Dendam (Abraham)

Dendam (Abraham)
BAB 26


__ADS_3

Pagi menjelang Desta benar-benar menepati janjinya untuk datang ke mansion, sekarang wanita ia terlihat sedang berdiri di depan Abraham.


"Apa kamu lupa? Kalau kamu harus memasak untukku, memasak sarapan di pagi-pagi yang sangat cerah ini." Abraham saat ini berpenampilan tidak seperti biasanya dimana ia terlihat menggunakan kaos dan celana selutut.


"Aku sudah membelinya untukmu, Tuan. Sekarang kamu tinggal makan saja," ucap Desta sambil meletakkan makanan yang tadi memang sempat wanita itu beli di kedai makan pinggir jalan. "Ayo Tuan Abra sarapan saja sekarang."


Abraham saat ini sama sekali tidak mau melihat ke arah makanan yang sudah Desta letakkan diatas meja, karena pria arogan itu ingin memakan masakan Desta bukan malah dibelikan seperti saat ini.

__ADS_1


"Sayang sekali Nona, aku tidak ingin memakan makanan yang kamu beli ini, Sebab aku mau kamu sendiri yang memasaknya untukku, karena kebetulan juga aku ini tidak terlalu begitu suka dengan makanan yang di beli," kata Abraham yang sekarang berdekap tangan. "Jadi, sekarang kamu masaklah, karena di kulkas sudah tersedia apa saja yang kamu butuhkan untuk memasak," sambung laki-laki itu.


Ketika Desta merasa sangat kesal pada saat ia mendengar kalimat Abraham, padahal tadi niatnya membeli makanan supaya dirinya tidak memasak. Tapi sekarang lihatlah Abraham dengan seenak jidatnya malah menyuruhnya untuk masak.


"Jika Tuan tidak mau memakannya, lalu kemana aku akan membawa makanan ini?" tanya Desta yang saat ini sangat berharap jika Abraham menjadi berubah pikiran dan akan mau memakan makanan yang wanita itu beli.


"Buang, karena aku juga takut kamu sudah menaburi makanan itu racun." Dengan entengnya Abraham malah menjawab Desta seperti saat ini.

__ADS_1


"Masak sekarang juga Desta, aku tidak butuh mendengar omelanmu di pagi-pagi begini karena suaramu itu membuat gendang telingaku sakit." Abraham setelah mengatakan itu terlihat akan pergi.


Namun, Desta terlihat menarik tangan pira arogan itu sebab wanita itu saat ini benar-benar tidak terima jika Abraham mengira dirinya sudah menaburi racun pada makanan yang tadi ia beli itu.


"Makan saja makanan yang aku beli ini, jangan terus-terusan berpikiran buruk padaku!" Desta sekarang mendongak menatap Abraham yang juga sedang menatap dirinya. "Makan Tuan, karena aku datang kesini hanya mau bersih-bersih saja bukan untuk memasak."


"Kamu babuku, Nona, apa kamu lupa akan hal itu?" Abraham memegang dagu Desta pada saat pria arogan itu bertanya seperti itu pada Desta. "Jawab aku Nona, apa kamu sudah benar-benar lupa?"

__ADS_1


"Aku memang babumu Tuan, tapi apakah kamu pernah berpikiran kalau aku ini juga harus membersihkan mansion seluas ini sendirian? Sungguh saat ini kamu benar-benar tidak memikirkan itu semua." Desta menepis tangan Abraham yang memegang tagunya.


"Masak saja, nanti belakangan kamu membersihkan mansionku ini. Lagipula kamu ini tidak hanya akan sehari berada di sini. Jadi, kamu seharusnya memasak dulu untukku setelah itu lakukan apa yang tadi aku katakan," kata pria arogan itu.


__ADS_2