Dangerous Mafia

Dangerous Mafia
DM 10: Di Jadikan Barang Taruhan


__ADS_3

Aku akan masuk ke dalam permainan yang kau buat. Lihatlah…, siapa yang akan bertahan di antara kita. Aku ataukah dirimu. 


Keysara Alexa Beltran


❤️❤️❤️❤️


Ruangan yang terang namun tidak seterang situasi yang ada di dalamnya. Meskipun banyak orang yang tengah memenuhi sofa itu. Kondisinya terasa dingin dan mencekam. Aura - aura permusuhan nampak jelas diantar kedua lelaki yang tengah menatap satu sama lain. Keduanya tidak berhenti saling tatap padahal sudah lebih dari satu jam. 


Terus terang, Keysara mulai jengah. Ia mengerucutkan bibirnya membuang muka menatap Anastasya dan lainnya yang tengah menunduk takut. 


Ada apa dengan mereka? 


Batin Keysara merasa heran dengan sikap mereka bertiga. Gadis itu menghela nafas kasar. "Aku bosan," ujarnya sambil menarik baju Kellano. Mata lelaki itu beralih ke samping kemudian tersenyum lembut.


"Kau ingin jalan - jalan. Lagi pula, kita jarang keluar berdua." 


Mata Orlando membara. Percikan api permusuhan tercetak jelas. "Tak akan aku biarkan meskipun kau saudaranya."


Kellano merapatkan badannya ke tubuh Keysara. Ia memprovokasi Orlando dengan memeluk gadis itu dari samping. 


"Dia saudaraku. Kami kembar dan tumbuh bersama. Rasa sayangku sedalam lautan luas. Tak ada cinta diantara kami karena negara kami tidak mengijinkan hal itu. Kau jangan berlebihan, aku tak suka Keysara dekat denganmu. Ingat, kau bukan kekasihnya," ucap Kellano panjang lebar dengan enteng. 


*Apa yang baru saja di katakan lelaki itu? Astaga…, semoga Tuan tidak marah. 


Berani sekali dia. Siala*, aku semakin mengaguminya. 


Hentikan ocehanmu, Kellano. Kau masuk ke dalam lubanh singa jantan yang siap menerkam mangsanya*. 


Anastasya, Dion dan Kelvin hanya bisa membisu dan membatin di pikiran masing - masing. Sedangkan Orlando, mengendurkan kilatan matanya. Ia kemudian tertawa terbahak - bahak mendengar perkataan lelaki itu. Semua orang yang berada di sana menatapnya heran. 


"Kelvin, sepertinya kita harus menjamu tamu. Siapkan semua di mansion." 


Kelvin terkesiap, ia langsung berdiri kemudian menunduk hormat lalu pergi dari ruangan itu. 


"Kau harus kembali dengan Ana, Dion." 


Anastasya menggelengkan kepala sambil menatap Keysara. "Aku tidak mau dengan manusia itu." 


"Kembali!! Atau kau akan aku kirim ke Antartika!!" Anastasya melotot tajam ke arah Orlando. Ia kemudian berdiri dengan kasar pergi meninggalkan mereka dan diikuti oleh Dion.

__ADS_1


Setelah semuanya pergi, Orlando menatap wajah Kellano dan Keysara bergantian. "Aku ingin saudarimu," ujar lelaki terus terang."


Orlando merutuki ke bodohannya karena tidak mencari informasi mengenai keluarga Beltran. Ia hanya melihat kartu identitas Keysara saja. Lagi pula, keluarga mereka sangat terpandang. Tidak diragukan lagi kalau bibit, bebet, dan bobotnya sangat unggul. Lantas, yang menjadi pikirannya saat ini adalah bagaimana Dion bisa mengenal keduanya dengan baik? Sepertinya, ia harus mencari tahu informasi ini. 


"Jika aku menolak," jawab Kellano enteng. "Lagi pula, Keysara tidak akan mau berdekatan denganmu. Meskipun kau tampan."


Kellano tidak akan berbohong mengenai fisik Orlando. Sebagai lelaki, ia sempat mengagumi sosok itu. 


"Tak masalah. Aku hanya ingin memilikinya."


"Tidak bisa. Aku bukan barang." Keysara sungguh tidak tahan akan sikap otoriter Orlando kepadanya. 


"Kau tak punya pilihan, Sayang. Mau tidak mau, kau milikku." 


"Sepertinya, kau harus melihat catatan sipil, Bung. Kalian belum punya hubungan apapun. Jadi, saudariku bebas jika ingin bersama orang lain."


Tangan Orlando mengepal. Ia memukul meja di depannya hingga berbunyi keras. Kedua saudara itu menatapnya dingin seperti es. 


"Kau lihat, dia mudah marah. Tak pantas jadi pasanganmu," Kellano melirik Orlando yang tengah tersulut emosi. Keysara hanya mengangguk membenarkan perkataan saudaranya. 


"Kalian!!" geram Orlando. Kedua saudara itu hanya terseyum tipis saat berhasil menaruh minyak agar emosi lelaki itu semakin melebar. 


