
Ruang tengah Mansion Bryan terlihat berantakan. Kedua pria adu jotos tanpa ada yang berani melerainya. Satu bogem, dua bogem berkali - kali dilayangkan ke wajah pria cantik itu. Namun, dia hanya tersenyum mendapatkan amukan darinya.
Si tua Sandres hanya membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya. Ikut campur dalam hal ini bukanlah wewenangnya. Dia terlalu tua dalam hal percintaan. Dettian yang tidak bertindak hanya mondar mandir dengan cemas menunggu kabar dari anak buahnya.
"Apakah kalian akan terus seperti ini? Aku pusing melihatnya?" Reaksi Dettian ketika kehilangan Keysara tidak di perlihatkan. Ia mencoba tenang sebisa mungkin. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa hati kecilnya sedang kacau balau.
"Sial, kenapa lama sekali!" teriak Dettian sambil menatap layar ponsel. Tidak lama kemudian, ponselnya berbunyi.
"Katakan!!"
"Kami sudah mencarinya, Tuan. Ada helikopter mendarat di lapangan. Dan bekas mobil. Kemungkinan, mereka sudah terbang."
Dettian membanting ponselnya dengan keras sehingga Bryan dan Orlando menghentikan kegiatan mereka.
"Dia sudah tidak ada di Paris," ucap Dettian lesu. Orlando langsung menyambar jasnya. "Urusan kita belum selesai, Ian." Pria itu berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua keluar mansion.
Orlando masuk mobil bersama Mike dengan kecepatan penuh menuju markas utama. "Kau mintalah seseorang untuk melacak keberadaan mereka." Mike langsung menghubungi seseorang dan mengikuti perintah pria itu.
"Tuan, mereka sudah menemukannya." Mike meningkatkan volume speaker ponselnya.
"Pengamanan di Mansion Bryan baru saja kembali normal. Itu artinya mereka tidak jauh."
"Jelaskan," ucap Mike sambil melirik Orlando yang tengah menunggu.
"Belok kiri, di sana ada ponsel dan benda lainnya yang jatuh. Aku akan melacak panggilan ponsel tersebut." Mike membanting stang setir dengan cepat lalu menginjak remnya mendadak. Ia keluar mobil mencari ponsel tersebut. Setelah ketemu, pria itu kembali ke dalam mobil.
Terlihat ponsel rusak dan beberapa identitas. "Kellano benar - benar menyiapkan ini semua. Lacak semua bandara?"
Mike mengeluarkan laptop yang ada di jok belakang. "Kirim data sekarang, Kelvin."
__ADS_1
"Tapi, di data tidak ada orang mencurigakan. Aku sudah meretas CCTV di bandara terdekat."
Orlando mengerang marah, "Kau periksa ponsel itu, Mike."
Mike mengotak atik ponsel yang hancur tersebut. Namun, karena bukan bidangnya. Ia sedikit kesusahan. "Ini sudah rusak parah, Tuan."
Sial, Orlando butuh Dion. Tapi, pria itu sedang mengurusi anak perusahan di Ukraina.
"Kenapa kita tidak menghubungi Dion, Tuan?" Orlando menggeleng, "Saat ini, dia sedang rapat."
"Sepertinya, mereka membawa peretas handal, Tuan. Saya sudah mengecek beberapa data dan CCTV tidak ada satupun yang mencurigakan."
"Perikasa, apakah ada yang menyewa helikopter antara jam tujuh sampai jam delapan?"
"Tunggu sebentar, Tuan. Ada, tapi di Ukraina. Hanya saja, helikopter itu telah dibeli. Tidak ada yang tahu siapa pembelinya. Semua bersih, Tuan."
"F*ck!!!" umpat Orlando dengan keras. Tidak berapa lama kemudian, ponsel miliknya bergetar.
Orlando menutup ponselnya sepihak. "Kembali ke mansion, sekarang!!" Mike menutup ponsel dan laptopnya. Ia langsung menyalakan mobil dan melaju dengan cepat.
