Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 24


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


Tamara merebahkan tubuhnya dikasur, dia merasa letih sekali, walaupun tidak banyak yang dilakukannya dikantor, karena hampir semua pekerjaannya, dilakukan oleh lisa sendirian, kasian juga dia, gara-gara persoalannya dengan garvi, dia jadi kena getahnya.


pikirannya menerawang, dan tanpa disadari kembali membawanya kepada bayangan garvi, entah mengapa akhir-akhir ini tamara sering kepikiran dengan garvi, setelah lebih dari satu minggu ini , pria itu seolah menganggapnya tidak ada, garvi rupanya konsisten dengan keputusannya, tamara jadi menyesal dengan kejadian waktu itu, tau gini, dia nggak akan minta dibebasin, tapi nasi sudah menjadi bubur, tidak ada yang bisa dilakukannya lagi, selain menjalaninya.


tamara sudah berguling kesana kemari, namun tetap tidak bisa membuatnya terlelap, dia jadi kesal sendiri, matanya sudah lelah terpejam, namun tak juga menghantarkannya ke alam mimpi, tamarapun bangun dari tidurnya dan mengacak rambutnya kesal.


dia jadi gelisah tak karuan, apa sebenarnya yang terjadi dengannya ?, mengapa dia jadi terbayang wajah garvi terus ?, astaga.. jangan sampe dah, jangan sampe tamara beneran jatuh cinta sama garvi, amit-amit tujuh turunan, dia menggelengkan kepalanya, tidak, dia tidak sedang jatuh cinta sama garvi, pasti ini karena efek kebiasaan saja, karena saking terbiasanya tamara bersama garvi, jadi disaat garvi mengabaikannya kini, dia jadi merasa kehilangan, ya.... sepertinya itu alasannya, bukan yang lainnya, tolak tamara.


tamara bangkit dari ranjangnya dan membuat cokelat panas, siapa tau setelah dia meminumnya, nantinya dia bisa tertidur dengan lelap, diliriknya ponselnya, dan disana vandra tanpa lelah selalu berusaha menghubunginya, meskipun tamara mengacuhkannya.


jengah dengan kelakuan vandra yang selalu mengusik hari-harinya, tamarapun keluar mencari udara segar, dia berdiri mematung diteras apartemennya, situasi malam ini terlihat sangat sepi, maklum saja sekarang sudah pukul dua dini hari.


dia memantau daerah sekitar apartemennya, mencari sesuatu yang menarik, hingga matanya tertuju pada sebuah ferrari yang terpakir diseberang jalan apartemennya.


" seperti mobil pak garvi, tapi ngapain dia berada disini selarut ini ?, ah tidak mungkin, itu pasti bukan dia, memangnya yang punya mobil seperti itu cuma dia doang, udah ah, jadi ngelantur gini, mending aku tidur aja " gumam tamara


tentu tamara hafal mobil yang sering dipakai garvi, karena dia sering melihat mobil garvi di mansionnya, dan karena dia juga sering diajak garvi untuk naik mobilnya, lagi-lagi karena alasan kerjaan loh ya, bukan yang lainnya.


diapun kembali masuk kedalam, dia ingin berusaha tidur, mudah-mudahan kali ini, dia bisa tidur lelap, biar besok bisa bangun pagi.


dan sebetulnya, apa yang ditebak tamara itu benar, itu memang mobil garvi, jika kalian penasaran ngapain garvi disitu ❔, rahasia dong, next episode author kasih tau penjelasannya.


🤗🤗🤗🤗🤗


tok... tok... tok... !!!


" tamara !! " teriak kalila dari luar, entah ada apa gerangan, mengapa sepagi ini gadis itu sudah mengganggu tidurnya.

__ADS_1


dengan malas dan masih mengantuk, tamara berjalan lunglai menghampiri pintu apartemennya, lalu sambil menguap tamara membukakan pintu untuk kalila.


" ya ampun anak ini, jam segini masih tidur " heran kalila


" bawel, ada juga kamu lil, ngapain pagi-pagi udah gangguin orang, nggak ada kerjaan apa " omel tamara


" ya, aku emang nggak ada kerjaan, kalo kamu nggak cepet-cepet mandi sekarang, aku pastikan kita berdua nggak bakal punya kerjaan " sahut kalila


" kok bisa ? " tanya tamara dengan tampang malasnya


" bisa lah, karena gara-gara aku nungguin kamu, kita berdua bisa telat kekantor, otomatis kita bakal jadi pengangguran " celoteh kalila


" nggak mungkinlah, ini kan hari sabtu, ngaco kamu, udah ah aku mau tidur lagi " ujar tamara yang ngeloyor mau melanjutkan tidurnya lagi


" eits.. tunggu dulu nona pemalas, lihat dulu ponselku " kata kalila sambil menempelkan ponselnya ke wajah tamara.


tamara langsung mengambil ponsel kalila, sambil merengut karena merasa terganggu tidurnya, dikuceknya matanya agar bisa melihat dengan jelas apa yang ada dilayar ponsel kalila, seketika matanya langsung membelalak, setelah tau yang sebenarnya, rupanya hari ini masih hari kerja, dengan jam yang sudah menunjukan pukul setengah tujuh.


seperti orang kesetanan tamara bergegas membersihkan dirinya, biarin cuma mandi air doang juga, yang penting badannya kena air, nggak usah pake dandan, entar kelamaan.


setelah siap, dia langsung menarik kalila menuju ke halte bus, semoga saja hari ini jalanan mulus, jadi mereka tidak telat, biarin mepet juga, yang penting jangan telat.


kedua gadis itu berlarian menuju ke pintu masuk perusahaan Akhilendra, kalila yang berada dibelakang tamara, sebisa mungkin mensejajarkan kecepatan larinya dengan tamara, namun dia kalah cepat dari tamara, dasar tamara, udah dia yang bikin telat, ditinggalin pula tuh si kalila, apa nggak kesel tuh kalo digituin.


