Dangerous Mafia

Dangerous Mafia
DM 25: Semua Karena Cinta


__ADS_3

Biarlah aku dianggap kejam. Yang penting, dia selamat. Aku tidak akan memaafkan diriku jika Keysara semakin sakit.


Orlando Golden


❤️❤️❤️❤️


Cinta mampu merubah semua. Apalagi, cinta yang murni. Love Of Pure, cinta tanpa mengenal apapun, mengesampingkan harta, tahta, dan kekuasaan. 


Namun, keegoisan seseorang akan timbul jika memiliki sifat yang sangat posesif. Mengengkang orang yang dicintainya. Salahkah jika orang bersikap demikian? Mungkin, itu adalah cara dari mencintai. 


Jangan salahkan cinta. Tapi, salahkan cara mencintainya. Cinta itu murni dan suci. Jangan menodai cinta dengan bumbu - bumbu yang kotor. Seperti bersikap licik, memanfaatkan, dan menjadikan rasa itu sebuah alasan hanya karena mengejar fana. 


Orlando mungkin egois. Sikapnya jelas salah. Memanfaatkan situasi untuk mengikat Keysara. Tapi, tahukah kalau kehidupannya memang berat. Sebagai mafia kelas atas yang berbahaya. Ia mengasah tubuhnya untuk tidak mengenal namanya cinta. Karena, mencintai adalah kelemahan. Dan sekarang terbukti. Tanpa sadar, rasa itu terus mengalir meski mengelak.


Di dalam sebuah ruangan. Kellano dan Orlando masih saling tatap satu sama lain tidak ada yang mau mengalah. Well, anggap saja mereka di mabuk cinta. Kalau dilihat dari segi posisi, Orlando mendominasi Kellano. Wow, sungguh pemandangan yang menakjubkan. Bayangkan saja, jika orang melihat dari sisi lain. Mereka pasti beranggapan kalau dua orang jenis kelamin sama merupakan pasangan kekasih. 


Keduanya sangat tampan dan mempesona. Mungkin bagi para penggemar yaoi mereka merupakan pasangan serasi. Padahal, keduanya adalah straight. 


Kellano mulai meronta lalu melontarkan berbagai macam makian dan sumpah serapah. 


Karena mendengar kebisingan, Keysara akhirnya bangun. Ia menatap kedua lelaki yang tengah beradu mulut. "Berisik…, mengganggu tidurku." Mereka berdua langsung menoleh lalu berlari ke arahnya. 


"Kau sudah sadar? Apanya yang sakit? Aku panggilankan dokter?" Mereka berdua mengucapkan perkataan yang sama. 


"Kau meniruku," ucap mereka lagi. Keysara langsung tertawa keras. Ia sampai mengeluarkan air matanya. "Kalian seperti sepasang kekasih. Sungguh kompak." 

__ADS_1


Kellano cemberut membuang muka. Sedangkan Orlando hanya terbatuk kecil melirik Keysara. "Aku baik - baik saja," ucapnya sambil melirik Orlando. 


Rindu, mungkin iya. Hati kecilnya gembira karena melihat wajah Orlando yang berada di depannya. Apalagi, di alam mimpi. Ia juga melihat lelaki itu. Apakah arti dari semuanya? Keysara masih bingung dengan pemikirannya. Sehingga ia tidak sadar jika terbengong terlalu lama. 


"Apa yang kau pikirkan?" Kellano memeluk Keysara sambil meluapkan rindu. Dan Orlando hanya menjadi obat nyamuk yang tidak dianggap. Kasihan bukan? 


Saat Orlando ingin pergi, Reflek tangan Keysara memegang tangannya. Kalian tahu artinya? Gadis itu ingin sang ketua mafia berada di sisinya. 


Keysara salah tingkah menyadari gerakkan tangan tanpa tuan itu. Ia melepaskan sambil membuang muka. Beda dengan Orlando, hatinya berbunga - bunga dan di kelilingi kupu - kupu berterbangan. Di dalam perutnya seperti sda rasa yang menggeletik. Sehingga pikiran cabul datang membuatnya on. 


"Aku hanya akan duduk di sofa." Orlando seperti terengah - engah menahan sesuatu. Sementara Kellano mulai curiga. Ia melepas pelukan Keysara. "Pergi ke kamar mandi! Tuntaskan, jangan berfantasi liar disini." 


Mata Orlando melotot. Gerak geriknya terbaca oleh Kellano. Ia hanya diam dan duduk di sofa dengan nyaman. Padahal, kurang nyaman. Salah sendiri menuruti ego agungnya.


"Sudahlah…, jangan berpikir panjang. Aku merindukanmu," ucap Kellano memeluk Keysara lagi dan lagi. Bahkan sekarang lebih erat. 


