
🤗🤗🤗🤗🤗
.
.
.
.
.
matahari menyinari dengan gagahnya, mecerahkan suasana dengan warna kuning cerianya, membuat hari terasa penuh dengan warna.
tamara segera menarik tangan vandra untuk segera masuk ke kebun binatang, dia sudah tidak sabar ingin segera masuk kesana, vandra yang mengikutinya dari belakang, hanya geleng-geleng kepala menyaksikan perilaku tak biasa kekasihnya itu.
apa menariknya coba melihat hewan-hewan, tempat ini kan biasanya dikunjungi oleh para keluarga yang ingin menyenangkan anak-anak mereka, lah ini si tamara, udah sedewasa ini masih ingin jalan-jalan ke kebun binatang ? entah apa yang ada dibenak gadis itu, sehingga dia begitu bersemangat mengajak vandra untuk pergi kesana.
vandra berjalan malas mengikuti tamara, bukan karena dia tidak ingin memenuhi keinginan kekasihnya itu, tapi ayolah... , mau ngapain coba mereka kesini ? tapi melihat binar bahagia di mata tamara, vandra tak mampu menolak ajakan gadisnya, dan jadilah kini mereka benar-benar ada didalam kebun binatang.
tamara begitu antusias menarik tangan vandra kesana kemari, memberitau vandra tentang semua nama-nama hewan yang dilihatnya, seakan-akan vandra tidak tau nama-nama hewan yang ditunjukan oleh tamara, mungkin tamara lupa kali ya..!! kalo vandra itu udah dewasa, jadi tanpa diberitahupun, sudah dipastikan vandra tau semua nama-nama hewan yang ada dikebun binatang itu.
tamara berlarian kesana kemari seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak ke kebun binatang, dia begitu girang menyaksikan setiap atraksi yang ada di kebun binatang itu, dan itu terpancar jelas dari raut wajahnya yang begitu sumringah, sementara vandra hanya mengekorinya dari belakang, meskipun dia merasa ini sangat konyol tapi demi wanita yang dicintainya, dia rela melakukan apa saja, asalkan gadisnya bahagia.
" van, aku ingin makan ice cream itu " pinta tamara sambil menunjuk tukang ice cream yang tengah melayani pembelinya.
vandra melihat ke arah kerumunan orang-orang yang tengah mengantri untuk membeli ice cream juga.
" baiklah, kamu mau tunggu aku disini atau ikut kesana ? " tanya vandra
" aku ikut, aku takut nanti kamu ilang " goda tamara
vandra tersenyum, dan dengan berpegangan tangan merekapun segera menuju ke penjual ice cream yang terlihat kerepotan melayani para pelanggannya itu, tamara dan vandra menunggu dengan sabarnya hingga tiba giliran mereka nanti, ya...terkadang kita memang harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.
setelah cukup lama mereka menunggu, akhirnya, merekapun mendapatkan ice cream yang mereka inginkan, tamara terlihat sangat bernapsu melihat ice cream cokelat yang dibelinya, dia bahkan terlihat beberapa kali meneguk salivanya karena tak tahan melihat pemandangan yang menggiurkan dihadapannya.
merekapun segera mencari bangku untuk duduk, untungnya disudut dekat kandang kelinci ada satu bangku panjang yang kosong, sepertinya cukup untuk mereka berdua, dan akhirnya merekapun kesana dan memakan ice creamnya sambil melihat para kelinci bermain, sangat menggemaskan.
mereka bercanda penuh dengan tawa, vandra selalu bisa membuat tamara tersenyum merekah, bagaikan bunga-bunga yang bermekaran, begitu indah dan menenangkan.
disaat mereka tertawa bahagia, tiba-tiba tamara menghentikan tawanya.
" ada apa ? " tanya vandra khawatir
" tidak, tidak apa-apa " jawab tamara namun tak mengurangi kegelisahannya
vandra menggamit dagu tamara, agar dia bisa melihat langsung wajah tamara.
" sayang, apa kamu tidak percaya padaku ? mengapa kamu menyembunyikan perasaanmu dariku, apa aku tidak boleh tau tentang apa yang ada dihatimu itu ? " tanya vandra sambil menangkupkan kedua tangannya ke wajah tamara
tamarapun menyerah, dia melerai tangan vandra yang tadi ada diwajahnya.
