Dangerous Mafia

Dangerous Mafia
DM 18: Melindungi


__ADS_3

Mempunyai kejayaan dalam kehidupan adalah mimpi semua orang. Hal itu redup jika tidak diiringi cinta dan kebahagian. Kehidupan yang dimiliki akan terasa kosong. 


❤️❤️❤️❤️


Lelaki itu menatap sebuah foto yang ada di atas meja kerjanya. Tangan kekar itu meraih bingkai lalu mengelusnya perlahan. Ditutup kasar sambil menghela nafas. Perjalanan hidupnya kali ini, tidaklah mudah. Ia berpikir kalau memiliki semuanya maka akan berbuah manis. Namun, kenyataannya hati itu masih kosong oleh belenggu masa lalu. 


"Kalau aku memilikinya, maka akan sempurna," ujarnya penuh obsesi. Lelaki itu bangkit dari kursi menuju jendela kaca menatap birunya langit. Berbagai cara untuk balas dendam sudah dilakukan. Namun, Golden semakin kuat. Satu - satunya cara adalah menggunakan Keysara. Gadis yang membuat jantungnya bergetar. 


Setelah pertemuan pertama mereka, Dettian meminta Leo untuk memanggil dokter pribadinya. Hasilnya, tidak ada penyakit sama sekali. Dokternya bilang bahwa lelaki itu terkena virus cinta. Lantas, bagaimana rencana balas dendamnya kali ini? 


Tentu saja Dettian dilema. Mencintai bukan perkara mudah bagi lelaki itu. Hanya Keysara yang mampu mengisi hati kosongnya. 


"Tuan," panggil Leo lirih namun tidak ada jawaban dari Dettian. Ia masih memikirkan Keysara. "Tuan." Kali ini, lelaki itu memanggilnya dengan sedikit keras sehingga sang tuan tersentak. 


"Jangan membuatku kaget, Leo." Ucapan kecewa nampak jelas di wajahnya. 


"Maaf, Tuan." Leo menunduk takut kalau Dettian marah padanya. "Saya mempunyai berita untuk Anda."


Pandangan mata Dettian beralih ke arah Leo. "Katakan." Lelaki itu pun mendekat secara perlahan. "Mata - mata kita bilang kalau Nona Keysara dan Orlando mempunyai kesepakatan." 


Dettian tersenyum mendengar ucapan Leo. Ia dalam mood baik sehingga berbalik arah lalu duduk di singgasana miliknya. Merasa suasana sekitar berubah, Leo melanjutkan perkataannya. 


"Kesepakatan itu berakhir selama dua bulan. Dan, semuanya berhububgan dengan pembangunan kawasan elit di Jerman. Orlando telah mengambil jalur pengengkangan mengikat kedua saudara itu, Tuan."


Mendengar semua penjelasan Leo, Dettian lebih bersemangat lagi. "Itu artinya, si brengs*k itu tahu siapa Keysara sebenarnya."


"Betul, Tuan. Mata - mata kita bilang bahwa Nona adalah mantan model terkenal di Negaranya."


Dettian menaruh tangannya di dagu. "Bagaimana tentang informasi yang ada di Jerman?" 


Leo menunduk sambil menggeleng. "Maaf, Saya tidak bisa mengakses lebih dalam, Tuan. Saya hanya mendapat informasi bahwa Nona Keysara memiliki saudara kembar bernama Kellano. Selebihnya, tidak ada data lain."


"Ini akan sulit. Terangkan info kesepakatan itu dengan rinci. Aku sangat tertarik akan hal itu."

__ADS_1


Leo semakin mendekat ke arah Dettian. "Nona Keysara mengajukan beberapa poin. Ini adalah isi dari surat perjanjian itu, Tuan." Lelaki itu menyodorkan kertas kepadanya. 


Dengan semangat, Dettian meraih kertas itu lalu membacanya dengan teliti. "Kesepakatan macam apa ini!!" teriaknya dengan murka. "Kenapa dia memberi kesepakatan yang jelas merugikan dirinya?!" 


"Kita tidak tahu jalan pikiran Nona Keysara, Tuan


 Mungkin, ini adalah solusi yang tepat untuknya."


"F*ck!!!" umpat Dettian keras sambil merobek kertas itu dan memukul meja. Leo gemetar melihat sang tuan marah besar. 


"Ada info apa lagi?" Dettian mencoba mengatur nafasnya. 


"Dia kembali, Tuan. Iblis berwajah malaikat itu. Dan lebih parahnya lagi, orang itu melukai Nona."


Dettian mengepalkan tangannya kuat. Kenapa harus secepat ini? Singa sejati sudah keluar dari kandangnya. Ternyata, pengaruh Keysara lebih besar. 


"Rubah itu sudah berjalan satu langkah di depanku?" Ada rasa cemas di setiap katanya. 


"Jika dia datang. Keysara akan dalam bahaya. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Semakin gadis itu dekat dengannya. Semakin banyak bahaya yang diterima." Tidak seharusnya, Keysara berada di lubang neraka. Ia harus memperingatkan gadis itu untuk lari. Jika diperbolehkan, dengan senang hati ia akan melindunginya.


"Kita ke sana sekarang." Dettian mengambil jas lalu memakainya dengan kasar dan diikuti Leo dari belakang. 


Sementara itu, Keysara kini tengah berada di kamar pribadi milik Orlando di perusahaan. Ia menatap lengannya yang sudah dibalut oleh dokter. Mata indah itu terpejam untuk mencerna otak jeniusnya. Sesekali, ia menghela nafas kasar. 


