Dangerous Mafia

Dangerous Mafia
Prolog


__ADS_3

Seorang gadis baru saja keluar dari bandara dengan menyeret sebuah koper dengan kasar. Ia sangat jengkel lantaran perjodohan yang tengah disiapkan oleh ayahnya. Meskipun begitu, ia juga tidak bisa menolak. Yang jelas, kabur adalah pilihan utama. 


Gadis cantik dengan tinggi seratus tujuh puluh itu berjalan menyetop taxi yang dengan melambaikan tangannya. Wajah bulat mungil di sertai dengan lesung pipi dan juga bibir tipis mungil berwarna pink alami itu membuat semua orang yang melihatnya pasti tidak berkedip. Ditambah kaki jenjang putih yang terekspos sempurna. Tidak ada yang memungkiri kalau tubuh gadis itu sangatlah menggoda. Pakaian yang di pakai sedikit tomboy dan terkesan liar. Ia hanya acuh tak peduli dengan sekitar. Wajahnya dingin bagai es yang tak bisa dibekukan. 


Keysara Alexa Beltran itu nama dari gadis yang tengah duduk di belakang kemudi. Dengan bantuan saudara kembarnya, gadis itu kabur dari rumah. Semua yang dilakukan tentu atas perhitungan yang matang. Gadis yang berumur dua puluh tiga tahun tampak menatap jendela taxi sambil menatap ramainya Kota Paris. Ia sesekali mendesah penuh dengan frustasi. 


Andai saja, Daddy tidak terlalu kolot. Yang benar saja, aku akan dijodohkan dengan anak Uncle Max yang sebelas dua belas dengan dirinya. Bisa gila aku, pikir keysara panjang lebar. 


Tiba - tiba, taxi itu berhenti mendadak lantaran ada perkelahian di depan. Ia menatap lurus ke depan. 


(Percakapan dalam bentuk bahasa inggris) 


"Kenapa berhenti?"


"Maaf, Nona. Di luar ada perkelahian. Saya tidak bisa melanjutkan perjalanan," ucap sesal sopir itu. 


Keysara hanya mendengus kesal. Ia keluar dari taxi itu lalu menyeret kopernya dengan kasar. Wajahnya yang dingin nan menusuk membuat sang sopir hanya geleng - geleng kepala. 


"Untukmu," ucap Keysara sambil menyodorkan uang. Gadis itu berlalu begitu saja berjalan di tengah perkelahian yang sedang saling lempar melempar pistol. Ia merasa tidak terganggu sedikit pun. Dari kecil, adrenalinnya memang sudah dilatih. Bahkan, ia juga ikut seni bela diri untuk memperkuat melindungi tubuhnya.


Sang supir hanya diam tidak berkutik. Ia tahu jika berteriak nyawanya akan melayang begitu saja. Kasihan sekali gadis itu, padahal sangat cantik. Pikirnya. 


Seseorang yang merupakan ketua kelompok mengangkat tangan seraya memberi aba - aba agar tidak melibatkan penduduk lokal. Meskipun mereka berseberangan, tapi pantang untuk menyakiti para penduduk. Mereka akan membasmi penghianat, musuh dan juga para pengusik. 


Banyak mayat bergempang dan juga darah yang mengalir di sepanjang jalan. Keysara tidak jijik akan pandangan itu. Ia terus berjalan ke depan tanpa melihat ke sekitarnya. Semua baku hantam perkelahian berhenti lalu memandan seorang gadis yang melewati mereka. Hanya tatapan memuja yang tergambar jelas. Meski kulitnya terlihat putih, tapi tidak seputih orang daerahnya. Lebih condong ke kuning langsat. 


Sejenak mereka tertegun sampai meneteskan air liur. Sementara seorang pemimpin dari mereka hanya menyeringai lalu berjalan menjauh. Sementara Keysara melewati mereka dengan aman. 


Gadis itu kemudian duduk di pinggir jalan untuk menunggu taxi yang lewat. Ia melihat klub malam yang tak jauh darinya. Dengan langkah lebar, ia berjalan menuju ke sana. 

__ADS_1


Keysara masuk lalu duduk di depan bartender. 


"Jus lemon," ucap Keysara. 


Bartender itu menatap gadis di depannya dengan heran. Ini club malam, kenapa memilih jus lemon? Seharusnya memilih minuman beralkohol.


"Kau salah tempat, Nona."


Keysara menatap lelaki itu penuh intimidasi. "Pembeli adalah raja."


Bartender itu hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara. Mendadak lidahnya kelu dan tenggorokannya kering. 


Seseorang yang jauh dari sana melihat gadis itu lalu mendekatinya. Ia berjalan penuh angkuh seakan bisa menaklukan gadis itu. 


Dengan penuh percaya diri, lelaki itu duduk di samping Keysara lalu menatapnya lapar. "Kau baru kabur, Nona." Ucapan lelaki itu tidak di respon sedikitpun. Tentu saja membuang sang lelaki murka. Ia dengan kasar menarik bahu Keysara hingga menoleh. 


"Singkirkan tanganmu."


Seperti mantra yang di lontarkan. Lelaki itu langsung melepas tangannya. Aura intimidasi dan kepemimpinan yang dimiliki Keysara membuat lelaki itu hanya diam tak bisa berkutik. 


Tiba - tiba, ponsel miliknya berbunyi. Ia merogoh ponsel itu. Bibirnya pun mengerucut tak suka lantaran panggilan video call yang tertera di benda pipih itu. Terpaksa, ia mengangkatnya. 


"Kau menggangguku," ucap Keysara sambil menatap layar itu. 


"Apakah sudah sampai, Sayang. Daddy sedang mengamuk tidak jelas. Lebih baik, kau pulang. Sebelum dia menyeretmu pulang. Kau tahu sendiri sifat Daddy. 


"Diamlah…, Kel. Aku tak ingin berdebat."


"Aku sudah membujuk Daddy. Dia berubah pikiran tak akan menjodohkanmu. Pulanglah…."

__ADS_1


"Aku tak bisa," ucap Keysara datar. 


"Sayang…, pulanglah. Maafkan Daddy."


Keysara langsung memutuskan panggilan itu sepihak. Ia tidak ingin melihat ayahnya memelas tidak jelas seperti abg bucin. 


"Pergilah…, jangan menggangguku." Gadis itu berbalik arah lalu meminum jus lemon. Sebelum diminum ia mencium aroma jus itu. Ia tidak jadi meminumnya dan memilih untuk membuang minuman itu. 


"Hai, Nona. Kenapa kau membuangnya?" 


Gadis itu hanya diam lalu pergi begitu saja. Namun, tangannya di cekal oleh seseorang. "Kau tidak bisa keluar sebelum minum jus itu."


Keysara hanya mendengus kesal. "Panggilkan pemilik klub ini."


Bartender itu langsung menatap tak percaya. Seorang gadis ingin bertemu dengan bosnya. "Tuan kami tidak bisa bertemu dengan sembarang orang."


"Lantas, kau mau menjebakku begitu saja. Tentu aku tidak terima."


Keringat yang ada di pelipis bartender itu langsung menetes. Jika ini diketahui oleh sang bos. Apakah dia akan selamat? Ini semua gara - gara lelaki di depannya.


Awas saja kau, Nico.


"I… itu, Tuan tidak bisa di ganggu."


"Siapa yang tidak bisa di ganggu?" Suara bariton nan seksi terdengar jelas di dekat mereka bertiga karena jarak yang dekat. 


❤️❤️❤️


Sampai di sini masih penasaran. Teruslah membaca dan menunggu updatenya. Jangan lupa dukung terus author yak….

__ADS_1


__ADS_2