Dendam (Abraham)

Dendam (Abraham)
Memasak


__ADS_3

Meski enggan tapi Desta tetap melangkahkan kakinya menuju ke dapur, karena saat ini wanita itu ingin memasak untuk Abraham.


"Kalau tahu begini, aku tidak akan membuang-buang duitku untuk membeli makanan sebanyak ini," gumam Desta saat membawa kresek makanan yang tadi wanita itu beli. "Dia memang sangat aneh." Desta terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya. Tepat pada saat wanita itu terus saja berbicara pada dirinya sendiri. Tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita yang kira-kira usianya 30 tahun.


"Nona Desta," panggil wanita itu yang ternyata bernama Ayu.


Desta yang dipanggil segera menoleh. "Siapa?" tanya wanita itu saat melihat Ayu berdiri di dekat kulkas.


Ayu terlihat menutup kulkas dan segera mendekati Desta sambil menjawab, "Kenalkan saya Nona, saya ini ART disini." Ayu membungkuk tanda hormatnya pada Desta, karena wanita itu tahu kalau pasti Desta adalah orang yang sangat spesial bagi Abraham oleh sebab itu Desta sampai dibawa ke mansion.


"ART? Lalu kenapa pria arogan itu malah menjadikanku budak?" Desta bertanya pada Ayu.

__ADS_1


Ayu yang ditanya tersenyum sambil berdiri tegak lagi. "Nona, kalau masalah itu saya kurang tahu. Jadi, saya minta maaf pada Anda."


Desta yang mendengar itu mengangguk. "Baiklah, kalau kamu tidak tahu."


"Panggil saya, Bi Ayu saja Nona." Ayu mengatakan itu supaya Desta memanggilnya bibi.


"Baik, Bi Ayu, kira-kira apa Bibi tahu Tuan Abra suka sarapan pakai apa?" Desta sangat berharap kalau Ayu akan menjawabnya, karena wanita itu tidak tahu apa yang harus ia masak untuk pria arogan itu.


Ayu meraih tangan Desta. "Non, Tuan Abra di kasih sarapan apa saja beliau akan memakannya. Asal jangan dibeli karena Tuan Abra benar-benar tidak suka dengan makanan itu."


"Apa boleh saya saja yang membawanya, Nona?" Ayu meminta makanan yang dibeli oleh Desta. "Daripada dibuang sayang, lebih baik untuk saya saja dan anak-anak saya."

__ADS_1


Desta tanpa bertanya langsung saja memberikan makanan itu pada Ayu. "Nih, Bibi ambil saja."


Ayu dengan senang hati mengambilnya. "Terima kasih Nona, karena Anda sudah mau memberikan saya makanan ini."


"Terima kasih balik Bi, dan sekarang aku harus masak apa untuk Tuan Abra?" Desta sekarang menanyakan tentang apa yang harus wanita itu masak untuk Abraham.


"Apa saja Nona, terserah Anda yang terpenting rasanya pas di lidah Tuan Abra," jawab Ayu yang kini malah kembali lagi mencuci piring di wastafel. "Silahkan saja Nona boleh mulai memasak, kalau ada yang mau Anda tanyakan tanyakan saja pada saya."


Desta mengangguk tanda bahwa wanita itu saat ini paham, dan kini ia terlihat mulai membuka lemari pendingin hanya untuk mencari bakan masakan apa yang akan wanita itu masak di pagi-pagi seperti ini untuk Abraham.


"Untung saja aku pernah kursus memasak, sehingga membuatku tidak akan mungkin mengalami kesulitan waktu aku memasak," gumam Desta membatin sambil mengambil udang di dalam prizer, karena ia rupanya ingin memasak sambal udang.

__ADS_1


"Bi, sambal udang cocoknya di temani dengan apa?" Terdengar Desta bertanya pada Ayu.


"Sayur asam dan sayur bening juga boleh, keduanya sama-sama enak. Tuan Abra juga sangat menyukai sambal udang yang di campur dengan satu telur orak arik." Ayu bisa tahu semua karena rupanya wanita itu sudah lama bekerja di sana.


__ADS_2