" entahlah, aku merasa seperti pernah datang kesini, tapi dengan siapa ya ? setauku, kita baru pertama kali kan kesini ? " tamara balik bertanya
__ADS_1
" iya sayang, itu hanya perasaanmu saja, kita tidak pernah kesini, aku sendiri malah kaget pas kamu ngajak kesini " jawab vandra sayang
" benarkah ? tapi kok aneh ya ? " gumam tamara
vandra langsung buru-buru meyakinkan kekasihnya itu, dia tidak ingin jika tamara terlalu banyak berpikir, mereka kan kesini ingin bersenang-senang, bukan malah memikirkan sesuatu yang tidak penting.
" udah sayang, jangan terlalu dipikirkan hm.., aku nggak mau kamu banyak pikiran, nanti kamu pusing lagi " ucap vandra menenangkan
" ya.. kamu benar van, kalo gitu kita jalan lagi yuk ! aku ingin ke tempat pinguin " ajak tamara
vandra mengiyakan dengan memberikan senyuman terbaiknya untuk tamara seorang, mereka memang terlihat serasi.
berjam-jam mereka habiskan untuk mengelilingi semua area yang ada dikebun binatang itu, kaki tamara pegal sekali, tapi dia senang karena hari ini CEO rese nya itu tidak mengganggu acara kencannya, biasanya dia akan menyuruh tamara untuk mengerjakan ini itu, atau menyuruhnya membelikan sesuatu dan detik itu pula tamara harus menyerahkan kepadanya, dan tak jarang pula tiba-tiba dia memberinya pekerjaan mendadak diakhir pekan, yang pada akhirnya menggagalkan semua acara kencannya, pokoknya ada aja deh alasan tuh CEO untuk menghalangi kebahagiaannya.
tamara benar-benar merasa bagaikan disyurga, begitu damai tanpa pria ganteng namun menyebalkan itu, eits... tunggu dulu, mengapa tamara jadi memikirkan bosnya itu ? membuat moodnya buruk aja, ternyata, meskipun tuh cowok rese kagak ada, tetep aja dia menjadi sumber ke bete annya tamara, segera saja tamara menskip wajah tuh CEO dan menggantinya dengan wajah yang tak kalah gantengnya, vandra, pacar kesayangannya.
tamara tiada lelahnya menggandeng tangan vandra hilir mudik, mengikuti kemauannya, dan vandra hanya pasrah saja diperlakukan seperti itu, mau bagaimana lagi ? jika hal ini membuat tamara bahagia, maka vandra dengan sukarela akan melakukannya.
" tamara, jangan buru-buru, kamu harus liatin jalan, nanti nabrak orang " warning vandra
" iya, tenang aja, aku udah pel... "
bruuk... !!! dan akhirnya, apa yang ditakutkan vandra pun terjadi, tamara menabrak seseorang, seorang pria jangkung dengan tinggi sekitar187 cm, berwajah handsome bagaikan tokoh utama pria di anime komik jepang, serta tubuh tegapnya yang bagaikan menara kokoh tengah mendekap tamara, menahan gadis itu agar tidak terjatuh karena bertabrakan tadi.
tamara mendongakan kepalanya demi melihat siapakah gerangan pria yang kini mendekap erat tubuhnya itu, wajah pria itu tertimpa sinar matahari yang membuatnya sulit melihat secara jelas bentuk wajah pria itu, namun dapat dipastikan bahwa pria itu sangat tampan dan rupawan, ditambah terpaan sinar mentari membuatnya terlihat seperti malaikat, sangat bercahaya dan begitu menyilaukan, tapi tunggu, tiba-tiba indra penciumannya menghirup aroma yang tidak asing, begitu dekat dengannya, dan hidungnya sangat familiar sekali dengan wewangian ini, aroma wangi yang bercampur dengan bau khas laki-laki, tidak salah lagi, ini pasti dia, tamara membatin.
sontak saja dia langsung mendorong pria itu agar menjauhinya.
" kamu nggak apa-apa sayang " ujar vandra khawatir, dia segera menarik tamara kebelakang tubuhnya, mencoba melindunginya dari pria yang vandra pun tau siapa dia.
