Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 28


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


kalila keheranan melihat tamara yang senyam senyum sendiri dari tadi, membuat kalila penasaran saja, tapi setiap kali ditanya, tamara selalu saja mengelak, dia hanya berkata tidak ada apa-apa, namun kalila tidak begitu saja mempercayainya, tapi sebagai sahabatnya, dia merasa lega melihat tamara bahagia apapun alasannya.


sesampainya dikantor, tamara langsung disapa oleh banyak orang, dan tentunya diserbu banyak pertanyaan pula oleh mereka, membuat tamara kewalahan meladeninya, dia pun segera melarikan diri dari kerumunan orang-orang itu.


tamara menyapa lisa yang sudah datang lebih dulu, tamara duduk disamping lisa dan membereskan meja kerjanya, meski terlihat rapih, tapi ada beberapa barang yang tatanannya tidak sesuai dengan yang biasanya tamara susun, jadi tamara mengatur ulang meja kerjanya agar membuatnya nyaman ketika dia bekerja nanti.


tak lama garvi pun datang, dia menyapa tamara, kali ini lengkap dengan senyum diwajahnya, rupanya kejadian semalam telah mebuat mereka berdamai, lisa yang memperhatikan itu, hanya tersenyum simpul, tentu saja lisa senang, karena kalau mereka sudah berdamai, itu akan menjadi keuntungan tersendiri buatnya, secara otomatis pekerjaannya yang selama ini dilimpahkan semua kepadanya kini pasti akan berkurang, jadi dia tidak perlu lembur lagi.


" bu tamara, sebelumnya saya minta maaf nih, kalau dilihat-lihat bu tamara dan pak garvi itu cocok loh, saling melengkapi gitu, couple goals banget lah pokoknya " ujar lisa berbisik


" sssttt.... , jangan bikin gosip, nggak mungkinlah itu terjadi, dan tidak akan pernah terjadi, dia siapa, aku siapa, beda banget, kayak langit dan bumi, jadi nggak perlu mikir yang macem-macem lagi ok ! " sahut tamara


" tapi kan selama ini pak garvi tidak punya pasangan, jadi nggak ada salahnya kan ngarep " celoteh lisa


" kamu kali yang ngarep, aku juga tidak tau dia punya pasangan atau tidak, karena memang selama ini, dia tidak pernah memperlihatkannya dihadapan siapapun, jadi ya... nggak tau " tukas tamara


tamara jadi ingat waktu dia tinggal di rumah garvi, ada rahasia yang belum sempat tamara cari waktu itu, apa jangan-jangan itu berkaitan dengan urusan percintaan garvi, karena kalau melihat garvi, tidak mungkin, tidak ada satu wanitapun yang mau sama dia, kecuali kalau si garvi itu punya kelainan.


" pake banget malah ngarepnya bu, seandainya saya sudah punya pacar sekalipun, saya rela ninggalin pacar saya itu demi cowok setampan dan sehebat pak garvi " timpal lisa yang membuat tamara kembali dari lamunannya


" ih, kok gitu, nggak boleh kayak gitu lah, justru karena itu, makanya nggak usah di harepin, karena pasti banyak cewek cantik yang mau sama pak garvi, model kayak kita, nggak mungkin dilirik sama dia, udah ah, kita lanjut kerja yuk " kata tamara

__ADS_1


mimpi lisapun jadi kandas seketika, setelah mendengar kata-kata tamara barusan, benar juga apa yang dikatakan tamara, tidak mungkinlah dia bisa menjadi pasangannya garvi, kalaupun garvi mau, maka keluarga Akhilendra pasti akan menentangnya, mereka pasti sudah mempunyai calon yang sepadan dengan garvi, kayak di sinetron-sinetron tv gitu.


🤗🤗🤗🤗🤗


" apa kalian sudah merencanakannya dengan matang, aku tidak ingin ada kesalahan lagi " perintah vandra kepada anak buahnya


" sudah tuan, kami tinggal menunggu perintah dari anda " jawabnya


" apa kamu yakin ? " jelas vandra


" saya sangat yakin sekali tuan, kali ini saya tidak akan mengecewakan anda " ujarnya


" ini kesempatan terakhirmu, jika kamu gagal lagi, aku tidak bisa mempertahankanmu " ancam vandra


" saya mengerti tuan, saya sudah memberinya intstruksi yang jelas, saya yakin mereka pasti akan menjalankan tugasnya dengan baik, anda tinggak perintah saja, kami sudah siap " yakinnya


vandra memandangi foto tamara yang ada di meja kerjanya, dia sangat merindukan tamara, setiap hari yang dijalaninya terasa semakin suram, tanpa kehadiran tamara di sampingnya, dia tidak bergairah sama sekali, untuk itulah, vandra akan melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan tamaranya kembali.