"Aku tidak bisa berdekatan denganmu," ujar Keysara lirih. Orlando masuk tanpa permisi dan tidak sengaja mendengar ucapan dari gadis itu. 


"Siapa bilang? Kau itu milikku. Tidak ada yang bisa menghalangimu untuk berdekatan denganku." Keysara menatap Orlando dengan pandangan sulit diartikan. "Jangan menatapku seperti itu! Aku tahu, kalau aku memang tampan." 


Kenarsisan level dewa inilah yang tidak disukai oleh Keysara. "Bersikaplah rendah hati." 


Ada gurat senyum tipis di bibir Orlando karena ucapan dari Keysara. "Aku tidak akan rendah hati kecuali denganmu." Lelaki itu berjalan mendekati gadisnya lalu duduk di tepi ranjang. 


"Mungkin, hari ini aku lolos dari kematian. Tapi, tidak hari lain. Kau tahu, ini adalah peringatan untukku. Bisakah kau tidak mempersulit hidupku?" ucap Keysara dengan tenang sampai membuat Orlando tertegun. 

__ADS_1


"Aku akan melindungimu." Orlando menggenggam tangan Keysara erat. 


"Apakah kau tidak melihat tadi? Bahkan, kau tidak bisa berbuat apa - apa. Kau tidak bisa menjamin keselamatanku, Lando." Semua yang dikatakan Keysara memang benar adanya. Sampai sekarang, ia belum menemukan orang yang telah melukai gadis itu. Kepala tertunduk kemudian membayangkan rasa kehilangan. Jantungnya berdenyut sakit seperti ditusuk ribuan pisau.


"Aku akan berusaha. Aku janji ini yang terakhir kali." Keysara menatap Orlando dengan perasaan bimbang. Perjalanan kesepakatan belum ada sehari, ia harus terluka seperti ini. 


Orlando menatap gurat kecemasan Keysara. "Aku janji. Aku mohon padamu, tetaplah bersamaku. Setidaknya sampai kesepakatan itu selesai." Tidak ada nada kebohongan di dalam setiap kalimat yang terlukiskan di bibir seksi itu. Yang ada hanya kata - kata tulus tanpa pikir panjang. Melihat hal itu, hati Keysara mendadak lembut. Jantungnya bertalu - talu memompa seluruh peredaran darah yang ada hingga mendidih. 


Wajah merah merona tergambar jelas di sana. Orlando benar - benar mampu masuk ke dalam hatinya. Mungkin, ia akan kalah dalam permainan yang direncakan kali ini. Entahlah, sepertinya, Keysara akan menjalani segala takdir yang ada. Bukan berarti ia akan menyerah, melainkan mencoba untuk berdampingan dengan arus itu. 


"Bodoh," ucap Keysara membuang muka. Orlando melotot menatap gadis itu. Kepintarannya di atas rata - rata. Ia bukanlah orang bodoh yang idiot. 


"Jangan mengolokku." Ayolah, seorang mafia kelas atas mempunyai sifat ke kananak - kanakan yang tidak pernah diperlihatkan oleh publik.


"Ppft … hahahahah." Keysara tidak bisa lagi membendung tawanya. Gadis itu pikir, Olrando hanya bisa marah dan marah. Ternyata, lelaki itu juga bisa berbuat lucu seperti ini.


Kekejaman manusia pada dasarnya masih hati setitik kelembutan di hati kecilnya. Rasa simpati dan empati masih tetap ada. Itulah yang membuat manusia unggul. Hanya saja, terkadang kebaikan yang sebesar biji jagung itu tertutupi oleh banyaknya kejahatan. Jangan sekali - kali menilai seseorang dari sampulnya gays.


Seperti halnya Orlando, lelaki itu memiliki sifat seperti iblis. Kejam dan tidak berperasaan. Darah pun selalu menghiasi tangannya. Pasti, di balik itu semua ada alasan. Sebab kekejaman yang dilakukannya mesti memiliki tujuan. 


Orlando hanya diam membeku melihat tawa tanpa paksa dari Keysara. Jantungnya berdesir kuat. Tanpa sadar, ia mendekati wajah gadis itu lalu mengecupnya perlahan. 


Keysara mematung menatap Orlando yang tengah mencium lembut bibirnya. Ciuman manis beraroma vanila membuat darahnya semakin memanas. Tidak ada nafsu diantara keduanya. 


"Manis, seperti madu. Aku suka," ucap Orlando sambil mengusap bibir Keysara lembut. Karena tidak ada penolakan, lelaki itu menciumnya kembali. 


Bukan hanya ciuman, melainkan ******* lembut yang menggairahkan. Hisapan - hisapan kecil membuat Keysara mabuk menuntut lebih banyak pergerakan dari Orlando. 


Lelaki itu sangat piawai dalam memainkan segala aktivitasnya. Mengobrak abrik mencari kemanisan yang ada. Manis seperti madu ditambah aroma teratai mampu membuat Orlando hilang akal mencari penghakiman di setiap gerakannya. 


Ingin lebih dan lebih. Tangan kekar itu mulai menjelajahi area terlarang. Keysara tersentak lalu mendorong dada Orlando. 


"Apa yang kau lakukan?" teriak seseorang di ujung pintu." Keduanya menoleh terkejut melihat seseorang yang tengah berapi - api menatap mereka. 

__ADS_1


__ADS_2