
Maaf yang lagi menunggu. Hari ini aku hanya nulis bab tambahan.
❤️❤️❤️❤️
Dua sejoli tengah menatap langit. Banyak bintang bersinar di angkasa. Mereka saling menoleh satu sama lain.
"Aku hanya ingin menjadikanmu satu untuk selamanya, Sayang," ucap Orlando sambil mengelus rambut Keysara.
Wajah gadis itu memerah. "Bukankah kau sudah menjadikanku sebagai milikmu?" Orlando menggeleng, "Hei, kita belum melakukan itu. Jadi labelmu belum menjadi milikku. Aku harus memberi tanda di seluruh lehermu."
"Tanda apa?" Tanya Keysara dengan polos. Orlando sangat gemas melihat wajah Keysara . Ia ingin sekali mencubitnya.
"Kau membuatku semakin jatuh cinta. Beri aku ciuman." Tanpa malu, Orlando mengerucutkan bibirnya sambil menunjuk dengan jari manis.
"Mesum!!" teriak Keysara sambil menutup mata. Lelaki di sampingnya benar tidak tahu malu. Tingkat *********** mungkin nol persen.
"Oke. Maafkan aku. Kita lihat bintang saja." Mata Keysara beralih ke bintang di langit. "Indahnya...," ucapnya tanpa sadar.
"Sangat Indah. Kau suka." Dengan pelan, Keysara mengangguk, "Aku sangat suka." Orlando mengambil kesempatan mencium Keysara tanpa ampun di bibirnya dengan rakus. ******* dan *******, mengabsen setiap rongga mulut. Memberi kesan yang manis seperti madu. Perut Keysara seperti tergelitik. Merasa ada kupu - kupu terbang di sana.
__ADS_1
Jantungnya berdetak kencang. Tidak hanya itu, aliran darah ikut panas. Ciuman lembut, manis dan juga bergairah membuat hasrat keduanya naik semakin tinggi menjelajah dunia pink bertabur bunga.
Tangan Orlando mulai melayang kemana - mana. Ia mendominasi ingin minta lebih. Sayang seribu sayang, kerahnya dari belakang ditarik seseorang.
"Jangan harap meminta lebih. Sudah cukup, Bung," ucap seseorang. Tubuh Orlando membeku sempurna. Ia sudah kepergok oleh calon mertua.
"Dad..., emm.... aku hanya... itu." Orlando sudah mati kutu. Ia tidak bisa menjawab perkataan calon mertuanya.
"Aku bukan Daddymu!" teriaknya keras. "Sayang, ayo ke kamar. Daddy akan menemanimu tidur." Keduanya pergi meninggalkan Orlando sendirian.
"Uncle Kaylo! tunggu!!" teriak Orlando sambil mengejar mereka.
Aku malas melihat tampangmu.
Aku malas melihat tampangmu.
Kata - kata itu seperti mantra. Kakinya mendadak lemas seperti jeli.
Calon ayah mertua...., terima diriku
__ADS_1
Orlando terbangun sambil menggapai tangannya di udara. Ia bangun dengan kadar melirik gelas di atas nakas lalu mengambilnya dengan kasar.
"Sial, aku bermimpi di tolak mertua hanya karena tampangku." Karena punya tingkat kenarsisan yang tinggi, Orlando berjalan dengan telanjang dada menghadap ke arah cermin. Terpampang jelas tubuh indah sang Dewa Yunani. Dia berkaca seolah tampan sedunia.
Ketua mafia yang kejam ternyata khawatir tentang penolakan mertua. "Hais..., aku bahkan lebih tampan dari dewa manapun."
"Hentikan kekonyolanmu. Aku mau muntah," ucap Dion diujung pintu. "Dia sudah kembali. Kenapa tidak siap - siap."
Orlando meraih jubah tidurnya. Ia berjalan keluar kamar dengan berlari. Dilihat dari jauh, seorang gadis yang sangat dirindukan bersama seorang lelaki yang tidak lain adalah Kaylo.
Langkah Orlando perlahan pelan, sebab takut di tolak oleh calon mertuanya. Ia masih ingat jelas mimpi itu. Apalagi, penampilannya sekarang benar - benar buruk.
Dion sialan! Kenapa tidak memberitahuku?
Orlando melontarkan makian didalam hatinya sambil tersenyum canggung. Kaylo hanya mengerutkan kening. Ia kemudian menatap Keysara yang melihat Orlando penuh kerinduan.
Belum sampai di tempat tujuan, Kaylo mengatakan sesuatu. "Aku malas melihat tampangmu."
Oh, tidak...! Kenapa perkataan di dunia mimpi dan kenyataan sama.
__ADS_1
Batin Orlando sambil berdiri gemetar dan hampir luluh tidak berdaya.