Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 20


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


sudah dua hari tamara selalu mengurung dirinya dikamar, ada aja alasannya untuk menolak kalila, setiap kali kalila mengajaknya keluar, ini membuat kalila khawatir, dia tidak mau tamara terpuruk seperti ini, dia harus bisa membuat tamara kembali bersemangat seperti dulu.


tapi sekeras apapun kalila berusaha, maka sekeras itu pula tamara menolaknya, dia seperti kura-kura yang begitu betah tinggal didalam tempurungnya.


seperti saat ini, kalila tengah berusaha membujuk tamara, agar gadis itu mau menemaninya berbelanja, tapi tamara tetap tidak mau, padahal biasanya, dia yang paling bersemangat jika kalila mengajaknya belanja, tapi kini, tamara lebih memilih terkurung di rumah, dari pada keluar menikmati keindahaan yang telah tuhan ciptakan untuk umat manusia.


" ayo dong ra, kamu jangan kayak gini terus, aku jadi sedih tau " rengek kalila


" nggak bisa lil, aku lagi males ngapa-ngapain " balas tamara


" ya udah kalau kamu nggak mau belanja, gimana kalau kita berkeliling kota aja, atau kita duduk aja di taman, pokoknya kemana aja deh yang kamu mau " bujuk kalila


" nggak ada lil, aku nggak mau ngapa-ngapain, nggak mau kemana-kemana juga, kamu aja gih, ajak sekalian pacarmu " ujar tamara


" kamu tuh ngeledek apa gimana sih , kan kamu tau aku ini jomblo " protes kalila


" sorry...sorry.. aku lupa lil " sesal tamara


" baiklah, aku akan memaafkanmu dengan syarat, kamu mau nemenin aku keluar " pinta kalila


" aduh, jangan gitu dong lil, masa gitu aja kamu pake acara ngambek segala " ucap tamara


" bodo, salah sendiri, kamu udah nyindir aku, jadi kamu harus terima hukumannya " paksa kalila


" lah, kok jadi aku yang dihukum, katanya kamu mau menghiburku ? " elak tamara


" terserah kamu mau bilang apa, ayo... !! " ajak kalila sambil menarik tangan tamara yang lagi rebahan


" nggak mau !!! " tolak tamara


jadilah kedua sahabat itu saling tarik menarik bagaikan anak kecil yang sedang berebut mainan.


setelah bersusah payah, akhirnya kalila berhasil mengajak tamara keluar rumah, meski dengan pengawalan anak buah garvi, maklum, itu semua memang sudah menjadi perintah garvi yang tidak bisa di ganggu gugat.


kedua gadis cantik itu memutuskan untuk berjalan-jalan ditaman, lebih tepatnya sesuai dengan keputusan tamara, tamara ingin menjernihkan pikirannya dengan melihat pemandangan serba hijau yang menyejukan matanya.


tamara dan kalila membeli ice cream terlebih dahulu, kemudian duduk dibangku taman, mereka berbincang tentang banyak hal, tentang masa kecil mereka dulu sewaktu sama-sama tinggal di panti asuhan, hingga mereka kini sudah dewasa, di usia dua puluh tujuh tahun ini persahabatan mereka tidak pernah lekang oleh waktu.

__ADS_1


" seger ya ra " ujar kalila


" he eh " sahut tamara singkat


kalila menatap tamara yang terlihat lebih pendiam, padahal tadi dia sudah ceria, tapi kini dia kembali murung, membuat kalila jadi ikutan sedih juga.


" ada apa ra ?, kok kamu jadi sedih lagi sih ? " tanya kalila


" nggak apa-apa lil " jawab tamara namun dengan ekspresi yang sama


" cerita aja ra, kan kita udah janji, nggak ada yang boleh kita rahasiain, aku siap kok jadi pendengar yang baik buat kamu " celoteh kalila


" he... sebenarnya, apa sih yang terjadi selama lima tahun ini ? " tanya tamara sambil menghela napasnya.


kalila terkejut mendapat pertanyaan seperti itu


" memangnya kenapa ra ? apa kamu mengingat sesuatu ? " tanya kalila


" nggak sih, tapi... " jawab tamara menggantung, dia agak ragu untuk melanjutkannya


" tapi apa ra ?, ayo terusin, jangan bikin aku penasaran " desak kalila


" aku hanya merasa aneh saja " timpal tamara


" aneh gimana maksudnya ? " heran kalila


" kamu tau kan kalau aku tuh cinta banget sama vandra " aku tamara


" tapi kenapa aku kok biasa aja gitu kalau ketemu dia, harusnya aku ngerasa deg-deg an atau gimana gitu, ini malah nggak ada rasa apa-apa, kayak hambar gitu " celoteh tamara, kalila tak menanggapi, dia hanya setia mendengarkan semua keluh kesah tamara


" tapi kan emang aku pacaran sama dia selama ini, itu yang aku ingat, tapi emang bener kan la, aku sama vandra pacaran ? " tanya tamara


