Dangerous Mafia

Dangerous Mafia
DM 20: Datangnya Pria Asing


__ADS_3

*Jangan salahkan cinta ketika datang tidak mengenal tempat. Jangan pula menghakimi seseorang yang tengah jatuh cinta. Bukan dia yang salah. Karena cinta tidak mengenal tempat berlabuh. 


Keysara Alexa Beltran*


*Persahabatan diantara kita sudah pupus saat kau melangkah jauh dari jalur yang seharusnya. Maafkan aku karena aku tidak bisa memberikan cinta. Karena aku sendiri tidak mengenal apa itu cinta. 


Orlando Golden*


❤️❤️❤️❤️


Kail Ferdian Dimitri adalah sosok yang sangat dekat dengan Orlando. Mereka seperti sepasang kekasih apabila sedang berjalan bersama. Meski keduanya adalah lelaki, tidak jarang kalau kedekatan mereka dianggap lebih dari sahabat. 


Kail pribadi yang posesif terhadap Orlando. Semua hal yang berhubungan dengannya tidak pernah dilewatkan. Awal mula ia mengagumi. Namun, lambat laun jatuh cinta. Lelaki itu bukan straight. Ia lebih cenderung menyukai sesama jenis. Baginya, gadis tidak bisa diandalkan karena merepotkan. 


Kita beralih ketiga orang di dalam satu ruangan yang sangat dingin. Bukan dingin karena AC melainkan dingin karena hawa yang terpancar di antara mereka. Disana, hanya Gerald yang memasang wajah bahagia penuh ironi. Mukanya saja yang sedang senang. Tapi, hatinya tidak. Kenapa demikian? Siapa yang tidak sesak diapit oleh tiga monster yang memasang wajah super dingin. 


Aku bisa mati tercekik disini?


Teriak Gerald dalam hati. Seharusnya, tadi ia tidak lewat koridor dekat ruangan Orlando. Betapa sial nasibnya karena terjebak di ruangan itu. 


"Ehem." Gerald mencoba mencairkan suasana. Mereka bertiga pun menoleh bersama. Nyali lelaki itu langsung redup. Ia seperti kelinci diantara tiga serigala. 


Aku seperti di makan hidup - hidup. 


Gerald menatap seseorang yang berdiri jauh di dekat pintu. Matanya memicing memikirkan wajah orang itu. Tidak lama kemudian, kepala lelaki itu mengangguk tanda kenal dengannya. 


"Ehem." Gerald berdehem lagi. "Sampai kapan kalian akan berdiam diri?" 


Kail menatap Gerald lalu beralih ke Orlando. "Kenapa kau memilihnya?" Lelaki itu memicingkan mata. "Bukan urusanmu. Semua sudah pupus karena kau mengatakan itu tiga tahun lalu."


Dettian merasa tidak nyaman berada di dalam ruangan yang sama dengan mereka. Ia berdiri lalu merapikan jasnya. "Lebih baik aku pergi."


"Kau tidak akan kemana - mana? Aku tahu tujuanmu kesini." Orlando tidak ingin Dettian menemui Keysara. 

__ADS_1


"Suka atau tidak suka. Aku akan pergi. Pertemuan kita kali ini bukan untuk beradu mulut." Dettian beranjak pergi. " Dan kau, Kail. Jangan sekali - kali melukai Keysara. Pikirkan keluarga Dimitri. Kau anak tertua." 


Setelah mengucapkan hal itu, Dettian pergi meninggalkan mereka. Siapa yang mau bersama dengan keduanya? Semenjak kejadian itu, ia tidak ingin bertemu dengan Kail. Rasa hormatnya seakan pudar. 


Dettian berhenti di lorong koridor kantor. Ia melihat ke belakang menatap bekas kejadian tadi. Kail sungguh memalukan. Bertengkar dengan seorang gadis hanya untuk Orlando. 


"Sepertinya, dia sudah masuk ke jalur obsesi." Dettian menghela nafas panjang. Seharusnya, ia bersama Keysara sekarang. Tapi, gadis itu pergi dengan Anastasya. "Kita ke markas sekarang, Leo." 


Leo mengangguk lalu mengikuti Dettian dari belakang. Ia mengira bahwa tuannya akan bertindak gegabah menyerang Orlando. Tapi, nyatanya lelaki itu memilih untuk pergi meninggalkan perusahaan dengan tangan kosong. 


Sementara di waktu yang sama. Anastasya dan Keysara tengah duduk di cafe seberang kantor. Sesekali, mereka tersenyum karena cerita keduanya. 


"Oke. Jadi, kau kabur dari perjodohan dan berakhir dengan sepupuku?" Anastasya bertanya dengan nada mengejek nasib Keysara. "Aku ingin tertawa dengan nasib yang kau jalani. Alih - alih jujur, kau memilih kabur. Otak pintarmu mendadak jadi idiot."


Keysara memasukkan daging steak dengan kasar lalu mengunyahnya. Ia menggembungkan pipinya tanda kesal. "Kau tidak berada di posisiku. Jangan mengataiku idiot." Ucapnya tidak jelas karena makanan itu belum di telan.


