
Setelah beberapa hari pada akhirnya Selena benar-benar ditanggap oleh pihak yang berwajib, wanita paruh baya itu juga di masukkan ke penjara setelah para posisi menyelidiki ternyata Selena telah melenyapkan Farhan karena Selena rupanya mau mengambil gijnal ayah dari Desta itu setelah gagal mengambil ginjal Desta waktu itu. Sehingga menyebabkan Farhan meninggal pasca menjalani operasi yang ternyata gagal begitu juga dengan Elsa.
"Wanita yang aku anggap ibuku ternyata pembunuh!" teriak Desta tiba-tiba pada saat wanita itu mendengar dari mulut polisi yang menjelaskan karnologi kejadian yang membuat Farhan kehilangan nyawa. Bukan cuma itu saja yang membuat Desta shock melainkan Desta juga sudah tahu kalau saja Revan dan Nadia sudah menikah. Dua kabar serta kenyataan pahit yang Desta tahu membuatnya ingin mengakhiri hidupnya saat ini juga. "Lebih baik aku mati, tidak ada gunanya lagi aku hidup. Iya, aku harus mati!" Desta kemudian berlari keluar dari kantor polisi itu karena saat ini wanita itu sudah benar-benar tidak mau hidup lagi. Seolah-olah dirinya merasa bahwa dunia tempatnya berpijak saat ini benar-benar mempermainkan perasannya.
"Desta!" panggil Abraham pada saat pria itu melihat Desta berlari. "Arga, tolong kamu urus semuanya karena aku harus mengejar Desta dulu. Aku juga merasa bahwa dendamku sudah terbalaskan dengan cara melihat wanita yang telah melahirkanku mendekam di penjara sampai dia menyesali perbuatannya selama ini," kata Abraham sebelum ia benar-benar ikut berlari mengejar Desta yang terlihat sudah semakin menjauh.
"Baik tuan akan saya urus semuanya, Anda tidak usah hawatir tentang hal itu," timpal Arga sambil melihat Abraham keluar mengejar Desta.
๐๐
Tangan Desta terbentang wanita itu saat ini benar-benar nekat, dimana ia ingin mengakhiri hidupnya di depan rel kereta api.
"Tuhan, aku sudah sangat muak. Jika ini sudah jalan takdir yang Engkau berikan padaku maka aku akan terima!" teriak Desta sambil menghadap ke atas. "Maka izinkan aku pulang saja karena aku benar-benar sangat lelah," sambung Desta sebelum suara kereta api yang melaju ke arahnya mulai terdengar.
Desta juga terlihat memejamkan matanya karena wanita yang sudah benar-benar berputus asa, ia ingin mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara seperti saat ini. Terlihat bahwa dirinya sudah pasrah.
Namun, pada saat jarak kerata api itu cuma 15 meter tiba-riba saja terlihat Abraham berlali sambil menarik tangan Desta supaya wanita itu tidak melakukan hal bodoh.
__ADS_1
Bruk!
Tubuh Desta malah terjatuh di atas tubuh Abraham karena saat ini tubuh Desta benar-benar terasa lemas di tambah wanita itu sepertinya sudah benar-benar kehilangan semangat lagi untuk hidup.
"Jangan bodoh kamu, Desta!" bentak Abraham pada saat pria itu mendengar suara Desta yang menangis. Abraham juga terlihat langsung saja bangun karena orang-orang saat ini terlihat sudah mulai mengerumuni dirinya dan juga Desta.
"Biarkan aku mati." Lirih Desta sambik memukul dada bidang Abraham. "Tidak ada gunanya lagi aku hidup. Semuanya sudah berakhir, iya semuanya sudah benar-benar berakhir."
"Tidak ada yang berakhir, apa setelah kamu berhasil membuatku jatuh cinta. Sekarang kamu malah mau mengakhiri hidupmu sendiri? Sungguh kamu adalah wanita terkejam yang pernah aku kenal Desta," ucap Abraham yang merasa bahwa dirinya harus mengeluarkan isi hatinya yang selama ini selalu ia simpan.
"Jatuh cinta?" Desta terlihat menatap Abraham dengan mata yang memerah.
Desta terdiam sejenak karena saat ini wanita itu merasa bahwa saja Abrhaam saat ini sedang membual.
"Kamu pembohong! Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau saja Revan sudah menikah dengan adikmu. Kenapa Abra? Apa jangan-jangan kamu mengatakan cinta padaku karena kamu merasa bahwa adikmu bersalah telah mengambil kekasihku?" Desta saat ini hanya bisa menangis mengeluarkan cairan bening saja. Sambil terus saja nemukul dada bidang pria arogan yang sekarang sdikit demi sedikit sudah mulai terlihat sisi lain dari sosok Abraham.
"Sudah sejak lama aku mengagumimu Desta, pada saat usiaku masih 10 tahun. Tidakkah kamu ingat bahwa akulah yang waktu itu kamu berikan spotong daging? Lalu sekarang kamu malah mengatakan kalau ini ada kaitannya dengan Nadia, Adikku. Sungguh mata hatimu sudah di butakan oleh rasa kecewa yang teramat dalam," kata Abraham sambil membawa Desta ke dalam pelukannya dan membiarkan wanita itu menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Abraham juga saat ini merasa lega pada saat ia sudah mengatakan itu semua pada Desta. Meskipun pria itu belum tahu apa jawaban dari wanita yang saat ini masih saja terdengar menangis.
"Jika kamu menerima cintaku, maka menikahlah denganku Desta karena tidak ada hal yang paling membahagiakan selain menyatukan dua insan seperti aku dan kamu saat ini," kata Abraham yang sangat berharap jika saja Desta mau menikah dengan dirinya saat ini.
"Jika kamu mau membawaku pergi jauh dari sini maka aku akan mau menikah denganmu karena di tempat ini hanya akan membuat dadaku terasa sesak," ucap Desta tiba-tiba di sela-sela isak tangisnya.
Abraham tanpa memikirkan apapun langsung saja mengiyakan apa yang Desta katakan.
"Baiklah, kalau begitu kita akan pergi dari sini. Kapan kamu mau kita pergi, sekarang, lusa atau satu bulan lagi?" tanya Abraham yang merasa sangat senang jika saja Desta menerima dirinya.
"Detik ini juga," jawab Desta yang merasa bahwa dirinya saat ini mungkin saja di takdirkan untuk berjodoh dengan Abraham, anak ibu angkat yang telah membesarkan dirinya. "Apa kamu setuju?"
Abraham menjawab Desta dengan anggukan kecil sambil menggendong tubuh lemas wanita itu, sebab Abraham juga merasa bahwa dirinya harus membawa Desta segera pergi dari kota itu sebelum mental wanita itu terganggu.
Abraham juga berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan menjaga Desta dengan sepenuh jiwa dan raganya. Setelah nanti wanita itu menjadi istrinya
...****************...
__ADS_1
Pada akhirnya, mereka berdua akan bahagia, setelah di kecewakan oleh orang yang sama dan cukup sampai di sini kisah Abraham. Sampai bertemu di ceritaku yang lainnya, terima kasih untuk kalian yang sudah bersedia membaca cerita ini sampai akhir๐๐๐๐
TAMAT.