Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 31


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


ghibran berhasil membantai semua penculik yang telah berani menganiaya bosnya hingga terkapar tak sadarkan diri, namun dia menyisakan satu orang untuk dia bawa, di butuh orang itu untuk mencari informasi soal kejadian ini, tentang siapa yang menyuruhnya melakukan semua ini, dan ada motif apa dibalik peristiwa ini, namun untuk mengetahui itu semua, ghibran harus bersabar, dia harus menunggu garvi sadar sebelum dia melakukan tindakan apapun, karena itu adalah wewenang garvi dan dia tidak ingin mendahuluinya.


tak lama ambulance pun datang, ghibran segera menghambur ke arah tamara dan garvi, perawatpun segera memasukan garvi ke dalam ambulance, tamara ikut masuk ke dalam ambulance, karena dia sendiri pun membutuhkan perawatan, meskipun lukanya tak seberapa dibandingkan dengan garvi, tetap saja luka itu harus diobati, untungnya didalam ambulance itupun ada seorang dokter, jadi dia bisa segera memeriksa kondisi garvi yang sangat memprihatinkan.


perawat memberikan pertolongan pertama pada tamara, dia berusaha memberhentikan darah yang mengalir dari hidung tamara, dan membersihkan beberapa luka lecet akibat tadi dia diseret oleh penculik itu.


sementara garvi segera dipasangkan oksigen, untuk membantu pernapasannya yang semakin melemah, dokter dengan seksama memeriksa keadaan garvi, dia tidak boleh melewatkan satu pun, karena bukan hanya untuk keselamatan pasiennya, tapi juga karena dia tau resiko yang akan ditanggungnya, jika sampai terjadi hal yang buruk kepada garvi.


" kalian bereskan ini semua, dan setelah itu kalian boleh berisitrahat, dan bawa dia ke tempat biasa, ingat, jangan sampai dia lolos, terus awasi dia, karena dia saksi penting untuk kita, sekarang aku akan ke rumah sakit dulu, aku harus mengantarkan pak garvi " suruh ghibran


" siap bos " ujarnya


ghibran ikut masuk ke dalam ambulance, meskipun dia telah berhasil mengalahkan para penjahat itu, tapi nyawa garvi masih dalam bahaya, kondisinya sangat parah, bahkan napasnya pun kian terasa berat, untungnya dokter sudah memberinya oksigen untuk membantunya bernapas.


" pak ghibran, ada hal serius yang harus kita bicarakan " ujar dokter


" sekarang ? " tanya ghibran

__ADS_1


" iya "


" baiklah, jelaskan lah, ada apa ?, anda tau kita tidak punya waktu banyak " ujar ghibran


" saya tau pak ghibran, tapi ini mendesak, pak garvi kritis, saya takut beliau tidak bisa bertahan, beliau bukan hanya mengalami luka di luar saja, tetapi juga luka dalam, saya takut pak garvi akan..... "


" diam.... , anda jangan bicara sembarangan dokter, aku tau anda seorang dokter, anda tentu lebih paham bagaimana kondisi garvi saat ini dibandingkan siapapun, tapi aku tidak ingin mendengar hal yang buruk tentang garvi, anda harus menyelamatkannya, bagaimanapun caranya, jika sampai terjadi sesuatu pada garvi, aku tidak akan melepaskanmu, kau akan terima akibatnya " ancam ghibran dengan mencengkram kerah kemeja dokter itu


" saya paham perasaan anda pak ghibran, tapi saya hanya menyampaikan kebenarannya, tentu saya akan berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan pak garvi, karena itu adalah tanggung jawab saya " ujarnya


" aku tidak ingin mendengar alasan apapun, pokoknya garvi harus selamat " tekan ghibran


dokter hanya bisa mengangguk, percumq dia menjelaskan apapun saat ini, ghibran tidak ingin mendengarkannya, pria itu tidak bisa diajak bicara baik-baik.


mendengar percakapan antara dokter dan ghibran, tamara merasa terguncang, dia takut apa yang dikatakan dokter itu akan menjadi kenyataan, karena memang kondisi garvi sangat parah.


tamara jadi mengingat kembali peristiwa dimana para penjahat itu memukuli garvi dengan membabi buta, tapi bagaimanapun kondisi garvi sekarang, pria itu tidak boleh sampai meninggal, hal itu jangan sampai terjadi, garvi harus tetap hidup, tamara bahkan rela melakukan apa saja agar garvi bisa selamat.