" aku mencarimu kemana-mana, dan kamu malah enak-enakan disini hah ! " bentak garvi yang langsung menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disitu.
vandra memasang badannya untuk melindungi kekasihnya itu dari amukan garvi, sang CEO perusahaan yang dimana tamara bekerja disana.
" anda, kalo ngomong sama perempuan bisa nggak sopan sedikit, saya tau, anda atasannya, tapi ini diluar kantor, diluar jam kerjanya dia, jadi anda tidak berhak untuk berlaku tidak sopan seperti ini " bela vandra
" udah van, biar aku aja yang menyelesaikan masalah ini " cegat tamara
" tidak sayang, kamu itu kekasihku, jadi sudah tugasku melindungimu " sahut vandra
" come on, apa kalian sudah selesai dengan adegan roman picisan yang tidak bermutu ini, kalau begitu aku ada urusan dengan dia, Tamara Hazeena, karyawan saya " tegas garvi sambil menarik tamara dari belakang tubuh vandra.
dengan sigap vandra langsung menarik kembali tamara, dan hal itu kontan saja membuat garvi naik pitam, dicengkramnya kerah kemeja vandra, dan membuat vandra sedikit tercekik, namun vandrapun tak gentar, dia pun langsung menatap nanar ke arah garvi, tatapan mata kedua pria itu seperti memancarkan percikan api yang kapan saja bisa membakar keduanya dengan emosi.
tamara berusaha melerai perkelahian itu, dia tidak ingin ada keributan, dan tentunya pula dia tidak ingin jika hal ini nanti akan menjadi masalah buatnya di kantor, dia sudah cukup kewalahan menghadapi sikap garvi, jadi dia tidak mau menambah masalahnya lagi, yang ada nanti garvi malah semakin menjadi-jadi, dan juga tamara tidak ingin bila terjadi sesuatu pada kekasihnya itu, dengan semua kekuasaan yang dimilikinya, garvi dengan sangat mudah bisa menghancurkan bisnis keluarga vandra, tamara tidak menginginkan hal itu terjadi, dia tidak mau kalo nanti gara-gara dirinya, vandra dan keluarganya akan menanggung akibatnya, biarlah dia menyelesaikan masalahnya sendiri.
" aku mohon hentikan kalian berdua, apa kalian tidak malu dilihat orang-orang " ujar tamara.
kedua pria itu masih diselimuti emosi tanpa ada yang mau mengalah, namun kemudian garvi melepaskan cengkramannya, dan kini pandangannya berfokus pada tamara.
" sudah berapa kali aku bilang, kamu itu tidak boleh mematikan ponselmu, karena aku tidak suka, kamu itu sekretaris CEO, jadi kapanpun dan dimanapun kamu harus selalu siap jika aku memanggilmu " hardik garvi
tamara segera mengecek hp nya, setau dia hp nya tadi aktif kok, tapi mengapa garvi bilang kl hp nya mati.
__ADS_1
" maafkan saya pak garvi, ternyata hp saya lowbat " sesal tamara setelah mengecek hp nya yang ternyata memang mati.
" mengapa kamu harus minta maaf sayang, kamu nggak salah, ini kan hari libur, dianya aja yang emang suka cari masalah " sahut vandra
memang begitulah adanya, setiap kali dia dan tamara kencan, pasti saja garvi mengganggunya, entah memang disengaja ataupun tidak, nyatanya, itulah yang terjadi, entah mengapa garvi selalu saja mengacaukan acara mereka berdua, keberadaan garvi sangat mengganggu kehidupannya dan tamara, membuat vandra ikut meradang tiap kali melihat wajah si Garvi Akhilendra.
" aku mohon van, biar aku yang menyelesaikan masalah ini, dia bosku, jadi wajar kalo dia memarahiku, karena kecerobohanku " lanjut tamara
" ra, lagi-lagi kamu membelanya, yang jelas-jelas dia itu salah, kamu itu gimana sih ? " tanya vandra kesal
" bukan begitu, aku hanya tidak mau saja kalo gara-gara masalah ini, kamu jadi kena imbasnya, kamu tau kan, garvi bisa melakukan apa saja terhadapmu dan perusahaanmu, aku tidak mau hal buruk terjadi padamu, jadi kumohon, mengertilah " jawab tamara.
dan hal itu berhasil membuat garvi tersenyum penuh kemenangan, karena tamara telah memperingatkan vandra tentang statusnya yang hanya pemilik perusahaan biasa, tidak akan bisa melawan dirinya yang memang memiliki kekuasaan untuk bisa menghancurkan bisnis orang lain hanya dengan sekejap mata, keegoisannya membuatnya semakin angkuh menunjukan kekuatannya di hadapan vandra.