"Ya, ya…, ya. Aku masih tidak habis pikir. Kenapa kau mengambil langkah berbahaya?"


Keysara mengambil jus jeruk yang ada di depannya. Lalu minum dengan tergesa - gesa. Setelah itu beralih ke arah jendela kemudian melipat kedua tangannya. 


"Aku sangat menyayangi Daddy. Aku tidak mau menyakiti perasaannya dengan mengatakan tidak pada perjodohan itu. Awalnya, aku ke Paris untuk menenangkan diri. Mungkin, dengan pikiran Jernih. Aku bisa menerima pria itu." 


Anastasya merasa bersalah karena mengorek luka Keysara. "Maafkan aku." Gadis itu memegang tangannya. "Bukan kesalahanmu." 


"Aku akan bilang kepada Orlando untuk melepasmu." Anastasya harus mengambil langkah ini.


Tiba - tiba, ada mobil menabrak ke arah mereka. Keduanya langsung menjauh. Bunyi ledakan dan pecahan kaca berserakan di mana - mana. Semua orang yang ada di kafe terkejut. Mereka pun berteriak histeris. 


Dua orang keluar dari mobil membawa pistol di tangannya lalu menembak ke sembarang tempat. Semua orang menunduk tiarap. Anastasya dan Keysara mencoba berjalan merangkak. Namun, salah satu orang berteriak. 


"Jangan bergerak!!" Tembakan menggema lagi di udara. Andai saja, ia mempunyai senjata. Pasti gadis itu sudah menembak kepala dua orang yang tidak dikenalnya. 


Anastasya meraih sesuatu di pinggangnya. Mata Keysara membulat sempurna. Bagaimana bisa gadis selembut Keysara bermain dengan pistol. Wajah ternyata tidak selalu benar. Mereka cenderung memakai topeng untuk menutupi wajah aslinya. 

__ADS_1


Salah satu orang lagi masuk ke dalam kafe. Wajahnya sangat rupawan. Ia memakai jas senada warna putih dengan topi untuk menutupi rambut panjangnya. Diraihnya sebuah foto lalu di pandang dengan lembut. Senyuman seringaian tipis tercetak jelas di sudut bibirnya. Mata menggelap menelusuri keberadaan orang di foto. 


"Keluarlah kucing kecil. Aku tahu kau di dalam." Suaranya sangat lembut seperti mantra. Dapat menghipnotis para manusia di dalam. 


Anastasya mendekat ke arah Keysara. "Dia berbahaya. Kita harus pergi dari sini." Gadis itu mengangguk setuju. Ia melirik ingin melihat wajah dari lelaki berjas putih itu. 


"Jangan tatap matanya! Dia akan menghipnotismu." Anastasya tidak ingin Keysara terjerat ke dalam pesona wajah tampannya. 


Bicara tentang wajah, Keysara akui lelaki itu sangat dan sangat tampan. Ia mulai membandingkannya dengan wajah Orlando. Sisi liarnya berfantasi di otak kecil itu. Ia tersenyum kecut karena sekarang dalam kondisi bahaya sekarang. Lagi pula, bukan saatnya mendominasi otak dengan pikiran - pikiran kotor. 


Bunyi langkah kaki semakin mendekat. Para warga sipil hanya diam karena takut. Keheningan di dalam ruangan membuat berjalan lambat. Seakan adrenalin mereka dipacu untuk bertahan. 


"Aku akan mengalahkan dua orang dalam satu tembakan. Kau lari dari sini." Mata Keysara merah. Ia bukan pengecut. Kenapa harus lari?


"Oke," tapi maaf, aku tidak akan lari begitu saja. Anggap kata 'oke' mewakili persetujuan rencanamu. Lanjut Keysara dalam hati. 


Anastasya memegang erat pistolnya. Ia berdiri tegak lalu menembak kedua pengawal itu dengan cepat. Lelaki berjas putih itu tersenyum miring melempar shuriken. Keysara dengan sigap melempar nampan untuk mematahkan peluncuran benda tajam itu. 


"Menarik!!" teriaknya sambil tertawa dan bertepuk tangan. Anastasya semakin geram. Ia mencoba membidik lelaki itu. Namun, dengan sigap dia menghindar seakan terlatih. 


Keysara memegang bahu Anastasya. "Berhenti, itu tidak akan berhasil. Ia berjalan menuju ke depan berhadapan dengan lelaki itu. 


Rambut mereka berkibar memancarkan intimidasi yang sama - sama kuat. Suasana di dalam menjadi sangat dingin. 


Siapa pria itu? Kenapa dia ada di sini? 


Keysara menatap bola mata berwarna hijau. Ia terhanyut ke dalam pesona mata teduh itu. Pikiranya masih kalut dan dilema. Lagi - lagi, ia bertanya pada dirinya sendiri. 


Siapa dia? Matanya teduh? Tidak mungkin dia salah satu musuh Orlando.


❤️❤️❤️❤️


Terimakasih atas dukungan kalian. Tidak terasa sudah mencapai 20 bab. Mohon bagi readers memberi tips berupa like dan komentar agar author semakin semangat dalam menulis karya ini.

__ADS_1


Salam hangat dari Author 😘


__ADS_2