" maafkan aku sayang, aku harus melakukannya, demi untuk mendapatkanmu kembali, aku tidak bisa melepaskanmu " lirihnya


" baik tuan " ucap anak buahnya


mungkin vandra memang sudah gila, gila karena cintanya yang terombang-ambing, dia hanya ingin meminta satu kesempatan saja, tapi tamara mengacuhkannha, terpaksa dia harus melakukan hal ini, meski mungkin ini salah, tapi biarlah, biarlah dia menjadi penjahat, asalkan dia bisa kembali bersama tamaranya, bukankah semuanya adil didalam perang dan cinta.


🤗🤗🤗🤗🤗


tamara terlihat sangat sibuk, karena dia sudah meninggalkan pekerjaannya beberapa hari ini, jadi banyak berkas-berkas yang harus diselesaikannya, dan itu tidak bisa dipending lagi, saking seriusnya, tanpa disadarinya waktu sudah menjelang sore hari , sementara pekerjaannya masih menumpuk, sepertinya dia harus lembur malam ini.


" saya duluan ya bu tamara " pamit lisa


" he eh " jawab tamara tanpa menoleh, dia tengah sibuk berjibaku dengan laptopnya


setelah lisa pergi, kini giliran kalila yang nongol disana

__ADS_1


" belum pulang ra ? " tanya kalila


" belum , pekerjaanku masih banyak " sahut tamara


" sini aku bantuin " tawar kalila


" nggak usah, kamu duluan aja " tolak tamara


" kamu yakin ? " tanya kalila


" iya, aku yakin kalila " tekan tamara


kalila duduk sebentar menemani tamara sebelum akhirnya diapun pamit untuk pulang duluan.


keadaan kantor sangat sepi, sepertinya yang sedang lembur hanya dia saja, jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, tapi pekerjaan tamara tidak berkurang sedikitpun.


tamarapun beranjak dari tempatnya, dia menuju ke pantry, sambil menguap tamara membuat kopi untuk dirinya sendiri, ah dia letih sekali, semoga dengan secangkir kopi hangat bisa menghilangkan rasa lelahnya.


tamara kembali ke meja kerjanya, namun sebelum duduk dia melihat ke arah ruangan garvi yang kebetulan tirainya dibuka, rupanya pemuda itupun masih dikantor, kok tamara baru tau ya, mungkin karena seriusnya bekerja, tamara jadi tidak menghiraukan keadaan sekitarnya.


tiba-tiba garvi menoleh ke arahnya, membuat tamara jadi tersipu karena kegap sedang menatap garvi tanpa sepengatuhannya, tamara kontan duduk kembali dikursinya, dia menutup wajahnya saking malunya, meskipun disitu tidak ada orang sama sekali.


wajahnya pasti sudah semerah tomat, untung saja tidak orang, jadi tidak akan ada yang meledeknya, tamara menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadarannya, lalu dia memulai lagi mengerjakan pekerjaanya.


setelah berjam-jam mantengin laptop dimejanya, akhirnya dia selesai juga, dia menggeliat untuk merilekskan ototnya yang terlalu diforsir untuk bekerja keras hari ini, dia melirik arlojinya, sudah jam satu dini hari rupanya, tamara segera membereskan mejanya, bersiap untuk pulang ke apartemennya.


dia kembali melihat ruangan garvi, gelap, dan tirainya pun sudah tertutup, apa garvi sudah pulang kali ya, tapi kapan garvi keluar ruangannya, padahal kan dari tadi tamara tidak pergi kemanapun, lalu dia mengingat sesuatu, tadi dia sempet ke toilet sebentar, mungkin saat itu kali garvi keluar ruangannya.


tamara turun ke bawah menggunakan lift, dia sudah tidak sabar ingin cepat sampai di apartemennya, dia rindu dengan kasur empuknya.


dengan buru-buru tamara berjalan menuju halte, dan disinipun suasana sudah sangat sepi, tidak ada orang sama sekali, dia jadi bergidik, perasaan takut menghampirinya, bagaimana kalau ada orang jahat lewat, tamara memejamkan matanya, mencoba menepis pikiran buruknya.


mendadak sebuah mobil van berhenti didepannya, keluar dua orang yang memakai topeng, lalu menarik paksa tamara untuk masuk ke dalam mobil itu, kemudian mobil itupun langsung tancap gas untuk bergegas pergi dari tempat itu, sebelum diketahui orang lain.

__ADS_1


dan kejadian itu rupanya dilihat oleh garvi, tadinya dia mau menawarkan untuk pulang bersama kepada tamara, karena memang hari sudah larut, namun dia terlambat, mobil van itu lebih dahulu membawa tamara, sebelum dia sampai ditempat itu, dan garvi hanya bisa mengumpat didalam hatinya.


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2