
Tidak ada yang tahu akan takdir kita. Tapi, takdir bisa diubah asalkan kita berusaha. Karena ada dua takdir yang berjalan mengiringi manusia. Salah satunya adalah takdir mutlak yang digariskan ketika kita berada di rahim sang ibunda.
Semenjak kedatangan Dion yang tiba - tiba, gadis itu masih bergelut dalam pemikirannya mengenai takdir yang didapatnya. Untuk merubah takdir kali ini. Ia akan berusaha sekuat tenaga. Gadis yang tak lain adalah Keysara meneteskan air mata di pipinya. Ia kemudian mengingat tentang nasihat - nasihat Kaylo. 'Jadilah dirimu sendiri. Jangan jadi orang lain. Daddy tahu, kau hanya berpura - pura kuat'.
Nasihat itu selalu terkenang di dalam pikiran kecil Keysara. Padahal, ia berusaha untuk menutupinya. Gadis itu tak ingin jadi pribadi yang lemah. Maka dari itu, dirinya berusaha keras untuk menjadi kuat. Melatih mental, bersikap tegas, dingin, dan cuek. Namun kenyataannya, gadis yang sedang bergetar hebat itu sama dengan gadis pada umumnya.
Sesekali, Keysara mendesah sambil menatap langit kamar. Ia melirik jam dinding kemudian tersenyum simpul. Daripada menangis, lebih baik ia berusaha untuk keluar dari sini. Namun sebelum itu, ia harus mencari barang - barangnya terlebih dahulu.
Dengan penuh semangat, gadis itu beranjak dari ranjang menuju pintu keluar. Keysara membuka handle pintu perlahan. Sontak dua pengawal yang ada di sana langsung menoleh.
"Anda tidak diijinkan keluar, Nona.
Keysara menatap tajam kedua pengawal itu. Ia mengusap bekas air matanya dengan kasar. Pandangan membunuh nan menusuk membuat hawa dingin keluar hingga kedua pengawal itu merasakan bulu roma yang kian meremang.
"Aku ingin keluar. Bosan." Ucapan Keysara seperti sebuah mantra yang membuat mereka takut. Keduanya pun menatap satu sama lain lalu mengangguk setuju. Senyum tipis tak terlihat pun menampakkan di sudut bibir gadis itu.
Dengan hati riang, ia pun mulai berjalan untuk mencari celah ketika keduanya lengah. Sepanjang sudut matanya memandang. Banyak terdapat CCTV yang berada di setiap ruangan. Para pengawal yang tak terhitung jumlahnya. Tapi, bisa dipastikan oleh Keysara bahwa bawahan orang yang mengaku ketua mafia Dragon sekitar seratus orang.
Keysara sangat jeli dalam memperhatikan sesuatu. Ia menatap salah satu orang yang sedang berjalan membawa minuman. Diliriknya orang itu sambil tersenyum penuh misteri.
Sepertinya, cara itu akan efektif.
Keysara terus berjalan menuju keluar halaman belakang. Ia duduk di bangku sambil menatap bulan dan bintang silih berganti.
"Lihatlah…, banyak bintang yang ada di langit." Gadis itu mencoba akrab dengan pengawal di sana guna mencari perhatian.
"Sebaiknya, Nona kembali. Tidak baik malam - malam berada di sini."
Keysara menoleh, "Barbaliklah kalian berdua. Jangan menatapku."
Pengawal itu menuruti perkataan Keysara dengan patuh. Tak pantas jika seorang pengawal menatap ke arah sang majikan. Apalagi majikan yang sangat cantik. Keduanya sempat tertegun saat melihat kecantikan alami Keysara.
Bodoh, batin Keysara. Gadis itu langsung berdiri memukul tengkuk leher kedua pengawal hingga pingsan.
__ADS_1
"Badan besar. Di pukul pelan sudah pingsan," ejek lirih Keysara sambil berjalan menuju ke dalam mansion.
Gadis itu mengendap - endap layaknya pencuri amatir. Ia sudah mengamati sepanjang perjalanannya keluar kamar. Bisa dipastikan, ada celah untuk memuluskan segala rencananya.
"Aku harus secepatnya bertindak," gumam Keysara sambil waspada.
Satu ruangan terlewati tanpa ada yang menyadari. Sekarang, ia harus mencari ruangan tempat istirahat para pelayan. Gelak tawa terdengar di salah satu ruangan. Bisa dipastikan, mereka adalah orang kepercayaan Orlando.
"Jadi, kau menghukum Nico?" tanya salah satu kawanya.
"Benar, karena dia berbuat salah. Dia mencoba memberi obat perangsang di minuman gadis itu," ucap Mike dengan nada kagum.