" itu bukan masalah sayang, aku hanya ingin kalo kita hidup tenang, sudah, lebih baik kamu resign aja ra, kamu kan bisa kerja di perusahaanku, atau kalo kamu nggak mau, aku bisa minta tolong teman-temanku untuk memberimu pekerjaan diperusahaan mereka " lanjut vandra meyakinkan
" vandra, kamu tau kan, aku nggak akan pernah mau kerja di perusahaanmu ataupun diperusahaan temanmu, aku ingin mandiri, jadi tolong ngertiin aku ya, dan juga aku tidak akan sanggup menanggung perasaan bersalah jika terjadi sesuatu padamu, aku tidak mau kamu hancur van, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri " ujar tamara
" kamu dengar sendiri kan ? dia sudah memilih, jadi, jaga batasanmu " sergah garvi dengan sok nya
vandra sedikit kesal mendengar ucapan tamara, bukannya dia tidak mengerti dengan apa yang dikhawatirkan tamara, tapi melihat tamara diperlakukan semena-mena seperti itu, dia tidak terima, dia tidak rela melihat kekasihnya dimaki seperti itu.
" plis... " mohon tamara
dengan terpaksa vandra menurutinya , meskipun dia kecewa karena lagi-lagi tamara menolak tawarannya, padahal itu semua dia lakukan karena perasaan cintanya kepada tamara, dia tidak ingin kalau tamara kesusahaan, apalagi dengan pekerjaanya sebagai sekretaris Garvi Akhilendra.
perusahaan akhilendra memang sangat mementingkan kesejahteraan karyawannya, namun itu semua sesuai dengan sistem kerja disana yang memang terkenal sangat keras dan disiplin, mungkin karena hal itulah yang membuat perusahaan akhilendra begitu digjaya dibandingkan perusahaan lainnya sampai saat ini.
" baiklah " ujar vandra kemudian, tamara tau kekasihnya itu marah padanya, namun dia juga tidak bisa berbuat banyak selain menuruti perintah bosnya itu, meskipun hal itu menyakiti vandra, tapi tamara yakin bahwa pria itu pasti akan memakluminya, seperti yang sudah-sudah.
" terima kasih van " balas tamara
" apa kalian sudah selesai dengan roman picisannya ? " tanya garvi menginterupsi
" ada perlu apa anda mencari saya ? " tanya tamara dengan menahan kekesalannya
" kamu ikut aku, ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan, aku tidak bisa memberitaunya disini " jawab garvi tegas
" tapi... " ucap tamara menggantung
" tidak apa ra, pergilah " ujar vandra yang mengerti bahwa tamara meminta ijinnya secara tidak langsung
tamara hanya mengangguk
" ayo, aku tidak punya banyak waktu untuk melihat adegan alay seperti ini " ajak garvi yang tanpa ragu langsung melangkahkan kakinya.
tamara masih terpaku ditempatnya, dia sangat tidak enak hati meninggalkan vandra sendirian, kebahagiaan yang baru dirasakannya beberapa jam lalu, langsung hancur seketika dikarenakan kehadiran pria sialan itu.
vandra memberikan isyarat dengan matanya bahwa dia tidak apa-apa, dan dengan berat hati tamarapun meninggalkan vandra yang masih berdiri ditempatnya, vandra mengepalkan tangannya menahan gejolak emosi yang memenuhi hatinya, dia tidak percaya, bahwa Garvi Akhilendra lagi-lagi mencuri waktu kebersamaannya dengan tamara, sepertinya dia harus memberi pelajaran kepada CEO sombong itu, dia harus melakukan sesuatu.
" awas kau Garvi, aku pasti akan membalasmu " ucap vandra dalam hati.
🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1