dia ingin melepaskan sejenak beban yang mengganjal dihatinya.


dia menyalakan rokoknya, untuk sekedar mengurangi kegelisahaannya, selama dia bersama garvi, baru kali ini dia mengalami hal separah ini, biasanya dia dan garvi akan menangani semuanya dengan baik dan rapih , tidak pernah terbayangkan oleh ghibran, bahwa dia akan mengalami kondisi sulit seperti ini, bagaimana dia akan mempertanggung jawabkan ini semua kepada keluarga garvi dan kepada dirinya sendiri.


dia sudah berjanji kepada keluarga garvi dan pada dirinya sendiri, selama dia disamping garvi, maka tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi pada garvi, sesukar apapun masalahnya, ghibran akan menyelesaikan semuanya tanpa harus melibatkan garvi, tapi pada kenyataannya, dia sendiri tidak bisa melindungi garvi, sehingga kini sahabatnya itu harus berjuang dimeja operasi untuk hidupnya.


ghibran menghisap rokoknya untuk kesekian kalinya, kepalanya pusing memikirkan garvi sementara dirinya sendiri tidak bisa melakukan apapun untuk bisa membuat sahabatnya itu melewati masa kritisnya, tidak ada yang bisa dilakukannya selain menyerahkan semuanya kepada dokter yang tengah mengoperasi garvi.


dia memejamkan matanya sebelum akhirnya dia kembali masuk ke dalam, ghibran melihat tamara yang berdiri mematung didepan pintu ruang operasi, dia celingukan mencoba mengintip ke dalam, sepertinya dia begitu penasaran ingin mengetahui kondisi garvi saat ini.


ghibran hanya memerhatikan saja, dia tidak langsung mendatangi tamara, dia ingin tau, apa yang akan dilakukan gadis itu selanjutnya, tapi rupanya hanya kegiatan itulah yang berulang kali dilakukan tamara, ghibran akhirnya melangkahkan kakinya dan mendekati tamara yang berdiri membelakanginya.


dia memegang pundak tamara, sehingga membuat gadis itu terkejut dan refleks menoleh ke belakang, hampir saja dia menjerit karena saking kagetnya.


" pak ghibran, maaf " ujar tamara


" justru aku yang harusnya minta maaf karena mengagetkanmu " ujar ghibran


" bagaimana kondisi garvi ? " lanjutnya


" belum tau, dari tadi belum ada yang keluar dari dalam pak ghibran, saya jadi tidak bisa bertanya pada siapapun " jelas tamara sedih

__ADS_1


" tidak usah resmi begitu tamara, ghibran, panggil saja aku ghibran " suruh ghibran


" baik, pak.. eh maaf, maksud saya, ghibran " ucap tamara kagok


" tenang saja, nanti kalau mereka sudah selesai juga pasti akan keluar, lebih baik kamu duduk saja, percuma kamu berdiri terus, toh itu juga tidak akan membantumu, operasi garvi sepertinya akan membutuhkan waktu yang cukup lama " ujar ghibran


" maaf ghibran, tapi aku lebih suka berdiri seperti ini, aku tidak tahan jika harus duduk, sepertinya kepalaku ini mau meledak karena terlalu cemas memikirkan operasi pak garvi " sahut tamara sambil memegang kepalanya


ghibran memperhatikan tamara dalam, kelihatan sekali jika dia begitu mengkhawatirkan garvi, matanya tidak bercahaya, dia kehilangan semangatnya, padahal jelas sekali tergambar dari wajah tamara bahwa dia kelelahan, tapi dia tetap ngotot ingin menemani operasi garvi sampai selesai, sepertinya ghibran harus melakukan sesuatu untuk bisa mencairkan suasana hati tamara.


" mengapa kamu begitu cemas tamara ?, bukankah dia hanya atasanmu ? " tanya ghibran penuh selidik, matanya tak melepaskan sosok tamara sama sekali


" e...itu...aku.... " tamara tak behasil menemukan jawaban yang tepat dari pertanyaan ghibran barusan


tamara memainkan telunjuknya yang saling bertautan, dia gugup mendapat pertanyaan seperti itu dari ghibran, dia jadi salah tingkah, dan kini wajah ayunya pun jadi merona karena saking groginya.


" tidak usah dijawab, aku sudah tau jawabannya " potong ghibran


" apa ?, jawaban apa ?, " tanya tamara


tamara sedikit lega mendengar penuturan ghibran, untung saja dia tidak memaksa tamara untuk menjawab pertanyaannya tadi, karena saking canggungnya, dia jadi gelagapan didepan ghibran, membuat ghibran ingin tertawa karena lucu melihat tingkah tamara yang sangat jenaka itu.


