
"Kamu ...." Desta langsung saja menunjuk Abraham, karena rupanya wanita itu sampai jatuh gara-gara ditabrak oleh laki-laki itu.
"Maaf." Hanya satu kalimat yang keluar dari bibir laki-laki arogan itu, ia juga sama sekali tidak memiliki niat sedikitpun untuk membantu wanita itu untuk berdiri.
"Kamu tadi yang menabrak Ibuku, tapi sekarang kamu malah menabrakku juga. Benar kata Ibu kalau kamu itu tidak menggunakan penglihatanmu dengan baik!" ketus Desta sambil mencoba untuk berdiri.
Namun, tiba-tiba saja wanita itu malah meringis kesakitan, rupanya tadi Abraham menabraknya sampai kaki wanita itu keseleo.
"Akhh, kakiku Ya Tuhan kenapa sangat sakit sekali?" Desta bergumam pelan sambil menggigit bibirnya karena kakinya benar-benar terasa sangat sakit. Sehingga membuat wanita itu tidak bisa berdiri.
"Maaf, saya sedang terburu-buru." Abraham lalu tanpa perasaan malah meninggalkan Desta begitu saja, wanita yang masih saja berusaha mencoba
untuk tetap berdiri.
Abraham juga tahu kalau saat ini Desta sedang terkilir, karena ia tadi sempat melihat bagaimana posisi kaki Desta saat terjatuh.
__ADS_1
Namun, karena saat ini Abraham harus benar-benar mencari dokter secepatnya, sehingga membuat laki-laki sedingin es kutub utara itu sama sekali tidak memperdulikan keadaan Desta. Abraham terlihat terus saja berjalan dengan samar-samar ia mendengar wanita itu malah memarahi dirinya.
"Dasar pria aneh! Bukannya bantuin malah pergi begitu saja," ucap Desta samar-samar, dengan suara ringisan kecil yang berhasil lolos keluar dari bibir Desta.
"Terserah kamu mau beranggapan seperti apa, karena malam ini aku benar-benar harus membawa Adik serta Bibi-ku pergi jauh dulu dari sini, mengingat Ibu angkat-mu yang sangat jahat itu ada di sini juga," gumam Abraham pelan.
Rupanya Desta adalah anak angkat Selena tetapi meski wanita itu adalah anak angkat, Selena menyayangi Desta melebihi rasa sayangnya pada Elsa. Itu pun Abraham tahu setelah beberapa tahun belakangan ini laki-laki itu selalu mengawasi setiap gerak-gerik sang ibu. Melalui mata-mata yang sengaja Abraham kirim selama ini hanya untuk mendapatkan informasi.
"Jangan lemah hanya karena wanita itu Abra, ingat tujuan utama-mu adalah menghancurkan wanita paruh baya yang telah membuat hidup di masa kecilmu dan Nadia malah menjadi hancur berantakan. Pokoknya kamu harus ingat pada tujuanmu, Abra." Abraham terus saja berbicara pada dirinya sendiri tanpa ia sadari kalau Revan, pacar Desta saat ini berpapasan dengan dirinya.
"Sayang." Mata Desta berbinar bahagia, saat melihat Revan berjalan ke arahnya karena wanita itu berpikiran kalau pacarnya itu rupanya datang pada waktu yang tepat. "Tolong bantu aku berdiri, karena sepertinya kakiku terkilir," ucap Desta.
"Ya ampun Sayang, lain kali kamu hati-hati." Revan kalau ada maunya laki-laki matre itu akan bersikap manis seperti ini pada wanita itu. "Sini biar aku gendong, karena tidak mungkin aku akan membiarkanmu berjalan sendiri disaat kakimu sedang sakit begini." Revan setelah mengatakan itu langsung saja mengangkat tubuh Desta yang sekarang agak sedikit kurusan, karena jika menjadi model tubuh harus ideal sehingga membuat wanita itu harus menjaga pola makan.
"Aku penasaran kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Revan di sela-sela laki-laki itu sudah mengangkat tubuh Desta.
__ADS_1
"Aku tadi terlalu terburu-buru Sayang, sehingga kakiku sampai terpeleset hingga terkilir," jawab Desta berbohong, karena wanita itu tidak mau jika Revan tahu apa yang sebenarnya tadi sudah terjadi dengan dirinya.
"Lain kali pokoknya kamu harus berhati-hati, jangan sampai kejadian hal serupa seperti ini terjadi," ucap Revan sambil terus saja menatap Desta.
"Iya Sayang, aku tadi hanya takut kamu menungguku terlalu lama di parkiran, sehingga aku berlari." Desta sekarang terlihat membenamkan wajahnya di dada bidang Revan, hanya karena wanita itu merasa malu saat orang-orang yang berpapasan dengan mereka menatapnya.
๐๐
"Masih sakit?" tanya Revan ketika laki-laki itu sudah mengantar Desta ke rumah Selena.
"Masih terasa sedikit," jawab Desta sambil melihat Revan yang sedang mengurut kakinya menggunakan balsem. "Oh ya, aku sampai lupa, di dalam tasku ada contoh beberapa undangan. Sayang, kamu bisa melihatnya sekarang." Ternyata Desta sudah memutuskan kalau dirinya dan Revan akan segera bertunangan.
"Kamu saja yang pilih, aku percaya sama kamu Sayang," timpal Revan. "Tapi apa kamu bener-benar akan meninggalkan dunia modeling hanya demi aku?"
"Tentu saja Sayang, lagipula kita hanya akan bertunangan saja. Jadi, tidak masalah aku masih akan tetap bekerja menjadi model meskipun aku dan kamu akan bertunangan." Desta mengelua rahang kokoh milik sang kekasih, sambil menatap Revan dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1