Dambaan Kalbu

Dambaan Kalbu
episode 35


__ADS_3

🤗🤗🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


vandra menopang kepalanya yang pusing, setelah mendengar laporan dari anak buahnya tentang perkara penculikan tamara, karena memang dia adalah dalang dibalik penculikan mantan kekasihnya itu, semua rencananya gagal total, dan itu membuatnya frustasi.


dia harus memutar otak lagi untuk menyusun rencana selanjutnya, tadinya dia sudah merancang drama penculikan tamara ini dengan sangat rapih, kemudian garvi muncul dan mengacaukan semua siasatnya.


ya... memang vandralah satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab atas penculikan tamara, dia memang sengaja menculik mantannya itu, karena itu merupakan salah satu strategi yang dipilihnya untuk mencari cara, agar bisa kembali pada tamara, dan dia tidak mempunyai alternatif lain, selain melakukan perbuatan kotor ini.


mengapa vandra tega melakukan itu pada tamara ?, bukankah dia sangat mencintai tamara ?, ya... memang vandra sangat mencintai tamara, dan karena saking cintanya, dia bahkan rela melakukan tindakan bodoh seperti itu.


rencana awalnya, dia sendirilah nanti yang akan berpura-pura menyelamatkan tamara dari aksi penculikan itu, agar gadis itu terkesan kepadanya, dan menganggapnya sebagai pahlawannya, lalu dengan perlahan cinta yang hilang dihati tamara, akan kembali lagi untuknya, dan mereka bisa bersatu lagi dengan penuh kebahagiaan.


" apa kamu tidak salah dengar ? " tanya vandra


" iya tuan, saya berada langsung di tempat kejadian, dan saya sangat yakin dengan apa yang lihat, saya tidak mungkin salah tuan, pak garvi sendiri lah yang membantu nona tamara kabur dari orang-orang suruhan kita " adu anak buahnya


" lagi lagi garvi, dia selalu saja menghalangiku " ujar vandra


" lalu apa lagi ? " lanjut vandra


" semua penculik itu tidak ada yang selamat tuan "


" kamu yakin mereka semua tidak ada yang selamat ? " tanya vandra


" iya tuan, saya yakin sekali " jawab anak buah vandra yang melaporkan tentang peristiwa penculikan tamara dengan detail


" sial !!! " kesal vandra dengan memukul meja kerjanya, napasnya memburu, menandakan emosinya yang mulai meluap.


" tapi baguslah, berarti tidak ada saksi yang akan bisa menyeret kita dalam masalah ini " lanjut vandra


" itu dia masalahnya tuan "

__ADS_1


" apa lagi masalahnya ? " tanya vandra


" ada salah satu anak buah kita yang dibawa oleh mereka, sepertinya mereka sengaja membiarkannya hidup agar bisa diintrogasi " lapornya


" kamu bilang tadi, orang suruhan kita tidak ada yang selamat, apa kamu sedang mempermainkan aku " sewot vandra sambil mencekek leher anak buahnya


" maaf tuan, mana mungkin saya berani mempermainkan tuan " timpalnya dengan suara yang serak akibat cengkraman tangan vandra di lehernya


dengan ber api-api vandra terus menekan leher anak buahnya itu, hingga anak buahnya itu menggelapar karena kekurangan oksigen, dan setelah dirasa cukup, diapun melepaskannya, anak buah vandra sampai terbatuk-batuk karena hampir kehabisan napas.


" kalian semua tidak berguna " makinya


" maaf..kan sa..ya tu...an, saya.. ber.. janji.. tidak..a..kan me..laku..kan.. kesa..lahan la..gi... " ujar anak buah vandra dengan terbata


vandra tidak menyahut, dia hanya menatap nyalang ke arah anak buahnya yang tengah berlutut dihadapannya.


" baiklah, aku memberimu kesempatan sekali lagi, cepat kamu cari orang tua, bila perlu singkirkan dia, kita harus membersihkan semuanya " lanjut vandra


" baik tuan " patuhnya


" ini semua gara-gara garvi, aku harus menyingkirkannya secepatnya, sebelum dia menyadari apa yang terjadi sebenarnya, dia adalah penghalang terbesarku " oceh vandra


" sepertinya itu tidak perlu tuan "


" anda tidak perlu mengotori tangan anda dengan darah tuan garvi, karena sepertinya orang suruhan kita itu, berhasil membuat tuan garvi terkapar tak berdaya " lapornya


" maksudmu dia mati ? " tanya vandra serius


" saya belum tau tuan, tapi saya sudah mengirim anak buah saya untuk memata-mati tuan garvi, yang kini tengah menjalani operasi, disalah satu rumah sakit terdekat di tempat kejadian " lapornya


" baguslah, aku harap dia mampus, sehingga tidak ada lagi orang yang akan menjegal jalanku " timpal vandra


vandra mengepalkan tangannya dengan erat, dia sungguh berharap jika garvi menghilang dari muka bumi ini, dia sudah muak dengan semua tindak tanduknya, pria itu memang harus dimusnahkan, agar vandra bisa mendapatkan semua yang diinginkannya tanpa ada yang merintangi jalannya lagi.


