Dangerous Mafia

Dangerous Mafia
DM 16: Sang Pusat Perhatian


__ADS_3

Keysara menatap gedung megah pencakar langit yang ada di depannya. Bisa dipastikan lelaki yang sialnya tampan itu adalah sang billionaire di Kota Paris. Sepanjang berjalan menuju kantornya, gadis itu tidak henti - hentinya mengumpat ketampanan dan karismatik Orlando. Perpaduan jas senada dengan rambut ditata begitu rapi membuat auranya semakin mencuat. 


Para karyawan yang melihat Orlando meneteskan air liur tanda kelapan. Kenapa dunia tidak adil? Di samping tampan, dia juga kaya. Dipuja ribuan gadis. Sepertinya, Keysara harus bekerja keras untuk menolak pesonanya. 


Mereka berdua pun melangkahkan kakinya menuju gedung itu. Para karyawan mulai berbaris rapi menyambut kedatangan pemimpinnya. Aura dingin yang dikeluarkan oleh Orlando membuat kaum hawa menggila. Keysara hanya menghela nafas sepanjang - panjangnya. Banyak para wanita di perusahaan itu terang - terangan mempertontonkan tubuhnya. Pakaian - pakaian yang kurang bahan membuat gadis itu menggelengkan kepala. 


Banyak tatap mata ketidak sukaan jelas di mata mereka. Siapa yang tidak iri melihat Keysara berjalan di samping sang bos besar yang sangat tampan? Apalagi, mereka terlihat tidak percaya dengan pakaian gadis itu. 


Oke, Fine. Keysara jengah ditatap seperti ingin ditelanjangi. Salahkah dia kalau memakai kemeja dan celana jeans dipadu sepatu sneakersnya. Ya, kedudukannya cuma asisten. 


Dasar, para pendosa. 


TING


Bunyi lift terbuka membuat Orlando dengan sigap menarik tangan Keysara. "Lepaskan tanganmu." Jangan lupa, gadis itu masih jengkel dengan lelaki yang tengah berada di dekatnya mengingat kejadian tadi. Jujur, ia ingin mengantar kepergian Kellano dengan Dion. Tapi, dicegah oleh manusia kutub utara. 


Dan mengenai Dion, lelaki itu dengan mudah menyerahkan jabatannya kepada Keysara. Katanya tadi akan melindungi selama dibsini. Nyatanya, dia malah pergi ke Jerman dengan Kellano. Kesal, muak, ingin menumpahkan amarahnya dengan berada di ring tinju. 


"Jangan cemberut. Aku bisa hilang kesabaran." Lelaki itu keluar lift berjalan sambil menyeret tangan Keysara. Di sana ada seorang wanita yang tengah menatap Orlando dengan senyum ramah. Namun, senyum itu pudar saat tahu bahwa lelaki itu menggandeng tangan seseorang. 


"Selamat datang, Sir," sapanya dengan nada menggoda. Keysara menatap lekat wanita itu. Kenapa baju mereka semua kekurangan kain? Lihatlah, kedua asetnya yang menggantung bebas minta untuk di rem*s. 


Orlando hanya diam tidak menjawab sapaan wanita itu. Ia masuk ke sebuah ruangan dengan kasar. Tampak sosok lelaki duduk di sofa dengan senyum manisnya menatap mereka. 


"Tumben datang," ucapnya sambil melirik Keysara yang tengah berjalan menuju sofa. 


"Jaga pandangan kotormu." Orlando geram melihat sahabatnya menatap lapar ke arah Keysara. Gadisnya sangat mempesona. Meski hanya memakai pakaian biasa. Tidak perlu tampil cantik untuk memperlihatkan kecantikan. Itu yang disukai Orlando mengenai pribadi gadisnya yang sederhana.


"Asia," gumam lelaki itu didengar oleh Orlando. Lelaki itu menghalangi jarak pandang sahabatnya. "Gerald, sepertinya aku ingin membuat bola matamu lepas dari sarangnya."

__ADS_1


Gerald hanya cekikikan melihat tingkah Orlando. Jangan salahkan dia yang memuja habis - habisan gadis itu. Salahkan kecantikan alami yang melekat padanya. Tidak lupa, pandangan acuh itu. 


"Sepertinya, aku pernah melihat gadis itu." Gerald menggeser bok*ngnya menatap lebih dalam ke arah Keysara. Ia langsung berdiri berjalan menuju gadis itu. 


"Oh astaga…, aku tidak percaya ini! Kau… kau!" teriak Gerald sambil menutup mulutnya girang. Keysara dan Orlando keheranan menatap tingkah konyol lelaki itu. 


"Kau Key. Model remaja ternama di Asia. Indonesia tepatnya. Aku penggemarmu…!" Orlando sudah memasang wajah dingin sampai ruangan itu menjadi sangat suram. Aura - aura hitam intimidasi keluar begitu saja. 


"Aku merasa merinding," ucap Gerald dengan polos tanpa menyadari bahaya yang berada di belakangnya. "Bolehkan aku memelukmu?" Keysara menatap ke arah lelaki yang kelewat manis itu. Ia akan mengeluarkan suara. Namun, sebelum suara itu berbunyi. Orlando sudah mengeluarkan ultimatumnya. 