" sekarang aku sudah tau alasannya " ujar ghibran hampir seperti berbisik


" alasan apa ? " tamara bingung


" kamu mendengar ucapanku tadi ? " kaget ghibran


" tentu saja aku mendengarnya, telingaku kan normal " tukas tamara


" tidak, aku tidak sedang membicarakanmu kok, ucapanku tadi untuk orang lain, jadi, tidak usah kamu hiraukan " timpal ghibran


tamara memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingungnya yang begitu menggemaskan, dia terlihat tengah memikirkan maksud dari ucapan ghibran barusan , ghibran hanya menanggapinya dengan senyum simpul yang membuat tamara makin tidak mengerti dengan tujuan dari kata-kata yang dilontarkan ghibran tadi.

__ADS_1


ditatap seintens begitu oleh tamara, ghibran menjadi gusar, dijitaknya kepala tamara dengan pelan, namun itu cukup membuatnya meng aduh karena sakit, dia mengusap kepalanya berkali-kali, berharap bisa menghilangkan rasa sakitnya.


" aw, sakit tau " rengek tamara


" itu untuk menyadarkanmu, agar jangan berpikiran jorok " tuduh ghibran


" aku tidak berpikir begitu " elak tamara


ghibran tak menggubris, dia duduk dibangku tunggu rumah sakit, dan memejamkan matanya yang lelah.


" sekarang aku mengerti garvi, jadi cepat sadarlah, kamu harus berjuang, karena kamu harus membawanya kembali, atau dia akan semakin jauh meninggalkanmu, dan jika itu terjadi, aku yakin, kamu akan menyesalinya disepanjang hidupmu " batin ghibran.


🤗🤗🤗🤗🤗


setelah mamah shabia meninggalkan jennie sendirian di kamarnya, gadis itu langsung menangis dengan pilu, air mata yang tadi ditahannya, tumpah ruah membasahi wajahnya.


dia begitu sedih sampai hatinya terasa sakit karena berduka , garvi adalah kakaknya satu-satunya dan dia sangat menyayanginya melebihi apapun, selama ini garvi selalu menjaganya dan memanjakannya setiap waktu, tapi kini, kakak tersayangnya itu tengah berhadapan dengan maut, jennie terpukul, karena sebagai adik kandungnya, dia tidak bisa berada disamping kakaknya, disaat genting seperti ini.


dia mengambil kopernya dan langsung mengepak pakaian yang dibutuhkannya selama dia tinggal di milan nanti, dia membereskan semua barangnya sambil menangis, dia teringat akan semua kenangannya bersama kakaknya itu.


tentu dia tidak mengharapkan hal buruk terjadi pada kakaknya, tapi bagaimana kalau itu terjadi, bagaimana kalau dia tidak bisa bertemu lagi dengan kakaknya, sudah setahunan ini dia tidak bersama dengan kakaknya itu, dia tidak bisa menerima jika harus kehilangan garvi.


mengingat garvi, jennie menangis lagi, dia terduduk di lantai karena tak kuasa menopang tubuhnya yang lemas, kesedihan dihatinya membuatnya kehilangan keseimbangan, dia meringkuk disamping ranjangnya.


" kak tata, mengapa disaat seperti ini, kak tata tidak ada disamping kak garvi, kak garvi pasti sangat membutuhkan kakak.


kak tata adalah penyemangat hidup bagi kak garvi, bahkan separuh hidup kak garvi ada bersama kak tata, jika saja.... , jika saja tragedi itu tidak terjadi, mungkin kak garvi akan baik-baik saja dan musibah ini tidak akan terjadi,


apa kak tata tau ?, kak garvi bahkan rela mengejar kak tata sampai sejauh itu, kasian kak garvi, dia kesepian selama ini, kak garvi hanya mencintai kak tata,


jadi kembalilah kak tata, tolong.... cepatlah kembali, nyawa kak garvi sedang dalam bahaya dan hanya kak tata lah yang bisa menyelamatkannya, kembalilah kak tata.... aku mohon.... !!!! " isak jennie


gadis muda itu meracau dengan sendunya, ditengah malam yang gulita, dia sandarkan harapannya kepada seseorang, seorang wanita yang paling dibutuhkan garvi saat ini, cintanya, kekasihnya, belahan jiwanya.

__ADS_1


garvi telah menggantungkan hidupnya hanya pada dirinya, untuk itulah dia sanggup bertahan didalam penantiannya, menanti kekasihnya kembali, meski disetiap harinya, garvi hanya disambut oleh lara yang berkepanjangan , namun dia tetap teguh bertahan, semoga saja...., semoga saja kak tata dapat mendengar suara jeritan hatinya, suara hati dari seorang adik yang meminta kembali kehidupan untuk kakak tercintanya.


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2