Dendam (Abraham)

Dendam (Abraham)
BAB 40


__ADS_3

Pagi menjelang Desta kini malah terlihat tidak memiliki semangat lagi setelah dirinya mendengar sangat jelas bahwa Selena akan mengambil satu ginjalnya untuk sang adik yaitu Elsa. Membuat wanita itu merasa bahwa dirinya harus hati-hati dengan ibu angkatnya itu mulai sekarang.


"Des, Ibu melihatmu dari tadi kok melamun terus?" tanya Selena yang terlihat baru saja datang dari arah dapur membawakan Desta puding kesukaan putri angkatnya itu.


"Ibu." Desta tersentak kaget, ia langsung saja merubah ekspresi wajahnya agar Selena tidak curiga padanya. "Aku pikir Ibu ada di kamar Elsa," kata Desta yang sekarang berbasa basi.


"Adik kamu masih tidur, makanya Ibu menyempatkan diri untuk membuat puding untukmu Sayang. Sekarang ayo kamu makan, tapi sebelum itu kamu sarapan dulu." Selena menaruh puding tepat di dekat Desta. "Di makan ya, soalnya Ibu membuatnya spesial untukmu," sambung wanita paruh baya itu.


Desta yang merasa harus waspada dengan makanan apapun yang Selena berikan, mengingat ibu kandungnya itu pasti akan menaruhkannya obat tidur seperti sebelum-belumnya. Membuatnya mulai hari ini harus tetap ingat dan berwaspada.


"Wah!" seru Desta yang lagi-lagi berpura-pura antusis. "Bentuknya saja sangat cantik Bu, pasti rasanya juga sangat enak pastinya." Desta menggeser puding itu supaya lebih dekat lagi dengannya. "Kayaknya harus di masukin dulu ke pendingin biar makin seger karena kebetulan, aku ini sudah sangat kenyang, Bu." Desta mengelus perutnya padahal tadi dirinya hanya makan sedikit saja tapi kalimatnya yang tadi hanya untuk membuat Selena supaya percaya padanya. Bahwa dirinya benar-benar kenyang karena ia tadi sudsh sarapan.


"Yah, sayang sekali. Padahal Ibu suka lho, melihat mulutmu yang menguyah puding ini Des." Terlihat jelas raut kekecewaan terpancar dari mimik wanita paruh baya itu saat ini.

__ADS_1


"Aku akan tetap memakannya Bu, tapi untuk saat ini aku benar-benar sangat kenyang sehingga membuatku tidak bisa memakannya langsung saat ini juga." Desta sangat berharap jika Selena tidak akan memaksanya untuk mencicipi puding itu sedikit saja. "Ibu jangan kecewa ya, aku mohon ...."


Selena langsung tersenyum pada saat mendengar Desta yang sekarang malah memohon.


"Sayang, tidak apa-apa yang terpenting kamu memakan puding ini." Selena mengelus pucuk kepala Desta. "Kalau begitu Ibu mau pergi ke kamar Adik kamu dulu, siapa tahu Elsa sudah bangun." Selena terlihat pergi dari ruang makan itu, sesaat setelah wanita paruh baya itu mengatakan hal tersebut pada Desta.


Sedangkan Desta hanya mengangguk sambil membatin, "Sepertinya puding ini juga ada obat tidurnya, tidak ada salahnya aku harus tetap waspada." Desta juga terlihat langsung saja pergi dari sana membawa puding itu di tangannya karena entah mengapa dirinya ingin memastikan apakah puding itu aman atau mengandung obat tidur. "Aku harus membawanya ke lab, siapa tahu aku bisa menemukan jawabannya disana," sambung Desta membatin.


🍂🍂


"Aku kesini mau meminta bantuannmu," kata Desta pada salah satu dokter di rumah sakit itu yang ternyata adalah teman wanita itu.


"Bantuan apa? Kok kamu tumben-tumbenan meminta bantuanku." Dokter itu tersenyum pada saat dirinya menimpali Desta. "Hei, bantuan apa? Malah melamun." Sean, yang ternyata adalah teman Desta mencolek lengan wanita itu.

__ADS_1


Desta langsung saja mengeluarkan sepotong puding yang tadi wanita itu bawa dari rumahnya.


"Terima kasih, kamu tahu saja kalau saat ini aku mau memakan puding," celetuk Sean yang malah terlihat akan mengambil puding itu. "Sini, biar aku memakannya langsung. Kayaknya tuh puding enak banget."


Desta langsung saja menepis tangan Sean pada saat itu juga. "Eh, jangan! Ini bukan buat kamu." Desta terlihat menjauhkan puding itu dari hadapan dokter itu.


"Sejak kapan Desta yang aku kenal menjadi pelit begini?" tanya Sean dengan alis yang terangkat. "Ini hanya sepotong puding bukan daging, Desta …."


Desta menggeleng dengan sangat kuat. "Justru karena ini adalah sepotong puding, maka aku akan meminta tolong padamu Se–"


"Aku tidak bisa membuat puding, jika kamu mau meminta tolong padaku akan hal itu," potong Sean cepat. "Sekali lagi, aku minta maaf karena aku tidak bisa membantumu untuk membuar puding."


"Dengarkan aku dulu!" Desta menarik baju Sean. "Aku ingin kamu mengecek puding ini ke laboratorium karena aku berpikir kalau saja puding ingin mengandung zat yang sangat berbahanya. Sebab aku mrlihat cicak yang menjilatnya saja manti," ucap Desta yang saat ini sedang berbohong.

__ADS_1


"Terus ngapain kamu beli dan bawa kesini?" Sean terdengar bertanya pada Desta karena dokter itu merasa sangat penasaran.


__ADS_2