
🤗🤗🤗🤗🤗
.
.
.
.
.
tok... tok... tok...
pintu apartemen tamarapun diketuk, tamara yang tengah mengenakan baju tidurnya segera membukakan pintu, karena dia pikir pasti kalila yang datang ke apartemennya malam-malam gini, siapa lagi coba, kalau bukan dia.
ceklek....... !!!!!
pintupun dibukanya, seketika tamarapun terpana, karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya kini, garvi dengan wajah lelahnya berdiri dihadapannya, begitu juga dengan garvi, dia pun tertegun melihat tamara yang terlihat berbeda malam ini, baik garvi maupun tamara, kini keduanya hanya bisa membeku, entah saking takjubnya atau saking terkejutnya, yang pasti kedua insan itu tidak bergerak sama sekali, pun sepertinya mereka kehilangan suaranya, sehingga kebisuanlah yang hadir diantara keduanya.
tamara tidak percaya jika yang ada dihadapannya kini adalah garvi, untuk apa pria itu malam-malam begini datang menemuinya, lalu seketika wajahnya memerah, dia teringat kalau dirinya kini tengah mengenakan baju tidur model lingerie, meski dia melapisinya dengan kimono pendek, tetap saja itu tidak pantas untuk dilihat oleh laki-laki, tamara langsung mendekap tubuhnya sendiri, merasa malu karena pakaiannya yang agak sexy.
garvi pun jadi salah tingkah sendiri dibuatnya, setelah sadar bahwa tamara sedang memakai pakaian yang hanya pantas dilihat oleh pasangannya, dia juga tidak tahu jika tamara akan mengenakan pakaian seperti itu ketika membukakan pintu untuknya, mereka jadi merasa malu dengan situasi mereka saat ini, hingga akhirnya tamarapun dengan refleks langsung menutup pintu apartemennya.
dia bersendar pada pintu, dia begitu gugup menghadapi garvi yang tau-tau sudah ada didepan apartemennya, dia ingin menetralkan degup jantungnya yang kini tak beraturan, setelah dirasa cukup tenang, tamara langsung mengganti baju tidurnya dengan baju biasa, kemudian diapun kembali membukakan pintu untuk garvi yang masih menunggunya.
" sorry " ucap garvi dengan suara yang bergetar karena nervous
" tidak apa-apa pak garvi, itu salah saya, saya pikir anda adalah kalila " sahut tamara yang sebetulnya tengah menahan rasa malunya juga.
merekapun terdiam lagi, keduanya sibuk mencari kata-kata yang tepat untuk melanjutkan pembicaraan mereka, namun hasilnya nihil, otak keduanya sama-sama buntu, tidak bisa menemukan kalimat yang akurat untuk membuka pembicaraan.
" ada apa bapak kemari ? " tamara mencoba mencairkan suasana yang agak canggung ini
" ada hal penting yang harus kita bicara kan " jawab garvi masih dengan ketidak nyamanannya
" soal apa ? " tanya tamara lagi
" apa begini caramu menjamu tamu ? " garvi malah balik nanya
" baiklah, silahkan masuk " ujar tamara terpaksa
garvi masuk kedalam, dia mengamati apartemen tamara yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mansiob mewahnya, sangat sederhana, padahal garvi sudah menggajinya cukup besar, tapi mengapa tamara memilih tinggal ditempat sekecil ini.
__ADS_1
tamara hanya memperhatikan garvi dari jauh, dia tau sepertinya garvi tidak nyaman berada di apartemennya, beda kelas lah ya, untung saja selama dia tidak masuk kerja, jadi dia menyibukan dirinya dengan membersihkan rumahnya untuk menghilangkan kejenuhannya, dan kini apartemennya itu jadi terlihat lebih bersih dan rapih.
