
Tepat pada saat Rico terus saja menyeret bangku yang diduduki oleh Desta tiba-tiba saja suara Abraham dengan sangat lantang terdengar.
"Hentikan! Dan mau kau bawa kemana wanitakau?" Suara bass Abraham membuat Rico mematung begitu juga dengan Selena yang tidak jadi pergi. "Aku bilang lepaskan wanitaku!" seru Abraham yang saat ini malah melempar pisau buah yang sengaja ia bawa tadi ke arah tangan Rico hingga detik berikutnya suara erangan kesatian tangan kanan Selena itu mulai terdengar dengan sangat jelas.
"Akkhhh ...!" Rico memegang tangannya yang terasa sangat sakit. "Nyonya, apa yang harus saya lakukan?" tanya Rico pada Selena yang hanya terlihat diam saja.
Mungkin saat ini Selena sangat kaget karena wanita paruh baya itu tidak pernah menyangka jika saja Abraham akan datang ke rumahnya seperti ini, dan mengaku-ngaku bahwa Desta adalah wanita dari putra kandungnya itu.
Sedangkan Desta terlihat bahagia sebab Abraham datang menyelamatkannya karena wanita itu tahu kalau saja anting yang ia kenakan ada GPS-nya sehingga membuat pria itu bisa menemukan keberadaannya dengan sangat mudah.
"Abra, tolong selamatkan aku. Mereka telah menculikku dan ini Ibu angkat yang pernah aku ceritakan itu padamu," kata Desta yang mungkin saja akan mendengar kenyataan tentang Selena yang adalah ibu kandung dari Abraham.
"Pembunuh! Kenapa kamu malah datang ke sini? tanya Selena dengan mata yang memerah menandakan kalau saja wanita paruh baya itu sangat marah. "Tidak punya malu! Bisa-bisanya kamu malah menginjakkan kaki kotormu di rumahku ini. Pergi kamu sekarang juga pecundang!" Tangan Selena gemetaran pada saat wanita itu menunjuk pintu keluar.
"Lepaskan Desta, maka aku akan pergi dari rumahmu ini. Wanita yang sangat gila harta dan haus akan kekuasaan!" teriak Abraham yang juga matanya memerah. "Lepaskan Desta!"
"Terkutuklah kau anak sialan!" Selena malah melempar vas bunga ke arah Abraham.
Namun, terlihat vas bunga itu tidak mengenai putranya itu. Sehingga membuat Selena malah semakin merasa murka saat ini juga.
__ADS_1
"Pergi kau anak sialan!" Selena terus saja mengulangi kalimatnya berulang-ulang kali yang mengatakan kalau saja Abraham itu adalah anak sialan. "Pergi dari rumahku ini, karena kakimu terlalu kotor untuk menginjak lantai rumahku ini."
Desta yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam saja, di mana saat ini wanita itu sedang mencoba untuk mencerna semuanya.
"Bukannya bertaubat malah semakin menjadi-jadi, ingat kamu mati tidak akan membawa harta wanita tua yang sangat menjijikkan! Andai aku bisa memilih maka lebih baik aku tidak akan pernah mau lahir dari dalam rahimmu. Sudah sangat cukup kamu selama ini berpura-pura baik, setelah topeng kebusukanmu itu terungkap!" Abraham tidak peduli meskipun Desta akan tahu bahwa dirinya adalah putra dari Selena, anak yang selama ini disia-siakan.
"Apa kau pikir aku ini akan sudi menampung anak sialan sepertimu, hah? Apa kau pikir aku ini sudi?" Selena tertawa terbahak-bahak. "Ayahmu saja sampai mamp*s itu semua hanya kamu pembawa sial. Lalu setelah itu kamu datang dan malah membunuh suami tercintaku. Memang kau adalah anak iblis Abraham, aku anak iblis!" seru Selena yang lagi-lagi terlihat melempar vas bunga ke arah putranya. "Keluar dari sini dengan baik-baik, sebelum aku memanggil kamu para anak buahku yang mungkin saja akan biasa melenyapkanmu brengsek!"
"Jadi, apa Ibu adalah Ibu kandungmu, Abra?" Setelah lama terdiam terdengar Desta bertanya pada Abraham.