" iya, ini juga udah cepet kali " protes kalila


" tar telat, kalo telat kan kita.... "


BRUUK.....


belum sempat tamara menyelesaikan kalimatnya, kini dia bertabrakan dengan seseorang, lebih tepatnya dia yang menabrak orang itu, tamara terduduk dilantai, namun dia tidak ada waktu untuk berdebat dengan orang itu, dia segera membereskan beberapa berkasnya yang berceceran karena tubrukan tadi.


" maaf, maafkan saya, saya nggak lihat tadi " ujarnya, tanpa melihat orang yang ditabraknya.


dan mungkin ini adalah hari keberuntungannya, ternyata ada seseorang yang membantunya memunguti berkas yang berserakan dilantai depan lobby kantor, kalila segera menyusul tamara.


" makasih, udah dibantuin " ucap tamara, namun orang itu tidak menjawabnya, dia hanya ikut sibuk membantu tamara


" ra " panggil kalila

__ADS_1


" apaan lil ?, udah cepet bantuin nih, nanti keburu si garvi itu dateng, bisa habis kita di caci maki dia, tau sendiri kan gimana dia, kalo dia nggak mengomel dalam satu hari, bukan garvi namanya, tapi garpu ( temennya sendok ), haha.. " ujar tamara sambil tertawa lebar karena puas meledek bosnya itu.


" tamara, itu... !!! " sahut kalila sambil menyikut bahu tamara yang tengah berjongkok


" apaan ? " tanya tamara sambil menolehkan wajahnya ke arah kalila


" itu " tunjuk kalila


tamara pun mengekori arah telunjuk tamara yang mengarah ke sesosok tubuh yang ada di hadapannya.


tamara sampai mendongakan kepalanya demi untuk melihat pria yang ada dihadapannya, maklum tuh cowok emang jangkung bener, membuat tamara harus menengadahkan kepalanya agar pandangannya tepat tertuju pada rupa orang itu.


sedikit terpekik, tamara menutup mulutnya karena menyadari siapa orang yang tadi di tabraknya, dia langsung berdiri dengan memasang wajah bersalahnya, ini kayaknya bukan hari keberuntungan buat tamara, tapi ini adalah hari yang paling apes buat dirinya, alamat dipecat ini, mana tadi dia pake acara ngelawak segala lagi, tamat sudah riwayat tamara di perusahaan Akhilendra ini.


kalila yang ada dibelakang tamara hanya bisa berdoa, semoga saja ada keajaiban yang menghampiri sahabatnya itu, sehingga dia bisa selamat dari amukan garvi.


udah bisa nebaklah ya siapa orang itu, sudah pasti tokoh utama kita lah, Garvi Akhilendra, dia dengan gagahnya berdiri tegap dihadapan tamara, seakan ingin menunjukan kekuasaannya dihadapan gadis itu.


tidak ada ekspresi apapun dari wajah garvi, dia hanya mengamati tamara dari ujung kaki sampai ke ujung rambut, sangat lusuh, seperti orang yang belum mandi, ya... walaupun tadi dia udah mandi, tapi kan mandinya nggak pake sabun, kira-kira kalo kayak gitu tandanya udah mandi apa belum ya ?, tapi kan dia tadi udah mandi, cuma nggak pake sabun doang, idih.. apaan sih ?, kok ngebahas hal yang nggak penting banget, ok, kita lanjut... !!!.


ajaibnya, garvi pergi begitu saja, tanpa mengatakan apapun, tamara dan kalila pun bernapas dengan lega, selamat, ucapnya bersamaan, merekapun melanjutkan acara memunguti berkas yang jatuh tadi.


" maaf bu tamara " mendadak seorang security menghampiri tamara


" ada apa pak ? " tanya tamara


" ada pesan dari tuan garvi " ujarnya


" pesan apa ? " tanya tamara lagi


" kata tuan garvi, anda tidak boleh masuk ke kantor, dan saya juga disuruh mengambil berkas-berkas ini dari anda " jawab security


" maksudnya nggak boleh masuk, saya disuruh pulang gitu ? " tamara mempertegas


" iya, begitu kata pak bos " sahut security sambil menerima berkas dari tamara


" saya dipecat gitu ? " tanya tamara terus-terusan


" wah.. kalau itu saya tidak tau, permisi ya bu tamara " timpal security itu sambil pergi membawa masuk berkas-berkas yang sudah diberikan tamara kepadanya.

__ADS_1


tamara terduduk lemas, dia tidak menyangka kalo hari ini adalah hari paling buruk baginya, teganya garvi memecat dirinya, tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu, baru telat satu kali ini aja, dia sudah langsung ditendang, benar-benar kebangetan emang tuh si garvi, tamara jadi sedih tau.


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2