" maaf ya pak garvi, kalau tempat saya tidak senyaman mansion pak garvi yang mewah itu " sindir tamara
" tidak apa, aku nyaman, hanya saja apartemenmu ini kecil sekali, memangnya gaji yang aku berikan selama ini, tidak cukup untukmu menyewa tempat yang lebih besar lagi " celetuk garvi
tamara menghela napas berat, sebelum menyahut
" gaji dari pak garvi lebih dari cukup, tapi saya memakainya untuk keperluan yang lebih penting, sudahlah, tidak usah dibahas, pak garvi pasti tidak akan paham " sahut tamara
" oh ya " timpal garvi
" dari pada bapak mengomentari tempat tinggal saya, lebih baik pak garvi menjelaskan apa tujuan bapak datang kemari " saran tamara
" ok, lagi pula aku tidak suka berlama-lama disini " sahut garvi
garvi menjeda ucapannya sejenak
" tapi apa ditempatmu ini tidak ada air "
" memangnya kenapa ? "
" karena aku haus, tapi sepertinya kamu tidak peka sama sekali, apa setiap tamu yang datang ketempatmu, memang tidak pernah kamu sungguhkan minum " sindir garvi
" sudah kan ?, sekarang tolong jelaskan.. "
" sebentar, aku minum dulu " potong garvi sambil meminum air yang diberikan tamara
" sudah hilang kan hausnya , ayo lanjutkan " ujar tamara
" kenapa kamu tidak masuk kerja ? " tanya garvi tegas
" kan kata bapak, saya tidak boleh masuk waktu itu " jawab tamara enteng
" terus kenapa hari berikutnya kamu juga tidak masuk ? " cecar garvi
" ya... saya kira, bapak memecat saya" alasan tamara
" tamara hazeena, kamu itu perempuan dewasa, bukan anak-anak lagi, masa aku harus menjelaskan semuanya dengan rinci, kamu mikir nggak ?, kalau memang kamu dipecat, otomatis ada surat pemberitahuannya kan, memangnya kamu pikir saya sekejam itu ?, dengan seenaknya memecat seseorang tanpa alasan,
aku memang tegas kalau masalah pekerjaan, tapi bukan berarti aku bisa dengan sembarangan main pecat orang saja, kalau memang orang itu tidak berbuat salah, pemikiranku tidak sepicik itu tamara,
aku memang menyuruhmu pulang waktu itu, karena aku melihat tampangmu sangat lusuh, kelihatan sekali kalau kamu baru bangun tidur, apa nanti kata klienku, jika melihat sekretarisku kumel begitu, yang ada nanti kamu malah bikin malu perusahaan " jelas garvi
__ADS_1
" tapi saya takut, jika saya pergi ke kantor, nanti saya dilarang masuk lagi sama bapak " alasan tamara
" kamu punya kan nomer ponselku ?, apa kamu tidak bisa bertanya langsung kepadaku, masa begitu saja harus diajarin, kamu itu kan seorang sekretaris, memangnya otakmu itu tidak bisa dipakai berpikir sama sekali,
aku memang sudah membebaskanmu, tapi bukan berarti kamu bisa berbuat semaumu, kamu tetap harus menjalankan tugasmu seperti dulu,
aku akui, beberapa hari ini aku memang mengacuhkanmu, itu karena aku marah kepadamu, karena kamu suka sekali membantah perintahku dan itu adalah hukumannya " kesal garvi
" iya... iya, terus maksud bapak datang kesini apa ?, cuma mau memarahi saya saja ? " tanya tamara sewot
" kamu itu dikasih tau, bukannya mikir, malah marah " omel garvi
" saya tidak marah " elak tamara
" terus tadi itu, apa namanya kalau bukan marah " desak garvi
" ya nggak ada " tamara terus mengelak
" apanya yang nggak ada ? "
" ya.. nggak ada, gitu aja " balas tamara
" ya apanya ? " paksa garvi
" orang sudah dibilang nggak ada , ya nggak ada pak garvi, maksa banget sih " teriak tamara sambil mengayunkan tangannya karena kesal
dan karena perbuatannya itu, gelas berisi air yang masih di pegang garvi pun tumpah mengenai tubuh garvi, karena saking sebelnya tamara, sampai tangannya menepis tangan garvi walaupun tidak disengaja.
tamara jadi tak enak hati karenanya, dia langsung mengambil handuknya, dan menyeka air yang tadi tertumpah di badan garvi, dia mengelapi tubuh garvi yang sexy itu, kemudian tanpa disengaja pandangan merekapun kembali bertemu, kali ini dengan jarak yang seintim ini, tamara jadi bisa melihat dengan jelas wajah tampan garvi.
tamara yang sedari tadi mengelapi tubuh garvi, jadi menghentikan kegiatannya, sepertinya mereka menikmati momen ini, meski sesaat, sebab dari keduanya tidak ada yang berusaha untuk menjauh, malah makin memperdalam tatapannya yang semakin memacu adrenalin.
tamara menyudahi lebih dahulu adegan tatapan-tatapannya itu, dia lalu mundur teratur, kembali duduk dibangkunya semula.
suasana yang tadi sudah mencair, kini jadi canggung kembali, garvi pun kembali membersihkan dirinya dengan handuk yang tadi tamara tinggalkan ditubuhnya, mencoba menutupi kegugupannya.
setelah dirasa cukup, garvi pun berdiri lalu berjalan menuju ke pintu, sebelum dia keluar, garvi pun mengatakan sesuatu kepada tamara.
" aku harap, besok kamu sudah bisa bekerja lagi, karena memang tidak ada yang memecatmu, dan terima kasih untuk minumannya, selamat malam " ujarnya
pintu apartemenpun tertutup, menyisakan tamara yang masih terpaku ditempatnya, dia masih terguncang karena peristiwa tadi, ada perasaan aneh yang muncul dihatinya, namun lagi lagi, tamara gagal untuk dapat memahami isi hatinya tersebut.
" selamat malam pak garvi " balas tamara lirih
__ADS_1
🤗🤗🤗🤗🤗