"Tidak Desta, dia bukan ibuku. Dia itu adalah wanita iblis. Bahkan wanita terkutuk juga karena tidak ada wanita seperti dirinya, wanita yang menelantarkan anak-anaknya demi harta." Nafas Abraham naik turun. "Dia tidak pantas disebut sebagai Ibu karena jiwa tampaknya telah merusak hati nuraninya bahkan merusak jiwa dan raganya juga." Abraham lalu menunjuk Selena. "Wanita yang akan pertama kali masuk neraka. Sebab dirinya berselingkuh bahkan hamil oleh laki-laki lain. Disaat dirinya masih berstatus sebagai istri dari Ayahku, sehingga membuatnya mendapatkan karma dimana anak haramnya itu malah cacat!" Abraham tertawa mengejek. Rasanya pria itu ingin menumpahkan apa saja yang selama ini mengganjal di dalam hatinya setelah beberapa tahun lamanya rasa sesak dan sakit itu selalu saja Abraham tahan sendiri tanpa membaginya pada orang lain.
"Bedebah!" Rico yang marah karena mendengar itu langsung saja menghampiri Abraham karena dirinya ingin memberikan pria arogan itu pelajaran. "Berani-beraninya kamu malah mengatakan itu semua pada Nyonya Selena, tidakkah kamu merasa malu dengan apa yang kamu katakan tadi?" Rico dengan sangat marah ingin sekali menendang perut pria bertubuh kekar itu.
"Dasar tikus! Ingat kau bukan tandinganku!" Sesetelah mengatakan itu Abraham melepaskan cekikannya, lalu ia malah menghempaskan tubuh Rico ke tembok. Sehingga suara Selena terdengar memanggil para anak buahnya.
"Habisi anak yang terkutuk ini!" seru Selena yang terlihat berbicara pada benda pipihnya. Sehingga tidak berselang lama beberapa anak buah Selena terlihat berhamburan masuk kira-kira terlihat ada dua puluh orang.
"Abra, mending kamu pergi saja dari sini jangan selamatkan aku!" seru Desta yang saat ini tidak mau terjadi apa-apa dengan pria itu. "Abraham, pergi saja dari sini!" teriak wanita itu lagi.
__ADS_1
Sebelum Selena terlihat berlari dan malah menyeret kursi itu seperti apa yang tadi Rico lakukan karena saat ini, wanita paruh baya itu telah mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Habisi saja nyawa pria terkutuk itu!" Suara Selena terdengar sangat jelas sebelum wanita itu terlihat menghilang di balik pintu bersama dengan Desta.
"Kurang ajar!" teriak Abraham yang mulai terlihat melawan anak buah sang ibu. Abraham juga melihat Selena yang membawa Desta pergi. Itu yang membuat pria itu semakin marah bahkan Abraham sekarang sangast murka.
***
"Kita harus pergi dari sini," kata Selena yang sekarang terlihat sudah ada di dalam ruangan yang sama sekali tidak pernah dilihat oleh Desta.
Meskipun Desta sudah lama tinggal di rumah Selena, tapi baru kali ini wanita itu melihat ruangan yang sangat berbeda daripada yang lain.
"Lepaskan aku! Dan kenapa Ibu tega malah mau melenyapkan putra Ibu sendiri? Dimana Abra adalah darah daging Ibu." Desta sekarang terlihat malah menangis sejadi-jadinya. Wanita itu juga saat ini sangat mengkhawatirkan keadaan Abraham.
"Diam kamu Desta!" Selena membentak Desta. "Sekarang yang terpenting kamu tidak akan melihatnya lagi, mau dia mamp*s pun itu bukan urusanku!" ketus wanita paruh baya itu.
Lalu Selena terlihat menghubungi nomor Roy sesaat setelah ia mengatakan itu karena saat ini Selena mau meminta bantuan Dokter itu supaya bisa membantunya untuk membawa Desta pergi dari sana. Supaya nanti kalau Abraham belum berhasil di habisi oleh anak buahnya. Pria itu tidak akan bisa menemukan keberadaannya dengan Desta, sehingga membuatnya harus benar-benar menghubungi Roy di situasi yang genting seperti ini.
"Ibu, aku mohon ...." Desta terdengar memohon pada Selena.
__ADS_1
Selena yang sangat muak mendengar suara Desta malah menutup menutup mulut wanita itu menggunakan lakban.
"Jangan berisik!" geram Selena yang kini sudah menutup mulut Desta dengan kasar.