🤗🤗🤗🤗🤗


tamara ikut duduk disamping ghibran yang memejamkan mata, tamara sama sekali tidak bisa istirahat, hatinya begitu bergemuruh, resah menantikan hasil dari operasi garvi.


hingga akhirnya pintu ruang operasi pun terbuka, tamara berlari menghampiri salah satu orang yang keluar dari ruang operasi garvi, ghibran yang tadinya merem, langsung membuka matanya dan ikut bergabung dengan tamara dan dokter yang keluar dari ruang operasi.


" bagaimana dok ?, apa semuanya baik-baik saja ? " tanya ghibran

__ADS_1


sementara tamara tak bisa mengatakan apapun, bibirnya terasa kelu, sehingga suaranya tercekat di tenggorokan, dia hanya menanti jawaban apa yang akan diberikan dokter kepada ghibran.


" maaf pak ghibran, ada kabar buruk, tuan garvi kritis, beliau kehilangan banyak darah, ditambah sekarang beliaupun mengalami pendarahan, kami sudah berusaha mengehentikan pendarahannya, namun pasokan darah dirumah sakit kami tidak mencukupi, beliau butuh transfusi darah secepatnya, atau beliau tidak akan.... "


dengan emosi ghibran mendorong dokter itu dengan kuat, sehingga dokter itu pun terhuyung sampai menabrak tembok.


" jangan bicara sembarangan dokter, saya membayar anda untuk menyelamatkan pak garvi, bukan untuk mencabut nyawanya " marah ghibran


" tenang ghibran, tidak ada gunanya kamu begini, ini tidak akan membantu pak garvi, dia butuh bantuan kita saat ini, kumohon " lerai tamara


" benar pak ghibran, saat ini pak garvi membutuhkan bantuan kita semua, jadi anda harus tenang, saya juga akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa pak garvi " ujar dokter


ghibran menarik napasnya dalam, dia mencoba menenangkan dirinya sendiri


" baiklah, apa yang harus saya lakukan, agar bisa membantu garvi ? " tanya ghibran kemudian


" apa ada keluarga pak garvi disini, jika ada, itu bagus, kita bisa langsung melakukan transfusi darah secepatnya ? " tanya dokter


" itu dia masalahnya dokter, keluarga pak garvi tinggal diinggris, mereka baru saja saya kabari, dan sepertinya mereka tidak akan secepatnya sampai disini, mengingat perjalanan dari inggris kemari yang cukup memakan waktu " jawab ghibran


" sayang sekali padahal pak garvi sangat membutuhkan transfusi darah secepatnya " sesal dokter


" ambil saja darah saya dokter, sebanyak apapun itu " tawar tamara


" saya juga dok, saya siap mendonorkan darah saya untuk pak garvi " sambung ghibran


" begini pak ghibran, pak garvi memiliki golongan darah cukup langka, yaitu golongan darah O rhesus negatif, dan di rumah sakit kami tidak ada stok untuk golongan darah itu saat ini, bahkan kami pun sudah menghubungi beberapa bank darah yang ada disekita sini, namun hasilnya nihil, apa pak ghibran dan nona ini bergolongan darah O rhesus negatif ?, jika iya, maka kita bisa melakukan transfusi sekarang juga dan kami bisa melanjutkan mengoperasi pak garvi " jelas dokter


" maaf dok, golongan darah saya A " jawab tamara lesu


" golongan darah saya juga tidak sama dengan pak garvi " timpal ghibran


" berarti kita harus menunggu sampai kita bisa mendapatkan pendonor yang darahnya sama dengan pak garvi, semoga saja kita bisa mendapatkannya sesegera mungkin " sahut dokter


tamara terkulai lemas, dia sampai terduduk dilantai saking terguncangnya mendengar kabar ini, tidak, garvi tidak boleh sampai celaka, dia harus selamat, tamara saja belum sempat mengucapkan terima kasih kepada garvi, jadi garvi tidak boleh pergi meninggalkan dirinya begitu saja, karena tamara tidak akan pernah mengijinkannya.


tamara menegarkan dirinya sendiri, lalu dia menghapus air matanya, diapun berdiri dengan seluruh kekuatannya.


" baiklah dokter, saya akan mencarikan pendonor untuk pak garvi, bahkan meski harus ke ujung dunia sekalipun, saya tidak akan menyerah, saya pasti akan menemukan pendonor itu " ucap tamara.


dan hal itu berhasil membuat ghibran melongo, dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan, gadis cengeng itu akan berjuang untuk bisa menyelamatkan garvi, ghibran pun terharu, dan itu membuatnya kembali bersemangat untuk mencari orang dengan golongan darah O rhesus negatif, bahkan bila perlu dia akan mengobrak abrik seluruh kota milan ini, agar bisa menemukan pendonor itu.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2