Dangerous Mafia

Dangerous Mafia
DM 27: Konflik Keluarga


__ADS_3

Derap langkah kaki membuat seseorang terbangun dari tidurnya. Ia mengambil pistol yang ada di bawah bantal lalu bangun dari ranjang. Dibukanya tirai melihat situasi luar rumah. Mantel digantung pun diraih dengan sigap. Lelaki itu berjalan keluar dengan jubah kebesarannya. 


Suara pukulan dan tembakan jadi satu menggema di seluruh ruangan. Seseorang tengah terengah - engah sendirian di ruang tengah. "Keluar kau kepar*t!" teriak orang itu berulang kali. 


Si pembuat onar itu meluapkan emosinya memukul tanpa ampun. Para orang berbaju hitam itu terkapar di lantai. Tidak lama kemudian, keluarlah orang berpakaian serba putih. Dengan gaya elegan ia bertepuk tangan memuji keahlian orang itu. 


"Kau tidak berubah, Dettian. Selalu membuat kekacauan saat marah. Ya…, kurang lebih, kau sama dengannya." Buat apa memakai topeng. Lagi pula, Dettian sudah mengenalnya. Mungkin, selama ini ia belajar meniru sifat orang itu. Tapi kenyataannya, selalu gagal. Belajar menjadi tenang saat situasi genting tidaklah mudah. 


"Persetan…, kau melibatkan gadis tidak bersalah hanya untuk tujuan busukmu, Bryan!!" Dettian tidak akan tinggal diam melihat Keysara terbujur lemah tidak berdaya. 


Bryan melangkahkan kaki turun dari tangga satu persatu dengan tenang dan tanpa ekspresi. Ia melipat kedua tangannya lalu duduk disofa. "Kelemahan, adalah cara untuk menghancurkannya. Aku tidak mengerti, kenapa kalian tergoda oleh gadis itu? Dia hanyalah penghalang saja." 


Dettian meraih kerah Bryan dengan kasar. "Tidak ada yang lebih baik dari gadis manapun. Selain Keysara." Bryan menyunggingkan senyum meremehkan. "Baguslah, kalau dia mati. Kau dan Orlando akan hancur." 


Mata Dettian berkilat tajam. Bryan sudah seperti mesin pembunuh tanpa ampun. Sepertinya, dendam kesumat untuk keluarga Golden lebih besar darinya. Ya, karena ayah sialan itu semuanya jadi seperti ini. Yang tambah sialnya, dia mati begitu saja meninggalkan pertikaian. 


Bryan melepas tangan Dettian dengan kasar. "Kita dilahirkan kaum yang dianggap rendah oleh keluarga Golden. Seharusnya, kau mendukungku." 


"Aku akan mendukungmu. Asal, kau tidak menyakitinya. Kau bahkan menyiksa gadis itu dengan racun mematikan. Kau berniat membunuhnya perlahan." Semua yang dikatakan Dettian tidaklah salah. Bryan memang sengaja ingin membuat Keysara mati perlahan. Namun, sepertinya rencana itu berubah lagi. Ia tersenyum penuh kelicikan. 


"Okay, aku akan membantunya tetap hidup." Kelegaan terdengar jelas di hembusan nafas Dettian. "Aku pergi," ujarnya begitu saja pergi meninggalkan Bryan di dalam ruangan penuh kekacauan. 


Sementara itu, Keysara masih terus memberontak. Karena tubuhnya yang lemah, ia jadi mudah lelah. Orlando sendiri yang telah melumpuhkan gadis keras kepala itu. 


"Berbaringlah…, ini sudah malam. Kau harus istirahat. Aku akan menemanimu." Jelas sekali wajah ketidaksukaan Keysara. Ia ingin dipeluk oleh Kellano yang jelas punya ikatan darah. Bukan dengan Orlando si singa kurang belaian. 


Mata Keysara menatap Kellano yang tengah di pegang erat oleh beberapa pengawal Orlando. Sewaktu perkelahian tadi, saudaranya itu marah besar. Memukul para pengawal tanpa ampun karena menyentuh gadis tersayangnya. 

__ADS_1


"Kau tidak bisa melakukan ini, Lando. Aku akan tidur dengannya." Kellano sudah kehabisan tenaga. Ia lelah berteriak tidak jelas. 


"Buat dia bungkam. Aku pusing mendengar ocehannya." Salah satu pengawal membiusnya. Seketika, tubuh Kellano lemas tidak bertenaga. keysara hanya menjadi penonton sambil menatapnya nanar. 


"Ayo tidur," ajak Orlando lembut sambil merangkul bahu Keysara untuk tidur. Mau tidak mau, gadis itu menuruti keinginannya. 


"Bawa dia ke kamar sebelah." Titah Orlando sambil memejamkan kedua matanya. 