"Wow, binar apa di matamu? Kau menyilaukan, Mike."
Keysara hanya menggelengkan kepala mendengar perkataan mereka berdua.
"Dia sangat seksi, menggoda dan menggairahkan. Jangan lupa ekspresi dinginnya yang memabukkan. Aku pastikan kau juga terpesona, Kelvin," papar Mike sambil menggebu - gebu.
"Aku jadi penasaran seperti apa gadis itu?"
Gadis itu kembali mencari ruangan tempat istirahat pelayan. Dari jauh, ia melihat seorang pelayan wanita tengah keluar dari ruangan. Ia menduga bahwa ruangan itu adalah tempat pribadi mereka.
Tanpa pikir panjang, gadis itu langsung masuk ke ruangan. Ia melihat baju pelayan lantas langsung menyambarnya. Dengan cepat kilat, Keysara merubah dirinya sebagai pelayan. Tak lupa, baju itu dibungkus plastik lalu dibuang lewat jendela.
"Kau pelayan baru," kata seorang pelayan tiba - tiba. Gadis itu gugup, jantungnya berdetak kencang.
Tenang, anggap sebuah drama yang harus kau mainkan secara epik, Keysara, batin Keysara menyemangati diri sendiri.
Gadis itu mengangguk tanda mengiyakan ucapan pelayan tadi.
"Baguslah…, bawa ini ke kamar Tuan. Beliau sedang mandi. Kau cepat bakar lilin ini. Karena lilin ini merupakan aroma terapi. Jangan lama - lama berada di sana. Karena Tuan tidak suka ada wanita masuk ke dalam kamarnya."
Wah, kesempatan. Memang emas selalu berpihak padaku. Tuhan sangat adil.
__ADS_1
"Satu lagi, kamar Tuan ada di lantai dua pintu berwarna hitam," imbuh sang pelayang.
Tanpa paksaan dan pikir panjang lagi, Keysara langsung saja pergi ke kamar Orlando. Ia harus bergerak cepat. Jantungnya pun juga tak kalah cepat. Dengan perasaan campur aduk, gadis itu berhenti di depan kamar dengan pintu berwarna hitam.
Sesekali, ia menggigit bibir bawahnya. Merasa ada yang janggal karena berjalan mulus seperti jalan tol. Ia menghela nafas panjang langsung masuk begitu saja menghampiri nakas yang ada di samping kanan ranjang. Di taruhnya lilin itu kemudian dinyalakannya dengan hati - hati.
"Aku harus mencarinya sekarang. Pasti barangku di simpan di kamar ini."
Keysara mulai beraksi. Ia membuka lemari, laci, dan mencari di sudut ruangan. Merasa tidak ditemukan, gadis itu langsung duduk di sofa. Ia menatap lekat ruangan itu.
"Kendalikan dirimu, Keysara. Tenanglah…, pasti ada di sini," gumam Keysara lirih.
Gadis itu menatap curiga pada sebuah pintu berwarna coklat. Ia berjalan menuju ke pintu itu lalu membukanya perlahan. Bola matanya membulat sempurna saat ada beberapa senjata dan juga bom serta nuklir.
"Dia gila, bagaimana bisa menyimpan senjata. Bukankah hal ini illegal? Astaga….!"
Keysara menutup mulutnya tak percaya atas apa yang dilihatnya. Ini terlihat jelas seperti sebuah film action yang di tontonnya. Ia jadi mengingat Thom Krish dan Angelina Jolie. Tanpa sadar, ia berjalan menuju ke arah pistol lalu merabanya.
"Keren," ucap Keysara sambil tersenyum lebar. Karena keasikan, gadis itu lupa tujuan utamanya. Ia lebih tertarik dengan pistol - pistol itu.
"Sepertinya, kalau pulang nanti. Aku akan minta Daddy mengajariku menembak," ucap Keysara sambil membayangkan adegan tembak menembak sasaran dengan tersenyum.
Dahi gadis itu berkerut. Ia membuyarkan pikiran fantasinya. Ia harus fokus mencari barang - barangnya.
"Bodoh, bukan waktunya terlena." Gadis itu lantas keluar dari ruangan. Mulutnya menganga lebar karena melihat sesuatu yang seharusnya tak melihatnya. Bola matanya juga membulat sempurna.
"Kyaaa…..!!" jerit Keysara sambil menutup kedua bola mata indahnya.
Mata suciku ternodai. Tuhan... bawa aku lari.
❤️❤️❤️
**Hai, hai..., jangan lupa ya kasih dukungan kalian dengan tabur like, komentar sama klik ❤️.
__ADS_1
Tidak menyangka mata Keysara ternodai. Apa gerangan yang membuat matanya ternodai? Nantikan episode selanjutnya, ya**....