"Aku bertemu dengan Mom." Jantung Kellano mendadak berhenti. Wajahnya pucat pasi. "Itu hanya mimpi," ucapnya sambil membenamkan wajahnya dan meneteskan air mata. 


"Aku ingin ikut Mom. Tapi, dia melarangnya." Kellano menutup mata dan menghembuskan nafas berulang kali. Ia melepas pelukan itu lalu memegang pundak Keysara. 


"Mom sudah tenang. Dia hanya datang mengunjungimu. Lagi pula, Mom selalu memantau kita di surga." Sedari kecil, Keysara lebih peka mengenai Angel. Ia selalu melihat arwah ibunya.


"Sejak lima tahun lalu. Aku bertemu dengannya. Tentu aku sangat merindukannya. Dia hanya ingin kita datang ke makam. Mom menunggu kedatangan kita selama lima tahun di sana. Kau tahu, kenapa aku selalu bersikeras kepada Daddy untuk membawa kita segera?" Lagi dan lagi, Kellano mendengar perkataan itu saat Keysara memimpikan Angel. Lelaki itu hanya diam mengelus punggung Keysara. Ia tidak ingin berkomentar banyak. 


"Aku sungguh ingin bersama Mom. Kel." Ucapan lembut penuh dengan kesedihan di dengar oleh Kellano dan Orlando. Mereka semua terbengong tidak mengatakan apapun. 

__ADS_1


"Jika nanti aku tia-" Perkataan Keysara langsung dipotong oleh Kellano. "Tidak!! Kau tidak akan meninggalkanku dan Daddy sendirian." 


Orlando berdiri menatap tajam Keysara. Jika gadis itu pergi dan tidak kembali, bagaimana dengan kehidupannya. Ini semua salah Bryan. Andai saja si kepar*t itu tidak dilahirkan. Hidupnya pasti tidak akan sesulit ini. Cih, mempunyai saudara - saudara rendahan membuatnya muak. Ayah lakn*t yang suka menebar benih di mana - mana. Untung dia sudah diatasi oleh orang tua itu. 


Orlando mengepalkan tangannya kuat lalu bergegas pergi dari kamar. Ia keluar dengan amarah yang memuncak menuju ke dalam hutan. Di sana ada sebuah gudang tempat menyiksa orang - orang yang berkhianat padanya. Jangan lupa, Rebeca masih berada di sana. Menikmati indahnya di sekap dan di perkosa oleh anak buah lelaki itu. 


"Tu… Tuan, Anda datang." Salah satu pengawal kaget melihat Orlando datang ke ruangan Rebeca yang tengah bercumbu panas dengan pengawal lainnya. Sungguh pemandangan yang kotor. Batin Orlando sambil mendekat. 


"Lan… Lando," panggil Rebeca lirih. Ia langsung mendorong tubuh pengawal itu. "Jangan salah paham. Mereka duluan yang memaksaku."


Sekali ****** tetaplah ******. Memberi tubuh dengan cuma - cuma. Yang lebih parah lagi, Rebeca membanggakan diri menikmati semuanya. Ayolah…, Orlando semakin jijik dibuatnya. Dia mengumbar semua lekukkan tubuh yang dijamah oleh banyak lelaki. Dan juga, dia datang dengan ekspresi wajah palsu memelas meminta bantuan. 


"Berhenti! Jangan mendekatiku." Orlando berbalik arah mencari cambuk untuk menyiksa Rebeca. "Ikat dia!" Perintahnya adalah mutlak. Dengan kondisi telanjang, gadis itu diikat berdiri terlentang." 


"Aku mohon…, jangan lakukan ini? Kau tidak mencintaiku. Aku datang kesini mencarimu. Tapi, kau malah membuatku terhina."


Siapa yang menghina dan terhina. Pikiran dari mana itu. Rebeca masih saja memelas dengan wajah cantiknya yang tidak secantik Keysara. 


Orlando hanya diam sambil mengayunkan cambuknya. Rebeca berteriak histeris sambil menangis keras. Mengumpat kepada lelaki itu. 


"Kau kejam. Dasar bajing*n." Masih dalam kondisi diam dan terus melakukan cambukan, Orlando hanya tersenyum dingin menyeringai melihat hasil karya luka - luka yang terlukis di tubuh mulus Rebeca. 


Hingga cambukan ke tiga puluh, Rebeca sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya. Ia pingsan di tempat. Para pengawal yang melihat itu hanya bergidik ngeri. 


"Sial!!! Bawa orang yang digantung kemari!" Tidak cukup meredakan amarah Orlando. Ia masih ingin menyiksa dengan brutal. 

__ADS_1


__ADS_2