Sampai di mansion, Anastasya tergopoh - gopoh menghampiri Orlando. "Transaksi kita ketahuan polisi!" ucapnya terengah - engah.
Orlando mengusap kasar wajahnya. Pasti, ada yang berkhianat lagi. Sialan, gara - gara mengurusi Bryan ia jadi lengah.
"Apakah mereka semua tertangkap?" tanya Orlando berjalan menuju dalam mansion. Ia segera masuk lalu belok ke kanan menuju belakang mansion. Kemudian bergegas ke tempat para penghianat di siksa. Anastasya dan Mike mengikuti hingga terengah - engah.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku, Ana." Orlando berhenti di depan pintu. "Maafkan aku, Lando. Aku tidak fokus memikirkan Keysara."
"Brengs*k!!" teriak Orlando sambil meninju pintu hingga retak. Semua orang yang ada di sana langsung menunduk ketakutan. Kelvin maju ke depan berdiri di depan Mike. "Mana ponselnya?" tanyanya tanpa melihat kondisi Orlando.
__ADS_1
Sungguh nyali Kelvin sangat berani. Padahal, singa buas itu sudah ingin melahap mangsanya. Mike merogoh saku lalu memberikan benda itu kepadanya.
Tanpa pikir panjang lagi, ia membongkar ponsel lalu membenahinya. Tidak lama kemudian benda pipih itu menyala. Langsung saja Kelvin mengambil kabel data guna melihat isi ponsel tersebut.
"Panggilan terakhir dilakukan oleh orang bernama Daniel, Tuan." Orlando masuk ke dalam ruangan. "Mike, kau urus senjata yang disita polisi. Aku tidak mau kehilangan uang miliaran dolar. Sogok mereka kalau perlu. Dan kau Ana, hubungi Dion. Aku yakin rapatnya sudah selesai."
Mike langsung keluar ruangan begitu mendapatkan perintah. Sementara Ana sibuk menghubungi Dion.
"Cari data mengenai keluarga Beltran." Kelvin sedikit ragu, pasalnya, ia sudah mencari data tentang keluarga itu. Tapi, tidak menyeluruh karena ada sistem yang merahasiakan dan tak bisa ditembus.
"Sa-saya sudah mencarinya. Tapi, saya tidak bisa masuk, Tuan." Orlando memegang kepalanya yang berdenyut nyeri. "Ana!!" teriaknya kencang hingga semua orang semakin membisu. Anastasya terperanjat kaget hingga ponselnya jatuh di lantai. "Mati aku," ucapnya lirih. Benda pipih milik gadis itu berserakan.
"Aku sudah mencoba menghubunginya. Tapi, jaringan sibuk. Sepertinya, dia masih rapat." Orlando berjalan ke arah sofa lalu duduk dengan lesu. Sepertinya, otaknya harus bekerja keras. Tugas Dion ke Ukraina bersamaan dengan perginya Kellano dari Paris.
Jangan - jangan, mereka berdua sudah merencanakan ini dengan matang. Disaat genting seperti ini, Dion tidak bisa dihubungi. Dan ada masalah lain mengenai senjatanya yang diambil polisi. Semua dalang ini ada pada dia.
"Brengs*k!! Dion ingin mati karena menghianatiku. Siapkan jet. Ke Ukraina sekarang!!" Anastasya bergegas keluar menyiapkan segalanya. Sedangkan Kelvin menutup laptopnya hendak bersiap - siap.
❤️❤️❤️❤️
Hidupku akan sulit jika kau pergi Keysara. Bagaimana bisa dia membawamu dariku. Seharusnya aku tahu dari awal, kalau Kellano membuat kita berjauhan. Aku akan terus mengejarmu, sampai menemukanmu.
Orlando Golden
❤️❤️❤️❤️
**Aku minta reader buat kasih komentar dan like sebanyak - banyaknya. Terus terang aku lagi sedikit badmood buat nulis lantaran kondisi kurang fit.
Siapa tahu dapat suntikan dari kalian aku kembali semangat buat nulis**.
__ADS_1