
Nampak ruangan keluarga dengan televisi menyala. Sosok gadia cantik menikmati tontonan film dengan snack di tangannya. Penampilan yang di kenakan jauh dari kata rapi. Kaos oblong sampai lutut dan rambut ekor kudanya.
Seseorang datang menghampiri sambil menggelengkan kepala. Semua snack berserakan di mana - mana. Tapi, tidak dapat di pungkiri. Tampilan seperti itu membuatnya tetap cantik dan seksi.
"Sampai kapan kau akan tetap seperti itu, Keysara?" Nada yang lembut selama seminggu sudah menghiasi telinganya. Gadis itu hanya melirik sekilas lalu melanjutkan acaranya.
"Kau mendadak tuli kalau aku datang." Perkataan itu setengah benar. Hanya saja, gadis itu bosan. Semenjak pertemuannya dengan orang berjas putih, Orlando mengurungnya seperti ini. Bahkan, mansion dijaga banyak orang.
Sialan, semua ini karena mulut bocor Anastasya. Andai saja, ia bungkam. Masa indahnya tidak akan suram. Sekarang dapat dilihat, ia hanya mempergemuk diri. Dan hasilnya tidak gemuk sama sekali.
Orang itu duduk di samping Keysara merebut snacknya lalu membuang ke lantai begitu saja. Tentu saja Keysara marah. Namun ditahannya. Wanita jadi - jadian yang berkunjung selam seminggu itu membuatnya muak. Meski penampilannya sekarang sudah berubah. Mungkin, dia mendapat hidayah dari malaikat.
Keysara mengambil ponselnya melihat semua pesan yang dikirimnya kepada Kellano. Tidak lupa, ia mengecek sosial media miliknya. Ia sangat merindukan saudaranya itu. Ketika Dion kembali, gadis itu berpikir kalau kembarannya juga ikut pulang. Tapi, semuanya sirna karena dia masih sibuk dengan pekerjaanya.
Lantas, bagaimana perkembangan hubungan Orlando? Jangan di tanya. Hubungan mereka tidak berkembang sama sekali. Sudah seminggu Orlando menghilang tanpa kabar. Ada rasa kosong di hati Keysara. Tapi, ia menolaknya lagi dan lagi.
"Kau jadi tidak berguna." Ucapnya kepada Keysara. Karena tidak tahan dengan ocehan seperti burung pipit, gadis itu angkat bicara.
"Setidaknya aku masih bisa bekerja meski dari jauh." Semua perkataan itu benar adanya. Keysara selalu mengecek berkas - berkas yang akan di tanda tangani oleh Orlando. Ia juga mengurus bisnisnya sendiri.
"Jangan membuatku berpaling setuju atas hubunganmu dengan Orlando."
Keysara mengerutkan kening. "Kau salah, Kail. Kami tidak ada hubungan apapun. Hanya sebagai pihak A dan B di atas kertas. Jangan menyerah untuk mengejar cintamu."
Seperti inilah Keysara selalu menjadi penasehat dari orang yang dikenalnya.
"Kau marah padaku? Karena Orlando menjauhimu." Kail bicara dengan penuh ingin tahu. Kenapa Keysara harus marah kepada si bangs*t itu? Tidak ada untungnya. Ia malah lebih penasaran dengan lelaki berjas putih itu.
"Tidak ada hubungannya denganmu." Terlihat Keysara tidak peduli dengan Orlando sama sekali. Kail hanya bisa menghela nafas kasar. Gadis itu belum mengetahui kondisi sang ketua mafia sama sekali.
__ADS_1
Bukan tanpa sebab. Karena ini adalah permintaan Orlando untuk tidak memberitahu Keysara. Mungkin karena cinta tidak ingin membuat sang pujaan hati memikirkannya saat ini.
Apabila Kail berada di posisi Orlando, pasti rasa sakit fisik dan hati jadi satu. Seharusnya, dalam keadaan sakit. Sang pujaan bersama dengannya membantu merawat diri. Tapi, yang dilakukan Keysara hanya menonton dan menonton.
Terkadang, Kail merasa kasihan dengan Orlando. Menyukai gadis yang tidak peka seperti Keysara. "Apakah kau mencintai, Lando?" Lelaki itu harus bertanya mengenai perasaan gadis disampingnya.
Keysara menoleh menatap Kail dengan tanda tanya. Selama seminggu ini ada yang tidak beres di sekitarnya. Pikirannya melayang pada satu titik. Mungkinkah Orlando sedang dalam masa bahaya? Mata gadis itu dipertajam untuk mencari kebenaran.
"Bukankah kau yang mencintainya. Seharusnya, kau tanya pada dirimu sendiri." Jawaban itu sukses membuat Kail emosi. Bisa - bisanya Orlando memilih gadis acuh itu timbang dirinya.