"Di dalam mimpimu!!" teriak Orlando menyeret kerah Gerald sampai terjungkal. "Sialan!! Sakit!" ringis lelaki itu dengan keras. 


Keysara langsung berdiri untuk membantu Gerald. "Apa yang kau lakukan?" 


"Shitt! Lepaskan tanganmu, Sayang!!" Orlando mencekal tangan Keysara hingga terhuyung ke tubuh lelaki itu. 


Aku harus bisa mengendalikan perasaanku. 


Gadis itu masih dalam mode tenang. Orlando berjalan menghampiri gadis itu. "Pesonamu sungguh luar biasa, Sayang. Sampai Gerald pun juga menyukaimu." Hati lelaki itu sungguh panas melihat tingkah Gerald yang mencoba mendekati Keysara. 


"Hei, kau cemburu." Gerald membenarkan jasnya lalu duduk kembali sambil melirik Keysara. Ia sangat mengagumi gadis itu sejak pertama kali debut. "Bolehkah aku minta foto dan tanda tanganmu?" tanyanya tanpa ragu. 


Orlando menggeram kesal. "Bisakah kau enyah dari hadapanku! Pergi!!" teriaknya menggema di seluruh ruangan. Teriakan itu sangat keras sehingga membuat Keysara sedikit tersentak. Ia heran, kenapa lelaki itu mudah sekali marah - marah. Tanpa sadar, gadis itu mengelus dadanya. 


Orlando pun merasa bersalah melihat keterkejutan Keysara. "Maafkan aku telah membuat kaget, Sayang."


Mata Dion melotot sempurna. Baru pertama kali, selama menjadi rekan sekaligus sahabatnya mendengar Orlando meminta maaf kepada seseorang. Lelaki itu pantang kata 'maaf' dan tunduk. 


Mungkin dunia sudah terbalik. 

__ADS_1


Batin Gerald menatap Orlando tidak percaya. "Oke, ini salahku. Aku akan menunda rencana itu nanti. Jadi, Nona Keysara baru saja bertemu dengan Orlando?" 


Tidak ada jawaban dari Keysara. Ia memasang dinding tebal sedingin es. Gerald merasa kikuk karena tidak di tanggapi. "Ayolah…, aku hanya ingin akrab. Apa salahnya coba?" 


"Tidak ada hal penting. Selain memaksa di atas kertas dan mengurungku." Ucapan menohok terlontar jelas di bibir seksi Keysara. Orlando hanya menghela nafas panjang. 


"Kau harus menerimaku. Dan jangan membuat masalah. Aku tahu, kau membutuhkan benda itu untuk menghubungi ayahmu, Sayang." 


Keysara terpaksa menurut karena Orlando mengancamnya. Lelaki itu menggunakan kelemahan sang gadis agar tunduk padanya. 


"Aku akan jadi penurut. Asal ponselku kembali." Tidak ada yang lebih penting selain menghubungi Kaylo. Ia sangat merindukan ayahnya. 


Ketokan pintu membuat semua orang yang ada di dalam ruangan menoleh. Orang yang mengetuk pintu itu masuk ke dalam ruangan. Mata cantik, tubuh seksi, baju kantor terbuka, jangan lupa cara berjalannya membuat semua orang meneteskan air liur karena ingin memakan habis tubuh itu. 


Keysara hanya membuang muka melihat pemandangan yang membuat mata indahnya ternodai. Ia memilih berdiri berniat untuk meninggalkan ruangan. 


"Mau kemana?" tanya Orlando ketika Keysara berdiri. 


"Cari angin. Mataku rusak bila melihat hal - hal yang tidak berfaedah."


Wanita yang baru saja masuk itu mengepalkan tangan kuat. Kalau dilihat, gadis yang bersama dengan bosnya itu tidak lebih dari gadis ingusan. Lihat saja, dandanannya terkesan kampungan. Ia yakin kalau gadis di hadapannya sengaja menjual diri untuk mendapatkan segala kekayaan Orlando. 


Dasar jal*ng! Aku sudah bersama Tuan Orlando selama lima tahun. Aku tidak terima kau langsung merangkak ke atas dengan cepat. 


Batin wanita itu sambil mengepalkan erat tangannya. Ia sangat benci kepada Keysara karena dekat dengan Orlando. Baginya, lelaki itu adalah hal terindah untuk dinikmatinya seorang. Semenjak kerja dengan lelaki itu. Kerap sekali, ia berfantasi liar membayangkan wajah lelaki itu. 


Jangan salahkan wanita itu jika begitu terobsesi dengan Orlando. Siapa yang tidak suka dengannya? Semua kaum hawa rela merangkak bersujud di bawah kakinya agar bisa menyandang gelar Golden. Sayangnya, semua usaha mereka sia - sia. Lantaran lelaki itu selalu membatasi diri dengan baja berlapis - lapis


Karena sekarang ada seorang gadis di samping Orlando, wanita itu yakin bahwa sang pujaan hatinya adalah lelaki normal yang butuh belaian dari kaum hawa. 

__ADS_1


__ADS_2