Dendam (Abraham)

Dendam (Abraham)
BAB 50


__ADS_3

"Baru pulang Sayang." Selena akan seperti biasa dimana wanita paruh baya itu akan menyapa Desta yang baru saja pulang.


"Bu, hentikan basa basi Ibu ini." Desta langsung saja mengatakan itu semua pada Selena karena wanita itu merasa bahwa dirinya harus memberitahu ibu angkatnya itu tentang dirinya yang sudah tahu semuanya. "Aku ini memang anak angkat, tapi pantaskah Ibu malah ingin mengambil satu ginjalku demi Elsa. Tanpa memikirkan kesehatanku setelah Itu berhasil akan mengambil ginjalku itu."


Deg ....


Selena langsung saja tertegun dengan apa yang saat ini ia dengar dari mulut Desta. Rupanya wanita paruh baya itu tidak akan pernah menyangka jika saja Desta akan tahu secepat ini sebelum rencananya itu berhasil.


"Apa maksud kamu itu, Sayang? Ibu sungguh tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan." Selena berpura-pura untuk tidak tahu tentang apa yang saat ini sedang Desta katakan. "Sini Sayang, peluk Ibu karena sepertinya kamu terlalu lelah bekerja seharian sehingga membuatmu malah menjadi berhalusinasi." Selena kini malah mau menyentuh Desta.


Namun, Desta malah mundur beberapa langkah sambil berkata, "Stop! Jangan sentuh aku, Bu. Ibu juga jangan berpura-pura untuk tidak tahu tentang apa yang aku katakan ini karena rupanya Ibu membesarkan aku hanya karena menginginkan ginjalku saja." Desta terdengar malah mengulangi kalimatnya yang tadi.

__ADS_1


"Sayang salah makan apa kamu hari ini? Sehingga membuatmu malah menjadi berubah seperti ini." Selena masih saja berusaha untuk mendekati Desta meskipun wanita yang ia dekati saat ini terus saja terlihat mundur. "Apa kamu juga sedang ada masalah dengan Revan? Kalau memang benar sini cerita sama Ibu karena Ibu akan selalu siap mendengarkanmu, Sayang." Wajah Selena tampak sangat tenang meskipun saat ini wanita paruh baya itu sedang ketar-ketir.


"Kenapa harus aku? Kenapa, Bu?" Desta sekarang terdengar menangis histeris karena dirinya tidak menerima kenyataan yang ia rasa sangatlah pahit ini. "Haruskah aku berkorban, tapi kenapa harus dengan cara begini? Cara yang tidak pernah aku sangka-sangka bahkan aku duga-duga."


"Lebih baik kamu tidur saja, daripada nanti kita malah akan menjadi berdebat. Mempermasalahkan hal yang tidak pasti bahkan hal yang tidak benar sama sekali." Selena melipat kedua tangannya di dadanya pada saat ia melihat Rico, sang tangan kanannya sudah mulai bersiap-siap untuk membius Desta.


Akan tetapi, wanita paruh baya itu memberikan kode pada Rico bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk membuat Desta pingsan disaat dirinya belum menyampaikan semua apa yang sebenarnya telah terjadi. Sehingga membuatnya menjadi sangat nekat ingin mengambil ginjal putri angkatnya itu.


"Kasih Ibu sepanjang masa, bagaikan surya menyinari dunia." Selena malah mengatakan itu pada Desta. "Tak harap kembali pun, kamu cukup menyayangi Ibu seperti Ibu yang menyayangimu maka itu lebih dari kata cukup bagi Ibumu ini, Desta." Halus manis kalimat yang sudah bersusah payah wanita paruh baya itu susun dengan sangat rapi. Agar Desta akan percaya dengannya.


Namun, dugaan Selena salah, Desta bukannya luluh wanita itu malah semakin menangis histeris sejadi-jadinya sehingga tangisannya terdengar sangatlah memilukan sekali.

__ADS_1


"Buang topeng Ibu karena aku ini tidak akan tertipu dengan wajah Ibu yang sok polos dan sangat lugu itu!" Desta menunjuk Selena. "Ibu wanita terjahat yang aku kena–" Kalimat Desta terputus karena Rico yang sudah mendapat kode dari Selena malah membungkam mulut Desta menggunakan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya sehingga membuat wanita itu langsung saja tidak sadarkan diri.


"Begini lebih mudah Nyonya tanpa perlu membutuhkan waktu yang lama," kata Rico sambil terlihat menahan tubuh Desta yang sudah pingsan. "Sekarang apa saya akan langsung saja membawanya ke rumah sakit?" tanya Rico pada saat dirinya tahu bahwa besok pagi adalah jadwal Elsa akan di operasi, yang itu artinya bahwa Desta juga harus dioperasi.


"Iya bawa saja langsung, lagipula Elsa sudah ada di rumah sakit," jawab Selena yang sekarang terlihat menyeringai karena putrinya Elsa akan segera memiliki ginjal baru. "Jangan lupa, kamu harus beritahu Dokter Roy untuk menyiapkan semuanya, dan kali ini jangan sampai gagal seperti waktu itu," sambung Selena yang ternyata sudah pernah ingin mengoperasi Desta ketika wanita itu sedang sakit. Sehingga membuat Desta waktu itu yang belum tahu tentang apa-apa malah menurut saja. Tetapi, itu gagal karena Desta malah kabur dari rumah sakit di tambah juga kondisi Desta sangat tidak memungkinkan sekali.


"Siap Nyonya, saya akan memberitahu Dokter Roy, kalau begitu saya pergi dulu." Rico lalu terlihat pergi dari sana dengan cara menaruh tubuh Desta pada bahunya. tangan kanan Selena itu sama sekali tidak terlihat keberatan pada saat membawa Desta seperti itu.


"Hati-hati, jangan sampai Desta lecet bahkan terluka!" seru Selena pada saat Rico sudah akan sampai di pintu utama.


"Iya Nyonya, pokoknya beres!" sahut Rico dengan suara yang sedikit lantang karena ia takut jika saja Selena tidak akan mendengar kalimatnya.

__ADS_1


__ADS_2