" kamu tidak apa-apa tamara ? " tanya ghibran


tamara tersentak mendengar ghibran bertanya padanya, lagi, air matanya turun membahasi pipi mulusnya, dia bingung harus berbuat apa, dia merasa tidak berguna, tidak ada yang bisa dilakukannya untuk garvi selain menangisi pria itu, dan itu tidak membantu garvi sama sekali.


" pak garvi... " ujarnya serak, hampir tak terdengar


" tidak usah khawatir, kita sedang menuju ke rumah sakit, sebentar lagi garvi akan mendapatkan perawatan, aku juga berharap garvi baik-baik saja, dia pria yang kuat, tidak akan terjadi apapun padanya, karena dia punya alasan yang kuat untuk bertahan hidup " ucap ghibran mencoba menenangkan tamara


" cobalah untuk terus berbicara padanya, meski dia tidak sadarkan diri, tapi aku yakin dia mendengarnya " lanjutnya


" tapi tadi dokter bilang ? " tanya tamara

__ADS_1


" dokter bisa bicara apa saja semaunya, tapi aku percaya pada sahabatku, dia tidak akan mati semudah itu, tujuannya belum tercapai, jadi aku yakin dia akan melawan apapun agar bisa kembali ke dunia ini " jawab ghibran


" aku mohon, katakanlah sesuatu untuknya, apapun itu, bukankah dia datang ingin menyelamatkanmu, siapa tau, jika dia mendengar suaramu, itu akan membantunya untuk bertahan " lanjut ghibran.


wajah ghibran begitu serius, dia mengatakan itu semua dengan sungguh-sungguh, membuat tamara merinding, apa mungkin ghibran mengetahui sesuatu yang tamara tidak ketahui, makanya dia mengatakan hal itu tanpa keraguan.


setelah dia selesai diobati, tanpa sadar tangannya terulur dan menggenggam tangan garvi, di sentuhkannya tangan garvi ke wajahnya yang berurai air mata.


" pak garvi, terima kasih telah menyelamatkan saya, tapi saya mohon, tolong bertahanlah, sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit,


anda harus bisa bertahan, saya bahkan belum sempat berterima kasih kepada bapak, jadi jangan renggut hal itu dari saya " kata tamara terisak


" setidaknya bapak bisa bertahan untuk orang yang bapak sayangi, mereka pasti akan sangat sedih melihat bapak seperti ini,


saya tidak akan bisa tenang jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap bapak, karena semua ini gara-gara saya, sayalah yang menyebabkan pak garvi jadi begini, jadi tolong bertahanlah... " lanjutnya


ghibran hanya menonton adegan itu, tanpa berucap sepatah katapun, dia hanya terus berdoa didalam hatinya untuk keselamatan sahabatnya itu.


" kamu pasti bisa vi, ingatlah wanita yang kamu cintai itu, dia membutuhkanmu, dia tidak akan bisa menemukan jalan pulang, jika kamu tidak menuntunnya,


selama ini kamu berjuang hanya untuk dirinya, jadi jangan menyerah sekarang, tujuanmu sudah semakin dekat, apa kamu sudah membuang keinginanmu itu,


kamu selalu berharap bahwa kalian akan bisa bersama lagi, penuh kebahagiaan seperti dulu, jika kamu pergi sekarang, maka semuanya akan sia-sia,


jangan kubur mimpimu bersama dengan dirimu, karena aku pun tidak siap jika itu terjadi, aku tidak akan memaafkanmu, kalau kau pergi meninggalkanku begitu saja, aku tidak akan pernah memaafkanmu vi " batin ghibran


ambulance yang membelah jalanan kota milan, melaju dengan cepatnya, membawa serta kesedihan yang ada didalamnya, ada begitu banyak air mata yang tertumpah disana, namun juga ada banyak pengharapan yang tercipta disana.


diantara sudut-sudut malam yang hening, dipelataran bulan yang kelabu, sebuah doa tulus terucap didalam hati, sebuah permintaan suci untuk keselamatan orang yang kita cintai.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2