"Kau memang tidak pantas untuknya." Kail berdiri meninggalkan Keysara dalam kemarahan. Gadis itu pun menatap sampai tubuh itu menghilang.
Sepertinya, aku harus mencari tahu sendiri malam ini. Menyebalkan, kenapa hatiku merasa kosong?
Tidak ada cara lain. Ia harus kabur melihat dengan mata telanjangnya. Apa yang sebenarnya ditutup rapat oleh orang rumah. Anastasya bahkan juga jarang muncul. Dion pun juga sama.
Dari tempat lain, seorang lelaki tersenyum simpul melihat layar yang ada di depannya. Dari situ, ia terus memantau aktivitas gadisnya. Rindu, tentu saja menyerang. Tapi, ia harus sembuh terlebih dahulu.
"Sudah dua hari setelah sadar. Kau tidak bertindak, Lando." Orlando menghela nafas panjang. Ia masih mengingat betul kecelakaan yang di dapatnya. Setelah mengantar Anastasya dan Keysara pulang ke mansion. Lelaki itu mengalami kecelakaan hebat membuatnya koma selama lima hari. Siapa lagi kalau bukan sabotase dari dia. Sungguh ia ingin sekali membunuhnya.
"Jika aku gegabah, dia akan menjadi targetnya, Dion." Entahlah, akhir - akhir ini hati Orlando mendadak lemah karena menyangkut Keysara. Jika gadis itu meninggalkannya, bagaimana ia akan hidup?
"Aku tidak ingin Keysara terlibat terlalu jauh. Apalagi, dia sudah bertemu dengannya. Pasti, ini akan rumit." Dion membujuk Orlando untuk melepaskan Keysara. Keselamatan gadis itu sangat penting. "Aku harus memberitahumu sekarang."
Orlando menoleh ke arah Dion. "Apa yang kau sembunyikan?"
"Dia, Keysara adalah orang yang aku sayangi. Termasuk Kellano. Kami bertiga tumbuh bersama. Hingga aku terpaksa harus meninggalkan mereka karena surat wasiat nenek."
Orlando tersentak mendengar perkataan Dion. Ternyata, ini alasan dia menentang keras untuk melepaskan Keysara.
__ADS_1
"Kita tidak bisa lari. Kau bahkan hampir mati," ujar Dion lagi kemudian berbalik arah meninggalkan Orlando sendirian. Lelaki itu kemudian bangkit dari tidurnya memilih untuk bersandar. Ia masih ingat dengan kecelakaan yang terjadi padanya.
Flashback On
Orlando sangat marah ketika mendengar cerita Anastasya di sepanjang jalan menuju mansion. Ia hanya diam sambil mengeratkan pegangannya do stang mobil. Keysara hanya menghela nafas panjang karena melihat situasi yang kurang menyenangkan.
Setelah sampai di mansion, Orlando meminta Mike untuk memperketat penjagaan. Ia juga bilang agar Keysara di pantau selama dua puluh empat jam. Beberapa menit kemudian, lelaki itu pergi meninggalkan mansion tanpa pengawasan dari bawahannya. Ia harus pergi ke markas utama untuk mengurus sesuatu.
Ada alasan kenapa Orlando terburu - buru. Sebab, ia mendapat pesan singkat dari seseorang bahwa markas utama kedatangan oramg misterius berbaju putih. Lelaki itu tahu siapa orang yang di maksud. Ia mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Di tengah perjalanan, Orlando di kejar oleh beberapa mobil. "Bajing*n itu tidak main - main rupanya."
Orlando melajukan kendaraannya dengan cepat. Namun, tiba - tiba ada sebuah truck berlawanan arah tertuju padanya. Dengan refleks, ia membanting stang ke kiri sehingga mobil itu terbalik karena gesekan dari badan truk.
Tubuh Orlando terjepit. Darah bercucuran keluar merembes ke seluruh bajunya yang berwarna putih. Karena benturan yang keras. Kesadaran lelaki itu semakin menipis. Ia melihat seseorang yang dikenalnya datang menghampiri.
"Cukup untuk memperingatkanmu. Aku dengar, mainanmu yang ada di rumah sangat jenius. Kau tahu, aku jadi menginginkannya. Dan akan aku pastikan untuk merebutnya dari sisimu."
"Bryan Scott," ucap Orlando lirih sambil menutup mata. Kali ini, kesadarannya benar - benar menghilang. Namun samar - samar ia mendengar lelaki itu bersuara lagi.
"Awasi Mansion Golden. Kita harus mengambil harta itu."
Flashback Of
❤️❤️❤️❤️
Aku berharap kalian memberi dukungan berupa like dan komentar. Sebelumnya, terimakasih...
Jangan lupa ya....😘😘😘
__ADS_1