Keysara lelah, ia tidak ingin berdebat terlalu jauh dengan Orlando. Si pemaksa yang tidak kenal ampun. Sepertinya, gadis itu harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk menghadapi bayi besar haus kasih sayang. 


Kalau dipikir - pikir, pembentukan karakter Orlando lepas dari kedua orang tuanya. Dia cukup menderita jika dilihat dari kedua matanya. So, Keysara akan memaklumi hal itu. 


Mata Keysara memberat, mungkin efek obat yang telah bercampur dengan darahnya. Lambat laun, pertahanannya runtuh. Penglihatannya tertutup sempurna. 


Selamat tidur, semoga mimpi indah. 


.


.


.


Ini semua salah sang putra yang tengah menaruh benih dimana - mana. Andai saja, dia lebih pintar sedikit, pasti tidak akan mudah dijebak. Kenyataanya, kebodohan hakiki yang dimiliki menghasilkan dua benih yang tidak diinginkan. Tapi, kedua benih itu tumbuh besar seperti yang diharapkan. 


"Bagaimana dengan pergerakkan orang itu?" tanyanya dengan nada lirih. Lelaki yang berada di sampingnya hanya menghela nafas panjang. 


"Sampai saat ini, dia tidak bergerak Tuan besar. Tapi, seperti biasa. Memprovokasi ketiga cucu Anda. Apalagi, sekarang ada seorang gadis yang menjadi tokoh utama dalam permainannya." 

__ADS_1


Lelaki tua renta itu memijat pelipisnya yang berdenyut ketika mendengar perkataan dari orang itu. "Apakah kau sudah menyelidiki gadis itu, Leon?" 


Leon mengangguk, "Dia bukan gadis biasa, Tuan besar. Dia keturunan keluarga Beltran." 


Reaksi orang tua itu tidak bisa digambarkan. Konflik antara keluarga terlalu membuatnya tertekan. Dan sekarang, muncul gadis yang sangat sulit di tebak. 


"Gadis itu, bisa membawa kehancuran bagi mereka." Ia tidak tahu apa rencana dari gadis itu. Kenapa bisa masuk dalam lingkaran pertikaian saudara. 


"Memang benar, Tuan. Dia bukan gadis mudah. Pikirannya tidak bisa ditebak. Baru - baru ini, Tuan muda ketiga telah menyuntikkan racun kepada Nona Beltran."


Lelaki tua itu menggebrak meja dengan keras. Leon hanya menundukkan kepalanya dengan dalam. Karena takut akan atmosfer yang dikeluarkan oleh tuannya. "Jika keluarga Beltran tahu, kita bisa celaka. Dasar bedeb*h kecil itu!!" 


Kepala lelaki tua itu makin berdenyut karena masalah yang ditambah oleh cucunya. Ini pasti rencana dia. Orang yang memiliki konflik dengan anak tidak tahu diri. Kenapa dia meninggal dengan banyak konflik dan anak yang tidak bisa diatur? Sial, memikirkannya saja membuat umur semakin berkurang. 


"Kalau bukan karena cinta masalalu, pasti semua akan baik - baik saja." 


Sesalnya dengan penuh seumur hidup. Semua berawal darinya. Jika saja ia tidak mengancam Casandra untuk menikah dengan putranya. Pasti hal ini tidak akan terjadi. 


"Aku menyesal, Leon," ucapnya parau penuh kesedihan. Penyesalan pasti datang diakhir. Ia berusaha untuk memperbaiki keadaan, namun tidak bisa dirubah sama sekali. Yang ada tambah merusak dan merenggangkan keluarganya. 


Ketiga cucu dari satu putra membuatnya semakin lelah di usia renta. "Bagaimana kabar keluarga Dimitri?" Terus terang, lelaki tua itu rindu putrinya. Putri angkat yang sangat lembut. 


"Tuan Kail baru kembali, Tuan besar. Dia jatuh cinta dengan Tuan muda pertama." Bukan rahasia umum lagi. Lelaki tua itu memang sudah mengetahui bahwa Kail memiliki rasa terhadap cucu sahnya. Meskipun begitu, ia juga tidak akan setuju kalau sang cucu yang disayangi jadi belok. Kalau belok pasti tidak dapat meneruskan tahta keluarga. Secara, tidak ada penerus. Sepertinya, Kail harus di beri wejangan biar lurus kembali.


"Kail," gumamnya lirih didengar Leon."


"Anda tenang saja, Tuan. Tuan Kail sudah melepaskan Tuan muda pertama. Jadi, kita bisa bernafas lega." 

__ADS_1


Ya, bernafas lega untuk sesaat sebelum badai menghantam. Lelaki tua itu harus menyelesaikan konflik keluarga dulu. Sebelum menemui lelaki yang mencintai Casandra. 


"Sepertinya, aku harus kembali ke Paris dan menyelesaikan semuanya, Leon." 


__ADS_2