" ya benerlah ra, emang kamu ingetnya ama siapa ? " kalila balik nanya


" ya.. sama vandra sih, tapi kok kayak janggal gitu " gumam tamara


" mungkin itu perasaan kamu aja kali ra, inget kata dokter kyle, kamu jangan terlalu banyak mikir, bahaya buat kesehatanmu " ingat kalila


" iya, aku tau , aku juga nggak lagi mikir kok lil, aku cuma ngerasa ada sesuatu yang aku lupain, tapi sepertinya itu penting banget buatku " cerita tamara


" apaan ya kira-kira ? " kalila bingung sambil garuk-garuk kepala


" justru itu, aku juga bingung, mana aku nggak inget lagi, gara-gara amnesiaku ini, kalaupun aku mau nanya, nanya sama siapa coba ? kan yang ngejanin hidup selama ini aku sendiri, masa aku nanyanya sama kamu ? " jelas tamara


" bukannya vandra udah ngejelasin semuanya ke kamu ? " tanya kalila


" iya sih, tapi kok hatiku kayak nolak gitu, kayak nggak terima gitu penjelasan dari vandra, aku ngerasa dia kayak nyembunyiin sesuatu dari aku, tapi kan nggak mungkin kalau vandra tega bohongin aku , iya kan lil ? " lanjut tamara


" ya iyalah, masa dia bohongin kamu, nggak mungkin banget " setuju kalila tapi agak kelabakan

__ADS_1


" kok kamu kayak nggak yakin gitu jawabnya " tamara curiga


" bukan gitu ra, aku cuma agak kaget aja kamu ngomong gitu, emang kamu nggak percaya sama vandra ? " tanya kalila


" ya...percayalah " jawab tamara ikutan kelabakan


" kalau kamu percaya, ya nggak pake ada lah nya segala, itu tandanya kamu nggak sepenuhnya yakin " tekan kalila


tamara jadi merenungkan kata-kata kalila barusan


" udah jangan dipikirin lagi " sambung kalila


" iya, kalila bawel " balas tamara


" dih, malah ngatain bawel lagi " omel kalila


" emang bener kan, kalau kamu itu bawel ? " ejek tamara


" sembarangan, mau aku jitak kepalamu " ancam kalila


" emang kamu tega ? " tanya tamara


" enggak, kan akunya sayang sama kamu " jawab kalila


mereka beduapun berpelukan, meski mereka seumuran, tapi kalila sudah menganggap tamara seperti adiknya sendiri.


" aku sebenarnya mau cerita sesuatu sama kamu lil " aku tamara


" soal apa ? " tanya kalila, kali ini dia lebih fokus mendengarkan cerita tamara


" kamu tau, waktu aku pingsan, antara sadar atau nggak, aku tuh kayak ngelihat ada seseorang, tapi aku nggak tau dia itu siapa ?, karena wajahnya nggak jelas gitu, tapi yang pasti dia itu cowok " tutur tamara


" terus, apa lagi ? " tanya kalila antusias


" dia ngomong sesuatu ke aku, tapi aku lupa apa yang dia bisikin waktu itu, kata-katanya romantis banget, tapi aku juga nggak tau pasti, itu tuh mimpi, atau itu adalah ingatan di masa laluku, aku jadi bingung " sambung tamara


" ya... susah juga ya, tapi aku ingetin ke kamu sekali lagi, jangan terlalu maksain diri, inget apa kata dokter kemaren " lagi kalila mengingatkan tamara


" iya, lil, aku akan menjaga diriku dengan baik, tapi semenjak itu, aku jadi kepikiran, aku hanya ingin tau aja, siapa dia itu, kalau semisalkan itu vandra, kayaknya bukan deh " jelas tamara


" siapapun itu, aku cuma berharap ingatanmu cepat kembali " harap kalila


" kenapa ? apa jangan-jangan emang ada yang kalian sembunyiin ya dari aku ? " paksa tamara


" nggak ada ra, aku ngomong gitu supaya kamu lega aja, kan kalau kamu udah inget semuanya, kamu jadi nggak bingung lagi kayak gini " terang kalila


" oh " timpal tamara


tamara jadi mengingat kembali insiden waktu dia pingsan kemarin, apa yang ada di ingatannya itu sepertinya bukan hanya mimpi belaka, itu nyata sekali, pria itu seperti punya ikatan yang kuat dengan dirinya.

__ADS_1


perkataan yang dibisikannya ke tamara, seakan memanggil tamara agar menemuinya, tapi siapa dia ?, kemana tamara harus mencarinya ?, sementara dia sendiri tidak tau siapa pria itu ?, kemana dia harus mencari semua jawabannya ?, semoga saja nanti tamara bisa menemukan jawabannya, agar hidupnya kembali tenang seperti dulu, tidak diselimuti misteri seperti ini lagi, karena hal itu sangat menyiksa batinnya.


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2