"Aku tidak akan memberikan Keysara kepadamu." 


Dapat di lihat raut wajah gadis di sampingnya yang terlihat khawatir. Kellano pun menutup mata memikirkan jalan keluarnya. Beberapa detik kemudian, mata berwarna coklat itu terbuka. 


"Sudah selesai memikirkannya. Kau seharusnya sudah tahu kalau aku adalah keturunan Golden. Keluarga Barren hanya seujung kuku jari kelingkingku. Dengan sekali hempasan pasti akan musnah."


Kellano dan Keysara diam menyimpan amarahnya. Mereka mengepalkan kedua tangan hingga telapak tangannya membekas. 


"Apa maumu?" Keysara mulai angkat suara."


"Tentu hanya kau, Sayang. Aku ingin kau di sisiku. Dimana ada aku di situlah ada dirimu. Semua yang ada di tubuhmu adalah milikku."


"Gila!!" teriak saudara kembar itu bersama. 


Orlando hanya tertawa puas menggema di dalam ruangan sambil menatap mereka. "Aku akan bekerja sama denganmu di proyek pembangunan perumahan elit di Jerman."


Kellano mengerutkan kening. Bagaimana lelaki itu bisa tahu tentang pembangunan perumahan elit di Jerman yang tengah disusunnya saat ini? 

__ADS_1


"Aku sudah tahu dari orang kepercayaanku. Lagi pula, tanah itu adalah milikku. Aku akan memberikannya secara cuma - cuma. Asalkan…." Ucapan Orlando terpotong saat melihat ekspresi wajah kedua saudara itu dengan serius. 


"Katakan," kata Kellano tidak sabar."


"Dia harus jadi milikku. Waktumu sebulan setelah pembangunan untuk memberi bagianku sebesar lima kali lipat dari harga tanah itu." 


Bola mata Kellano dan Keysara membulat sempurna. Gadis itu pun menggeleng cepat. "Aku bukan barang."


"Beri kami waktu untuk berpikir." Kellano menggenggam tangan Keysara dengan kuat. 


Orlando mengangguk setuju. "Aku tunggu di lobi. Satu jam waktumu untuk berpikir. Jika kau menolak tawaranku. Aku langsung beraksi." Lelaki itu melenggang pergi meninggalkan mereka yang tengah menatapnya. Setelah Orlando benar - benar pergi, keduanya mulai berdebat.


"Kau tak akan menyetujuinya 'kan?" Keysara sangat khawatir mengenai perjanjian itu. Terus terang, ia tak ingin terbelunggu disini.


Kellano memijat pelipisnya. "Aku tidak tahu kalau kau berurusan dengan orang berpengaruh. Kita tak bisa lari selain menerima tawarannya. Nanti, aku akan memberi syarat untuknya. 


Keysara mendorong pelan Kellano. Sungguh ia tak ingin dijadikan barang taruhan. "Aku benci situasi seperti ini."


"Maafkan aku," sesal Kellano. Ia ikut andil dalam masalah yang melibatkan Keysara. 


"Aku yang salah, Kel," ucap Keysara sendu kemudian menunduk kembali. Ia menutup matanya lalu memikirkan cara untuk bisa mengatasi masalah yang dihadapinya saat ini. 


Aku akan meladeni permainannya, batin Keysara dengan tersenyum penuh kelicikan. Kellano yang melihat ekspresi saudaranya mendadak horor. Ia bergidik ngeri sambil menggelengkan kepalanya. 


"Jangan konyol, Keysara!" teriak Kellano sedikit menjauh. 


Keysara mengangkat kepalanya lalu tertawa. "Amankan Daddy. Kita ikuti rencananya. Aku ingin lihat apa yang akan dilakukan lelaki itu."


Keysara menyandarkan kepalanya di bahu Kellano. Ia harus melakukan rencana itu. Lagi pula, salah Orlando sendiri karena bermain api dengan dirinya. Dan lelaki itu juga sangat keras kepala. 


"Pastikan Daddy aman. Bawa Daniel untuk mengurusi perusahaan. Kau terbanglah ke Jerman."


"Kau tak akan melakukan hal gila 'kan."


"Ayolah…, aku hanya melakukan bisnis kecil. Tak mungkin aku membuang uangku percuma," jawab Keysara enteng. 


Kellano semakin pusing mendengar kegilaan Keysara. Ia tahu kalau saudaranya memiliki beberapa bisnis kecil yang sangat menguntungkan. Bahkan, bisnis itu mampu menjerat investor luar negeri. 


"Rahasia apalagi yang kau sembunyikan dariku."

__ADS_1


Keysara membenarkan duduknya. Ia menatap Kellano dalam. Sejak ia hengkang dari dunia permodelan. Gadis itu sengaja membeli tambang emas dan batu bara yang ada di Kalimantan.


"Kau pasti punya kartu As." Kellano sangat yakin akan ekspresi Keysara yang tengah tersenyum licik. 


__ADS_2